Pagi ini cuaca sangat cerah sekali ,
tidak disangka aku akan pergi meninggalkan fakultas tempat aku menimba ilmu ,
Pagi-pagi sekali mobil yang akan mengantarkan ke sebuah pulau dimana aku akan bekerja ,
Sebab setelah aku lulus sarjana , aku langsung menerima tawaran dari salah satu teman ayahku , agar aku mengajar sebagai Guru di sebuah pulau ,
⏩⏭️
Hari pertamaku di pulau kecil ini , seorang Bapak tua yang menjabat sebagai kepala desa mengantarkan aku ke sebuah rumah khusus bagi para Guru ataupun dokter yang akan tinggal di Desa Tersebut ,
" Nak Guru , disini tempatnya ... semoga kerasan tinggal di tempat ini " kata Bapak kepala Desa yang telah membubarkan lamunanku ,
Akupun mengiyakan perkataan dari Bapak kepala Desa ,
Setelah itu aku menerima kunci rumah tempat yang akan aku tinggalin , aku segera masuk kedalam rumah tersebut ,
mulailah aku membereskan semua keadaan Rumah ,
Tak terasa hari sudah mulai malam , pada awalnya aku pikir hari ini biasa saja , sebab aku adalah seorang pendatang di pulau ini ,
Namun semakin larut , terdengar suara burung malam mulai bersahutan , pada awalnya aku bergidik ngeri mendengar suara-suara burung tersebut ,
seperti suara wanita cekikikan yang sedang tertawa , namun aku tepis suara tersebut , walaupun aku sedikit takut mendengarkannya ,
saat ini lelah mendera tubuhku , aku pun akhirnya tertidur ,
Satu hari aku berada di pulau yang asing ini ,
Pagi hari ini aku akan mengajar dan bertemu dengan murid-muridku yang cantik dan tampan ,
hal itu membuat aku semakin bersemangat sekali ,
ku langkahkan kakiku menuju gedung sekolah yang terlihat tua ,
Tanpa ragu-ragu aku langsung bertemu dengan kepala sekolah dan memberikan surat Rekomendasi dari pihak pemerintah yang mengizinkan aku untuk mengajar di pulau ini ,
Hari pertamaku mengajar , semua murid-murid sangat antusias sekali menerimaku sebagai Guru mereka , sebab aku sangat tampan dan cukup menawan hati ,
Pada akhirnya sore telah tiba , aku pun bergegas pulang ke rumah di mana tempat aku tinggal ,
Di sepanjang jalan yang aku lalui selalu ada saja warga menyapaku dan menawarkan singgah di rumah mereka ,
Namun dengan halus aku menolaknya ,
" sini nak Dirga , jangan malu-malu ... " kata salah satu ibu dari murid yang aku ajar ,
" Iya Bu terimakasih , masih banyak pekerjaan di rumah " jawabku singkat , sambil tersenyum dan memberi anggukkan , tanda hormat untuk menghargai ibu tersebut ,
Sambil terus ku langkahkan kakiku menuju rumah tak terasa aku sudah tiba di depan pintu rumahku ,
Setelah aku masuk ke dalam rumah dan menyelesaikan semua aktivitasku , kembali aku ke sebuah ruang tamu , satu cangkir kopi manis tersedia di atas meja , sambil aku mengamati setiap buku pelajaran yang terkumpul di atas meja , aku terus berkonsentrasi ,
Malam pun terus merayap , kembali suara gaduh burung dan Binatang Malam terdengar , kali ini terdengar suara tangisan dari seekor anjing yang dipelihara oleh tetanggaku ,
Awalnya aku santai mendengarkannya , namun semakin lama suara tangisan anjing itu semakin menyayat hati , tak urung bulu kudukku meremang , teringat kembali cerita dari kepala desa dan juga keluargaku serta teman-teman ,
Jika Terdengar Suara anjing menangis di tengah malam tandanya , bahwa sang Anjing telah melihat benda tak kasat mata alias hantu ,
Suara anjing itu semakin membuat bulu kudukku bergidik , bahkan suara lolongan anjing itu semakin bersahut-sahutan , malam yang gelap ini semakin mencekam , aku yang tidak terbiasa dengan suasana pulau , memutuskan untuk segera masuk kedalam ruang kamar tidur ,
Aku pun menutup tubuhku dengan selimut , hatiku yang berdetak kencang disebabkan ketakutan membuat aku susah untuk tertidur ,
Namun tidak berapa lama kemudian suara itu menghilang dengan sendirinya ,
Dari dalam kejauhan masih terdengar suara Anjing tersebut , namun itu cukup jauh sehingga aku sedikit tenang dibuatnya ,
Tak terasa aku pun tertidur pulas , esok harinya para tetangga berbincang-bincang mengenai suara tangisan Anjing tersebut ,
Lamat-lamat aku mendengar bahwa Dahulu kala pulau ini adalah milik dari saudagar kaya raya , ia memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik sekali , anak semata wayang itu ia tinggalkan sendirian di pulau ini , hiduplah ia sebatang kara ditinggalkan oleh kedua orang tuanya yang sudah tiada , ia tinggal bersama dengan beberapa ekor ternak dan binatang peliharaannya ,
