" Hai ...namaku Alfian, kamu siapa?" Sapa Alfian, sambil mengulurkan tangan ingin berkenalan dengan cewek di sebelahnya.
"....Nich cewek...sombong banget sih" umpat dia dalam hati, karena tidak mendapatkan respon dari cewek berkacamata di sampingnya.
Alfian tersenyum kecut...
" Awas Lo ya...gue kerjain.." Gumannya ,dengan senyum miring.
Hari ini Alfian datang ke Toko buku besar dan sudah ternama di kota , di karenakan di Toko ini akan diadakan penjualan buku yang sedang populer di kalangan para remaja, dan juga berhadiah sebuah stiker keren edisi terbatas, disertai tiket nonton konser sebuah k_ Pop nomor satu.
Alfian sampai di bela belain bangun pagi, dan melewatkan sarapan Nasi rendang yang Ibunya masak kemarin sore, demi mengantri untuk sebuah buku.
Alfian sebetulnya bukan kutubuku, dia hanya mengincar stiker keren yang di bagikan jika membeli buku novel tersebut.
Setelah menunggu satu jam lebih, Toko itu akhirnya di buka. Buku novel itu memiliki isi yang menarik, bahkan bukan hanya Pembaca dalam negeri saja, Pembaca dari luar negeri pun rela ikut mengantri.
Toko itu sudah berjejal dengan anak anak remaja yang memadati Toko. Semua berebut ingin mendapat antrian yang pertama.Begitu juga dengan Alfian, yang saat ini memakai kaos hitam bergambar sang Idola, dan celana jeans serupa.
Rupanya buku itu hampir habis, banyak remaja yang kecewa dan berakhir pergi meninggalkan Toko.
Awalnya Alfian juga bermaksud pergi dari Toko itu juga ,seperti yang lain, ketika salah satu pelayan meneriakkan " Ternyata masih ada tiga buku."
Sontak saja remaja yang mendengar segera berbondong ,memperebutkannya.
Alfian berlari cepat ,dan akhirnya bisa mendapatkan satu buku yang tersisa. Dari arah yang sama ,seorang cewek juga berlari cepat, sehingga keduanya sama sama memegang satu buku yang tersisa tersebut.
Alfian terkejut, dan segera menoleh dengan muka geram, seorang cewek yang tadi dia ajak kenalan yang ternyata adalah saingannya.
Alfian tidak mau kalah dari cewek berkacamata itu, dia pun mendorong dengan kasar ,sehingga membuat cewek itu terjerembak ke dalam got.
" Rasakan..!" Umpat Dia dengan pandangan sengit.
***
Tiga hari sudah dari hari yang bagi Alfian sangat melelahkan. Alfian keluar dari pintu gerbang sekolah dengan menaiki motornya menuju rumah.
Baru beberapa meter perjalanan pulang, Alfian melihat kejadian pencopetan di seberang jalan. Seorang Siswi baru saja di copet handphone yang dia genggam oleh kedua orang pengemudi, yang memakai jaket hitam dan berhelm.
Alfian melihat kejadian itu dari awal, tapi sayangnnya dia melihatnya dari seberang jalan, jadi Alfian tidak bisa langsung mengejar penjambret itu.
Alfian mendatangi siswi yang menjadi korban, siswi itu terlihat menyedihkan,
" Kamu tidak apa apa?" tanya Alfian.
siswi itu diam saja, airmata mengalir di kedua pipinya.
Alfian semakin iba dengan siswi itu.
Setelah di amati, wajahnya tidak asing, Alfian, seperti pernah melihatnya.
" Kayaknya aku pernah lihat dia." Alfian berguman lirih.
" Nama kamu siapa?" tanya Alfian lagi.
Siswi itu masih saja menangis, walaupun tidak terdengar suaranya.
Ada rasa jengkel tapi juga iba,
" Dia bisa ngomong tidak sih, di tanya dari tadi hanya diam saja" umpatnya jengkel.
Cowok itu mulai ngambek, dan berbalik meninggalkan siswi itu yang masih berdiri terpaku dengan air matanya.
