Wawan,Pemuda yang berasal dari Desa.Dia melanjutkan pendidikan nya karena mendapatkan beasiswa di Universitas ternama di Ibukota.Untuk itu Dia harus terpisah dengan keluarga nya untuk mencapai cita-cita nya.
Di Ibukota,Dia tinggal di sebuah Kos khusus pria.Dia mempunyai teman-teman yang juga satu Kos dengan nya.Mereka adalah Surya dan Dilo.
Berbeda dengan Wawan,Surya dan Dilo merupakan penduduk asli ibukota.Mereka anak orang kaya tetapi mereka sudah terbiasa mandiri dan hidup jauh dari keluarga nya.
Wawan mengenal mereka karena mereka satu jurusan dengan nya.Pribadi Wawan yang sopan dan pintar membuat nya mudah akrab dengan yang lain terutama dengan Surya dan Dilo.
Wawan,Dia pemuda yang sopan,baik dan cerdas tapi dia sedikit cupu karena memakai kacamata.Dan Surya,Dia pemuda yang cerewet tapi penakut.Sedangkan Dilo,Dia seringkali membuat keributan,berani dan suka sesuatu yang menantang.
Singkat cerita, Liburan akhir semester tahun ini,Wawan berniat untuk pulang kampung.Sedangkan Surya dan Dilo akan tetap tinggal di Kos saja.
"Yakin loe mau mudik?Kenapa gak di sini aja sama kita?".seru Surya.
"Iya Wan..Kita sepi kalo gak ada Loe.Gak ada yang masakin maksud nya".Dilo tertawa dan bertos ria dengan Surya.
Wawan hanya menggeleng pelan.Dia mulai memasukkan satu persatu baju nya ke dalam tas."Kalau kalian lapar kan tinggal beli di warung,Atau kalau tidak ya pulang.Wong rumah kalian juga tidak jauh-jauh amat dari sini".ucap Wawan.
"Yah gak asyik lu..Kayak gak tahu aja kita gimana?Kalau kita pulang yang ada kita gak di bolehin main ampe malam."sahut Dilo.
"Kalau kita ikut loe aja gimana Wan?".
Dilo menatap Surya.Ada benernya juga ucapan nya dari pada mereka bosan di Kos.Mending mereka healing ke desa.Pasti menyenangkan.Pikir Dilo.
"Kalau saya sih terserah kalian.Kalau mau ikut,Ya ayo.. siap-siap dulu sana".
"Gimana Lo?Mau ikut gak?".tanya Surya
"Oke deh..Gue ikut..Ntar pake mobil gue aja.Biar irit ongkos".Seru Dilo
"Saya naik bus saja''.tolak Wawan.
"Kalo Lu naik Bus kita gimana dodol?Masak kita mesti ngintilin tuh bus kota ".
"Iya Wan..Bener apa yang di bilang Dilo.Mending kita naik mobil Dilo aja.Ongkos pulang Loe,Bisa loe pake buat beli oleh-oleh buat keluarga loe".Seru Surya.
Wawan terdiam sejenak dan kemudian mengangguk setuju.
Malam itu mereka mulai bersiap dan istirahat lebih awal karena besok pagi-pagi sekali mereka akan berangkat ke kampung halaman Wawan.
Pagi harinya.Wawan,Surya dan Dilo sudah siap untuk berangkat pulang ke kampung halaman Wawan.Mereka pergi menggunakan mobil Dilo.Dan karena perjalanan kali ini memakan waktu -+ 8 jam, Mereka sepakat untuk bergantian mengemudi nanti.
"Eh Wan..Bener gak sih kalau di Desa itu ada mitos-mitos serem gitu?"'.tanya Dilo.
''Mitos?".tanya Wawan bingung.
"Iya..Kayak gak boleh nyanyi malem hari, Keluar Maghrib yang gitu-gitu".ucap Dilo.
"O kalau itu sih memang benar".seru Wawan.
