malam hari jam menunjukkan pukul 10.30 malam di kelas VII/7, Letnan memasuki ruangan dan berteriak memberi tau sesuatu
"halo semua, malam ini bapak berkumis tidak masuk karena sedang berhalangan jadi, mari kita party........" teriak Letnan
"HOREEE" teriak semua murid serentak
"eh cupu beliin kami tujuh burger, tiga nggak pake tomat dan empat gak pake bawang bombay, gue kasih waktu 15 menit kalau nggak sampe lo tau kan apa yang bakal terjadi" ucap Letnan menyodorkan sejumlah uang
Denis pria cupu yang memakai kaca mata bulat hitam yang selalu di bully oleh kelompok Letnan,segera mengambil uang dan pergi memesan apa yang dikatakan oleh Letnan tadi
karena tinggal 4 menit lagi, Denis memutuskan untuk memilih melewati lorong belakang yang dilarang memasuki nya
saat berlari Denis tidak sengaja menabrak seorang gadis kecil, "ma-maaf dek, kakak nggak sengaja" ucap Denis sambil terengah-engah
Denis merasa merinding melihat penampilan gadis itu, gadis itu memakai pakaian yang aneh, dan seluruh tubuh nya diselimuti oleh perban, ia memiliki rambut pendek berwarna hijau dan memiliki 2 warna mata yang berbeda
"hihihi kakak main yukk" ajak gadis itu
"eh-eh ma-maaf dek kakak lagi buru-buru, jadi mainya kapan-kapan aja ya, byeeee" ucap Denis berlari meninggalkan gadis itu
"kenapa lo lama banget hah!! " bentak Letnan
"ma-maaf tadi aku nggak sengaja menabrak seorang---"
brukkkk
belum sempat habis bicara Denis di dorong oleh Kevin kawannya Letnan "udah berani lo sama kita hah!! " ucap Kevin menarik kerah baju Denis
"maaf kak Kevin, aku nggak bakal berani sama kalian" ucap Denis ketakutan
"alah bac**"
Denis habis-habisan dihajar oleh kelompok Letnan tanpa ada ampun, setelah puas menghajar nya mereka meninggalkan Denis yang sudah tak sadarkan diri
"eh kalian tau nggak kenapa lorong belakang di larang masuk? " tanya Irma salah satu kelompok Letnan
"ENGGA" jawab mereka serentak
"gue penasaran sama tu lorong, kalian mau nggak kita lewat situ malam ini? " tanya Rossa
"mau, siapa takut" jawab Irma dan Letnan barengan
"kalian yakin" tanya Kevin mulai gemetar
"lo takut Vin, alah badan doang gede tapi nyali ciut" ledek Irma
"eh siapa yang nggak berani, gue berani kok" ucap Kevin tak terima
"yaudah ayo kita uji nyali di sana siapa yang takut harus nyium si Cupu" ucap Letnan
"OK" Jawab Kevin dan Rossa
"ih amit-amit gue" ucap Irma
"lo mau nggak" tanya Letnan memastikan
"ya udah deh, lagian gue juga nggak takut" ucap Irma bangga
jam tepat menunjukkan pukul 11.00 malam, Letnan, Kevin, Irma dan Rossa memasuki lorong belakang dengan membawa 2 senter di tangan Kevin dan Rossa
"eh ni lorong kok panjang amat ya, keknya kemaren-kemaren nggak sepanjang ini deh" ucap Kevin
"alah perasaan lo mungkin, gue aja nggak ngerasa tu" ucap Letnan
"lo takut ya..... " ledek Irma menggoda Kevin
"siapa yang takut, lo kali yang takut sampe pengang-pegang jaket gue kek gini yakan" balas Kevin
. "eh-siapa---"
"husssstt jangan berisik bisa ngak sih kalian" tegur Rossa
"tau ni si Kevin" balas Letnan
"lah kok gue" ucap Kevin tak terima
