TRAGEDI DI BUMI PERKEMAHAN
Namaku Ayu umurku sekarang 32 tahun. Aku akan menceritakan tentang Tragedi di Bumi Perkemahan. Kisah ini terjadi 15 tahun yang lalu. Waktu itu aku masih duduk dibangku SMA terfavorit dikotaku.
“ Ayu!!!!……..” seruan temanku Shela memekakan telingaku.
Shela adalah temanku sejak SMP kami sama sama sekolah di SMA Favorite dan mendapatkan kelas yang sama.
“ Kenapa Shel” jawabku
“ Kamu sudah memutuskan ikut kegiatan ektrakulikuler apa Yu” Tanya Shela
“ Bolehkah tidak ikut kegiatan ekstrakulikuler” tanyaku nyengir
Sebenarnya aku malas untuk ikut kegiatan ekstrakulikuler. Karena, kalau ikut kegiatan pasti aku akan pulang hampir mahgrib dan itu semua akan memotong waktuku dirumah membantu kedua orang tuaku. Bunda memiliki minimarket dan untuk sore pukul 15:00 karyawan sudah pulang. Jadi sisanya untuk Bundaku yang menjaga sendiri dibantu olehku. Ayahku bekerja di salah satu perusahaan swasta dikotaku dan kalau tidak lembur ayah pulang pukul 16:00 dari perusahaan sampai rumah mungkin sekitar pukul 16:30. Kalau lembur ayah bisa pulang sekitar pukul 18:30. Kasihan bunda jika ayah lembur atau saat ayah ditugaskan keluar kota dan aku juga pulang larut.
Sedangkan mengikuti kegiatan ekstra ini diwajibkan oleh pihak sekolah. Mungkin tujuannya untuk menggali kemampuan siswa. Saat disekolah aku akan merasa sangat senang namun saat kegiatan usai aku merasa bersalah tidak membantu Bunda. Aku dua bersaudara kakaku masih melanjutkan pendidikannya di tingkat perguruan tinggi yang berada diluar kota.
“ Hem… kayaknya diwajibin ikut yu…” jelas Shela
“ Bukannya bagus kalau kita ikut kegiatan? Kita akan menambah wawasan, pengalaman, teman dan yang jelas ilmu?” papar Shela
Aku pikir benar juga yang dikatakan oleh Shela semua memang untuk kita. Membuat kita mengerti dunia luar selain belajar. Merefres otak dengan bertemu orang banyak, tidak selalu memikirkan rumus Fisika, Matematika dan Kimia.
“Kuy lah aku ikut PMR (Palang Merah Remaja)” jawabku penuh binar
“ Ciye yang cita cita mau jadi perawat marilah gas” kata Shela
“ Bentar bentar “ kataku menahan langkah Shela
“ Kenapa?” Kata Shela menunjukan muka keheranan
“Kamu ikut PMR juga?” tanyaku
“ Ya dong… kita khan Soulmate” begitu kata Shela
Kalau jaman dahulu mengatakan teman dekat dengan soulmate kalau sekarang lebih terkenal dengan sebutan bestie. Oke aku piker taka da salahnya aku ikut kegiatan mumpung masih muda. Bukankah masa Abu – abu adalah masa – masa yang paling indah. Untuk Bunda mungkin nanti aku akan meminta ijin tidak bisa sering – sering membantu lagi.
Tet…. Tet….. Tet…. Bel jam istirhata telah usai siswa kembali masuk kekelas masing – masing untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Para siswa menempati tempat duduk masing – masing menyiapkan amunisi pelengkap mata pelajaran agar materi yang disampaikan oleh guru pendidik semua terserap dan tercatat dengan sempurna.
Malam telah menyapa kami sekeluarga sedang bersantai di ruang keluarga menonton Televisi samba mengobrol. Daritadi aku duduk gelisah mata focus kelayar Televisi sedangkan otaku melang – lang kesana kemari. Dantingkahku ternyata tidak luput dari pandangan dari Ayah dan Bunda.
“ Kamu kenapa Yu ?” Tanya Ayah
“Apakah ada masalah disekolah? Atau ada yang mengganggu kamu di Sekolah”? Tanya ayah lagi
Mataku melotot dan mulut menganga saking kaetnya dengan pertanyaan Ayah apa maksudnya dengan ada yang mengganggu disekolah.