Dilihatnya kaca spion sepeda motornya. Rupanya Alfian bukan tipe anak yang tega jika ada sesamanya menderita.
hhhh...
Alfian menghela nafas, dan memutar kedua bola matanya, dan memutuskan untuk mengantar siswi itu pulang sampai di rumahnya.
" Ayo naik .." ajak Alfian dengan sedikit kesal.
***
Untunglah siswi itu menurutinya, mau di bonceng Alfian.
"Rumah kamu dimana?" Tanya Alfian lagi ketika di perjalanan.
Lagi lagi ,cewek itu hanya diam. Alfian benar benar jengah.
" Gue kerjain Lo..." bathin Alfian , nakal.
Keduanya hanya diam dalam perjalanan, Alfian tidak minat lagi bertanya pada anak yang sedang dia bonceng,
" Biar saja, pulang sampe rumah gue, bodoamat." Umpatnya lagi, karena sudah sangat kesal dengan tingkah siswi ini yang sombongnya keterlaluan.
Alfian sengaja bersiul , dia menikmati perjalanan dengan seorang cewek di belakangnya,
"Jarang - jarang gue di peluk cewek kaya gini"
" lagian lumayan cantik juga nich cewek" bathin Alfian.
Tak lama kemudian, Siswi itu menarik narik baju Alfian, awalnya Alfian tidak menyadarinya. Alfian baru sadar kalo si cewek di belakang nya minta berhenti, setelah merasakan badannya goyah.
" Eehhh....Lo mau berhenti di sini?" tanyanya dengan tidak panggilan kurang sopan.
cewek itu mengangguk, lalu kemudian melangkah pergi.Di perhatikannya cewek tersebut, yang masih terus berjalam memasuki gang. Entah kenapa, Alfian merasa tidak tega,dan diapun menyusulnya.
Sebuah rumah sederhana yang bercat putih dengan halaman penuh bunga, cewek itu berbelok dan membuka pintu.
" Oh rupanya ini rumah nih cewek...." Alfian berguman kembali.
Siswi itu masuk, dan Alfian segera akan menyetater motor, ketika seseorang memanggil dari rumah cewek tersebut.
" Nak..Masuk dulu Nak,..." panggil Ibu muda yang memakai baju jilbab abu abu, sambil melambaikan tangan, memanggil Alfian.
Alfian memenuhi panggilan ibu dari siswi yang di antarkannya tadi.
Ibi itu sangat ramah, dan duduk di samping Si Cewek tadi.
" Saya ucapkan terima kasih banyak sudah mengantarkan anak saya sampai rumah dengan selamat." ucap Ibu itu dengan sopan.
" Sama sama bu, hehehe.." jawab Alfian sedikit canggung.
" Salwa nama anak saya, sejak kecil dia memang tidak bisa bicara , jadi maafkan jika dia kurang sopan ya.." jelas Ibu di depannya ini.
Alfian terkejut, lalu menyesali sikapnya yang sudah berprasangka buruk terhadap Salwa.
" Kasihan banget nich cewek," kata bathinnya, menyesal.
***
Alfian dan Salwa kini menjadi teman akrab, setelah keduanya berteman, ternyata kepribadian Salwa menyenangkan.
Alfian jadi tahu, Salwa menjadi anak kutubuku sejak kecil, karena hanya bukulah teman yang selalu mendampinginya, kecacatan telah membuat Salwa di jauhi anak anak yang lain, tapi dia tidak merasa marah ataupun sedih, Salwa menerima takdirnya dengan senang hati.
Anak itu selalu membawa buku kecil sebagai alat komunikasinya, dan membaca novel novel online adalah kesukaannya.
kehilangan handphone, adalah peristiwa menyedihkan bagi Salwa, tapi Alfian berjanji, akan membelikan handphone buat Salwa, walaupun dia harus rela tidak jajan setiap hari ,karena harus mengumpulkan uang, karena lama kelamaan, ternyata Alfian mencintai Salwa.
****
selamat membaca...jangan lupa mampir juga ke profilku ya...ada cerita lain yang aku buat.