Namun dengan berjalannya waktu Gadis kecil itu telah menjadi dewasa , walaupun ia tinggal sebatang kara , dengan kegigihannya ia dapat bertahan hidup dengan hasil peninggalan dari kedua orang tuanya ,
Namun pada suatu hari gadis itu sakit , dia tidak memiliki obat untuk diminum , sedangkan perahu atau pun kapal kecil hanya satu Minggu sekali singgah di pulau tempat ia tinggal , pada akhirnya ia tidak dapat tertolong lagi , jasadnya ditemukan oleh para awak kapal yang mengenal kedua orang tuanya , dengan berat hati akhirnya ia dikuburkan dekat dengan makam kedua orang tuanya ,
Hal itulah membuat pulau ini sedikit angker , walaupun dia tidak memiliki dendam namun ada beban hati yang tertinggal di hatinya , dan beban tersebut membuat dirinya tidak tenang dan ingin terus hidup di dunia ini ,
Pada akhirnya ia menjadi wanita yang selalu keluar disaat bulan purnama terang benderang , dengan mengenakan baju putih , malam purnama datang ia akan berjalan menuju pelantar dimana setiap kapal atau sampan berhenti ,
Disitulah ia akan berdiri dan duduk di tepi pelantar ( tempat berjalan diatas air laut yang terbuat dari papan : pelantar ) sambil mengayunkan kakinya bermain dengan bayangan air laut ,
Jika seseorang yang kebetulan melihat ia akan menampakkan wujudnya seperti Kuntilanak yang sangat cantik ,
Tapi jika Purnama itu akan menghilang maka wajahnya akan berubah pucat dan putih layaknya mayat hidup ,
Dirga Prayoga namaku , aku yang saat ini mendengar desas - desus itu tertegun mendengarnya , namun ada sekilas rasa penasaran di lubuk hatiku mendengar cerita yang aku dengar dari para tetangga ,
Akhirnya aku memutuskan untuk kembali mengajar , Ku langkahkan kakiku menuju gedung sekolahan ,
Sampai akhirnya hari ketiga aku mengajar murid-muridku itu ,
tanpa terasa hari pun kembali sore , aku pun teringat cerita tetanggaku , namun pekerjaan yang banyak membuatku mengurungkan niatku untuk memikirkan hal itu ,
kembali aku menekuni buku-buku pelajaran murid-murid yang harus aku koreksi ulang ,
Buku tersebut butuh penilaian dari aku ,
malam kembali datang ,
aku tidak mendengar suara yang aneh-aneh lagi , hanya suara serangga hutan yang biasa terdengar , seperti suara jangkrik atau apapun itu ,
Aku yang kelelahan memutuskan untuk kembali kedalam ruang kamar tidurku ,
Malam semakin larut , bulan mulai bergeser dari sinarnya , aku yang saat ini sedang tertidur pulas kembali dibangunkan oleh suara tawa dari kejauhan , sekilas itu seperti suara burung atau binatang hutan ,
Namun pendengaranku tidak mungkin salah , aku yang antara sadar dari tidurku akhirnya terbangun ,
" suara apa itu ... sepertinya suara tangisan seseorang " kataku di dalam hati , namun aku terus terdiam tidak ada satu patah kata pun yang aku katakan , sepertinya suaraku itu sudah terkunci oleh rasa takutku ,
Namun aku memberanikan diri untuk membuka pintu jendela , kebetulan sekali jendela ruang kamarku dapat melihat ujung pelantar pelabuhan , dari kejauhan terlihat seorang wanita berbaju putih dengan wajah yang sangat cantik , hal itu membuatku terheran-heran , sebab jarak kami cukup jauh , namun wajah dari wanita tersebut terlihat sangat jelas ,
Pada akhirnya bulan mulai bergeser , dan tanpa sengaja aku melihat perubahan dari wanita tersebut , rambutnya yang panjang itu awut-awutan , dan wajahnya terlihat sangat pucat sekali , dengan mata hitam membuat penampilannya sangat mengerikan , suara tawa sang wanita terdengar olehku yang saat ini sedang mengintip dari jendela yang aku buka sedikit ,
Sekelebat tubuh wanita tersebut menghilang , kembali suara Anjing menangis bersaut - sautan seolah-olah mereka sedang dianiaya oleh seseorang , suara tersebut sangat memilukan ,
Akupun menutup jendela itu rapat-rapat , dan beranjak kembali ke atas tempat ranjang tidurku , ingin sekali aku melupakan kejadian ini , namun itu akan sangat sulit sekali , sebab peristiwa yang saat ini terjadi , baru pertama kali aku merasakannya , dan itu sungguh membuat hatiku deg-degan ,
Dalam hatiku mudah-mudahan wanita itu dapat menemukan ketenangan , agar ia bisa kembali ke alamnya dengan damai ,
selesai