Pagi yang cerah ini memperlihatkan ada seorang pria tampan yang baru saja bangun dari mimpi indahnya. Dia menyibakkan selimutnya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk besiap diri.
Tak membutuhkan waktu lama pria itu sudah siap dengan pakaian rapi yang akan dikenakan untuk menemui sang pacar.
Sesampainya di meja makan tak lupa ia mencium pipi sang bunda dengan lembut yang cukup membuat si pemilik pipi terkekeh kala melihat wajah suaminya yang tampak kesal. Pria tadi pun ikut terkekeh melihat keposesifan ayahnya, ia sangat menyayangi keluarganya.
"Nanti kamu jadi jalan sama Anna, Al?" Tanya bunda dibalas dengan anggukan kepala.
"Iya bun"
"Titip salam ya buatnya?"
Ya, keluarganya sangat mendukung hubungan mereka berdua.
Tak butuh waktu lama selesai acara sarapan dirinya bergegas menuju garasi lalu memakai mobil kesayangannya kemudian meninggalkan perkarangan rumah besar itu dengan kecepatan sedang ia melaju.
Hanya membutuhkan waktu 30 menit dirinya sudah sampai di rumah sang kekasih tercinta. Anna Pamungkas, gadis kecil si penakluk kulkas.
Ting tong!
Bel rumah berbunyi, tak lama ada seorang gadis keluar dengan pakaian yang mungkin baru bangun tidur, dilihat dari penampilannya yang acak acakan.
Menyembulkan kepalanya setelah membuka pintu tinggi itu dan tak lupa cengiran khasnya ketika menyadari kesalahannya atau menyadari kepikunannya.
"Lupa lagi?" Tanya Alka dengan nada lembut. Anna yang sudah menampakkan seluruh tubuhnya itupun menganggukkan kepalanya gemas, ingin sekali Alka gigit tapi nanti ada yang merengek lalu dia meminta boba.
"Ya gimana lagi, kemarin kan habis ada acara keluarga juga sampai malem" katanya dengan mimik wajah yang sangat menggemaskan bak anak kecil umur lima tahun.
"Iya gakpapa, yaudah sana gih mandi, aku tunggu disini" kata Alka mempersilahkan, lalu dengan berlari ngibrit karena masih sedikit malu dengan kebodohannya itu.
Alka hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat sang kekasih, sudah pendek, gemesin, untung sayang!
Pengen tak gigit!
Beberapa menit sudah Alka menunggu, tetapi yang ditunggu belum juga menampakkan diri. Alka cemas, ia khawatir tetapi masih tetap berfikir jernih, mungkin lagi dandan! Kan cewek biasanya lama dandannya, katanya dalam hati.
1 menit!
20 menit!
30 menit!
Tidak menampakkan diri juga si imut ini, Alka semakin panik. Dirinya nekat masuk ke dalam rumah itu dengan sedikit berlari menuju kamar sang kekasih! Ya, tujuan awalnya adalah kamar Anna.
Setelah sampai didepan kamar Anna dengan nafas yang terengah-engah, Alka semakin dibuat panik dan khawatir ketika mendengarkan suara isakan dari dalam, dia yakin itu suara Anna, kekasihnya!
Untung pintu kamar tidak dikunci, Alka membukanya dengan pelan, kemudian masuk ke dalam dan memperlihatkan sang kekasih meringkuk dengan wajah yang ditutupi oleh kedua lututnya.
"Ay? Are you okey?" Lirihnya, stop! Alka sangat tidak bisa melihat si imut ini menangis! Apalagi karena dirinya.
"Hiks" suara tangisan itu semakin kencang, Anna mendongak ke arah Alka yang sudah ada didepannya lalu menerjang bidang dada Alka dan memeluknya dengan erat enggan melepaskan, disinilah Anna menangis sejadi jadinya.
Alka yang paham dan peka, akhirnya dia membiarkan sang kekasih menangis didekapannya sampai berhenti dengan sendirinya.
Sudah 10 menit Anna menangis dan Alka menunggu dengan perasaan gelisah sekaligus rasa ingin tahu yang sempat ia tahan akhirnya tak bisa lagi ditahan, anna masih menangis namun tak sekencang tadi.
"Kamu kenapa?" Tanya Alka dengan hati hati.
"Maaf" satu kata yang mampu membuat jantung Alka berdetak dengan cepat, ada apa ini? Kenapa dia meminta maaf? Dia tidak ada salah? Kenapa perasaanku tidak enak? Ada apa sebenarnya?
Pertanyaan beruntun dikepala Alka sekarang, dia ingin sekali bertanya namun melihat kondisi gadisnya seperti sedang kacau ia urungkan, dia akan menunggu.