“ Awas Yu tutup mulutmu nanti lalat masuk” kata bunda sampai terkikik melihat tingkahku.
“Hem.. lagian ayah ada ada aja nanyain ada yang ganggu mang Ayu sekolah di area Preman” kataku mencairkan suasana
“Iya deh yang sekolah disekolah favorite” Kata Ayah menggoda
Ya disekolahku memang belum ada dan tidak ada kasusu bullying karena peraturan dari sekolah yang melakukan tindakakn bullying harus siap siap di DO (Drop Out) dari sekolah. Dan jika sudah di DO pasti akan susah untuk masuk ke universitas favorite Negri ini. Mungkin karena ketegasan pihak sekolah membuat siswa juga takut untuk melanggar.
“ Hem.. Yah?” kataku pelan
“APa Yu minta tambahan uang saku?” Tanya ayah lagi
“ Is… ayah ini… aku belum selesai malah ayah motong pembicaraanku” kataku merajuk sambil memonyongkan bibirku
“ Apa sayang..” kata ayah sambil membelai rambutku
Aku enarik nafas panjang dan menghembuskannya berualangkali untuk menetralkan perasaanku. Memantapkan hati untuk meminta ijin kepada Ayah dan Bunda. Aku lihat Yaha dan Bunda focus menatapku lekat menunggu aku berbicara.
“ Apakah Ayah masih sering lembur” tanyaku mencoba mencari jalan yang mulus dengan menanyakan kegiatan ayah.
“Trus….” Kata Ayah seperti menunggu kelanjutan kata kataku
“ Is… ya dijawab yahhh” kataku mencebikan bibir
“ lah tadi katanya tidak boleh memotong pembicaraan “ kata Ayah ketawa sama bunda
Aku hanya bisa merotasi mataku malas sambil memikirkan benar apa yang dikatakan Ayah tadi aku protes saat ayah memotong pembicaraanku. Entah kenapa susah sekali mau meminta ijin sama ayah dan bunda padahal ini meminta ijin untuk kegiatan positif bukan untuk nongkrong dengan teman – teman. Hem… entahlah membayangkan Bunda letih beberes Minimarket dan rumah sendirian aku tidak tega melihatnya.
“Ada apa sebenarnya sayang?” Tanya bunda penuh kelembutan
“ Bicaralah Bunda dan Ayah akan mendengarkan” kata bunda lagi menatap aku dengan tatapan teduh
“ Hem… itu buda bolehkah Ayu ikut kegiatan ekstra disekolah Bun? Soalnya diwajibkan mengikuti kegiatan Ekstra disekolah minimal satu dan Ayu tertarik ikut PMR Bun.Bunda tahu khan PMR? PMR itu singkatan dari Palang Merah Remaja. Senang saja Ayu melihat kegiatan itu sering ada latihan menolong korban dan kegiatannya berkecimpung di Kesehatan”.Kataku menjelaskan dengan antusias
“ Tapi sebenarnya kalau Ayu ikut kegiatan kasihan bunda dirumah sendirian kalau ditinggal sama Ayah lembur atau tugas keluar kota”. Kataku sendu
“ Sudah” Tanya bunda dengan seuara khas kelembutan seorang Ibu
Aku hanya menjawab dengan anggukan kepala.
