Triingg ,, sebuah pesan masuk ke ponsel ku .
" Bu , ibuuu .. " panggil ku setengah berteriak dan berlari kecil menghampiri ibu ku yang sedang menjaga warung depan rumah
" Ada apa Nia ? " tanya ibu ku dengan wajah panik
" Lamaran Nia kemarin ke terima , bu .. Nia di terima kerja di apotek . Dan di suruh berangkat besok . Kebetulan pemilik apotek nya juga sudah menyiapkan tempat kos yang dekat dengan lokasi apotek nya , dan harga nya pun murah bu " ucap ku menjelaskan panjang lebar
" Alhamdulilah , tapi apa kamu ga pa pa berada di kota orang seorang diri , Nia ?" tanya ibu
" Nia ga pa pa , bu .. Walaupun gaji nya tidak besar tapi cukup untuk biaya hidup Nia selama di sana , dan untuk ngirimi ibu .. Nia minta doa restu dari ibu agar Nia selalu di lindungi Allah " ucap ku dengan sumringah
" Ya sudah kalau kamu yakin , tapi nanti kalau kamu tidak betah jangan di paksakan ya .. Dan kalau ada apa - apa segera kabari ibu " ucap ibu ku
" Iya bu .. Kalau begitu sekarang Nia beres - beres ya bu .. Supaya besok bisa berangkat pagi " ucap ku
" Iyaa " jawab ibu singkat
Besok pagi nya aku berpamitan pada ibu dan adik ku
" Dek , belajar yang rajin , jangan lupa bantu ibu jaga warung dan kerjaan rumah , jangan banyak main .. Aku titip ibu , di jaga baik - baik , kamu juga jaga diri yang bener ya .. Kalau ada apa - apa kabarin kakak ya " ucap ku pada adik ku
" Iya kakak ku yang cerewet .. Kakak juga hati - hati di sana , jangan pacaran terus " ledek adik ku
" Hiliiihhhh dasarrrr .. " ucap ku yang pura - pura marah
" Sudah , sudah .. Sudah mau pisah masih juga ga akur , heran ibu sama kalian " ucap ibu ku
" Bu , Nia pamit ya " ucap ku sambil menyalami ibu
Ibu pun membalas dengan memeluk ku . Adik ku, Nandi ikut menyalami ku
" Assalamualaikum .." pamit ku
" Waalaikumsalam " ucap ibu dan adikku bersamaan
" kabari kalau sudah sampai ya Kak Nia " Nandi berteriak
Aku pun hanya mengacungkan jempol , sementara itu abang ojek yang akan membawa ku ke terminal bis sudah mulai melaju .
●●●●●●
" Aahh senang nya hari ini mulai kerja " gumam ku .
Tempat kos benar - benar dekat , hanya di batasi jalan raya . Plang apotek nya pun terlihat dari teras kos an ku . Dengan bekal uang dari ibu , aku membayar kos dan juga membeli perlengkapan ku untuk di kos an .
Setelah bapak ku meninggal dunia delapan tahun yang lalu , ibu hanya menggantungkan biaya hidup dan sekolah kami melalui warung sembako nya yang berada di teras rumah .
Alhamdulilah bapak meninggalkan sebuah rumah mungil sehingga kami tidak perlu mengontak rumah . Masih ada juga sebuah sepeda motor bekas bapak yang kami pakai bergantian untuk mengantar ibu berbelanja ke pasar .
" Semoga aku betah dan bisa menabung .. Aku hanya tinggal berhemat - hemat supaya aku bisa biayai Nandi sampai universitas " gumam ku
Tak terasa waktu shift sore pun tiba , aku masuk kerja mulai jam setengah empat sore sampai pukul sebelas malam .
Setelah di perkenalkan dengan teman satu shift ku , aku pun mulai mempelajari sistem dan menghapal cara kerja nya . Malam ini aku bekerja berdua dengan Lena , Aku berjaga di meja kasir sedangkan Lena berada di ruang dalam merapikan stok obat - obatan .
Hari semakin malam , pembeli datang silih berganti . Ketika jam menunjukkan pukul setengah sepuluh , pembeli sudah tidak lagi datang . Jalanan depan apotek pun sangat lengang , suasana sepi sangat terasa sekali .
" Dari pada ngantuk mending aku bersih - bersih deh " batin ku
Aku pun segera mengambil kanebo dan semprotan pembersih kaca di ruang kecil yang berada paling belakang . Sekilas aku melihat Lena sedang duduk membelakangi pintu yang aku lewati .
