Matahari mulai menampakan sinarnya saat bersamaan dengan bangunya seorang gadis kecil.
"whoaaam, udah pagi ternyata, bangun ah" ucapnya seraya bangkit dari kasurnya. Dia Adara membelai rambut adiknya yang masih terlelap dalam tidurnya.
Adara adalah seorang gadis berumur 11 tahun, ia mempunyai seorang adik berumur 5 tahun Adilla namanya, ayah mereka meninggal kala ibunya mengandung Adila 5 bulan, saat Adila berumur 2 tahun ibunya meningkah lagi dengan seorang pria luar kota, Adara masih ingat dengan jelas perkataan ibunya yang membuat dirinya hancur...
Ibu mau nikah lagi , ibu gak tinggal di kampung lagi, suami ibu gak mau kalian ikut, Adara kan udah besar jadi bisa hidup sendiri kan, ibu bakal ngirim uang setiap bulan, buat kebutuhan kalian sehari hari.
Uang yang dikirim ibunya jaga tidak seberapa hanya kisaran 50 ribu, untungnya Adara pintar jadi ia bisa mendapat beasiswa dan terus sekolah dengan pembiayaan penuh. Adara bekerja menyetrika di rumah bu sarah, biasanya akan langsung ke rumah bu sarah ketika pulang sekolah. Adara terkadang sedih mengingat kelakuan ibunya itu, dan tak kalah sedih saat adiknya selalu bertanya kapan ibu pulang.
"dek, dek, bangun" ucap Adara membangunkan adiknya.
"engh, kakak" jawab Adilla yang belum sepenuhnya bangun.
"kakak mau ke sekolah dulu ya, Adilla nanti dijemput wak Salim" Adara tersenyum sambil memperhatikan adiknya yang tengah terbangun.
"iya kak, hati hati yaa"
........
Adara pulang sekolah dan langsung pergi ke rumah bu sarah, ia melakukan pekerjaannya dengan gigih dan semangat, biasanya ia diupah sebesar 12 ribu, hingga 20 ribu.
"wak salim, saya mau jemput Adila" ucap Adara di rumah wak salim.
" ooh, iya, itu Adillanya " jawab wak salim dengan senyuman.
"Adilla ayo , kita pulang" panggil Adara.
" ayo kak! " Adilla tersenyum.
Diperjalanan pulang Adilla terus menerus mengatakan kapan ibunya pulang, yang membuat Adara sedih.
"kaak, ibu pulang kan hari ini"
"belum dek"
"Terus Ayah gimana, kapan pulangnya"
"Ayah kan udah disurga, ayah gak bakal bisa kesini lagi Adilla, nanti kita pasti kesana, jadi Adilla sikapnya harus baik, biar ayah seneng kalo adilla jadi anak baik"
"oo, janji ya kak kita bakal ke ayah"
"iya pasti kok"
"kak, ibu pulang ntar malem kan"
"nanti dek"
"ibu pulangnya kapan kak, adilla kan kangen Huaaa" Adila menangis dan menghambur memeluk kakaknya.
"jangan nangis dong, nanti kalo ibu tau Adilla cengeng, nanti ibu gak mau pulang" itulah senjata yang digunakan Adara kalau adiknya menangis merindukan ibunya.
"hiks hiks iya kak"
........
Adara sedang membuat origami kupu kupu, dia membuatnya untuk menghias kelasnya.
"kak, kakak lagi ngapain" tanya Adilla penasaran.
"lagi bikin kupu kupu nih" jawab Adara sambil menunjukan origami kupu kupunya.
"waah cantik! Adilla mau bikin dong kak" pinta Adilla .
"Adilla mau? Susah loo"
"Adilla pasti bisa" seru Adilla bersemangat.
"ya deh, tapi besok ya, ini dah malem"
"iya kak" jawab Adilla sambil menguap.
Dek, kakak gak bakal ninggalin kamu sendirian, kasihan kamu udah gak pernah ketemu ayah, terus ditinggal ibu lagi, kakak bakal terus sama kamu.
Ucap Adara dalam batin,sambil memeluk adiknya yang mulai bermimpi.
.........
Hari berjalan seperti biasanya, bangun pagi, menitipkan Adilla ke rumah wak salim, pulang sekolah langsung ke rumah bu sarah, dan menjemput Adilla.
Hari sudah agak sore masih sekitar jam 3 sore, dan masih agak panas, Adara sedang mengerjakan PR ,ditemani Adilla yang sedang menggambar.
"kak! Katanya mau ajarin Adilla bikin kupu kupu" pekik Adilla pada Adara.
"bentar ya dek, kakak lagi ngerjain tugas sebentar" ujar Adara sambil menampilkan senyumnya.
"uuh iya deh" Adilla mencebikan bibir, lalu lanjut menggambar.
Beberapa saat kemudian.....