“ Ayu… tatap bunda” kata Bunda menangkup pipiku hingga aku bisa melihat tatapan teduh bunda
“ Ikut saja kegiatan itu Yu, nikmatilah masa remaja kamu. Asal itu masih kegiatan positif Bunda akan mendukung. Lukislah prestasimu bukan hanya diakademik Yu. Kamu sekarang sudah SMA harus memperbanyak wawasan dan teman. Dengan syarat kamu harus bisa menjaga diri kamu baik – baik. Jangan pernah kecewakan Ayah dan Bunda” Kata Bunda penuh kelembutan
“ Tapi bagaimana dengan Buda?” tanyaku
“ Bagaimana apanya bukankah Bunda sudah mengijinkan?” Tanya Bunda dengan kebingungan
“ Bunda nanti dirumah dengan siapa? Siapa yang menjaga bunda kalu Ayah lembur sampai larut atau kalau ayah keluar kota?” Tanyaku menyampaikan unek unek
“ oh… so sweet ternyata anak bunda sudah berpikir dewasa ya? Kata Buna sambil memeluku
“ Dengar Ayu sayang anak bunda yang cantik. Bunda tidak apa apa khan sekarang ada bik Yem yang membantu ngurus Rumah, masak dan bantuin Bunda diminimarket kalau sore hari sampai malam” Jelas Bunda
“ Jadi Ayu gak usah khawatirkan Bunda” kata Bunda lagi
“Bik Yem siapa Bun?”tanyaku bingung
“ Ooo iya bunda lupa ngasih tau Ayu kalau mulai besok sudah ada ART yang akan membantu Bunda umurnya mungkin 15 tahun lebih tua dari bunda” kata Bunda lagi
“Wah… senangnya…” kataku sumringah
“ Jadi benar Ayu diijinkan Bunda? Tanyaku lagi
“ Boleh sayang?” kata Bunda
“ Ayah?” Tanyaku melayangkan tatapan memohon kepada Ayah
“ Ayah sihh oke asal kamu bisa jaga diri” kata ayah lagi
“ Yess….!!!!” Kataku girang. Saking girangnya sampai aku jingkrak jingkrak.
“ Terima kasih Ayah… Bunda“kataku mencium pipi kedua orangtuaku
Ayah hanya geleng – geleng kepala mmelihat tingkahku yang seperti anak kecil mendapatkan mainanya.
“ Sama – sama sayang… ya sudah ini sudah larut kamu tidur dulu besok khan sekolah” kata bunda
“ Oke Ayu tidur dulu yaaa malam Ayah Bunda” kataku
Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan Sudah ada dua bulan Ayu aktif dikegiatan PMR. Setiap satu minggu tiga kali aan diadakan Latihan pembekalan materi dan praktek lapangan dari tali temali sampai praktek mengevakuasi korban bencana. Semua dilakukan oleh anggota PMR dengan senang hati.
Pagi menyapa kegiatan seperti biasa bangun pagi mandi sarapan dan berangkat sekolah. Hari ini kegiatan lumayan padat, setelah selesai mengikuti pelajaran semua anggota PMR berkumpul di ruang pemaparan.
“ Salam Kemanusiaan!!” begitu kakak ketua PMR membuka peremuan kali ini
“ Salam!!!” jawab para anggota serempak tidak lupa sambil menampilkan gengaman tangan kanan.
“ Oke seperti yang sudah kalian ketahui bahwa satu mingu lagi kita akan melaksanakn DIKLAT (Pendidikan dan Latihan) PMR se provinsi yang akan dilaksanakan satu minggu lagi, jadi kalian semua dikumpulkan disini untuk mengambil formulir yang akan diisi oleh orang tua kalian. Dan persetujuan dari orang tua kalian. DIKLAT ini dilaksanakan untuk melatih kalian dan menambah wawasan serta mempraktekannya secara langsung dilapangan. Setelah DIKLAT kalian akan mendapatkan KTA dari PMI seperti ini “ terang kakak ketua menjelaskan sambil menampilkan KTA dengan rasa bangga.
“ Intruksi kak” Tanya salah satu anggota
“ Ya silahkan” kata Ketua
“ Berapa lama Diklat ini kak” Tanya Anggota lagi
“ 3 hari 2 malam” jawab singkat kakak ketua
“ Oke ada pertanyaan lagi” Tanya kaka ketua kembali
“ Jika tdak ada pertanyaan formulir akan dibagikan oleh wakil saya. Jangan lupa paling lambat 2 hari lagi harus sudah dikumpul. Dan jangan lupa bawa persiapan perkemahan untuk keperluan pribadi baju panjang dan trening panjang perlengkapan mandi dan perlengkapan ibadah disiapkan masing masing individu. Untuk keperluan perkemahan alat masak kami yang akan menyiapkannya. “ terang kakak ketua
“ oke saya rasa cukup karena hari sudah menejalang sore jadi saya rasa cukup sekian pertemuan kita hari ini. Salam Kemanusiaan!!!!” ucap kaka ketua menutup pertemuan hari ini.