Bangunan apotek ini terdiri dari dua lantai , lantai atas di gunakan untuk menginput data obat , membuat laporan mingguan dan lainnya .
Setelah aku mengambil kanebo dan semprotan , aku melihat sekelebat bayangan menuju ke lantai dua .
Lalu terdengar suara .. Sreekk ..Sreekk .. plook .. Dari arah belakang ku
" Mungkin Lena " batin ku
Sesampai nya di lobi apotek , aku melihat Lena sedang duduk santai .
" Len , kok sudah di sini .. cepet banget turun nya " ucap ku
" Hhaa .. turun ?" ucap nya bingung
" Iya tadi aku lihat ada bayangan ke atas , aku kira kamu mau input data obat " ucap ku
" Oohh , engga .. inputnya belum, besok aja " jawab Lena
" Kamu bawa apa ?" tanya nya sambil menatap tangan ku
" Oohh ini mo nge lap - nge lap daripada ngantuk " ucap ku sambil memperlihatkan kanebo ke Lena
Lena hanya mengangguk , aku pun segera memulai semprot - semprot kaca .. Mulai dari etalase obat sampai pintu dan jendela kaca .
Saat aku menyemprot etalase obat , aku melihat sesuatu dari pantulan kaca nya . Segera ku lap hingga bersih , ku pikir mungkin itu debu yang nempel .
Namun pantulan itu tetap terlihat , ku perhatikan terus .. Ada cahaya merah menyala terlihat , ku pikir mungkin itu lampu .
Kemudian aku pun tersadar , tidak ada lampu yang berwarna merah di apotek ini . Semua nya putih terang .
Lalu aku pun menengok ke arah pantulan itu ,
kosong ..
Tidak ada apa - apa . Kembali ku lihat dari etalase , pantulan itu kini membentuk sebuah ..
Bukan , tapi sesosok ..
" Wanita ..? " batin ku
Terlihat rambut panjang berantakan dan yang merah itu ternyata .. Mata nya .. Dengan urat - urat yang menonjol dan biji mata yang hampir keluar . Ia menyeringai , memperlihatkan sederet gigi runcing dan hitam ..
menatap ku tajam ..
Dengan sangat terkejut , aku spontan melempar kanebo yang ku pegang , sambil beringsut mundur .
" Kenapa Ni ?" tanya Lena bingung sambil menggoyang - goyangkan pundak ku
Ku lihat perlahan ke arah pantulan tadi , tidak terlihat siapa pun .
Dengan tubuh gemetar , aku menatap Lena ..
" Llen, coba kamu liat dari situ " bisik ku sambil menunjuk ke arah etalase yang tadi
Lena pun segera mengikuti arah telunjuk ku , sambil sesekali menengok ke arah ku .
Aku diam berdiri sekitar tiga langkah dari tempat Lena .
Ku letakkan kedua tangan ku menutup wajah ku , kecuali mata ku .
Lena mulai mengarahkan kepala nya menunduk dan mata nya mencari - cari sesuatu . Namun seperti nya ia tidak melihat apa pun . Ia menatap ku lalu menggeleng .
Tiba - tiba ku lihat Lena mengusap tengkuk dan lengan nya . Ia melirik kembali ke etalase itu , dengan terkejut ia menolehkan kepala nya kembali memperhatikan sesuatu dari kaca etalase itu .
Aku hanya diam memperhatikan Lena , jantung ku berdegup kencang menunggu Lena .
Tanpa bersuara Lena berlari menghampiri ku dengan tubuh gemetar dan wajah yang pucat .
Aku tahu kalau Lena juga melihat apa yang baru saja ku lihat .
" Ssiapaa itu yaa Ni .. " tanya Lena berbisik di sebelah ku
Aku hanya menggeleng , ku lirik kembali arah pantulan kaca tetap tidak ada siapa - siapa .
Harus nya hanya sekitar setengah jam semua nya selesai tapi ini masih banyak yang belum di bersihkan.
Tubuh ku lemas , ingin segera ku simpan kembali kanebo dan semprotan nya ke ruangan belakang tapi aku takut .
Tak lama kemudian jam sudah menunjukkan pukul sebelas . Aku dan Lena pun segera beres - beres , merapikan semua nya .
Lalu kami pun mematikan ac dan lampu - lampu ruangan , serta lampu luar .
