PLAK
Sebuah tamparan.memdarat tepat di wajah Ana. Gadis usia 15 belas tahun itu langsung terpekik kesakitan, ia langsung melihat siapa orang yang telah berani menampar mukanya dengan keras. Sampai ia kesakitan.
"Kamu puas melakukan sama orang yang kaku rindukan itu, kamu puas!" teriak Aisyah dengan bergetar menahan gejolak hatinya yang tiba tiba muncul.
"He, aku.nggak.ngerti ya apa.yang kamu maksud, orang yang aku rindukan, siapa?" tantang Ana sambil berdiri dari duduknya.
Ia menatap muka Aisyah dengan tajam. Ana tidak mengerti sama sekali apa yang dibicarakan oleh Aisyah gadis anak rohis di sekolahnya itu.
"Kamu kemarin kemarin sering memburu buku buku Mawar, tapi setelah mawar datang kamu malah membencinya. Dimana hati dan perasaan mu, Ana!" jelas Aisyah sambil menangis.
"Mawar? maksudmu apa? Aku sama sekali belum pernah bertemu dengan Mawar?" tanya Ana heran.
Ya setahunya, ia sama sekali tidak mengenal Mawar. Oke lah kalau masalah buku buku karya Mawar ia sering banget membaca dan mengkoleksi buku karya Mawar.
"Na perlu kamu tahu Senja itu Mawar." Aisyah akhirnya mengakui pada Ana.
"Apa?"
Sontak Ana kaget dan shock mendengar pengakuan Aisyah pada dirinya. Terbayang dengan kuat sekali, kalau dirinya telah menindas beberapa kali Senja kerena ia berpikir Senja hanya lah anak kampung yang udik dan tidak berkembang sama sekali.
"Sekarang dimana Senja, Ai. Aku ingin minta maaf dan.." rengek Ana sambil mengguncang tubuh Aisyah.
"Na, maaf. Senja sebenarnya baru tadi meninggal dalam kecelakaan!" Isak Aisyah.
Ana shock mendengar pengakuan Aisyah tentang Senja, ia tidak menyangka kalau Aisyah memberikan kabar duka itu padanya. Tiba tiba tubuh Ana limbung dan terhempas menyentuh lantai, tapi sebelum.itu terjadi Ana mengucapakan tiga kalimat, 'Maafkan Aku, Mawar,'