SMA NUSA BANGSA, salah satu SMA elite yang ada di kota Surabaya. Siswa yang bersekolah di sana berasal dari berbagai daerah dan juga keluarga yang kaya. Abid Hafizh Althaf salah satu siswa yang bersekolah disana . Ia berasal dari Papua, ia ada di Surabaya karena mengikuti ayahnya yang dipindah tugaskan di daerah Surabaya. Abid bersekolah di SMA NUSA BANGSA karena mendapatkan beasiswa.
Di sekolah ia hanya mempunyai dua teman yaitu Azril Kenzo Stevano dan juga Haikal Bevay Alexand. Azril dan Ical itu adalah panggilan kedua teman abid, tetapi mereka tidak dalam kelas yang sama. Abid hanya berteman dengan mereka berdua karena kebanyakan siswa disana menganggapnya jelek karena warna kulitnya yang hitam. Ia selalu dijauhi dan dipandang rendah ketika melewati mereka. Apalagi saat mereka tahu kalau dia masuk menggunakan beasiswa ,mereka semakin memandang rendah Abid. Terutama teman kelasnya yang bernama Jian, ia salah satu murid keturunan Tionghoa yang ada di kelas abid. Ia sangat tidak menyukai abid karena merasa abid tidak cocok menjadi temannya. Jian hanya mau berteman dengan teman yang warna kulitnya putih seperti dirinya.
Pada suatu hari saat di kelas Abid sedang ada pelajaran, ibu guru yang mengajar memberikan tugas kelompok pada semua muridnya di kelas . Dan pembagian kelompok ibu guru yang menentukan. Tetapi Jian tidak suka karena harus satu kelompok dengan abid, akhirnya dia protes pada ibu guru. “bu saya tidak mau satu kelompok dengan abid “ protes Jian. Bu guru menjawab “kenapa kamu tidak mau satu kelompok dengan abid Jian? . “dia itu hitam bu, saya tidak mau satu kelompok dengan orang kulit hitam! “.ucap Jian. “Jian kamu tidak boleh bersikap seperti itu, itu sama saja kamu tidak menghargai ciptaan Tuhan, kamu juga jangan membeda-bedakan orang hanya karena warna kulitnya, mengerti Jian? Ujar bu guru. “dan kamu akan tetap satu kelompok dengan abid , kamu juga harus minta maaf dengannya! “.lanjut bu guru. “ ya, baiklah bu “ jawab Jian dengan malas.
Pelajaran dilanjutkan, sekarang semua murid bergabung dengan kelompoknya masing-masing. Termasuk abid dan juga Jian. Mereka semua mulai mengerjakan tugas yang diberikan oleh ibu guru. Di kelompok yang terdapat Abid dan Jian, abid terlihat di jauhi dan tidak dianggap. Ia sangat sedih apalagi Jian selalu memandangnya tidak bersahabat.
Sekarang waktu pulang telah tiba. Semua siswa SMA NUSA BANGSA berbondong-bondong untuk keluar sekolah. Termasuk Abid dan kedua temannya. Mereka bertiga pulang bersama karena arah rumahnya sama. Azril dan Ical pulang menggunakan satu motor sedangkan abid menggunakan motornya sendiri. Saat di tengah perjalanan Abid melihat Jian yang sedang dibully oleh beberapa orang berpakaian cukup lusuh. Abid mendengar mereka sedang memaki Jian bahkan ada yang memukulnya karena Jian adalah keturunan Tionghoa. Akhirnya Abid berhenti ia juga memanggil temannya untuk berhenti dulu. Abid dan kedua temannya mendatangi Jian dan beberapa orang itu untuk melerainya. Abid menasihati beberapa orang yang membully Jian untuk tidak melakukan hal yang sama lagi. Mereka tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh abid mereka malah terlihat semakin membabi buta untuk menghina Jian. Mereka bahkan membrontak saat dipegangi oleh abid dan kedua temannya. Hingga akhirnya ada warga sekitar yang melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Akhirnya polisi mengamankan beberapa orang ini karena melakukan kekerasan di tempat umum. Kembali ke Jian dan Abid . “Jian, kamu tidak apa-apa? Tanya Abid. “iya aku baik-baik saja? “jawab Jian sedikit tertegun. “oh ya ngomong -ngomong siapa mereka? Tanya Azril . “heem , kenapa mereka terlihat sangat membencimu, kamu terlibat masalah dengan mereka? Lanjut Ical dengan nada penasaran. “aku juga tidak tahu siapa mereka, aku juga tidak pernah terlibat masalah dengan mereka, tapi kurasa mereka itu orang-orang rasis yang membenci etnis kami”. Ujarnya panjang lebar. “oh ya, aku juga mau makasiih kalian mau menolongku “.lanjut Jian dengan tersenyum. “iya sama-sama kita semua kan teman sudah seharusnya saling tolong menolong “jawab abid. “Ah hahaha iya “ucap Jian sedikit canggung
Abid, Azril, Ical, dan Jian kembali kerumah masing-masing menggunakan kendaraan mereka. Keesokan harinya di SMA NUSA BANGSA tepatnya di kelas Abid. Jian sedang menceritakan kejadian yang dialaminya kemarin dan juga penolongan yang dilakukan Abid terhadapnya. Lalu saat Abid masuk ke kelas ia langsung mendatangi bangku Abid dan meminta maaf.
“Abid aku minta maaf untuk yang semua aku lakukan, aku merasa sangat bersalah”. Ucap Jian dengan tulus
“kenapa kamu tiba-tiba meminta maaf? “.tanya Abid yang merasa heran dengan perlakuan Jian.
“Aku hanya merasa sangat menyesal karena telah menghinamu selama ini. Padahal aku tahu kalau diindonesia ini banyak sekali ras, etnis dan suku dengan keistimewaan mereka masing-masing .Aku juga menyesal karena telah memusuhimu tanpa alasan. Apalagi kemarin kamu menolongku tanpa pamrih padahal aku sudah banyak melakukan banyak kejahatan kepadamu. Aku sungguh tertegun kemarin kamu menolongku dan menanyakan keadaanku. Abid sekarang aku benar-benar tulus meminta maaf padamu. Tetapi kalau kamu belum bisa memaafkan kesalahanku juga tak apa, aku akan menerimanya “Ujar Jian panjang lebar dan penuh penyesalan.
“tidak-tidak aku sudah memaafkanmu kok. Kamu tenang saja. Emm.... kalau begitu apakah sekarang kita berteman? “ucap Abid dengan tersenyum.
“iya sekarang kita teman, sekali lagi aku minta maaf ya “jawab Jian dengan penuh kebahagiaan.
Akhirnya mereka berpelukan ala laki-laki dan menjadi teman. Semuanya kalau didaerah kita ada orang yang berbeda dengan kita, kita tidak boleh menjauhinya apalagi sampai menghinanya. Kita juga tidak boleh membeda- bedakan teman dari warna kulitnya ataupun dari suku ras etnis dan lain-lain. Karena kita semua berada di Indonesia yang masyarakatnya beragam. Kita harus selalu menjunjung tinggi BHINEKA TUNGGAL IKA.
TAMAT