Ketika lampu sudah mati , aku melihat sesosok wanita ber jas putih seperti jas dokter berjalan turun .
Tidak , tidak berjalan .. Melainkan melayang , karena aku tidak mendengar langkah kaki atau sepatu nya .
Aku juga tidak melihat wajah nya, karena tertutup rambut . Rambut nya lebat dan panjang sepinggang , menutupi seluruh wajah nya .
Jantung ku berdegup kencang, bulu kuduk ku merinding .
" Lleenn ..Leennaaa " ku paksakan suara ku memanggil Lena dengan berbisik
" Kenapa Ni " jawab Lena
" Iituu .. Ss ..Siapaa Llenn?" tanya ku terbata - bata
" En ..Ngga tau Ni " Lena pun menjawab dengan suara yang bergetar
Kami diam mematung , melihat sosok wanita itu melayang turun lalu berhenti di bawah tangga . Ia berdiri menghadap ke ruangan belakang .
kemudian perlahan memutar tubuh nya seperti robot .
Terlihat wajah nya yang putih pucat , mata nya merah dan menonjol keluar seperti mau terlepas , lidah nya terjulur ...
Di leher nya terdapat guratan berwarna hitam legam . Rambut nya berantakan .. Ia menjulurkan tangan nya dengan kuku yang panjang , runcing dan hitam .
" Ba.. Baca doa Len " Bisik ku sambil memejamkan mata
Kemudian aku dan Lena pun baca doa sebisa kami
" Ny.. Nyalain lampu nya Ni " bisik Lena
Ku paksakan menggerakkan tubuh ku yang terasa kaku dan berat . Perlahan ku geser kaki ku mendekati saklar lampu .
Lalu ,
" Bismillahirrohmanirrohiimm "
Ceteekkk ... Lampu ruang tengah kembali menyala .
Sosok wanita itu tidak terlihat lagi . Aku dan Lena menghela nafas lega . Namun belum sepenuh nya tenang . Kami pun saling pandang tanpa bicara sepatah kata pun .
Kami bingung harus bagaimana , kalau lampu di biarkan menyala nanti shift pagi pasti ngomel - ngomel dan menganggap shift malam malas atau lupa matiin lampu , dan ini akan berujung laporan ke owner nya .
Aku pun menatap Lena mengangguk , memberi kode bahwa saklar lampu akan ku pencet lagi dan itu akan membuat ruangan kembali gelap .
Lena seolah berat membiarkan ku mematikan lampu , keringat membasahi tubuh kami berdua .
Namun akhir nya ia mengangguk , sambil komat kamit membaca doa . Aku pun demikian ..
" Bismillahirrohmanirrohiimm "
Ceteekk .. lampu mati , ruangan kembali gelap .
Sosok itu masih berdiri di sana , namun kali ini ia menghadap ke ruangan belakang . Membelakangi aku dan Lena .
" Cepat Len " bisik ku sambil menarik Lena keluar dan pulang ke rumah masing - masing
Sesampai nya di kos mata ku masih belum dapat ku pejamkan .
Menurut info dari owner kalau kami semua merupakan karyawan baru di apotek ini .
Jarak kami masuk masuk hanya selang beberapa hari saja . Seperti aku dan Lena , Lena sudah dua hari sebelum aku datang . Itu pun ia masih shift pagi . Setelah aku datang baru kami di bagi dua shift . Aku dan Lena lah yang pertama kebagian shift malam .
Aku menghela nafas ,
" Masa baru sehari udah nyerah Ni .. Payah kamu , ayo semangat " batin ku menyemangati diri ku sendiri
" Semoga Lena juga tidak menyerah " gumam ku.
Kemudian aku pun terlelap .
●●●●●●
Keesokkan sore nya , aku dan Lena kembali berjaga . Ku lihat dinding menunjukkan pukul sembilan lewat sepuluh .
" Ini kok tumben baru jam segini udah sepi .. Biasa nya masih ada pembeli yang datang .
Ni ac juga kenapa dingin banget yaa sampe merinding padahal volume nya udah kecil . Kecilin lagi deh " gumam ku
" Ngapain yaa .. Nyapu aja deh " batin ku
Aku pun segera ke ruangan belakang mengambil sapu dan serokan .
Saat melewati ruangan stok , aku melihat Lena sedang duduk di pojok . Di depan rak - rak yang berjajar menyimpan stok obat .