"Di tempat ku kalau magrib tidak boleh keluar rumah terutama anak-anak.Katanya nanti bisa di gondol kalong wewe". lanjut Wawan.
"Hah?Di gondol kalong wewe?Apaan tuh?".tanya Dilo.
"Itu maksudnya di bawa mahluk halus sejenis wewe,genderuwo gitu".
Surya yang duduk di bangku belakang menyimak dengan seksama.Kadang dia mengusap tengkuknya karena mendengar cerita Wawan.
"Masak sih?".tanya Dilo.
"Iya bener.Maghrib itu adalah waktu larangan kita melakukan aktivitas.Kalau sudah Maghrib,semua pintu di tutup.Di larangan keluar rumah atau di luar rumah.Tidak boleh nyapu pas Maghrib apalagi tidur.Pantangan banget".terang Wawan.
"Terus terus..??".
''Terus terus aja lu..Nabrak ntar.Udah gak usah bahas kek gitu.merinding ni Gue". gerutu Surya.
"Ck..Dasar loe aja yang penakut".ledek Dilo.
"Serah loe deh serah..Gue mau tidur aja.Ntar kalo loe capek bilang aja".seru Surya.
"Dasar kebo''.
Wawan hanya menggeleng mendengar perdebatan dua temannya itu.Hal yang sudah biasa dia lihat.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, Akhirnya mereka sampai di Rumah Wawan tepat pukul 4 sore.Mereka di sambut hangat oleh keluarga besar Wawan.
Rumah Wawan tidak terlalu besar tapi terasa nyaman.Pemandangan yang asri,udara yang sejuk jauh dari polusi membuat Surya dan Dilo senang berada di sana, apalagi keluarga Wawan yang memperlakukan mereka dengan sangat baik membuat Surya dan Dilo merasa nyaman.
Mereka mengobrol sampai lupa waktu.Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 6 petang.Adzan Maghrib mulai berkumandang.Dan benar saja,semua pintu rumah mulai di tutup satu persatu.
Dilo mengintip di balik jendela.Tidak ada orang sama sekali di luar.Mereka yang menunaikan ibadah sholat Maghrib di masjid sudah berangkat dari tadi sebelum Adzan berkumandang.Dilo terdiam.Entah kenapa Dia jadi ingin membuktikan mitos itu benar atau tidak.Dia melihat ke sana kemari , Dirasa tidak orang,Dia keluar rumah dan berjalan keliling komplek.
"Horor apanya?Biasa aja juga". celetuk Dilo.Dia menyalakan rokoknya dan bersiul melihat kesana kemari.Sepi dan semua pintu tertutup rapat.
"Emang dasarnya aja orang-orang pada berlebihan.Gue udah biasa keluar pas Maghrib dan gak ada apa-apa.Dasar orang desa".
Sreeek
Sraakk
Sreeett
"Suara apaan tuh?".Dilo menghentikan langkahnya.Dia menatap ke arah suara aneh itu berasal.
"Kayaknya dari balik pohon itu deh.Ah sudahlah.. Paling juga kucing".Dilo kembali berjalan.Tapi lagi-lagi suara itu terdengar lebih nyaring
"Apaan ya tadi?Kok Gue tiba-tiba merinding".Dilo kembali berjalan.Tapi kali ini Dia merasa seperti ada yang mengikuti nya dari belakang.
"Duh..Kok kayak ada yang ngikutin gue sih".Dilo berhenti dan menoleh.Tapi tidak ada siapa-siapa di belakang nya.
"Aneh banget".Dilo kembali berjalan .Tapi lagi-lagi dia mendengar suara langkah kaki yang mengikuti nya.Karena takut akhirnya Dia mengambil langkah seribu.Tapi tiba-tiba tepat di depannya ada mahluk hitam besar dengan mata merah dan taring yang runcing menghalangi jalannya.
Dilo ketakutan, tubuh nya gemetar,kakinya lemas seperti tidak bertenaga hingga akhirnya dia tersungkur.Dia ingin berteriak tapi suaranya seperti tertahan.
