"Ku mohon, jangan tinggalkan aku sendirian lagi, Zhang!" ucap seorang wanita yang sedang menangis dan memeluk kaki seorang pria. Wanita itu seperti sudah melahirkan dan tidak layak. Kulitnya pucat seperti mayat hidup dan dipenuhi bekas luka dan lebam di sekujur tubuhnya. Rambutnya kotor seperti sudah lama tidak dirawat. Pakaiannya berwarna putih polos dengan sobekan sokeban dimana mana. Tangannya tetap menahan kaki sang pria, sedangkan kakinya dirantai.
"Kau sudah tidak layak lagi, QiongMee" ucap sekilas pria itu.
"T-tapi, aku mencintaimu, Zhan Jiangwu! " teriak QiongMee.
"Maaf, kak Xiao Mee, tetapi kak Zhan hanya mencintaiku seorang, Han Fuji! " balas seorang wanita dengan memegang lengan sang pria yang sedang menggendong bayi.
Lalu, pria itu menendang tangan QiongMee, berusaha melepaskan tangan QiongMee dari kakinya, lalu pergi meninggalkan QiongMee begitu saja.
"Setidaknya, kau membiarkan aku tinggal dengan anakku dibawah kegelapan ruang bawah tanah ini, brengshek! " teriak QiongMee.
"Tidak bisa, kak Mee. Anak itu akan menjadi pewaris tahta, tetapi kau jangan salah paham. Aku menjadikannya kaisar selanjutnya bukan karena aku memiliki belas kasih kepadamu. Karena aku tidak bisa mempunyai anak. Setidaknya, kau bisa berterimakasih kepadaku. Dan, setelah ulangtahun nya yang ke-20, ia akan dinobatkan menjadi kaisar selanjutnya, dan saat itu, kau akan dibunuh didepan anakmu sendiri, hahahahahaha" jelas Han Fuji dengan diakhiri tawa jahatnya, lalu ia pergi begitu saja.
Semuanya berawal dari sini. Dimana gadis yang berusia 18 tahun dijodohkan dengan putra mahkota oleh kakak nya secara sepihak. Artinya, dia tidak tau sebelumnya kalau ia dijodohkan. Dan inilah awal mula terjadinya hal tersebut.
"Apa?! Perjodohan?! Mengapa sangat mendadak, kak?! " ujar salah seorang gadis dengan nada yang sedikit tinggi. QiongMee.
"Maaf, adikku. Aku melakukannya karena Mama dan Papa akan terancam kalau aku tidak menikahkanmu dengan pria itu, " balas kakaknya. QiongLi.
"Tapi... kenapa harus dia?! Bukankah ada yang lainnya?! " Marah sang adik.
"Maaf, tapi kakak–" ingin menjawab kembali, tetapi dipotong oleh sang adik, "Aku tidak ingin menikah dengan pria itu, tidak akan pernah!! " marah sang adik, lalu ia berlari menuju kamarnya.
"Qiong Mee, tunggu dulu!! Dengarkan penjelasan kakak dulu!! " sang kakak berusaha menghentikan pergerakan sang adik, tetapi sia-sia.
–Jia QiongMee, anak ke-3 dari 3 bersaudara dan putri ke-2 keluarga besar Jia. Jia QiongMee berumur 18 tahun, sedangkan kakaknya yang kedua(beda 2 tahun saja dengan Jia Mee), Jia QiongLi berusia 20 tahun. Dan kakaknya yang pertama/sulung, Jia QiongHan, berumur 25 tahun, ia sekarang sudah menikah dan memiliki istri 1(yang sah) dan 4 anak. Keluarga Jia sedang terhambat hutang karena paman kami, Jia FuYuze, sering berjud1 dan menghabiskan banyak uang. Karena kami tidak mampu untuk membayarnya, maka akibatnya adalah... Mamaku, Jia Qionglin dan Papaku, Jia Zixin pun ditangkap oleh pemerintah/Kaisar. Omong omong, Papa Jia QiongMee kini telah menjadi Kepala keluarga. Karena suruhan dari kakek sebelumnya. Karena orang tua Jia QiongLi dan Jia QiongMee ditangkap, QiongLi sebagai kakak kedua pun mencari cara untuk membebaskan mereka. Dan ia mendapatkan jawabannya, yaitu menukar QiongMee dengan orang tuanya atau menikah dengan putra pertama dari Kaisar atau putra mahkota yang menangkap orang tuanya. Putra pertama Kaisar, Zhang Jiangwu terkenal dengan kekejamannya dan juga dikenal sebagai 'Dewa kematian di medan perang'. Tetapi, karena suatu kecelakaan di medan perang, pangeran Zhang Jiangwu lumpuh atau tidak bisa berjalan(mungkin selamanya).
