nama ku adalah vio, aku seorang siswi di sebuah smk daerah Jakarta.
pagi ini seperti pagi sebelumnya, aku sedang duduk di balkon sekolah, sambil menikmati cuaca yang begitu cerah. pas sekali teman ku datang dan menghampiri ku.
"vio...kamu kok tumben datang nya pagi?". tanya Wina
"iya dong, kan kita harus rajin, hehe". jawab ku dengan senyuman
Wina adalah teman sekelas ku, yang suka datang awal dibandingkan siswa-siswi yang lain.
"oh iya, kamu udah ngerjain pr belum?". tanya ku
"udah dong, kamu udah ngerjain juga?". tanya balik Wina
aku tersenyum saat Wina menanyakan balik kepada ku.
"kok kamu senyum". curiga Wina
"hehe, belum win, makanya aku Dateng pagi-pagi, mau sekalian nyalain, hehehe". ucap ku dengan gugup
"pantesan..., hmmm yaudah lah, nih cepetan". jawab Wina
Wina pun memberikan buku nya untuk aku salin.
beberapa menit kemudian aku bel masuk berbunyi, dengan segera aku membalikkan buku milik Wina.
"nih...bukunya". ucap diriku
"makasih yaa". lanjut diriku
kemudian kami masuk kelas sebelum wali kelas kami masuk.
beberapa jam kemudian, waktu istirahat tiba, aku mengajak Wina ke kantin, tetapi ia menolak.
"aku mau ke perpus, maaf ya". ucap Wina
"oh yaudah deh...". jawab diriku
aku pun pergi ke kantin, padahal aku sangat berharap bisa makan bersama dengan Wina di kantin.
setelah tiba di kantin aku langsung memesan makanan, setelah itu aku duduk di meja menunggu pesanan ku datang.
aku membuka handphone ku, lalu aku dapat chat dari grup angkatan ku, bahwa nanti malam akan ada beberapa orang yang akan mengadakan uji nyali di sekolah.
yang paling menyebalkan, nama ku terdaftar di dalam beberapa siswa-siswi yang akan uji nyali, padahal aku tak pernah mendaftar.
"daftar aja enggak, kok malah ada nama aku". gumam diriku
aku mengecek kembali daftar orang-orang yang akan ikut uji nyali, dan dugaan ku benar, selain nama ku, ternyata ada nama Wina juga.
"pasti ulah Wina". tebak aku
pesanan ku datang, dengan tak sabar aku pun memakan bakso yang ku pesan.
sepulang sekolah aku langsung menghampiri Wina, yang dari tadi di kelas berusaha menghindari ku.
"kamu pasti yang daftarin nama aku". ucap diriku
"hehe maaf, kalo aku ngomong duluan pasti kamu gak mau". ucap Wina
"ya iyalah, aku kan takut sama begituan". jawab diriku
"tuh kan, kan ada aku jadi kamu gak usah takut". senyum Wina
"oke deh oke". pasrah diriku
waktu pun berjalan dengan cepat, tak kusadari malam sudah tiba, bahkan Wina sudah datang menjemput ku.
aku pun keluar rumah untuk pergi ke sekolahan bersama dengan Wina.
"pokoknya disana kamu jangan jauh-jauh dari aku". tekan diriku
"iya-iya, tenang aja". jawab Wina dengan santai
kami pun berangkat menuju sekolah, namun ada yang aneh dengan Wina, tak biasanya ia mau datang untuk uji nyali.
setibanya di sana aku dan Wina langsung bertemu dengan yang lain, ternyata cuma ada lima orang yang ikut, termasuk kami berdua.
"udah siap belum guys?". tanya Alif
"udah kok udah". jawab Tio
Alif menghampiri aku dan Wina, kemudian ia berbicara kepada ku.
"udah siap belum?". tanya Alif
"i..yaa..udah". gugup aku
aku sangat takut, namun Wina menggenggam tangan ku, ia berusaha untuk membuat ku tak merasa takut.