"nah kakak udah selesai nih dek"
"waah ayo kak kita mulai" jawab Adilla tidak sabar.
Adara mulai mengajari Adilla, Adilla semangat sekali mempelajarinya,mulai dari melipat seperti ini, seperti itu dan seterusnya, tiba tiba Adara merasa ingin buang air.
"dek, kakak mau ke toilet bentar ya" ucap Adara.
"iya kak,Adilla tunggu ya" jawab Adilla.
"iya" Adara tersenyum.
.......
"yees, Adilla udah bisa bikin kupu kupu! "pekik Adilla kegirangan bersamaan dengan suara jatuhnya sesuatu.
BRUGH.
adilla penasaran dan segera berlari memanggil kakaknya.
"kak, kakak"
Adilla terkejut mendapati kakaknya bersimbah darah dilantai kamar mandi.
"KAKAAAK"Adilla berteriak sembari menghambur ke kakaknya.
"kakak, kakak kenapa kok kepalanya ada merah merahnya"rintih Adilla dengan air mata yang berderai membasahi pipinya.
"kok kakak ngga bangun sii,ini Adilla udah bisa bikin kupu kupu kak"ucapnya sambil menggerak gerakan tubuh kakaknya, tapi Adara sudah tidak bergerak, sudah meninggal!
Para warga mendengar teriakan Adilla, dan segera memasuki rumah Adara. Mereka terkejut melihat Adilla menangis desamping Adara yang bersimbah darah.
"Astagfirullah " ucap salah satu warga.
"Ya Allah, Adilla kakakmu kenapa itu" ucap pak mahmud sembari mendekati Adara.
"Huaaa kakak ngga mau bangun"pak mahmud lantas mengangkat tubuh Adara.
"Innanilahi wainnalillahi raji'unn" ucap pak mahmud.
"Adilla kakakmu udah gak ada" bu Nara memeluk Adilla sambil menenangkanya.
"Huhuhuu, kakaaak" rintih Adilla.
.......
"jadi gimana dengan Adilla pak kades? " tanya pak rudi.
"dia sendirian sekarang, mending masukin aja ke panti asuhan, dia kan gak punya siapa siapa lagi sekarang" jawab pak kades.
"Adilla gak mau ke panti asuhan, Adilla maunya sama kakak" ucap Adilla.
"gimana ini Adillanya ngga mau, apa ada warga yang mau adopsi? " usul pak kades, sesaat hening namun akhirnya ada yang angkat bicara.
"pak, biar Adillanya sama saya dulu, nanti kalo udah tenang baru masukin ke panti" ujar bu Nara.
"Jadi Adillanya mau ngga sama bu nara dulu" tanya pak kades. Adilla mengangguk kecil.
......
Tiga hari kemudian...
"bu Nara, Adilla mau kerumah dulu, Adilla kangen ke rumah" pinta Adilla.
"oh boleh, mau ibu temenin? " tanya bu Nara.
"gak usah bu, Adilla kan udah gede" ucap adilla tersenyum.
"ya udah deh hati hati ya"
"ya bu"
Adilla duduk di meja belajar milik Adara, ia meletakkan kepalanya dimeja lalu mulai menangis.
"kak, Adilla kangen" lirihnya.
"ibu, kapan ibu pulang "
"ayah, Adilla mau cepet cepet ketemu ayah"
Adilla kembali menangis, ia masih sedih meratapi kepergian orang orang yang disayanginya. Tiba tiba Adila merasa ngantuk .
"Ayah, Ibu, Kakak, Adilla kangen "dia berucap lirih.
"Adilla, Adilla, kok gak pulang pulang nak, udah sore ini"
Teriak bu Nara di depan rumah,dan tersenyum melihat Adilla tengah tertidur, bu Nara menyentuh tubuh Adilla untuk membangunkanya.
"Astagfirullah, Adilla, kenapa kamu nak, tubuhnya dingin banget" ucap bu Nara panik.
Bu Nara buru buru keluar untuk memanggil para warga.
Jenazah Adilla sudah dibalut dengan kain kafan, beberapa orang mengangkat jenazahnya dan mulai memasukanya ke dalam pusara.
.......
"Adilla, Adilla, bangun dek"
"engh"
"Kakak! "
"kakak udah pulang?! "
"iya Adilla seneng kan? "
"seneng kak"
"ayo kita ke ayah"
"yeay, akhirnya Adilla ketemu sama ayah"
"iya, ayo,ayah udah nungguin"
"ayo kak! "
.........
Heihoo Readers 👋,gimana nih cerpenku? semoga suka ya, makasih udah mampir, btw lebih lebihlah sayang sama keluarga kita ya, karena disaat kita terpuruk hanya pada keluarga kita pulang,memang tidak semua keluarga seperti itu, tapi setidaknya sayangi mereka yaa, see youu 👋