~Kamar QiongMee
"Hiks... hiks... hiks... Kenapa... kenapa harus aku yang berkorban? Hiks... " Ucapnya di dalam kesedihan, "Padahal.. aku sudah mempunyai kekasih yang lumayan, tetapi kenapa harus aku?! " ucapnya kembali.
Tok... tok... tok
"Hiks... " QiongMee pun mulai mengelap air matanya, lalu mulai berbicara, "Siapa disana?! " Ucapnya dengan sesegukan sesekali.
"Ini aku, Wei Heinji, Nona Xiao Mee" ucap pelayan QiongMee.
QiongMee berpikir sejenak lalu membukakan pintunya sedikit, dan melihat dari atas ke bawah untuk memastikan kalau itu Xiao Hein. (Panggilan akrab Wei Heinji&QiongMee)
Ternyata, itu benar. Heinji sedang berdiri di depan pintu kamar QiongMee untuk menunggu pintu terbuka. Dengan membawa nampan berisi makanan juga minuman kesukaan QiongMee, Sup ikan sayur dan jus buah Qionglong.
Sedikit penjelasan tentang Buah Qionglong. (sebenarnya nama buah ini tidak ada di dunia nyata, hanya imajinasi saya saja.) Buah Qionglong berasal dari Negri Qiong yang berarti buah kemakmuran. Masyarakat percaya bahwa Buah Qionglong ini membawa berkah bagi mereka. Buah ini dikenal dengan seribu manfaatnya. Salah satu manfaatnya adalah menyembuhkan luka, maupun luka dalam ataupun luar, memutihkan dan menghaluskan kulit, dan awet muda. Selain bisa memakan langsung, buah ini bisa dibuatkan minuman seperti jus, ataupun hal lainnya. Mama QiongMee, QiongLin membawa beberapa buah Qionglong kemari dan bibitnya agar tetap dilestarikan. Karena itu adalah warisan turun temurun dari keluarganya yang suka berkebun, walau sekarang ia tidak bisa melakukannya, setidaknya ia bisa menanam di negri suaminya, agar ia tidak melupakan warisannya.
"Masuklah, Xiao Hein. " ucap sekilas QiongMee.
Heinji pun masuk dan menaruh nampannya di atas meja, lalu memapah QiongMee yang tadinya berada di dekat pintu, duduk sambil bersenderan, membawanya perlahan lahan ke kursi dekat meja makan tersebut. Lalu perlahan lahan ia menyuapi QiongMee sambil menatap mata QiongMee yang kosong.
"Nona QiongMee, aku tau bahwa nona tidak mau menikah dengan Pangeran Zhang, tetapi ini demi kebaikan keluarga Jia kedepannya. Kakak anda, Nona QiongLi pasti melakukan/mengambil keputusan ini karena beliau sudah memikirkannya secara matang. Walaupun sebenarnya hati kecil Nona QiongLi merasa berat, tetapi ini demi kebaikan klan. Tolong, mengertilah situasinya, Nona. " jelas Heinji secara perlahan.
"Aku tau, " QiongMee mulai berbicara, "aku tau kakak melakukan ini dan mengambil keputusan hanya karena ia tidak siap menjadi ketua klan dan Kepala Keluarga. Aku tau, ia mengambil keputusan yang berat ini sebagai 'Calon' Ketua Klan/Kepala Keluarga, bukan sebagai Kakakku! " jelasnya sambil menangis.
"Bukan begitu maksudku, nona" ucap Heinji lembut. "Maksudku, Nona QiongLi pasti mempunyai alasan tersendiri mengapa Anda dijodohkan. " balas Heinji.
".... " QiongMee terdiam sejenak, lalu mengangguk setuju. Ia setuju untuk menikah dengan putra mahkota, Zhan Jiangwu walaupun di dalam hatinya masih ada kekasihnya, Shu Zhixin yang berjanji akan menikah nanti, bulan depan, tetapi keputusannya berubah. Terpaksa, hanya terpaksa. Itu yang dipikirkan oleh QiongMee.
Keesokan harinya, di pagi hari, QiongMee melakukan aktifitas paginya, seperti mandi, cuci muka, make-up, berganti pakaian, dll. Lalu, ia pergi ke ruang makan karena kakaknya, QiongLi mengajaknya untuk makan bersama. Sedangkan Kakaknya yang pertama, QiongHan dan istrinya sedang melakukan bulan madu. Biasa, pasutri baru:v.
Selang menikmati makanannya, QiongLi pun memulai percakapan, "Oh iya, kata Xiao Hein, kau sudah setuju ya? Baiklah kalau begitu, minggu depan kau akan langsung menikah, QiongMee. " memecahkan keheningan yang sendari tadi menguasai makan pagi.
