Aku Kanza Kamila aku adalah anak yang di adopsi oleh keluarga kerajaan.Saat aku berumur sembilan tahun aku sudah di nikahkan dengan pangeran ke lima dia adalah pria yang sangat dingin dan berbakat,hampir tidak ada seorang pun yang berani menatap nya.Dia yang bernama pangeran Ludra pangeran ke lima dari tujuh bersaudara dia memang bukan seorang putra mahkota yang akan meneruskan tahta kerajaan tapi dia pangeran yang paling menonjol dari semua para pangeran.Dia menikah dengan ku di usia yang masih sangat muda perbedaan usia diantara kami hanya lah lima tahun,aku rasa dia sendiri tidak pernah mau menikah dengan ku yang masih seorang bocah ingusan,tapi apalah daya pernikahan kami sudah di atur oleh nenek pangeran.
Sebenarnya aku bukan lah seorang yatim piatu melainkan ayah kandungku masih hidup tapi hubungan di antara aku dan ayah ku tidak begitu baik itu dikarenakan ayah ku tidak pernah mencintai ibu ku sampai akhir hidup nya,ya orang tua ku juga menjalani hidup dengan perjodahan ibu ku meninggal saat melahirkan ku dan setelah itu ayah ku menikah lagi dengan wanita pilihan nya sendiri,sedangkan aku entah mengapa sang ratu begitu menginginkan ku menjadi putri nya dan akhirnya beliau pun mengadopsi ku,mungkin karena pernikahan pangeran ke lima alasan ratu mengadopsi ku,ibu ratu adalah wanita yang sangat tegas tapi dia juga sangat lembut dan baik hati.
Disini lah kisah ku berawal.Hari ini kami sudah sah menjadi sepasang suami-istri tapi karena usia kami yang masih sangat muda keluarga kerajaan belum menginjikan persatuan kami,syukurlah setidak nya itu bisa membuat ku merasa lega karena aku benar-benar belum siap dengan aku yang sekarang ini,akhirnya kami pun masuk ke kamar masing-masing.
"Ah.... sungguh sangat melelahkan aku benar-benar tidak tahan lagi dengan semua pakaian pengantin ini itu membuatku merasa tidak nyaman sebaiknya aku mandi dan segera tidur"
Aku pun segera bergegas mandi dan berganti pakaian,disaat yang sama di sisi kamar yang lain pangeran malah sibuk dengan aktivitas nya.Malam pun semakin larut mengapa aku merasa tidak mengantuk padahal badan ku sangat lelah,apa yang sebenarnya membuatku tidak bisa menutup mata,pikiran ku terus teringat pada orang yang berada di sebrang kamar ku...
"Uh...apa yang sedang dia lakukan sekarang apa dia juga sedang memikirkan kan ku...kenapa aku begitu narsis tidak mungkin juga pangeran,ah...sudahlah sebaiknya aku tidur sekarang bukankah besok aku harus bertemu dengan nenek"
Oh....ya kalian juga harus tau kalau pangeran Ludra suami ku itu dia bukan anak ibu ratu tapi dia adalah anak dari selir pertama.
Tok...tok...tok...seorang pelayan mengetuk pintu dari luar kamar ku.
"Tuan Putri apa anda sudah bangun semuanya sudah menunggu anda dan pangeran untuk turun sarapan"
"Ya aku sudah siap"(jawab ku)
" Apa pangeran juga sudah bersiap-siap" (tanya ku kembali kepada pelayan itu).
Tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar di telingaku.
"Tentu saja aku selalu lebih siap dari mu"
Itu adalah suara suami ku yang sudah berada di depan pintu kamar ku.(pelayan pun segera keluar dari kamar).
Dan entah apa yang tiba-tiba membawa pangeran masuk ke kamar ku dia berjalan kearah ku.
"Putri Kanza apa kau tau syarat sebagai wanita yang pantas menjadi istriku,dia harus berbakat seperti ku juga karena aku tidak mungkin mau menikah dengan wanita yang tidak berguna"
Sesaat aku terdiam saat kata-kata itu berbisik di telingaku,perasaan yang bercampur aduk dalam hati dan pikiran ku membuat semuanya menjadi satu kesatuan...
