I Don't Know what makes me like her, She's like my type but her nature is too cold. I always chased him but always failed, until he was shot while protecting me from his enemy.
🎭
Pagi pertama sekolah ku di Sma Internasional. Perkenalkan Nama ku Adalah Niel Shiori, Aku adalah anak yang sangat pintar dan berbakat. Aku sangat gugup saat bisa sekolah di sma favorit aku, Tapi aku Takut jika tidak memiliki teman. Saat ingin mencari kelas aku merasakan Aura yang sangat dingin sekali, entah itu makhluk tak kasat mata atau seseorang yang memiliki Sifat dingin sekali, lalu Aku mencari asal Aura itu teryata seorang gadis cantik yang sedang berdiri di depan jendela besar. Dia sangat sempurna, Dia seperti tipe ku namun, sifat nya yang membuat aku takut. dia seperti lukisan yang nyata di mata ku, dia sangat cantik, dan sempurna dimata siapapun.
Saat aku memperhatikan nya dari jauh tiba-tiba dia menatap ku dengan tatapan yang sangat dingin sekali, Seketika aku tersadar dari halu ku. Dia melangkah ke arah ku dan berhenti melihat aku dengan tatapan mematikan.
"Siapa kamu?" tanya gadis cantik itu.
"E-em A-aku anak baru disini dan tersesat" Jawab Aku dengan gugup dan takut. Dia hanya menatap ku dengan tatapan membunuh, dan melangkah lagi.
"Kau sekelas dengan gue" Ucap nya lagi, seketika aku kaget mendengar suara imut nya.
"Dari mana kamu tahu?" Tanya Aku mendekati nya.
"Guru" Jawab nya singkat. Aku mengganguk paham dan mengikutinya ke kelas. dia sangat dingin tidak berbicara dan membuat orang disekitar nya kaku saja. Dia berhenti saat seseorang menghalangi jalan nya, entah kenapa gadis seksi itu menghalangi jalan mereka.
"Hey, Gunung es" panggil gadis seksi itu dengan wajah tidak suka, gadis cantik itu hanya diam dan tidak menjawab sama sekali. dia melanjutkan jalan nya agar bisa sampai ke kelas tepat waktu. Gadis seksi itu langsung menyerang Gadis cantik tersebut, namun gadis cantik itu menghindar dan melangkah lagi. Sungguh hebat dia melangkah dan menghindar dengan menutup mata. dia bukan gadis biasa, dia seperti gadis yang sudah terlatih sejak kecil saja.
"Hey! Jangan bengong ayo!" Gadis itu memanggil Niel dengan tatapan marah. Niel yang takut langsung berlari ke arah nya dengan cepat, Niel gemetar saat berjalan bersama dengan gadis itu.
"Eem~ N-nama mu S-siapa?" Tanya Niel yang gemetar hebat, takut karena akan di marah oleh gadis pujaan nya. gadis itu diam tak berkutik.
"Harlie Arkanis" Jawab nya cuek.
"Salken Harlie, Nama ku Niel Shiori" Niel tersenyum manis kepada Harlie.
"Salken" Jawabnya dengan Dingin. Niel tersenyum lebar dan senang mendengar Harlie ingin menjawabnya. Harlie hanya cuek tidak melihat atau berpaling ke Niel yang tersipu malu dengan keberadaan Harlie disamping nya.
Sampai di kelas Semua murid langsung terdiam melihat Harlie dan Niel datang. Mereka langsung bungkam melihat tatapan dingin Harlie yang menakutkan. Mereka tidak bisa bergerak atau berkata-kata didepan Harlie, Niel pun binggung kenapa kelas ini langsung senyap saat Harlie datang. Harlie melangkah ke tempat duduk nya dan memejam mata untuk menenangkan diri. Niel masih berdiri karena tidak tahu akan duduk dimana karena tidak ada tempat duduk lagi selain tempat duduk Harlie. dia masih bingung sampai Harlie membuka mulut.
"Sini Lo!" Panggil Harlie dengan tatapan tajam. Niel memberanikan diri lalu mendekati Harlie.
"I-iya Harlie?" Jawab Niel. Alis Harlie terangkat dan menghela nafas nya.
"Duduk" ucapnya terlalu singkat. Tanpa kata-kata Niel lagi Harlie menarik Niel untuk duduk karena dia risih melihat Niel masih bengong didepan nya. Niel seketika berbunga-bunga karena ditarik oleh gadis pujaan nya. Niel masih menutup muka nya karena malu, mereka ternganga keget melihat adegan didepan mereka. Harlie yang menyadari Wajah Niel memerah langsung membuka mulut.
"Jangan Menyukai gue, Lo bakal menyesal!" Ucap nya membuat Niel tersadar dan kaget mendengar ucapannya.
"A-apa Maksud mu?" Tanya Niel tidak mengerti.
"Lo bakalan tahu sendiri" Jawab nya membuat Niel bingung namun Niel tidak menyerah atau sakit hati dengan perkataan Harlie.