QiongMee terdiam sejenak. Sesaat, keheningan menguasai ruang makan lagi. Ia terkejut, sangat terkejut. "Mengapa? Mengapa dipercepat? Bukankah kakak bilang kalau pernikahanku akan diadakan 1 bulan lagi? " tanya QiongMee kebingungan.
"Memang, tetapi karena baginda kaisar yang memintanya, jadi kakak Terima saja. Toh, semakin cepat menikah, semakin baik, kan? " ujar kakaknya, blas-blasan.
"Tapi kak, aku butuh waktu untuk mengenali dia! " sela QiongMee. Marah? tentu saja. Sedih? tidak terlalu. Kecewa? tentu juga. Senang? Tidak sama sekali. QiongMee sekarang hanya marah dan kecewa terhadap kakak perempuannya ini.
"QiongMee, mau tidak mau kau tetap harus ikuti perintah kakak. Kau tidak ingin ayah dan ibu meninggal, kan? " tanya kakaknya paksa.
"Baik, kak" kata QiongMee dengan menatap kakaknya dengan tatapan kosong, lalu melanjutkan sarapannya.
~Hari Pernikahan
Hari pernikahan pun tiba. QiongMee sudah berias diri dibantu oleh pelayan dan kakak, agar ia terlihat sempurna. Hanfu Merah pekat dan hiasan yang berkilau membuat QiongMee terasa seperti ratu(kelihatannya), dan penutup kepala untuk menutupi wajahnya pun menjadi penasaran bagi orang orang sekitar. Wajahnya dihias sedemikian rupa, sehingga ia tampak cantik, walau memakai penutup kepala sekalipun. Hiasan kepala juga tidak dilupakan. Jepitan bunga emas milik kakaknya dipasang pada rambut Hitam pekatnya untuk dijadikan kenang-kenangan. Matanya yang berwarna kuning keemasan terlihat dari penutup kepala yang tembus pandang, walau kelihatannya sedikit tebal.
Setelah selesai berias, QiongMee siap diantar ke Istana Kekaisaran. Tidak lupa, ia berpamitan kepada kakaknya, karena orang tuanya belum juga dikirim ke kediaman dengan selamat, maka kakaknya mewakilinya. QiongMee pun berangkat, ia menaiki tandu, dan bergerak dengan beberapa prajurit.
Sesampainya di Istana Kaisar, QiongMee pun ke dalam, dibantu dengan beberapa pelayan menuju ke dalam. Setelah beberapa saat menunggu pengantin pria, Upacara pernikahan pun siap dimulai.
Saat malam hari, QiongMee membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya di kamar yang sudah disiapkan. Sebelumnya, ia sudah meminta izin kepada suaminya untuk membersihkan diri terlebih dulu sebelum melakukan malam 'pertama' mereka.
Singkat cerita, malam pertama mereka hanyalah tertidur berdua, tidak ada yang aneh aneh. Putra Mahkota yang lumpuh itu pun bisa disembuhkan karena QiongMee meminta tabib dari daerah jauh datang kemari untuk mengobati putra Mahkota yang lumpuh itu. Dalam 3 hari, putra mahkota berhasil sembuh dari lumpuhnya. Sekarang, putra mahkota bisa ke medan perang lagi, tetapi tidak. QiongMee melarangnya karena takut kalau ada rumor aneh yang beredar. Sementara, Zhan Jiangwu harus berpura pura lumpuh lagi.
Hari hari pun berlalu semakin cepat, QiongMee yang awalnya dingin dan cuek, sekarang menjadi lebih ramah dan baik juga terbuka kepada suaminya. Benih benih cinta pun mulai muncul. Kini, QiongMee sekarang sudah jatuh cinta dan cinta buta kepada Zhan Jiangwu. Tetapi Zhan Jiangwu? Tidak. Ia tidak mencintai QiongMee sedikitpun karena ia sudah memiliki orang yang ia cintai sebelumnya, Han Fuji.
Karena hubungan mereka semakin lama semakin membaik, maka mereka pun perlahan menjadi teman. Jiangwu yang awalnya takut menceritakan tentang Han Fuji kepada QiongMee karena takut akan menyakitkan hati QiongMee pun mulai berani dan menceritakan semuanya kepada QiongMee lalu menjelaskan rencana kedepannya bersama Fuji. QiongMee pun mendengarkan dia dengan baik sampai akhir, walau sebenarnya ia sakit hati.
"Kenapa ya... ini harus terjadi kepadaku?? " Tanya QiongMee dalam hati.
~Bersambung