Hari berganti minggu tepat hari Ini hari Kamis kami berangkat kelokasi Diklat yang terletak di pinggiran Kota. Kami berangkat pagi menaiki bus yang disewa oleh pihak sekolah untuk melepas anggota PMR yang akan melaksanakan DIKLAT. Diklat ini diikuti oleh 20 sekolah di provinsiku masing masing sekolah mengirimkan 2 regu satu regu putra satu regu putri .Sudah bisa dibayangkan bagaimana ramai dan meriahnya nanti DIKLAT ini wahhh aku tidak sabar agar segera sampai ditempat tujuan. Aku sedikit tercengang begitu sampai dilokasi alangkah kagetnya aku lokasi perkemahannya bersebelahan dengan pemakaman.
‘What The Heel’ Umpatku dalam hati
Dan sejauh mata memandang di pemakamn itu berdekatan dengan lapangan perkemahan aku melihat ada makam baru. Dan itu jelas baru arena aku melihat kerandanya pun masih disitu berarti baru selesai memakamkan. Oh my God pekiku dalam hati. Namun aku mencoba tenang walau aku lihat wajah wajah anggota baru mulai agak tegang sama denganku walau aku sembunyikan dengan senyuman.
Sampai disana kami semua lansung bagi tugas dari persiapan memasang tenda, menyusun semua barang – barang prsiapan DIKLAT, perlengkapan memasak, Pembuatan dapur umum untuk team dari sekolahku. 13: 00 kami upacara pembukaan perkemahan sampai dengan sambutan sambutan dari anggota PMI. Setelah upacara pukul 14:00 kita diberikan materi dan arahan arahan bagaiman tugas PMR harus berguna bagi masyarakat. Samapi pukul 16:00 kami istirahat dan mandi. Setelah itu makan yang aku tidak tau ternyata makan menggunakan waktu begitu bunyi pluit waktu makan habis sedangkan aku baru saja menyuap nasi satu sendok. Menahan perut lapar dan dongkol karena baru makan sedikit sedangkan kegiatan tadi padat sekali dan aku sekarang laperrrr bangett.
Pukul 19:00 sesi petrkenalan samapi pukul 21:00 kami semua istirahat. Sebelum kami kembali ketenda masing – masing kami diberikan pengarahan bahwa nanti malam pukul 24:00 akan dilaksanakan uji mental. Karena aku sudah sangat lelah akupun tak menyimak dan langsung tidur aja. Benar saja tepat puku 24:00 kami dibangunkan dengan bunyi peluit emergency semua anggota ketar ketir lari ketengah lapangan.
“ Selamat malam adik – adik” sapa ketua panitia
“ malam kak” balas anggota
“Kurang semangat!! “ kata ketua panitia
“ Salam kemanusiaan!!!” ucapnya
“Salam!!!!!” jawab semua anggota kompak
“ Ingat menjadi anggota PMR harus didiplin, waspada, cekatan dan pemberani bagaiman kalian akan menolong orang kalau kalian saja tidak waspada? Kalian semua telat 15 menit untuk berkumpul “ ucap panitia
“ Oke untuk mempersingkat waktu kita mulai saja memilih peserta pertama yang akan uji keberanian” katanya
Panitia mengarahkan senter kepada para anggota hingga aku terpilih peserta pertama.Mungkin hari ini hari sialku. Aku terpilih menjadi peserta pertama dan seorang diri oh My God.
Aku maju kedepan dengan kaki gemetar mau disuruh ngapain batinku malam malam begini.
“Sudah tau bagaimana cara tes ujinya” kata ketua panitia menatapku tajam
“Hah apa kak” kataku bingung karena memang aku dari tadi terkantuk kantuk jadi tidak mendengarkan penjelasan panitia
Ck kudengar ketua panitia berdecak kesal menatapku
“Oke karena kamu peserta pertama jadi saya jelasin ulang nanti kamu jalan dari arah palang keluar terus berjalan nanti ada petunjuk obat nyamuk yang menyala, nanti kalau kamu bertemu dengan kumpulan orang kamu ucapakan memori kak… nah kalau orang itu jawab dengan salvareno berarti dia panitia nanti disetiap pos panitia kamu diberikan pengarahan dan pertanyaan kamu ikuti saja tetapi kalau orang yang kamu beri salam tidak menjawab salvareno berarti itu bukan panitia kamu jalan lurus aja” terang ketua panitia
“ Ya kak mengerti” jawabku
“ oke silahkan kamu mulai berjalan menyusuri jalan itu ikuti petunjuk obat nyamuk yang menyala” kata panitia satunya lagi
Akupun mulai berjalan menyusuri jalan tengah malam dengan petunjuk obat nyamuk yang dipasang. Batinku sebenarnya menjerit ketakutan apakah aku sanggup menjalaninya? Hingga aku bertemu perkumpulan orang dipos.
