Namaku Arya aku sudah menikah,istriku bernama Nia,dalam pernikahanku aku dikaruniai seorang anak perempuan yang sangat cantik usianya baru dua tahun.
.
.
Hari ini Nia baru saja keluar dari rumah sakit untuk cuci darah.
Dokter Aan bilang jika dia tidak melakukan cuci darah secara rutin maka hidup nya tidak akan lama lagi.
Sesampainya kami di rumah sudah ada putri kecilku yang menyambut kedatangannya....Erlin langsung berlari ke arah Nia untuk meminta gendong,dengan senang hati istriku langsung menggendong ke dalam pelukannya,tapi dia tidak bisa menggendong Erlin terlalu lama karena fisik nya yang semakin melemah.
Mama...!"panggil putriku"
Iya sayang....kamu sudah makan?"tanyanya"
Erlin hanya menjawab dengan mengangguk-anggukan kepalanya saja!!
Sudah yuk Mama capek,Erlin gendong sama Papa aja ya....!"ucap ku"
.
.
Saat ini Nia sedang berjuang untuk tetap hidup,dia harus rutin cuci darah setiap dua minggu sekali.
Nia mengidap penyakit "gagal ginjal" selama satu tahun ini.
Kadang dia berfikir untuk menyerah saja tapi bagaimana dengan anakku?
Aku dan Nia sama-sama yatim piatu,selama ini aku hanya mengandalkan dua orang pembantu Mbak Uni untuk beres-beres rumah usianya kira-kira 45 tahun dan baby sister Sus Ita untuk mengurus putriku,usianya baru 24 tahun.
"Pada suatu ketika Nia mengajakku bicara,saat itu aku sama sekali tidak pernah menyangka dengan apa yang akan dia katakan."
Mas ada yang ingin aku bicarakan denganmu."kata Nia"
Ada apa Nia...,katakan saja."ucapku"
Mas...sepertinya aku berfikir untuk stop cuci darah saja.
Apa....yang kamu katakan sayang,kenapa kamu tiba-tiba bicara seperti itu?"tanyaku"
Mas aku sudah capek hidup seperti ini,lagi pula aku sudah tidak ada harapan untuk hidup lebih lama lagi,hidup seperti ini hanya akan menghabiskan uangmu saja."ucap nya"
"Setelah mendengar apa yang dia katakan dadaku tiba-tiba terasa sesak,aku sudah tidak bisa menahan air mataku lagi hingga akhirnya aku menangis di dalam pelukannya."
Sayang aku mohon jangan berkata seperti itu,aku tidak bisa kehilanganmu.
Aku mohon bertahanlah untuk aku dan Erlin,anak kita masih kecil dia sangat membutuhkan kasih sayang darimu.
Walaupun aku harus menghabiskan seluruh hartaku untuk kesembuhan mu itu akan aku lakukan asalkan kamu tetap hidup untuk ku."ucap ku"
Mas kamu tidak bisa merasakan rasanya menjadi aku,hatiku sakit aku belum bisa menjadi Ibu dan juga istri yang baik untuk kalian.
Aku tidak bisa mengurus Erlin dan kamu dengan baik,hidup seperti ini juga tidak ada guna nya untuk ku,aku hanya akan merepotkan mu saja mas."ucap nya"
Nia bukankah hidup berumah tangga adalah untuk saling melengkapi,aku mohon berhentilah bicara seperti ini aku tidak sanggup mendengarnya."kataku"
.
.
.
.
"Dua minggu berlalu waktunya Nia melakukan cuci darah kembali,namun kali ini dia benar-benar menolak untuk tidak pergi."
Pagi hari sekitar pukul sembilan aku menghampiri istriku yang masih tertidur di atas ranjangnya,dan aku mencoba untuk membangunkannya.
Sayang...ayo bangun."panggil ku"
.Nia segera membuka matanya.
Hari ini adalah jadwal kamu cuci darah kembali,aku akan mengantarmu Dokter Aan sudah menunggumu."kataku"
Tidak mas...aku tidak akan pergi."ucap nya"
Nia aku mohon menurut lah jika kamu tidak melakukan nya keadaanmu akan semakin buruk."ucap ku"
Maaf mas aku tidak bisa menurutimu kali ini,biarkan aku seperti ini saja aku capek mas tinggalkan aku sendiri aku hanya ingin tidur."ucap Nia"
.
.
"Mulai saat itu aku merasa sangat cemas dengan keadaan istriku,semakin hari ku lihat Nia semakin tidak berdaya wajah nya sangat pucat,untuk duduk saja dia sudah tidak mampu,hingga suatu hari dia tidak sadarkan diri."
Aku segera membawa nya ke rumah sakit,Nia dibawa masuk ke ruang IGD dengan Dokter Aan yang menanganinya langsung.
Setelah beberapa menit Dokter Aan dengan perawat lainnya keluar ruangan itu.