Ia terlihat menunduk , namun aku tidak dapat melihat jelas apakah Lena menunduk itu sedang membaca , tidur atau apa .
Seketika bulu kuduk ku meremang , ku urungkan niat untuk menyapa Lena . Lalu aku segera melanjutkan jalan ke ruangan belakang .
Setelah selesai menyapu , segera ku kembalikan sapu dan serokan ke belakang .
Saat aku ingin kembali ke depan , aku melihat Lena turun dari lantai atas . Dengan membawa dua buah buku tebal dan sebuah pulpen . Ia berjalan turun sambil meregangkan tangan dan leher nya .
" Duuh pegell banget .. Besok giliran kamu yang input ya Ni .. Gantian , hehe " ucap Lena sesampai nya di hadapan ku
" Hei .. Kenapa bengong ? Kayak lihat siapa aja " lanjut Lena
" Kka.. Kamu sejak kapan di atas , Len ?" tanya ku , sambil menahan tubuh ku yang sudah merinding hebat
" Dari tadi .. sehabis magrib langsung ke atas . Kamu kan tau data kemarin belum ku input jadi yaa aku input sekarang . Ini juga baru separuh nya .. Kenapa Ni ?" tanya Lena santai
" Terus yang barusan aku lihat siapa, Len ? Baju nya sama , rambut nya sama .. Cuma .. cuma .." aku tidak sanggup melanjutkan, tenggorokan ku tiba - tiba tercekat
" Cuma ..Apa ..,Ni ?" tanya Lena yang mulai gemetar
" Wajah nya ga keliatan jelas karena nunduk " ucap ku dengan suara bergetar pula
Lena terperangah , ia sangat terkejut .. Tatapan mata nya terlihat ketakutan . Tangan nya pun mulai mengusap - usap tengkuk nya .
Aku hanya diam mematung, kami saling pandang tidak berani melewati ruangan stok .
Sementara itu dari ruangan stok , terdengar suara - suara . Suara itu seperti suara ketika orang sedang merapikan barang , suara kursi di tarik , dan suara langkah seperti orang yang sedang mondar - mandir .
Di ruangan belakang bersebelahan dengan tempat menaruh perlengkapan kebersihan terdapat sebuah kamar mandi dan juga washtafel .
Tiba - tiba terdengar suara air mengalir dari arah washtafel , yang berada di belakang kami .
Membuat aku dan Lena semakin merinding , peluh membasahi tubuh kami berdua . Kami tidak berani menengok ke belakang .
Kami saling menempel satu sama lain , berpegangan tangan . Ku lihat wajah lena terlihat pucat , tangan nya dingin dan gemetar .
Ku rasakan tubuh ku lunglai hingga tanpa terasa aku merosot dan terduduk di lantai , demikian pun Lena .
Kami berdua duduk di pojok , saling berpelukan . Mulut kami komat kamit , membaca doa yang kami bisa walau pun bacaan kami menjadi tidak terarah dan ngawur .
Tak lama kemudian suara - suara tersebut menghilang , suasana menjadi sunyi dan mencekam .
Criingg ,
Suara pintu depan apotek terbuka .. Owner memang meletakkan lonceng kecil di atas pintu sehingga menimbulkan bunyi jika ada yang masuk . Dan itu juga menjadi tanda bagi karyawan bahwa ada pelanggan yang datang .
Aku dan Lena pun menunggu , berharap mendengar suara pelanggan memanggil .. Semenit , dua menit , tiga menit hingga hampir lima menit kami menunggu tidak terdengar apa pun .
Akhir nya aku dan Lena memutuskan untuk mengintip . Kami jalan jongkok perlahan , melirik sekejap ke dalam ruangan stok .. kosong .
Aku dan Lena menarik nafas lega , kemudian kami pun berdiri dan terbengong karena mendapati pintu masih tertutup rapat . Tidak ada yang datang atau pun masuk .
Kami pun bergegas beres - beres karena jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas berarti setengah jam lagi shift kami akan berakhir .
Saat ini aku sudah berada di kos an , rasa nya seluruh tubuh ini terasa pegal semua .
●●●●●●
Keesokkan pagi nya , aku terbangun dengan nafas tersengal - sengal dan keringat membanjiri tubuh ku .
