08. - SURAT UNTUK SANG KEKASIH -
Sayangku ...
10 tahun sudah ....
Kita melalui kehidupan tanpa ikatan yang pasti bersama-sama. Bukanlah waktu yang singkat bagi kita untuk membina bahtera cinta, kasih sayang, dan perhatian. Tak terhitung, berapa kali kita bermain dalam lautan asmara. Itulah saat-saat terindah dalam hidup kita.
Tak terhitung, berapa kali kita bertengkar, karena berbeda pendapat. Aku rela melakukan semua yang kau pinta. Aku rela, menyerahkan segala-galanya padamu : Kehormatan, harga diri, keluarga hingga tak ada lagi yang tersisa. Aku rela melakukan itu semua untukmu, meski kita sama-sama tahu bahwa itu adalah DOSA YANG TAK TERAMPUNI, dosa yang kelak harus kita pertanggung jawabkan di akhirat nanti ...
Tak terhitung lagi, berapa kali kau secara sengaja maupun tak sengaja melukai hati dan harga diriku sebagai seorang wanita. Tetapi, aku rela, karena aku mencintai dan menyayangimu setulus hatiku. Akupun tahu, kau juga mencintai dan menyayangiku setulus hatimu ... meski terkadang hadir rasa tidak percaya di antara kita karena berbagai hal. Akupun tahu betapa seringnya kau berdebat dengan orang tuamu, hanya untuk membela nama baikku; hanya untuk memulihkan harga diriku di hadapan mereka, yang sudah kau hancurkan. Aku berterima kasih untuk itu, untuk semua yang telah kau lakukan padaku.
Kita berdua sudah satu jiwa. Aku merasakan apa yang kau rasakan, demikian pula sebaliknya. Aku benar-benar bahagia, benar-benar sebuah kebahagiaan yang tidak pernah kudapatkan saat aku hidup bersama almarhum suamiku. Kau sudah memberikan, apa yang kubutuhkan (Cinta, kasih sayang, perhatian dan lain sebagainya). Aku bagaikan wanita yang paling beruntung bertemu denganmu, sayang ....
Sekalipun semula aku berasal dari keluarga yang mampu untuk kemudian jatuh.... kau sama sekali tidak memperhitungkannya.
Akan tetapi, sayangku ...
Tahukah kau, bahwa selama 10 tahun itu ... aku benar-benar berharap, kau mengambilku sebagai seorang wanita yang berfungsi sebagaimana mestinya di masa-masa mendatang. 10 tahun itu, aku berada dalam kebimbangan dan dilema. Tahukah kau, sayangku ....?
Aku sangat berharap, kau mengambilku sebagai isterimu yang sah. Aku benar-benar mengharapkannya. Aku tak ingin berpisah denganmu, sayang ....
Sementara, kau ... ingatkah kau pada janji-janji manismu yang membuatku terlena ? Saat aku bertanya, kau hanya diam tak bersuara. Kau diam bagaikan sebongkah arca batu.
Hanya padamulah aku berharap. Aku bagaikan sekuntum bunga yang hampir layu di tengah kerumunan lebah. Kuingin hanya kaulah yang bisa memetikku, menghisap maduku. Kuingin hanya kaulah yang bisa menemaniku hingga ajal menjelang.
Tetapi, mata ini basah oleh airmata manakala melihatmu duduk di kursi pelaminan bersama seorang wanita yang baru kau kenal tak sampai 2 tahun. Kau tersenyum, saat hati ini diiris-iris sebilah pisau. Hatiku hancur, harapanku yang kupendam selama 10 tahun itupun hancur. Jika aku boleh bertanya, "Apakah yang kurang pada diri ini ? Apakah semua yang telah kuberikan padamu masih belum cukup ?"
Mengapa ini terjadi padaku ? Ada bagian dari diriku ini hilang. Apakah aku masih berharga di matamu ? Apakah aku masih berharga di mata semua orang : Keluarga dan anak-anakku ? Katakanlah, sayangku ... katakanlah. Mengapa kita bertemu tapi harus berpisah ? Walau ada luka yang menganga di hati ini dan tak dapat kusembuhkan, kucoba untuk ikhlas. Haruskah aku tetap menantikanmu sebagai isteri ? Sayangku, hati ini sudah hancur berantakan, tahukah kau ?! Tak bisa kututup mata ini saat melihatmu bahagia bersama orang lain. Aku benar-benar mengharapkan wanita yang duduk di sampingmu adalah aku.
Mengapa kau begitu tega dan kejam menghancur-leburkan hati dan cinta yang telah kita bina 10 tahun ini ? Apakah karena derajat, martabat dan keyakinan kita yang berbeda ?
Sayangku ...
Maafkanlah aku .... maafkanlah aku jika selama ini telah mengecewakan dan membuatmu kesal. Sekalipun kini kenyataan pahit harus kuterima ... aku tetap menyayangi dan mencintaimu senantiasa.
Dulu, kau menyukai tarian yang kumainkan. Ijinkanlah aku menari untukmu. Sekarang, esok, lusa atau entah berapa lama waktu berjalan .... aku berharap, kau selalu menyukainya. Kutunggu kau siap untuk meminang atau melamarku, sekalipun, aku sudah tak berada lagi di dunia ini. Aku akan terus menari di tengah rinai hujan sepanjang musim. Apalah artinya hidup, jika harus terus-menerus menelan kecewa, malu dan harapan yang sia-sia ...
Sayangku ....
Jika kau menemukan surat ini .... kuharap kau mengingatku sekalipun kini kau sudah hidup bersama dengan yang lain.
Semoga kau berbahagia selalu dan jagalah diri serta kesehatan. Jangan sampai kau sakit seperti saat kau terbaring lemah tak berdaya dan tak ada seorang pun menjengukmu, kecuali aku seorang diri.
Peluk, cium dan kasih sayangku untukmu
YUNITA
( DYAH SEKAR AYU PRAMESWATI )
____ T A M A T ____
25 Januari 2018
Catatan :
* Lagu room of angel, itu saya ambil dari original soundtrack game Silent hill 4. Bukan asli karangan saya. Saya ambil lagu tersebut karena dirasa cocok dengan apa yang dialami Yunita. Untuk itu saya ambil linknya di YouTube. Terima kasih kepada para YouTubers yang telah mengupload lagu tersebut. Kedepannya, saya berharap bisa bertemu dengan mereka untuk bersama-sama meng-upload kisah-kisah atau kejadian yang bermanfaat bagi sesama.
* Cerita Tarian Dalam Rinai Hujan, adalah salah satu dari sekian banyak karangan yang pernah saya buat dan belum pernah dipublikasikan. Untuk mengenal Maribeth, Cindy Permatasari dan kawan-kawannya, saya tampilkan dulu dalam pengalaman mereka saat masih duduk di bangku SMP.
* Tokoh Sri Menur sepanjang cerita selalu disebut-sebut oleh Maribeth dan kawan-kawannya,
kelak saya akan meng-upload kisah Sri Menur, agar para pembaca yang Budiman tidak lagi penasaran.
* Jika ada nama-nama atau mengalami kejadian yang sama dengan cerita saya ini... Itu hanyalah kebetulan saja.
* Terima kasih atas kesediaan para pembaca yang Budiman meluangkan waktunya untuk membaca novel saya ini. Saya masih tetap menunggu kritik, saran, vote, share & likenya di email :
tulisannyaleonarduseric@gmail.com juga di kolom yang telah disediakan oleh Noveltoon.
Terima kasih dan selamat menikmati... Sehat selalu