"Apa benar pangeran tidak pernah menyukai ku, walaupun kami sudah tumbuh bersama tapi kenapa apa karena aku yang masih bocah ingusan ini"
Lalu aku pun mberanikan diri untuk menjawab apa yang di katakan oleh suamiku itu.
"pangeran aku yang sekarang ini memang bukanlah apa-apa tapi aku berjanji aku akan berusaha semampu ku untuk bisa menyeimbangkan diriku dengan mu,itu adalah janji ku...mungkin butuh waktu yang lama tapi aku yakin aku pasti bisa"(jawab ku dengan penuh keyakinan).
"Kalau begitu aku menunggu mu untuk bisa membuktikan nya"(jawab pangeran dengan ketus)
Setelah dari percakapan itu,waktupun terus berlalu...
dan aku terus berusaha mengejar keinginan terbesar ku dengan cara selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik di kelas ku.Sementara suamiku dia lebih memilih untuk mengurus perusahaan nya,dan sesekali menyuruh asisten pribadi nya untuk mencari informasi tentang diri ku.
Setelah lulus sekolah menengah atas aku pun pergi ke Amerika untuk masuk Universitas Kedokteran butuh waktu lima tahun untuk menjadi seorang spesialis saraf.
Dan suamiku sibuk dengan perusahaan nya dan seperti biasa dia selalu menjadi sorotan para wanita cantik di luar sana.
Sudah satu tahun aku berada di Amerika tapi tak pernah sekalipun Ludra menghubungiku dan aku pun tidak pernah terlalu perduli dengan semua itu aku lebih fokus dengan kuliah ku,karena aku ingin segera bisa menjadi seseorang yang pantas untuk nya,walaupun tak dapat di pungkiri hati ku selalu merindukan nya.
Lima tahun sudah berlalu tapi kenapa aku masih enggan untuk kembali ke negara asal ku,walaupun kini aku sudah menjadi dokter spesialis saraf yang paling ternama tapi aku masih merasa kalau aku belum pantas untuk nya.
"Hey...kamu yang di sana apa kau tidak ingin kembali"( tiba-tiba aku mendengar suara yang selama ini aku rindukan)
Akupun segera berbalik ke arah suara itu dan betapa terkejutnya saat aku lihat suami ku sedang berdiri bicara pada ku.
"Oh...tidak apa aku sedang bermimpi ???(gumam ku dalam hati)
"Kembalilah sudah saatnya,kau sudah terlalu lama disini" (itulah yang dia katakan pada ku)
"Aku terlalu lama disini atau cinta ku yang terlalu lama menunggu jawaban dari mu"(jawabku).
"Ah... kenapa aku jadi menggodanya seperti itu,sungguh sangat konyol"
Tapi aku tidak perduli walau wajah datar dan dingin yang dia perlihatkan pada ku karena aku tau seperti itulah suamiku. Dia pun kembali berkata...
"Kau sudah harus kembali karena nenek sedang sakit keras"
"Oh....ya saat kau kembali kau harus tau satu hal ada seseorang yang sedang menunggu ku di sana seseorang yang sangat berarti untuk ku"
Aku pun langsung menghentikan langkah kaki ku di saat itu ingin sekali aku bertanya pada nya siapa seseorang itu yang membuat suami ku enggan menyebutkan nama nya.
Dia menarik tanganku seakan menyuruhku untuk terus berjalan mengikuti nya.
"Siapa...siapa...dia...aku tidak ingin kembali" (teriak ku,sambil menangis)
"Nenek tolong maafkan aku seperti nya aku tidak bisa lagi bersama dengan nya"(aku berkata dalam hati ku)
Tiba-tiba entah dari mana kata-kata itu muncul begitu saja dari bibirku....
"Kumohon lepaskan aku...!!!
Aku merasa hati ku sudah tak bisa bersabar lagi setelah mendengar pengakuan itu dari mulut suamiku.
"Maaf kalau selama ini aku sudah menjadi beban di hidup mu,aku tau mungkin kau juga tidak pernah menginginkan pernikahan kita terjadi...semua itu hanya karena keinginan nenek dan ibu ratu".(hanya itu yang bisa aku katakan padanya).
Dan aku pun sudah lelah menjalani cinta yang terlalu lama ini.
THANKS UDAH BACA DARI AWAL !!!
JANGAN LUPA BUAT MAMPIR LAGI
😄😄😄😄😄😄😄😄😄
KARYA...
SHAFIQA AM