Ku lihat ke sekeliling ku ,
" Aahh di kamar .. Di kamar kos an ternyata " gumam ku sambil mengelus dada menenangkan jantung ku yang masih berdegup kencang
" Duuhh serem banget , mimpi apa sih aku yaa .. Terasa nyata banget , maksud nya apa ?" lanjut ku sambil memijit - mijit kepala ku yang terasa sedikit pusing
Tuut tuutt tuutt .. Suara ponsel ku berbunyi . Ku lihat di layar nama Lena tertera .. Segera ku angkat ..
" Haloo Len " sapa ku
" Ni, nanti siang aku ke kos an mu ya .. Ada yang ingin ku bicarakan , abis itu kita bareng ke apotek nya " ucap Lena
" Okee siip, ku tunggu Len " jawab ku singkat
Setelah mematikan ponsel , aku pun membersihkan diri dan bersiap untuk membeli sarapan di warung nasi uduk di belakang kos an.
●●●●●●
Siang hari nya Lena sudah sampai di kos an ku .
Took tok tookk .. Aku segera membuka pintu kamar ku .
" Haii .. Masuk ,Len " sapa ku sambil tersenyum
" Heii .. Kita makan siang dulu yuukk , udah hampir jam dua belas nih " ucap Lena sambil mengeluarkan dua bungkus nasi padang
" Okeeyy " jawab ku sumringah . Segera kubawakan dua buah piring dan air minum nya
Setelah makan , kami masih belum ada pembicaraan .. Hingga ,
" Makasii ya nasi padang nya , Len " ucap ku memecahkan kesunyian .
" Iya sama - sama Ni " jawab Lena singkat , tapi dari raut wajah nya aku melihat ada sesuatu yang di sembunyikan
" Len .." ku panggil Lena , namun ia diam saja . Tatapan mata nya kosong
" Len .. Heii , Lenaa " panggil ku lagi
" eeh .. Ya.. Iyaa , kenapa Ni ?" tanya nya
" Kamu yang kenapa ? Abis makan kok melamun .. Coba atuh cerita , ada apa ?" tanya ku
Hhhh ..,Lena pun menghela nafas
" Aku ingin tahu , apa kamu masih ingin kerja di apotek itu Ni ? Setelah kita mengalami hal - hal itu " tanya Lena dengan tatapan cemas
" Awalnya aku juga bingung .. Jujur, aku takut Len ..
Tapi saat terbayang wajah adik dan ibu ku , aku bertekad akan melanjutkan kerja di sana sampai dapat kerjaan yang lebih baik lagi .
Aku juga sebenar nya khawatir kamu menyerah, kalau kamu nyerah nanti aku sama siapa dong " ucap ku panjang lebar sambil menyembunyikan ke khawatiran ku
" Aku juga ingin lanjut, tapi aku bingung .. Apa kita sanggup ya Ni , melewati ini tiap malam ?" ucap Lena
Aku pun diam ,,Lena juga terdiam .. Kami sibuk dengan pikiran masing - masing .
" Oiya Len , semalam aku mimpi ... Aneh, terasa nyata sekali " ucap ku
" Mimpi apa , coba cerita Ni " pinta Lena
Nia Pov ,
Aku terbangun dari tidur karena haus , namun setelah kesadaran ku penuh aku terkejut mendapati diri ku bukan berada di dalam kamar kos .
Aku berada di sebuah bangunan berlantai dua , di sana aku melihat beberapa orang sedang duduk di sebuah ruangan .
Satu per satu mereka di panggil ke dalam sebuah ruangan .
Awal nya aku hanya diam memperhatikan , tiba giliran yang terakhir di panggil ke dalam . Karena rasa penasaran , aku pun mengikuti pria tersebut .
Terlihat seorang wanita muda nan cantik duduk di balik meja , di leher nya menggantung sebuah stetoskop .
Mereka tidak melihat ku , hanya aku saja yang dapat melihat mereka semua .
" Keluhan nya apa, pak ?" tanya wanita itu
Setelah menyebutkan keluhan dan di periksa , pria tersebut pulang dengan membawa obat yang di berikan oleh dokter .
Hari berikut nya , Nia melihat dokter wanita tersebut kedatangan seorang pria .
