Di sebuah pusat perbelanjaan.
Aku sedang memilih boneka mickey mouse, namun letaknya terlalu tinggi sehingga aku tak bisa menggapainya.
Hingga akhirnya memilih boneka lain, arah pandanganku tertuju pada sebuah boneka mickey mouse kecil yang mungil.
Saat tangan ini hendak mengambil boneka itu, tiba-tiba sebuah tangan ikut mengambilnya juga.
Kedua tangan saling bertemu, aku terdiam sejenak dan menoleh ke arah pemilik tangan itu.
Dua pasang mata saling bertemu, hanya berjarak beberapa senti kita saling pandang.
"Ryo" gumamku dalam hati
Terukir senyum di bibirnya, manisnya senyuman itu melebihi manisnya gula.
Ryo adalah pria asal thailand yang aku kenal dua tahun yang lalu.
Ryo tiba- tiba berlutut di hadapanku dan berkata
"marry me"
Aku tak mampu berkata apapun, semua pelayan toserba memperhatikan dan puluhan pasang mata pengunjung toserba pun ikut menjadi tontonan.
Aku menarik tangan ryo menuju pintu keluar dari pusat perbelanjaan.
Hingga sampai kita memilih berbicara di sebuah resto yang masih terlihat sepi pengunjung.
Kita duduk saling berhadapan, seketika ryo menggenggam tanganku.
"Apa kamu belum yakin akan kata- kataku?"
Aku hanya terdiam mematung.
"Bicaralah biar aku tahu apa yang membuatmu ragu padaku!"
Aku menghela napas panjang.
"Kamu adalah pria penyuka banyak wanita"
Mendengar ucapanku ryo tersenyum
"Meski banyak wanita yang aku suka, akan tetapi hanya satu wanita yang terukir di hatiku. yaitu dirimu my wife!"
Ucapan ryo membawaku terbang melayang di angkasa.
Bendungan air mata jatuh terkulai begitu saja membasahi pipi. Ryo menghapus air mata itu dengan tangannya yang lembut.
"marry me" ucap ryo sambil berlutut.
"Sekuat apapun kamu menghindar, Takdir mempertemukan kita kembali."
"T-tapi Aku sudah menikah, tidak mungkin aku mempunyai dua pria di sisiku"
Ryo terbangun dari berlutut nya, memegang erat pundakku.
"Takdir sudah menjadi ketentuan, doa bisa mengubah segalanya. Sesuatu yang tak mungkin bisa menjadi mungkin. Tunggu di bulan desember aku akan melamarmu!"
Aku tak mampu berkata apapun, hanya suara gemuruh hati yang berkata "Aku juga mencintaimu, tapi aku takut terluka jika bersamamu".
Aku pergi begitu saja meninggalkan ryo dalam resto sendirian.
Akhirnya kitapun berpisah kembali.
Di setiap pertemuan, pasti ada perpisahan.
Di setiap perpisahan akan bertemu kembali meski waktunya masih dalam rahasia ilahi.