Hari menjelang magrib,tak seperti biasa saat sore menjelang kampung kami masih dapat di lihat beberapa orang yang berseliweran diluar rumah becokol tak peduli jika hari mulai gelap.
Namun,kali ini suasana sungguh berbeda, seketika berubah menjadi sunyi senyap, tak ada satu yang namanya mahluk hidup keluar.
Seisi kampung memilih para memilih mengunci pintunya dan berdiam didalam rumah mereka masing-masing.
Ada yang sengaja memilih bergerombol dalam satu ruangan bersama keluarganya.
Namun ada pula yang terpaksa termenung seorang diri dikamarnya dengan perasaan was-was dicekam rasa ketakutan terangat sangat.
Begitu juga halnya Leni,harus menahan rasa ngeri,gadis ini merasa tak bisa berbuat apa pun, demi melawan ketakutannya ia memilih bersembunyi dikasur tipisnya menutup seluruh tubuhnya.
Keringat sebiji jagung habis membanjiri seluruh tubuh dan wajahnya.
Napas ngos-ngosan menahan rasa sesak akan pengapnya tertutup kasur yang minim oksigen.
Ingin rasanya dirinya berlari dan mengajal dikamar Kak Ratih dan Suaminya adaikata ia tak malu.
Tapi karena pasangan itu adalah seorang pengantin baru,akhirnya keinginan itu ditundanya.
Ini semua disebabkan seisi kampung yang tengah di terror oleh sesuatu yang menyeramkan.
Seperti selentingan yang sampai ketelinganya bahwa pocong Bi Yati berkeliyaran.
konon khabarnya ia sedang mencari tali pocongnya yang hilang diambil salah satu warga yang tidak diketahui siapa orangnya.
Akhirnya arwah wanita itu bergentayangan dari satu rumah kerumah lainnya.
Tiba-tiba
"Tokk...tokk..tokkk...!!"suara ketukan halus dari arah jendela kamarnya.
Leni tergagap langsung melirik jendela kamarnya,bulu tangannya terasa menebal.
"Ihh...siapa itu??"guman Leni lirih, tak sadar tubuhnya bergetar hebat.
wajahnya memucat tak terasa air matanya jatuh mengalir dikedua belah matanya.
"Tokk..tokk...tokkk...!! Gruùuk..gruuukk!!"kembali ketukan dibarengi garukan semakin banter terdengar
gadis itu bergidik ngeri dengan bibir berkomat-kamit merapal doa,tapi semakin lama ia berdoa gangguan dari luar itu tidak jua berkurang.
Merasa putus asa ia melempar tilam dari atas tubuhnya.
"Bi Yati sialann....!!jangan ganggu aku...!!"pekiknya kencang
"Ingat selama ini aku yang paling baik padamu,jadi kumohon jangan ganggu aku!!"lanjut Leni menjerit sawan
"Brakkk...!!"suara benturan keras di dinding kamarnya seakan sebuah benda berat menghantam papan rumahnya.
Setelah bunyi keras itu menghilang berganti dengan bau kotoran manusia menyeruak diseisi ruangan hingga sampai terendus di indra penciumannya.
"Ya allah !! bau apa lagi ini...??" pekik Leni langsung menekan hidungnya.
Ia balik meraih kasur yang dilemparnya tadi kembali membungkus seluruh tubuhnya,bertelungkup dibalik benda itu.
"Srettt...srettt..srettt...!!"suara gesekan kain tepat didepan wajahnya.
perlahan ia mengangkat mukanya mengintip dari balik kasur.
Ia ternganga dengan apa yang dilihatnya,sesosok tubuh berbungkus kain kafan melayang di depan mukanya.
tak sengaja gadis itu beserobok mata dengan mahluk itu.
"Akkkhhhh...!! Bi Yati bagsatt...jadi setan!!"pekiknya panjang lantas langsung lari keluar memuju kamar Kakaknya
"Dukkk..duukk..!! Kak Ratih...buka pintuu!!"pekiknya jejeritan sambil mengedor pintu.
Saat pintu itu sedikit terbuka , Leni langsung menendangnya,tak perduli Kak Roni,suami Kakak nya terpental.
Gadis itu lantas menerjang masuk dan melompat ke ranjang kakaknya.
"Leniii...!!kenapa??"seru Kak Ratih gagap demi melihat ulah sang adik yang terlihat gemetar dengan wajah pucatnya.
"Ituu...di situuu...,ada Bi Yatiii datangi aku!!"suara Leni bergetar menahan takut.
Ratih menatap wajah suaminya yang tertatih bangkit.
"Mas!coba kau lihat diluar sana...!!"suruhnya cemas
Lelaki itu tersentak latas buru-buru menggeleng
"Nggak...!!biarkan saja...!!"ucapnya gusar langsung mengunci pintu kamarnya dan ikut melompat keatas ranjangnya.
washasil malam ini mereka tidur dengan cara bersusun diatas ranjang yang sempit.....
*****
Matahari tepat diatas kepala saat ketiga orang bersaudara itu terbagun.
dari wajah ketiganya terlihat sangat lelah kurang tidur...
"Kak...!sepertinya aku gak masuk sekolah dulu deh hari ini,rasanya aku jadi nggak enak badan habis diterror Bi Yati semalam!!" tutur Leni saat mereka sudah berkumpul dimeja makan
Ratih menoleh wajah sang adik semata wayangnya,tangannya terarah ke dahi gadis itu
"Emm..!! lumayan anget",batinnya lantas mengangguk.
kebetulan hari ini ia agak ngeri ditinggal sendiri dirumahnya,jika Leni dan Roni,suaminya pergi keluar.