"udah udah nanti makin ribut lagi" ucap Rossa
Kevin tidak sengaja melihat sosok gadis kecil yang ditabrak oleh Denis tadi, ia dengan santai nya memakan permen lolipop di atas lemari tua di dalam lorong itu
"eh-eh i-itu siapa ya" ucap Kevin menunjuk ke arah gadis itu
Letnan dan yang lainnya melihat apa yang ditunjuk oleh Kevin, tapi mereka hanya melihat sebuah lemari tua yang sudah rapuh
"siapa dimana, cuma ada lemari peyot kayak gitu kok" ucap Irma
"eh seriusan tadi gue liat anak kecil di situ" ucap Kevin yang mulai merinding
"eh kok gue merinding ya" ucap Letnan menggosok bahu nya sendiri
"iiih lo mah jangan nakutin Nan" ucap Rossa
tiba-tiba senter mereka mati dan mereka juga mulai panik "iih ni senter kenapa lagi" ucap Kevin memukul mukul senter di tangan nya
karena gelap mereka tanpa sadar sudah berpencar seraya berjalan meraba-raba angin
Kevin mengeluarkan handphone nya menyalakan senter tapi tiba-tiba kaki nya ditarik oleh sesuatu seperti tali berban
"Tolong, Irma, Letnannn... " teriak Kevin panik
Irma, Letnan dan Rossa melihat kanan kiri mencari sosok Kevin tapi tidak dapat melihatnya, mereka hanya bisa mendengar jeritan Kevin yang meminta tolong
"Kevin kamu ada dimana? " teriak Irma
Kevin ingin menjawab tapi kaki nya ditarik dan masuk kedalam lemari tua itu dan menghilang begitu saja tanpa ada jejak sedikit pun
Irma mulai panik dan mencari sosok Kevin yang sudah menghilang pada saat melangkah, tangan nya ditarik oleh perban, sama hal nya dengan Kevin mencoba meminta tolong tapi tidak ada yang dapat dilihat oleh Letnan dan Rossa, Irma ditarik masuk ke dalam lemari dan ikut menghilang
Letnan dan Rossa semakin panik, kedua teman mereka sudah menghilang hanya tinggal mereka berdua saja yang tersisa, tiba-tiba mereka mendengar suara tawa seorang gadis yang bergema keseluruh lorong
"hahaha hihihihi kakak, kakak main yukkk" ajak gadis kecil itu
"ka-kamu siapa hah? apa yang sudah kamu lakukan pada teman kami hah? " tanya Letnan gemetar
"aku siapa? hihihi aku Yuna penunggu lorong ini dan kemana teman-teman kakak? cari taulah sendiri hihihi" jawab gadis itu yang bernama Yuna
Saat Letnan ingin berbicara lagi tiba-tiba Rossa berteriak-teriak meminta tolong, lehernya ditarik oleh kain perban dan masuk kedalam lemari itu dan ikut menghilang seperti Kevin dan irma
"apa yang kau lakukan pada teman-teman aku hah!!" bentak Letnan yang sudah gemeteran hebat
"hihihi aku hanya mengajak mereka bermain bersama ku" ucap gadis kecil itu
"maksud kamu?? " tanya Letnan
"kakak bakal tau sendiri kok, soalnya kakak juga bakal ikut dengan mereka main bersama denganku hihihi" jawab gadis itu
Letnan yang panik berencana ingin kabur akan tetapi dangan cepat kain perban menyelimuti tubuh nya dan ikut menarik nya kedalam lemari itu, pada saat lemari itu terbuka, lemari itu berubah menjadi mulut yang besar dan memakan tubuh Letnan
Tidak ada yang tau akan kejadian itu dan hilang nya siswa siswi tersebut masih menjadi misteri di
sekolah itu, dan tidak ada yang tau kemana para kelompok Letnan pergi dan menghilang pada malam itu
_tamat_