" Yuukk masuk , Ren " ajak dokter wanita itu
" Kenapa tiba - tiba nelpon aku , kangen yaa " ledek pria itu
Dokter wanita itu hanya mencibir nya ,
" Ren , aku dapat beasiswa ke Swiss .. Bisa ga aku minta tolong kamu ngurus klinik ku ?" tanya nya
" Duuhh gimana ya, Dit .. Jadwal praktek ku padat , aku juga buka di rumah " ucap nya
" Gimana kalau yang di rumah kamu , di pindah ke sini aja , Rendra ? Sekalian kamu obatin pasien - pasien langganan ku juga " pinta dokter wanita tersebut yang bernama Dita
Rendra nampak berpikir sejenak , kemudian ia pun mengangguk - angguk
" Horeee , makasii ya Ren .. Kamu emang sahabat paling the best deh " ucap Dokter Dita
" Kapan mulai berangkat ?" tanya dokter Rendra
" Minggu depan " jawab dokter Dita
" Oohh,ya udah nanti aku atur kalau gitu .
Aku pamit ya ,,masih ada praktek nih " ucap dokter Rendra sambil melambaikan tangan nya dan melangkah keluar
" Hati - hati Ren .. Nanti kita kontekan lagi ya " teriak dokter Dita dari dalam ruangan nya
Dua minggu berlalu , dokter Dita sudah berangkat ke Swiss . Kini klinik di ambil alih oleh dokter Rendra .
Setelah dua bulan , karyawan dokter Dita di berhentikan , di ganti dengan karyawan dari dokter Rendra .
Nia yang menyaksikan itu ikut bersedih , ia merasa kan bagaimana kehilangan pekerjaan .
Kemudian Nia pun di bawa ke kilas berikut nya , di mana dia menyaksikan sisi kelam dokter Rendra .
Ketika itu datang perempuan muda bersama pria yang seusia nya .
Tak lama kemudian Nia mendengar suara perempuan itu menjerit , Nia pun segera menghampiri .
" Ya Allah .." gumam Nia sambil menutup wajah nya .
Ia melihat darah dan juga bayi yang belum sempurna bentuk nya . Dengan sigap asisten dokter Rendra membersihkan darah tersebut , termasuk bayi malang itu . Dan membawa nya entah kemana .
Kilas berikut nya , Nia melihat kedatangan dokter Dita . Nia senang bukan main , ia berharap dokter dita dapat menghentikan kelakuan dokter Rendra .
" Haaii Dit .. Sudah sampai " sapa dokter Rendra santai
" Iyaa, gimana .. Selama aku pergi , ada masalah ga Ren ?" tanya nya
" Hanya sedikit , itu juga sudah aku bereskan " ucap dokter Rendra
" Oyaa , masalah apa itu ?" tanya dokter Dita kembali
" Setelah kamu pergi , ku perhatikan karyawan mu bekerja nya jadi malas - malasan ... Stok obat banyak yang tidak di kontrol sehingga banyak yang kadaluwarsa , lebih banyak ngobrol dan bersantai .
Jadi akhir nya aku putuskan untuk memberi pesangon yang cukup besar , daripada klinik menjadi rugi dan bercitra buruk . Masa pasien mau di kasih obat yang kadaluwarsa , ya kan ga mungkin lah ... Aku harap kamu tidak kecewa dengan keputusan ku ini, Dit " ucap dokter Rendra panjang lebar
" Fitnah " ucap ku pelan
" Oohh gitu, ya sudah ga pa - pa , yang penting klinik tetap berjalan .. Pasien semua nya sehat , itu saja Ren
Oya , untuk jadwal praktek kamu mau nya gimana .. Aku ngikut aja " ucap dokter Dita
" Karena kamu sudah kembali , jadi aku mau melanjutkan praktek di rumah ku aja .. Biar ada waktu istirahat .. Boleh kan , Dit " ucap dokter Rendra
" Ya sudah kalau begitu , aku makasii banget lho sama kamu , Ren .. " ucap dokter Dita
Kemudian Nia pun melihat dokter Dita menerima karyawan baru untuk di klinik nya . Karena karyawan dokter Rendra sudah di tarik semua .
Beberapa waktu kemudian , datanglah sepasang lelaki dan wanita ke klinik dokter Dita .
" Apaaa ... Di gugurkan , aborsi maksud kalian ? Maaf klinik ini tidak melakukan praktek aborsi . Itu ilegal .. Saran saya sebaiknya kalian menikah saja " ucap dokter Dita
" Tapi sebelum nya kami melakukan aborsi di sini bersama dengan dokter pria kok , dok .. Maka nya kami kembali lagi ke sini untuk yang kedua kali nya " ucap si pria itu
Namun dokter Dita tetap tidak mau melakukan , ia pun menyuruh pasangan itu pergi . Kemudian menelpon dokter Rendra . Lalu dokter Dita pun pergi meninggalkan klinik.