Tuan Arya...."panggil Dokter Aan"
Iya Dokter bagaimana dengan keadaan istri saya?"tanya ku cemas"
Maaf kan kami Tuan Arya kami sudah berusaha sebisa mungkin tapi Tuhan berkata lain istri anda tidak bisa tertolong lagi."ucap nya"
Setelah mendengar ucapan Dokter Aan aku langsung berlari menghampiri istriku yang sudah tidak lagi bernyawa,disitu aku menangis sejadi-jadinya aku benar-benar telah kehilangan orang yang sangat aku cintai.
Nia...aku mohon bangunlah sayang,kenapa secepat ini kamu pergi meninggalkan aku dan anak kita,aku mohon bangunlah aku tidak bisa kehilanganmu seperti ini."ucap ku dengan histeris"
.
.
.
Sudah satu minggu berlalu sejak kepergian istriku aku merasa tidak bersemangat untuk melakukan aktifitas ku,hidupku terasa hampa rasanya seperti ada yang hilang dalam diriku.
Sedangkan anak ku Erlin dia hanya biasa-biasa saja karena dia belum begitu mengerti soal kepergian Ibu nya,dan juga selama ini Erlin selalu dekat dengan suster Ita.
.
.
.
Di dalam kamar ini aku mencoba mengingat kembali kenangan-kenangan indah ku bersama istri tercintaku saat masih hidup,tiba-tiba mata ku tertuju pada sebuah kotak di atas meja rias Nia.
Kotak apa ini."ucapku penasaran sambil mengambil kotak tersebut lalu membukanya"
Didalam kotak itu berisi selembar surat dan cincin kawin Nia.Karena penasaran aku segera membaca surat tersebut.
.
.
.......Untuk Suamiku Tercinta....
Suamiku sayang....bagaimana kabarmu saat ini?
Bagaimana kabar anak kita aku harap kalian baik-baik saja.
Saat kamu menemukan dan membaca surat ini mungkin saat itu aku sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Terimakasih untuk selama ini,terimakasih untuk semua kasih sayang dan kebahagiaan yang kamu berikan,meskipun aku sedang sakit parah kamu masih setia menemaniku sampai ajal menjemput.....SELAMAT sayang kamu telah menjadi suami yang super untukku.
Tapi maafkan aku suamiku...karena aku tidak bisa menemanimu sampai akhir,Tuhan terlalu menyayangiku sehingga dia memanggilku lebih dulu.
Aku menulis surat ini untuk mu bukan tanpa maksud.
Aku memiliki satu permintaan yang belum sempat aku katakan kepadamu,dan mungkin permintaanku ini akan sedikit konyol untuk mu,namun aku sudah memikirkannya dengan matang-matang.
Aku tahu setelah kepergian ku ini kamu kesulitan mengurus Erlin sendirian,aku juga tahu pasti kamu merasa kesepian sejak kepergian ku,maka dari itu aku ingin kamu menikah lagi.
Aku ingin kamu menikah dengan wanita pilihanku...wanita itu adalah Sus Ita.
Aku yakin kamu pasti terkejut setelah membaca ini,tapi suamiku...sus Ita adalah wanita yang sangat baik dia sangat sayang dan dekat dengan Erlin,lagi pula anak kita juga sudah terbiasa dengan nya maka dari itu aku ingin dia menjadi Ibu sambung untuk putri kecil kita aku ingin kamu menikah dengannya.
Suamiku...ini adalah permintaan terakhir ku dan aku harap kamu bisa mengabulkan nya.
Kamu tidak perlu khawatir soal sus Ita,karena sebelum kepergian ku ini aku sudah berbicara dengan nya.
Ada satu hal yang harus kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu,kamu adalah laki-laki terhebat dalam hidup ku,aku harap kamu terus bersemangat menjalani hari-harimu tanpa aku.....Suamiku mungkin saat ini jiwa dan ragaku sudah mati tapi tidak dengan cintaku ingatlah cintaku akan selalu hidup di dalam hatimu.
Mas Arya...mungkin tidak banyak lagi kata-kata yang bisa aku tulis untukmu karena aku menyadari tubuh ku yang semakin lemah.
Aku titipkan Erlin padamu....menikahlah dengan sus Ita,jadikan dia Ibu sambung untuk anak kita.
Suamiku....satu pesan ku padamu kelak jadilah suami dan Ayah yang baik untuk sus Ita dan Erlin...sayangi mereka,cintai mereka dan jagalah mereka dengan sepenuh hatimu.
Selamat tinggal Suami tercintaku,semoga kamu bahagia.....ingatlah aku selalu hidup di dalam hatimu,ku tunggu kamu di Surga.
I Love You
..Nia....
.
.
.
Setelah membaca surat itu akhirnya aku mengabulkan permintaan terakhir Nia,aku menikah dengan sus Ita dan merawat Erlin bersama-sama.
.
.
.
Istriku....meskipun kini kamu telah tiada dan aku sudah menikah lagi namun kamu tetaplah orang yang sangat aku cintai didalam hidupku.I Love You.....
............TAMAT.......