Pada malam hari saat Rio pulang dari rumah temannya, Rio melihat seorang wanita yang berdiri di sisi jembatan. Tanpa berpikir panjang Rio dengan cepat berlari dan memeluk wanita itu dari belakang agar tidak terjatuh
"hei.. apa yang kau lakukan, cepat lepaskan aku" teriak wanita itu dengan wajah yang memerah
"Tidak mau, bagaimana mungkin aku membiarkan seseorang bunuh diri dihadapan ku" balas Rio
"Jika kau tidak mau melepaskan ku, maka aku akan teriak"
"baik baik akan aku lepaskan"
Setelah beberapa saat akhirnya mereka berdua menjadi tenang, Rio ingin menanyakan sesuatu kepada wanita itu, tetapi tiba tiba wanita itu menampar Rio.
"Apa yang kau lakukan, kenapa kau menamparku?" tanya Rio
"Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau tiba-tiba memelukku"
"Aku cuma ingin membantu mu"
"Membantu apanya, aku yakin kau cuma ingin melakukan pelecehan"
"Kenapa kau jadi menyalahkan ku, lebih baik aku tadi membiarkan mu bunuh diri"
"Siapa yang bunuh diri?"
"Bukankah kau mau bunuh diri?"
"Tentu saja tidak, aku hanya mencari angin segar"
Karena kesalahpahaman, suasana tiba tiba manjadi canggung. Rio merasa sangat malu karena tiba-tiba memeluk orang secara sembarangan.
"Aku minta maaf karena tiba-tiba memeluk mu, btw namaku Rio, kalau namamu siapa?"
"Kau tidak perlu tau" jawab wanita itu sambil pergi meninggalkan Rio.
Pagi hari di ruang kelas XI A, Rio masih memikirkan hal yang terjadi kemarin. Untuk pertama kalinya bagi Rio untuk memeluk seorang wanita lain selain ibunya. Tanpa Rio sadari Ibu guru sudah berada di depan kelas dan bersama dengan wanita yang ditemuinya semalam.
"Selamat pagi murid-murid, hari ini kita kedatangan murid pindahan." kata ibu guru di depan kelas
"Halo namaku Yuna, semoga kita semua bisa akrab"
"Wah dia terlihat sangat cantik"
"Bisakah aku meminta nomornya"
"Aku tidak menyangka dikelas kita akan kedatangan orang secantik dia"
"............."
Seketika satu kelas menjadi ribut
"Anak-anak tolong jangan ribut" teriak Bu guru
Pada saat jam istirahat, Rio pun menghampiri Yuna.
"Hai apa kau mengingatku?" tanya Rio
"Tidak memangnya kau siapa?"
"Ini aku yang kemarin, kau jangan pura-pura lupa"
"Maaf mungkin kau salah orang" jawab Yuna yang tidak mau mengaku
Begitulah pertemuan kembali antara Rio yang sok akrab, dengan Yuna yang membenci Rio.
~~~bersambung