Kejadian itu sudah berlalu, sudah satu minggu dengan banyaknya pertanyaan dibenak Alka, namun selalu ia tahan karena sang gadis selalu saja mengelak, Alka menepis pikiran buruknya dengan sesuatu yang terjadi, mungkin ini masalah pribadi dan aku tidak boleh mengetahuinya, pikirnya!
Namun salah besar!
Hari ini, jam ini, siang ini! Anna akan menikah dengan seseorang yang telah dipilih oleh kedua orang tua Anna! Alka tidak tahu! Hal inilah yang ditutupi oleh Anna, tanpa menjelaskan kepada sang kekasih, tanpa memikirkan perasaan Alka yang akan sangat kacau nantinya, Anna menyembunyikan itu semua.
Seluruh persiapan sudah selesai, rumah mewah itu sekarang sudah dihiasi dengan banyak bunga dan beberapa dekorasi khas pengantin, tampak banyak sekali tamu undangan yang datang menghadiri acara itu dan juga penghulu dan pengantin pria sudah ada disana tinggal menunggu pengantin wanita serta ijab qobul saja.
Disisi lain, Alka yang dengan niat ingin mengajak sang kekasih tercintanya pergi ke salah satu tempat yang menurutnya seru untuk berkencan buta, dengan gaya khas Alka, dengan senyum mengembang tanpa luntur itupun diganti dengan jantung yang melemah, hati yang perih dan tubuh yang lemas ketika mendengar kata
SAH!
Ijab qobul telah dilaksanakan, semua tamu sudah mengucapkan kata 'Sah' dan kedua mempelai sudah bertukar cincin.
Tes!
Air mata yang tak pernah jatuh itu pun lolos dari mata jernih milik Alka.
"Apa ini balasanmu honey? Apa semuanya kurang? Maaf jika bahagiamu tidak bersamaku, aku akan pergi dari hidupmu, bye imut!" Batin Alkana, harapan untuk melamar kekasihnya siang ini sudah gagal dengan kejutan didepan mata, harusnya ngomong dari awal! Ini sakit sayang!
Alka berbalik tanpa berniat menyapa atau sekedar menampakkan diri di kerumunan yang terlihat sangat bahagia itu, dia meninggalkan rumah mewah itu dengan perasaan yang kacau, hati yang remuk dan pikiran yang kosong.
Mengendarai mobil yang biasanya santai dan penuh hati hati kini mobil hitam dop itu melaju dengan kecepatan tinggi, di atas rata-rata batas maksimum.
Pandangan kosong, pikiran kacau!
Tinnnnnn!
Suara klakson mobil menyadarkannya, dengan usaha penuh ia menginjak pedal rem namun apa daya itu sama sekali tidak berpengaruh, mobilnya tetap melaju dengan kecepatan tinggi hingga, DUARRRRR!
Alka memejamkan mata dengan ikhlas, dan mengucapkan selamat tinggal untuk dia.
"Maafkan aku jika bahagiamu bukan lagi bersamaku, semoga kau bahagia bersama pilihanmu, sekarang aku sudah pergi dan tak akan mengganggu kebahagiaanmu, selamat tinggal sayang, aku mencintaimu sangat sangat mencintaimu" kata Alka dalam hati setelah ikhlas lahir batin dan sebelum suara benturan keras dari mobilnya yang menabrak truk besar itu.
Luka parah, mobil hancur dan kondisi tubuh Alka yang sudah tak berbentuk.
Innalilahi wainnailaihi roji'un
Kabar Alka yang sudah kehilangan nyawa ditempat telah didengar seluruh anggota keluarganya dan juga terdengar di telinga Anna.
Anna yang shock sempat pingsan, setelah sadar dia baru menyesali hal ini, seharusnya gak gini seharusnya gitu! Tapi semuanya sudah terlambat! Anna benar benar menyesal!
Orang yang dicintainya sudah kecewa bahkan tidak ada didunia ini lagi sebelum dirinya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Dirinya sudah membaca pesan dari Alka.
Ya, sebelum benar benar meninggalkan rumah Anna saat itu Alka sempat mengirim pesan kepada Anna;
"Jaga dirimu baik baik, tugasku sudah selesai, jelekmu ini pamit istirahat, hati ini lelah membutuhkan tempat yang nyaman. Semoga bahagia bersama pilihanmu ya!"
Semua sudah terlambat, Anna menangis sejadi-jadinya dengan memeluk batu nisan bernama Alkana itu. Menangis menyesali perbuatannya, karena berbohong dia kehilangan orang tercintanya, arghhh.
Ini sudah berakhir!
Diatas sana ada yang tersenyum,
"Kamu benar benar gemesin, semuanya sudah terlambat, kamu sudah jadi istri orang lain, harus patuh sama suamimu, selipkan namaku dihatimu setelah suamimu, semoga kamu bahagia bersama keluarga barumu, aku tunggu kamu disini, ditempat yang indah ini"
End?😌