“ Memori kak” kataku
“ Salvareno …” jawabnya panitia perempuan
“ Siapa namamu “ Tanya panitia
Akupun menyebutkan nama da asal sekolah setelah itu aku diberikan pengarahan untuk berjalan lurus
Mengikuti petunjuk, setelah menigkuti aku sampai dipos dua aku disana tidak ditanya Tanya hanya disruh jalan lurus dan anti akan bertemu pos ketiga tepatnya pas pojok perkemahan katanya berarti sebelah pemakman batinku. Tiba – tiba aku merinding namun aku terus berjalan lurus sampai aku bertemu dengan 2 orang laki laki menggunakan hoodie dan menutup keplanya.
“ Memori kak…” sapaku
“ Salvareno” dua lelaki berhodie itu dengan dingin dan anehnya dia tidak mau melihatku dia menatap arah lain
“ jalan terus aja “ begitu kata pria berhodie tersebut
Aku mau protes sebenarnya bukankah ini adalah pos terakhir? Kenapa aku disuruh terus harusnya aku berhenti disini dan menunggu teman – teman yang lain. Tetapi aku tak berani berucap apapun bulu kudukupun sudah merinding toh dia menjawab “ salvareno” pikirku berarti dia panitia dan aku harus mengikuti arahannya akupun melangkah terus namun saat aku melewati daerah pemakaman samar – samar aku mendengar suara lonnd teng….. begitu. Aku sudah ketakutan aku menengok kebelakang tidak ada siapa siapa kosong.
“ Kemana kakak panitia tadi” pikirku
Akupun melanjutkan langkahku ternyata ada petunjuk obat nyamuk yang menyala sepanjang jalan akupun mengikuti arah obat nyamuk itu. Entah sudah berapa kali aku berputar putar ditempat semula perasaanku berkata aku hanya melewati jalan ini ini saja tapi kenapa aku tidak sampai ditempat perkemahan kami. Kakiku rasanya sudah pegal dari tadi berjalan namun tak kunjung menemukan tempat berkemah kami. Tapi petunjuk obat nyamuk itu masih ada menyala sepanjang jalan akupun mengikutinya Hingga aku sampai dikuburan Tua terdengar suara gagak disana aku terus menyusuri jalan mengikuti petunjuk obat nyamuk. San saat aku sudah diujung pemakan tua aku seperti terhempas badanku lemas luruh ketanah. Untuk beberapa saat aku langsung sadar sepertinya aku tersesat atau ada yang menyesatkanku akupun tidak tau. Aku pandang sekeliling hanya kegelapan yang Nampak dan tidak ada lagi obat nyamuk menyala yang menjadi petunjuk yang dari tadi aku ikuti. Ingin menangis percuma berteriakpun tak berguna pikirku. Karena aku hanya seorang diri dipemakan tua ini. Tiba – tiba aku teringat akan ayah dan bunda. Aku rindu…….
Aku pasrah aku bersujud memohon kepada yang kuasa agar ditunjukan jalannya aku hanya ingin pulang ke perkemahan agar bisa kembali lagi kepada orang tuaku mohonku. Aku berjalan kembali sepanjang jalan aku selalu melafalkan doa kebaikan mohon petunjuk dan pengampunan dari Sang pemilik hidup. Mungkin salahku saat tadi aku berjalan tidak berdoa dulu terlebih ini tengah malam jadi aku pun berjalan sambil menahan kantuk dan mengakibatkan pikiranku kosong. Bukankah kalau pikiran kita kosong maka jin dan setan akan mudah untuk memasuki raga kita.
Aku terus berjalan seperti ada yang menuntuku, tepat azan subuh aku sampai dipojok lapangan perkemahan ternyata aku lihat disana sudah ramai. Dan seperti orang berlari kesana kemari.
Ku terus berjalan dan aku lihat sepertinya orang – orang itu berlari kearahku aku mau menyampakain salam .