Hari berikut nya saat karyawan dokter Dita pulang, tinggal lah dokter Dita sendirian di klinik .
Saat ia akan pulang, ia mendengar langkah kaki masuk .
" Mau apa kamu ke sini " ucap dokter Dita ketus
" Ayo lah Dit , aku kan sudah minta maaf .. Tolong jangan laporkan aku ya " rengek dokter Rendra
" Gila kamu ya , menjadi kan klinik ku praktek ilegal .. Tega banget kamu , Ren . Aku kecewa banget sama kamu .
Memang nya masih kurang banyak uang yang kamu dapat dari praktek legal ?" ucap dokter Dita emosi
" Iyaa iyaaa , kan aku sudah meninggalkan klinik kamu .. Jadi kamu aman . Aku juga sudah minta maaf , jadi jangan ungkit ini lagi ya .. Kita berteman lagi ya Dit " bujuk dokter Rendra
" Kamu harus berhenti melakukan praktek ilegal itu , baru aku akan memaafkan dan tidak mengungkit lagi .. " ucap dokter Dita tanpa menoleh ke arah dokter Rendra
Dokter Rendra pun menghela nafas, ia keluar ruangan tanpa permisi .
Dokter Dita mengira dokter Rendra sudah pulang , namun ia salah .. Dokter Rendra kembali , dengan membawa sebuah tali tambang dan kunci setir .
Ia memukul kepala dokter Dita hingga berdarah, saat dokter Dita terjatuh , ia langsung mengikat leher nya hingga dokter Dita lemas dan tak bernafas lagi .
Kemudian ia pun memasukkan tubuh dokter Dita ke dalam sebuah plastik besar , lalu menidurkan nya di ruangan paling belakang . Ia mengambil semen dan mulai mengaduk nya dengan air , sebelum itu ia juga menaruh beberapa batu bata di sekeliling tubuh dokter Dita , lalu menutup dengan papan . Ia tuangkan cairan semen itu ke atas nya hingga tertutup rapat .
Kemudian ia tutupi kembali dengan rak buku yang besar .
" Nah selesai ... Untung aku sudah persiapan .
Sekarang kamu tidak bisa mengacaukan pekerjaan ku lagi , Dit " ucap dokter Rendra dengan sumringah
Ia pun membersihkan dan merapikan semua nya agar tidak terlihat mencurigakan.
Karena dokter Dita tak kunjung datang akhir nya klinik pun di tutup . Dan di biarkan kosong tak terawat selama bertahun - tahun .
Hingga sekarang , klinik itu di ambil alih dan di ubah menjadi sebuah apotek oleh atasan kita , Len .
Pov Nia end
" Kita harus bicarakan ini sama bu Windi , Ni . Aku telpon dulu ya " ucap Lena
Aku pun mengangguk setuju .
Aku dan Lena berangkat ke apotek untuk kerja shift malam seperti biasa . Selepas magrib, bu Windi pun datang bersama suami nya .
Aku dan Lena pun menceritakan tentang suasana kerja , dan juga mimpi ku .
Meski pun ragu namun bu Wiwin ingin memastikan apakah mimpi ku itu sebagai sebuah petunjuk atau sekedar mimpi . Karena selama ini keluarga dan pihak polisi masih belum menemukan keberadaan dokter Dita .
Malam ini menjadi malam yang panjang , suami bu Windi pun menelpon polisi .. Lalu mereka mendorong rak buku besar , ternyata di balik rak buku itu terdapat gundukan semen seperti yang di ceritakan Nia .
Mereka membongkar gundukkan semen tersebut , kemudian terdengar suara histeris bu Windi menyebut nama Dita .. Ia menangis lalu jatuh pingsan .
Malam nya aku bermimpi bertemu seorang dokter muda yang cantik , ia tersenyum sambil menganggukkan kepala nya kepadaku . Ia adalah dokter Dita .
Aku pun tersenyum dan menganggukkan kepala ku , lalu dokter Dita pun menghilang dari pandangan ku .
●●●●●●
Dan hari ini aku dan Lena kembali bekerja seperti biasa , melanjutkan shift malam .
Namun suasana kali ini berbeda , lebih tenang . Tidak ada suara - suara atau pun penampakan yang menyeramkan lagi .
Pembeli pun masih ramai hingga menjelang apotik tutup .
Tamat.