"gak usah takut, kan ada aku". senyum Wina
kemudian Alif, Tio dan Amel mengajak ku untuk segera mengikuti mereka.
Alif tampak takut, sesekali ia menoleh kebelakang, kebetulan aku dan Wina paling belakang, jadi aku sangat takut, untung saja ada Wina di sampingku.
tetapi lagi-lagi Alif menoleh ke belakang.
"kalian denger gak? ada suara langkah kaki". ucap Alif
"ya adalah, suara langkah lu juga ada". kesal Amel
"bukan, selain langkah kita". jelas Alif
"serius lu lif". Tio mulai takut
"coba aja jalan, terus fokus dengerin langkah kita". ucap Alif
aku dan yang lainnya pun melangkah, namun aku tak mendengar langkah yang di maksud oleh Alif, tetapi anehnya mereka merasakan langkah selain dari kami.
"kan...ada". ucap Alif
"i...yaa". gugup Amel
kemudian Tio menyarankan kami untuk berpencar, aku bersama dengan Wina dan Rio, sedangkan Alif bersama dengan Amel.
aku, Wina dan tio pun berjalan di lorong sekolah, kemudian Wina menarik ku ke gudang.
aku sekarang berada di gudang yang tadi siang aku lewati, tapi aku baru sadar bahwa Tio terpisah dari aku dan Wina.
"win...Tio ketinggalan". ucap diriku
"ayo kita susul Tio". ajak Wina
namun baru juga kami ingin keluar, pintu sudah tertutup dengan sendirinya.
"bruk".
aku mulai ketakutan, di tambah lagi banyak suara langkah yang mulai terdengar di telinga ku, aku terus menelan ludah ku, karena panik.
kemudian Wina berusaha mencari akal untuk membuka pintu, tetapi tiba-tiba saja di depan kami ada sekelompok mahkluk yang memakai seragam sekolah kami, tapi wajah mereka sangat menyeramkan.
aku gemetar ketakutan, lalu pintu gudang terbuka dari luar. Tio mendobrak pintu, ia langsung melihat penampakan yang aku lihat, dengan segera ia menarik ku berlari meninggalkan gudang tersebut.
kami terus berlari sampai terengah-engah, aku menghentikan langkah ku, begitupun juga dengan Tio.
yo, Wina ketinggalan". ucap ku kepada Tio
"Wina?, Wina siapa?". tanya Tio dengan heran
"Wina teman sekelas kita". jawab aku
"di kelas kita gak ada yang namanya Wina, lu gak lagi bercanda kan". jelas Tio
aku merasa tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Tio, tetapi sosok perempuan datang dihapannya kami, suara langkahnya begitu keras.
Tio langsung menariku, aku pun berlari bersama Tio sampai bertemu dengan Alif dan Amel.
"cabut-cabut". teriak Alif dengan ketakutan
kami semua pun berlari pergi meninggalkan sekolah, beberapa menit kemudian kami sudah berada jauh dari sekolah, kami sekarang berada tepat di depan sebuah minimarket.
"Wina masih disana". ucap ku panik
"Wina siapa sih Vi, gua kan udah bilang gak ada yang namanya Wina". ucap Tio
"tapi kita tadi Dateng berlima". bingung diriku
"berlima? kita Dateng cuma berempat Vi". tegas Amel
seketika jantung ku berdebar, jadi selama ini Wina bukan manusia, tapi aku sangat merasa nyaman dengannya.
kami pun pulang ke rumah kami masing-masing, setibanya di rumah aku langsung mencari data siswa-siswi dari sekolah ku lewat internet.
aku terus mencari nama Wina, dan betapa terkejutnya aku, ternyata Wina merupakan salah seorang siswi yang bermasalah, yang kemudian di bantai oleh para penjahat di gudang yang dulunya sebuah kelas.
setelah mengetahui itu semua aku menjadi sedih, karena Wina selam ini telah menemaniku di saat aku selalu sendiri.