“Memo….” Suaraku terpotong karena seruan seorang laki – laki yang aku piker sepertinya panitia kegiatan ini
“ Siapa nama kamu” tanyanya memegang bahuku
Dan dia langsung mengecek tanda penenalku
“ Oh My God kamu Ayu Permata Sari dari SMA Pusaka?” Tanyanya
“ Iya kak “ jawabku terbata karena akubingung kenapa semua orang berkerumun didepanku memandangku seperti menemukan batu berlian
“ Siapa nama kamu?” ukang panitia lagi
“ Saya Ayu Permata Sari dari SMA Pusaka kak” jawabku tegas
“ Alhamdulillah….” Koor semua orang
“Alhamdulillah Allah Akbar” seru seorang lelaki sepuh memakai sorban yang asing bagiku kalau aku lihat seperti kiayi.
Aku lalu dituntun ketenda anggota PMI untuk istirahat. Aku dengar ketua panitia membubarkan peserta kemah.mereka disuruh untuk beristirahat nanti pukul 09:00 akan diajak berkumpul kembali ditengah lapangan.
Aku didalam tenda anggota PMI ditemani oleh Kak Puja seniorku disekolah ang turut menjadi panitia dan Kak Aldo dari pihak anggota PMI.
“ Yu kamu kemana ajaaa harusnya kamu sudah sampai 30 menit setelah keluar dari pos satu bukankah dipos satu kamu ketemu sama mba?” Tanya kak puja
“ Aku mengikuti petunjuk dari kakak panitia laki laki dipos tiga yang menyuruhku untuk berjalan terus kedepan begtu aku melewati area pemakaman yan aku lihat hanya jalan setapak sama petunjuk obat nyamuk bakar kak. Ya sudah akhirnya aku terus berjalan samapi dikuburan tua kakiku lemes kakk gak kuat jalan trus aku berdoa disana trus akhirnya aku sampai disini” kataku panjang lebar.
Tidak ada tanggapan dari kak Puja maupun Kak Aldo yang aku lihat mereka hanya saling pandang dengan wajah tegang dan kak puja sudah terisak menangis.
“ Sudah – sudah Ayu sekarang istirahat yaa… istirahat disini saja kamu akan ditemani oleh mbak puja disini” kata Kak Aldo
Karena aku terlalu lelah akupun langsung terlelap. Entah berapa jam aku sudah tertidur hingga samar – samar aku mendengar suara ramai diliuar teda PMI. Aku memutuskan bangun dan menggeliat aku lihat sepatuku sudah terlepas perasaan semalam aku masih memakainya pikirku.
“ Ayu, sudah bangun ?” Sapa kak Aldo membuka tenda
“ Kamu mencari sepatumu? Maaf tadi kakak melepasnya tanpa meminta ijin kaka pikir kamu tidak nyaman kalau tidur menggunakan sepatu. Itu Sepatu kamu kak jemur diluar” katanya lagi karena melihat kebingunganku.
“ Eh… iya kak makasih maaf merepotkan “ kataku tak enak hati
“ Ga papa kalau kamu udah enakan bisa gaung sama teman – teman didepan” katanya lagi
“ Iya kak aku kedepan gabung sama teman – teman” kataku berdiri mau keluar
“ Kamu yakin sudah kuat kalau belum mau diambilkan tandu atau kakak gendong “ katanya kembali penuh khawatir.
“ Eh… bisa kak aku kuat, aku kuat jalan sendiri” bantahku
Setelah keluar dari tenda PMI aku diserbu rombongan peserta kemah dari sekolahku mereka semua memeluku dan mengucapkan syukur berkali kali.
Aku menghela nafas panjang, sampai sekarang aku penasaran sebenarnya ada apa ?kenapa semuanya sepertinya tegang walau untuk pagi ini sudah tak setegang tadi subuh saat aku baru sampai, hanya saja dari tadi suara berucap syuku alhamdulillah disertai tangis itu tak berhenti.
Setelah semua reda kami semua duduk dilapangan. Panitia menjelaskan apa yang terjadi semalam akupun kaget ternyata aku hilang dari setengah satu sampai azan subuh. Dan tak lupa ternyata diarea perkemahan juga banyak penampakan banyak yang histeris katanya semalam karena banyak yang melihat penampakan kaki berjalan, tangan melayang, mayat yang hancur terpotong potong dan semua itu disertai angina kencang. Belum lagi aku yang tak kunjung ketemu dan ternyata dekat area perkemahan kami ada tindak kejahatan perampokan menggunakan senjata Api. Jadi aku bayangkan alangkah kacaunya semalam di bumi perkemahan kami. Aku tidak bisa membayangkan kalau yang ditakutkan panitia benar terjadi aku terkena peluru nyasar yang ditembakkan oleh pelaku perampokan. Sampai para panitia mencari sesepuh didekat perkemahan kami untuk mencari keberadaanku, Beliau adalah Kiayi Amir .