"Gue gak bakal menyesal atau menyerah begitu saja!" Jawab Niel dengan semangat dan membuat Harlie kaget. tiba-tiba Wajah Harlie agak memerah dan dia berpaling ke arah lain, dia sangat tersentuh dengan kata-kata Niel.
"Apa-apaan dia! Gak ada yang pernah membuat pipi gue memerah seperti ini!" Gumam Harlie kesal.
Niel masih saja tersenyum manis ke arah Harlie walau Harlie tetap saja mengabaikan nya. saat jam pelajaran dimulai semua murid langsung bergegas mengeluarkan buku pr karena tidak membuat pr.
"Anak-anak hari ini kita jamkos selama tiga pelajaran, para guru akan menyambut kedatangan seseorang jadi harap tenang ya,dan Harlie tolong ajak Niel berkeliling di sekolah ya" Ucap bu Santy membuat para murid bersorak gembira.
"Iya, Bu!" Jawab Harlie.
"Baiklah, hanya itu yang ibu mau sampaikan. Jadi selamat tinggal" Ucap Bu santy melangkah keluar.
Semua murid masih diam sebelum Harlie pergi karena mereka takut akan dimarah oleh Ratu sekolah ini. Mereka masih diam dan menunggu Harlie mengajak Niel berkeliling. Harlie berdiri dan menarik tangan Niel untuk keluar kelas.
"Harlie, kita mau kemana?" Tanya Niel Kesakitan ditangan nya karena digengam kuat oleh Harlie. Harlie menyadari nya lalu melepaskan tangan Niel, dia berjalan dengan santai. Niel mengikuti nya dan sesekali melihat wajah nya yang sangat cantik ketika sedang dalam sifat Cuek.
"Kita akan berkeliling, dan jangan lupa dengan tempat-tempat menyebalkan ini!" Ucap Harlie kesal.
"I-iya, Harlie" Jawab Niel gugup. Harlie sangat cuek dengan Siapapun namun ternyata dia sangat baik dengan orang yang dia sukai, Tapi tidak di tunjukan nya. Niel sangat suka dengan sifat Harlie yang lucu ini, karena dia memiliki kepedulian namun ditutupi nya. Niel ingin Menjahili Harlie biar tersenyum seperti Gadis pada umumnya karena candaan Niel, Walaupun ini baru pertama kali Niel bersama seorang gadis.
"Harlie?" Panggil Niel.
"Apa?" Jawab Harlie.
"Har" Panggil Niel lagi.
"Apa!" Jawab Harlie mulai kesal.
"Harlie!" Panggil Niel lagi ingin tertawa.
"Apa Niel!!" Jawab Harlie menahan Amarah.
"Sayang?" Panggil Niel ingin tertawa dan memerah pipinya.
"Apaa! eh!" Harlie tersadar dengan Ucapan Niel, Tiba-tiba wajah Harlie memerah dan mulai kesal. Niel tertawa dan berlari kabur dari Harlie.
"Niel! Lo akan gue tangkap!" Ucap Harlie kesal dan langsung mengejar Niel. Harlie sangat Cepat dan membuat Niel kelelahan dan Akhirnya ketangkap oleh Harlie. Niel Tertawa melihat Harlie yang begitu kesal dengan candaan nya bukan tertawa. Harlie memeluk erat Niel dan membuat Niel memerah seperti tomat jantungnya berdetak sangat kencang. Harlie merasa sangat nyaman saat memeluk Niel dan dia pun bersandar di bahu Niel.
"H-harlie? K-kamu kenapa?" Tanya Niel Tersipu malu karena Harlie bersandar di bahu nya.
"Diam, biarkan gue beberapa menit di bahu lo!" Jawab Harlie, Niel diam dan tidak bergerak sama sekali. Harlie tertidur dibahu Niel, Niel hanya diam dan merasakan Aura dingin Harlie.
"Gadis ini, kenapa bisa sedingin ini aura nya?" gumam Niel memegang kepala Harlie dengan lembut. Niel merasakan Dingin disekujar tubuh nya seperti Gunung es saja.
"Kenapa bisa sedingin ini! Apakah tidak ada kehangatan di dirinya?" Gumam Niel menahan Rasa Dingin yang menyakitkan.
tiba-tiba Harlie menangis di bahu Niel, Niel kaget dan membalikan tubuhnya memeluk Harlie. Tubuh dingin Harlie sangat menusuk Tubuhnya, Namun dia masih memeluk Harlie dengan Erat. Harlie menangis, Air mata nya Seperti Kristal es jatuh ke tanah hangat.
"Harlie, Ada apa dengan diri mu?" Gumam Niel memeluk Erat Harlie dan menangis.
Mimpi Harlie...
Dia sedang duduk diistana Es dan dibasahi salju, Dia merasakan diri nya sangat dingin. Namun, beberapa detik kemudian, dia merasakan kehangatan diseluruh tubuh nya, lalu dia melihat cahaya didepan nya.
"Siapa itu?" Gumam Harlie. dia melangkah ke arah cahaya tersebut, dia merasakan kehangatan di sekeliling Cahaya itu. Tiba-tiba ada yang memanggil nya.