"Baik untuk hari ini kamu boleh gak masuk,tapi,janji gak boleh ngeluyur harus stay dirumah!!"ujarnya pelan
lantas melirik kearah Roni,Lelaki itu telah rapi dan bersiap pergi kekantornya.
"Ok...!aku tinggal dulu ya,kalian baik-baiklah dirumah,lebih baik kunci saja pintu rumah biar aman!!"perintahya kepada dua wanita cantik didepannya.
serempak mereka menganguk.
Lalu Ratih bergerak mengantar suaminya hingga kedepan pintu,tak lupa mencium lembut tangan lelaki itu.
"Hati-hati ya, Mas...! jika pekerjaanmu selesai segeralah pulang,ingat jangan sampai kesorean dijalan!!"pesan wanita itu pelan
Rudi mengaguk lantas menyalakan motornya,tak seberapa lama lelaki itu melajukan kendaraan roda duanya membelah jalan setapak menuju jalan raya di depan rumahnya.
Sepeninggalan suaminya,Ratih kembali mendekat duduk dihadapan Leni.
"Lenn...,benar semalam yang kau lihat itu pocongnya Bi Yati??"tanyanya penasaran
"Iya kak...,aku yakin itu Bi Yati,soalnya andeng-andeng diatas bibirnya itu sama , hanya sorot matanya saja yang agak beda, hitamnya itu lho kak ,warnanya berubah putih...,terus wajahnya yang pucat pasi,ditambah....??"Leni berhenti sejenak mukanya sedikit menegang terbayang hal mengerikan yang dilihatnya
"Dahinya yang robek masih mengeluarkan darah,mimiknya sama saat dia mengalami kecelakaan tempo hari...,parahnya lagi Kak,hidungnya masih ada kapasnya...!!"sentaknya lagi sambil bergidik ngeri.
"Ihh...serem!!"pekik Ratih ikut bergidik,tiba-tiba saja tengkuknya meremang terasa dingin.
perlahan ia mengusap pelan lehernya.
Matanya menatap tajam kearah pohon besar yang berdiri tepat disamping rumahnya berhadapan langsung dengan jendela ruang makan.
sekali lagi ia bergidik merasa seolah ada yang tengah mengawasi mereka.
Buru-buru wanita itu bangkit dan langsung menutup jendela.
****
Rudi melirik arloji yang melingkar dilengan kirinya.
Hampir jam 14:00 wita,
"Seharusnya perkerjaanku selesai,gara-gara jaringan gangguan jadi terpaksa mengerjakan berkas dengan mengunakan mesin tik jadul,sialan ini, mana berkasnya mau segera dipakai lagi!"makinya membatin
satu persatu para penghuni dikantor desa ini pergi pulang,hanya beberapa staff saja yang masih tertinggal, berkutat dengan pekerjaan mereka.
"Sudah Ron..?hari sudah hampir sore,nih!!"tegur pandi menepuk bahunya
"Dikit lagi...!!"sahut Roni pelan
"kalau begitu aku duluan ya...??"timpal pandi lagi
"Ingat rumahmu jauh jangan sampai kemalam dijalan!!"lanjutnya lagi mengigatkan
Lagi-lagi Roni mengangguk,ingin rasanya meminta temannya itu untuk menunggunya.
Namun,ia merasa malu jika menahan lelaki itu.
akhirnya ia hanya bisa pasrah menatap lelaki itu berlalu.
Tinggalah dirinya sendiri didalam ruangan luas itu.
tiba-tiba ia merasa merinding,kantor yang biasa ramai sesaat tampak senyap menyeramkan.
secepat kilat lelaki itu berkemas
"Masa bodoh...,akan kuselesaikan pekerjaan ini dirumah!!"gumannya setengah berlari keluar dari pelataran kantor.
Tak ingin menunggu lama lelaki itu langsung memacu cepat motornya.
Jalan panjang berliku menuju kampungnya yang biasa sangat menyenangkan ketika dilewati dengan banyaknya warga yang masih terlihat sibuk
membajak sawah mereka.
kali ini terlihat sepi tak ada satu orang pun yang masih ada disitu.
Mereka semua merasa dicekam ketakutan diterror hantu Bi Yati yang tewas akibat ditabrak truk pengangkut sawit.
"Ahh..!! kenapa kampung ini seperti kota mati tak berpenghuni,kenapa mereka harus takut dengan Bi Yati yang sudah mati!!"gumannya sesumbar
Ia mengeluarkan seutas tali dari balik sakunya,tali panjang terbuat dari kain yang telah kusam terkena lumpur.
Ia tersenyum sumringah
"Tali ini sunguh mujarab,buktinya Ratih yang awalnya menolakku jadi bertekuk lutut dikaki ku!!"ujarnya terkekeh.
Tak mengurangi laju motornya Roni semakin cepat,tiba pada sebuah tikungan lelaki itu terperanjat.
"Kembalikan itu taliku...!!"sentak sebuah suara parau sambil menyundul-nyundulkan kepalanya dibahu Roni
Lelaki itu cepat menoleh lantas terpana menatap dengan sorot mata tajamnya.
"Bi Yatiiii...!!"pekiknya tajam penuh kengerian tak sempat lagi memperhatikan laju motornya.
Hingga
"Arhggg......!!"sebuah raungan panjang memecah keheningan
****TAMAT****