“ Nak Ayu sudah sehat sekarang” Tanya pria paruh baya yang menggunakan sorban dan peci
“ Sudah Pak Kiayi” jawabku menunduk
“ Tidak apa semua sudah terjadi jadikan pengalaman, jangan pernah mau terkecohkan oleh setan jangan melamun di Bumi perkemahan ini terlebih tempatnya diarea pemakaman seperti ini” Terang pak Kiyai
“ Iya Pak Kiyai terima kasih untuk semua bantuannya “ kataku penuh syukur
“ Sama – sama Nak” Kata kiyai Amir
“ Ayu…” Sapa ketua panitia ang baru aku tau namanya Kak Radit dating menghampiriku
“Maaf kalau semalam kakak terlalu keras memberikan pengarahan mungkin karena itu kamu menjadi blank sehingga terjadi kejadian mengerikan Ini.
“ Tidak apa kak ini bukan kesalahan kakak aku aja yang sering melamun jadinya malah tersesat begitu” kataku membesarkan hatinya
“ Ya intinya apapun itu kakak minta maaf karena secara tidak langsung kakak turut andil dengan kejadian semalam.
“ Ya kak saya juga minta maaf karena keteledoran saya semua jadi runyam begini” sesalku
“ Ini bukan salah kamu ini kesalahan kita semua terlebih saya sebagai ketua panitia seharusnya tidak perlu melakukan uji mental begitu dan melakukannya di tengah malam begini. Saya minta maaf yang sebesar – besarnya kepada seluruh peserta kemah seprovinsi ini dan kepada ketua PMI saya juga meminta maaf. Maaf semua atas kesalahan saya selama menjadi ketu panitia acara ini” papar kak Radit panjang lebar.
Semua peserta masih menangis mengenang kejadian semalam. Tragedi menyeramkan yang tak pernah aku sangka akan aku alami juga. Ternyata alam bawah sadarku ada yang mengendalikan karena pikiranku kosong sehingga sebangsa jin dan setan mudah untuk merasukiku. Untungnya aku bisa kembali dengan “ mba Siti Maryam” sebagai perantara bantuan dari Sang Pemilik Hidup.
Setelah rembukan semua sekolah, panitia , serta sesepuh didesa ini didapat keputusan bahwa bumi perkemahan akan dibubarkan nati sore jadi semua dipersingkat untuk acara api unggun ditiadakan mengingat banyak peserta kemah yang masih histeris akan kejadian semalam. Kami peserta baru tetap akan mendapatkan KTA PMR sebagai tanda telah lulus mengikuti DIKLAT karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkannya kegiatan perkemahan ini. Acara ditutup dengan berdoa bersama setelah itu lanjut makan bersama, setelah itu para peserta mengemasi perlengkapan kemah semuanya tanpa terkecuali dan membersihkan area perkemahan. Tepat pukul 15:00 kami berkumpul kembali dan membuat lingkaran untuk bersalaman sebelum pulang. Seandainya tidak ada tragedy semalam pasti indah banget suasana perkemahan ini terlebih nanti malam harusnya kami menyalakan Api unggun dan menunjukan kemampuan tiap – tiap sekolah sebagai tanda kemeriahan perkemahan PMR. Namun bukankah Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan sedangkan semua ditentukan oleh takdir sang maha kuasa. Mungkin kegiatan ini akan kami ulang tahun depan dengan menentukan area perkemahan yang lebih aman.
End
Terima kasih untuk para readers yang mau mampir untuk membaca cerita author, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komennya. Ooo iya author juga mencoba membuat sebuah novel mudah mudahan para readers sudi untuk menengok coretan author yang masih tahap pembelajaran. Caranya klik saja foto profil author lalu pilih karya. Disana nanti ada novel author yang berjudul “Penakluk Miss Playgirl” . Terima Kasih banyak ……..