Mahluk hitam itu mendekati Dilo dengan seringai menyeramkan.Dilo hanya bisa mengelasut mundur.Dia benar-benar ketakutan . Sekarang dia hanya bisa menyesal karena tidak mengindahkan peringatan Wawan tentang mitos-mitos itu.Mahluk itu semakin mendekat,Dilo hanya bisa pasrah dan saat tangan berbulu dengan kuku yang panjang itu meraih tubuh Dilo,Di saat itulah Dilo bisa mengeluarkan suara nya.
"AAAAAARRRGGGHHHHH......."
"Hei..Lo..Bangun!!! Kenapa Loe teriak-teriak?Woi..Bangun!!!"Seru Surya
"AAARRGGHHH...TIDAAAKK!!!JANGAN,...!!!!"
"Dilo bangun!!!".Wawan menggoyangkan tubuh Dilo.Tapi pemuda itu masih terus berteriak dan tidak membuka matanya.
"Coba ambilkan air Wan".Seru Abah Juki
"Iya Bah..".Wawan pergi ke dapur dan mengambil segelas air.Lalu dia kembali ke kamar di mana Dilo berada dan memberikan air itu pada Abahnya.
"Ini Bah..".
Abah Juki menerima gelas berisi air itu.Beliau membacakan doa di atas gelas itu lalu menyiramkan air itu ke muka Dilo.
Byurr
"Wuah wuah...hah.hah...hah.."Dilo tersadar dan langsung bangun.Dia melihat sekelilingnya.
"W_wawan..Surya.?. Ini beneran kalian?".tanya Dilo.
"Iya..Ini beneran kita.Loe kenapa sih Lo tiba-tiba teriak-teriak gak jelas gitu?. Kesurupan lu?".
Bukan nya menjawab pertanyaan Surya,Dilo justru memeluk kedua sahabatnya dan mengucap syukur beberapa kali.
''Sepertinya Nak Dilo di ganggu mahluk halus sejenis genderuwo ya".seru Abah Juki.
"Saya gak tahu apa nama nya Bah.Tapi tu mahluk serem banget Item besar,Matanya merah terus banyak bulunya.Gigi dan kukunya panjang dan runcing".Dilo bergidik mengingat mahluk itu.
"Di desa ini memang banyak larangan nya Nak.Seperti yang baru saja nak Dilo alami.Itu karena nak Dilo tidur pas waktu Maghrib".terang Abah Juki.
"Tidur?Emang tadi gue tidur Sur?".tanya Dilo
"Menurut loe?.Tadi Gue sama Wawan nyari'in elo.Gue mau ajak elo sholat terus makan malam.Eee....Gak taunya elo molor di sini.Pake teriak-teriak gak jelas lagi.."
"Tapi Sur..Tadi gue ada sama elu di ruang tamu.Terus waktu Adzan Maghrib elu sama Wawan masuk ke kamar.Dan Gue pergi keluar buat jalan-jalan.Nah di situ Gue ketemu tu mahluk".
"Seperti nak Dilo bermimpi.Dan hampir saja nak Dilo di bawa pergi mahluk itu".
"Hiii...serem juga ya Bah.."celetuk Dilo
"Makanya.. Jangan molor pas Maghrib..Di ajak kencan ma setan kan loe.."
"Jangan gitu lah Sur..Gue kan jadi takut ".seru Dilo.
"Sudah-sudah.. Sekarang kita sholat berjamaah yuk.Kita minta perlindungan dari Allah agar di jauhkan dari mahluk tak kusat mata.Habis itu kita makan malam bersama ".ajak Wawan.
Setelah kejadian itu,Dilo lebih rajin beribadah.Dia menghabiskan waktu nya untuk membaca Alquran selama waktu Maghrib, Dia juga tidak pernah keluar malam lagi Terlebih pada waktu Magrib.Cukup kejadian di Desa Wawan saja pengalaman mengerikan itu terjadi padanya.
Tamat