Di sebuah sekolah, kebanyakan pasti terdapat sebuah kantin, walaupun itu gak semua sekolah punya kantin, ya maksud ane sih, saat kita kita masih SD itu biasanya jajan diluar sekolah.
Tapi karena mematuhi peraturan kesehatan pihak sekolah pasti akan menencanakan sebuah pembangunan kantin, dan jika kantin itu sudah dibuat, pastilah anak anak yang sekolah disana akan senang, dan pihak sekolah pasti dapat komentar yang positif dan mereka semua pun senang.
Cerita mulai disini.
Berlatar istirahat siang.
Kringgg....x3
Bel berbunyi, para siswa keluar dari kelasnya masing masing, mereka semua melakukan apa yang mereka ingin lakukan. Ada yang ingin pergi ke kantin, ada yang tetap dikelas sambil memakan bekal dari rumah, dan ada juga yang pergi ke kamar mandi.
Di Kantin Sekolah Mereka.
"Oi Dafit, sini buruan ke kantin bareng." Ucap Fatah sambil menunjukkan jarinya ke arah kantin.
"Iye iye, gausah buru buru bisa kan? emng lu pengen ngapain sih? lu laper apa gimana?" Jawab Dafit sambil berjalan perlahan.
"Ya iya lah gua pengen makan, lu kira ga laper apa jam segini. Buruan kesini keburu jajanan yang ada di kantin habis." Ucap Fatah dengan tergesa gesa.
"Yaelah lu kira murid sekolah kita ini keturunan Piranha apa?" Jawab Dafit dengan muka yang bodoh.
"Udah Udah biarin aja si Fatah mah kalau dia pengen buru buru makan, tohh dia kan kelaperan." Sandi menjawabnya sambil membela Fatah.
Mendengar perkataan Sandi, Dafit pun membiarkan apa yang telah terjadi tadi. Mereka pun sampai di kantin dan membeli beberapa makanan ringan untuk mengganjal perut.
Namun ada 1 hal yang tidak disadari.
"Ehhh, Tah, minta makanannya dong." Dafit meminta sambil mengulurkan tangannya.
"Ihh enak aja, lu kira makanan gua banyak." Fatah menjawab sambil mengelak.
"Yaelah dikit doang masa ga boleh sih." Dafit merasa kecewa.
"Nih makanan." Ucap Sandi sambil melemparkan makanan ke arah Dafit.
"Wahh, terimakasih Sandi, akhirnya ada yang baik juga di sekitar gua." Dafit mejawab sambil melontarkan ejekan ke arah Fatah.
"Hei, apa lu bilang gua tuh jahat?" Fatah terlihat mulai kesal.
"Bukan kah memang begitu?" Dafit menjawab dengan mengelak sambil mengejek Fatah.
"Ni anak minta di getak!!" Fatah marah karena tidak di terima.
"Tah, tahan emosi lu tah jangan marah, nanti ujung ujungnya berantem." Sandi mencoba menenangkan Fatah yang hampir marah.
"Bweeeeee." Dafit mengejek Fatah saat dia dibawah perlindungan Sandi.
Mereka pun melanjutkan makan nya.
Tiba tiba perut Fatah pun kesakitan, sepertinya dia ingin BAB.
"Tah lu knp tah?" Sandi bertanya kepada Fatah.
"Pen BAB dulu bentar ya." Ucap Fatah dengan menahan sakit perutnya itu.
"Hmm? Oi tu si Fatah dia knp?" Dafit tersadar dan segera menanyakan hal tersebut.
"Ohh dia tadi katanya mau BAB dulu." Jawab Sandi sambil melanjutkan makannya.
"Lah? Bentar lagi ada Bel masuk kelas, kok dia malah pengen BAB sihh." Ucap Dafit sambil terheran heran.
"Mana gua tau, lu kira gua ibunya." Jawab Sandi.
"Wahh buru samperin si Fatah takutnya telat masuk kelas." Ucap Dafit.
"Udh sini dulu aja, kita tungguin sambil makan, kalau masih belom keluar baru kita samperin." Ucap Sandi sambil makan.
"Eeeeeee....Yaudah deh ikut elu aja." Ucap Dafit.
Mereka menunggu sampai bel masuk berbunyi.
"Lahh ini gimana si Fatah dia kok blom keluar keluar, masa iya BAB lama banget." Ucap Dafit.
"Yaudah kita samperin aja." Ajak Sandi.
"Yok dahh gas keun." Cenges Dafit.
Didepan Kamar Mandi.
Tok! tok! tok!
"Oi Fatah buruan keluar, udh bel masuk kelas nihh." Ucap Dafit.
"Iya bentar dikit lagi ni, masih mampet." Ucap Fatah sambil BAB sekuat tenaga.
Mereka berdua akhirnya menunggu Fatah sebentar.
Ternyata ada yang datang yaitu guru olahraga yang ada disekolahnya.Namanya Pak Sam.
"Hei, kamu, lagi ngapain kamu disitu? Bolos ya?" Ucap Pak Sam.
"Ehh? gak bolos kok pak, ini kita berdua nungguin si Fatah lagi BAB dia." Ucap Sandi.
"Jangan bohong kamu." Ucap Pak Sam sedikit tidak percaya.
"Iya pak coba aja liat ini yang didalem kamar mandi." Ucap Sandi sambil menunjuk kamar mandi yang sedang dipakai Fatah.
Pak Sam pun memeriksa apakah bohong atau benar.
Brukkkk. "Hei!!." Pak Sam Memukul Pintu Kamar Mandi.
Sontak mereka bertiga kaget akan suara tersebut.
"Pak saya masih BAB pak sebentar lagi." Ucap Fatah Didalam kamar Mandi.
"Kamu buruan BAB nya, jangan lama, kasian tuh trmen kamu yang nungguin." Ucap Pak Sam.
"Iya pak."
"Yaudah kalian berdua juga, klo dia masih belum keluar, tinggalin aja." Ucap Pak Sam.
"Baik Pak." Ucap Serentak dari Sandi dan Dafit.
Tak kunjung lama Fatah pun keluar dari kamar mandi.
Pletak!!!
"Ahhh, sakit woi! Siapa si!?" Ucap Fatah dengan nada marah.
"Siapa? Ini gua, mau apa lu? udh lama BAB malah bikin masalah buat kita berdua." Ucap Dafit dengan muka kesalnya.
"Maaf atuh, perut gabisa di ajak kerjasama, hehehe." Ucap Fatah Sambil menjauhi Dafit.
"Perut, Perut, Perut bapak lu tuh yang gabisa diajak kerjasama." Jawab Dafit dengan sedikit kesal.
"Udah udah buruan kita kembali ke kelas aja. Udh terlambat nih." Ucap Sandi sambil berjalan ke kelas.
"Iya ayo buruan takut kena marah sama guru." Ucap Fatah.
"Emng yang salah siapa gua tanya?" Jawab Dafit sambil menahan emosi.
"Udh udh ayo jangan lama." Ucap sandi dengan buru buru.
"Oke." Dijawab serentak oleh Dafit dan Fatah.
Akhirnya mereka pun kembali kekelas walaupun sempat kena marah, tapi setelah mereka memberikan alasan ke pada guru tersebut, hukumannya pun tidak jadi diberikan dan mentoleransi tindakannya....
Selesai:v