"Ibu sama bapak jadi pergi besok?".Tanyaku,saat itu aku baru pulang dari sekolah.
"Iya nak,besok ibu harus pergi sama bapak pukul 2 pagi sama keluarga yang lain,biar nanti bisa pagi-pagi sampai dirumah pamanmu,biar baliknya gak terlalu sore ".Jawab ibuku sambil tersenyum.
Aku hanya bisa menghela napas pelan,ini bukan pertamakalinya aku ditinggal pergi sama kedua orangtuaku.Kadang jika ada acara di rumah sanak saudara yang jauh,aku bisa ditinggal sampai tiga harian.Tapi jika ditinggal berhari-hari seperti itu,biasanya aku akan pergi menginap disalah satu rumah pamanku yang jaraknya sekitar 1km dari rumahku,tepatnya di dekat jalan raya,sedangkan rumahku terletak jauh dari jalan raya tepatnya berada ditengah-tengah kebun kopi milik ayahku.Sedangkan tidak ada tetangga dikiri kanan rumahku,hanya rumah milik kedua orangtuaku saja yang terletak disana.
Sudah pasti suasana horor sering menyelimuti jika malam hari,apalagi rumahku dekat dengan sungai yang banyak ada pohon bambunya .
Aku tidak terlalu memikirkan diriku yang akan ditinggal pergi oleh kedua orangtuaku,sebenarnya aku bisa saja ikut,tapi berhubung aku paling tidak suka bolos sekolah karena takut tertinggal pelajaran maka aku lebih memilih untuk tinggal dirumah.
Malam harinya seperti biasa aku belajar dikamar,sedangkan ayah dan ibuku sudah tidur lebih awal karena nanti jam 2 dini hari mereka sudah harus berangkat.
Aku yang masih terbuai mimpi merasa ada yang manggil-manggil namaku sambil menggoyang-goyangkan badanku.Aku pun membuka mataku,dan ternyata ibu yang telah berpakaian rapi membangunkanku.
"Ibu sama bapak berangkat sekarang ya,uang saku sekolah sudah ibu taruh diatas meja ".Ucap ibuku.
Aku pun melirik keatas meja belajar,disana terletak selembar uang.
"Iya bu,ibu hati-hati dijalan ".
Ibuku pun keluar dari kamarku,sesaat kemudian aku mendengar pintu rumah ditutup.
"Sepertinya mereka sudah pergi ".Gumamku.
Pandanganku melihat kesekeliling kamar,setelah itu kembali memejamkan mata dengan posisi tidur telentang.
Kurang lebih lima menit setelah orangtuaku pergi,
Jegleg,,,kriiett,,,
Aku mendengar pintu rumahku seperti dibuka dari luar,saat itu rumahku masih berdinding papan,dan pintupun masih pakai gembok.Tapi berhubung saat itu aku ada dirumah maka pintu ditutup biasa saja,juga tidak dipalang dari dalam.Setelah mendengar pintu dibuka,aku mendengar suara langkah kaki yang memakai sendal dua kali,karena lantai rumahku masih berupa tanah jadi suara itu sangat jelas terdengar.
Aku masih memejamkan mataku sambil berpikir bahwa itu mungkin ayahku yang kembali kerumah.
Kayaknya bapak balik pulang,mungkin ada barang yang tertinggal.ucapku dalam hati.
Aku pun masih diam,karena aku yakin jika itu ayahku maka dia pasti akan masuk kedalam kamarku untuk mengambil lampu minyak yang terletak diatas meja belajar sebagai penerang.
Sesaat aku tunggu,tidak ada tanda-tanda ayahku masuk kedalam kamar.Perasaanku pun mulai tidak enak,apalagi suasana tiba-tiba terasa hening.
Aku yang masih memejamkan mata dengan posisi masih telentang tidak berani bergerak sedikit pun,perasaan takut mulai muncul.
Saat itulah aku merasa ada yang berdiri disebelahku,hitam,tinggi dan besar.
Bayangannya menutupi cahaya dari lampu minyak,sesaat kemudian aku merasa bayangan itu mengangkat kain kelambu yang memang terpasang diranjangku.
Hal itu terasa sangat nyata,karena posisi tidurku agak dipinggir ranjang,jadi saat bayangan itu mengangkat kain kelambu aku merasakan desiran angin halus.
Sontak saja hal itu membuat sekujur tubuhku merinding,tiba-tiba telingaku berdengung dan seluruh badanku terasa membesar dan seperti kesemutan mungkin itu efek dari rasa takutku yang terlalu besar.
Aku pun tidak berani membuka mata,dan berdoa dalam hati.
Bayangan itu masih berdiri disebelahku seperti memperhatikanku,aku pun berdoa dengan kencang dalam hati.
Untung saja hal itu tidak berlangsung lama,berangsur-angsur aku tenang,apalagi setelah merasa lampu minyak sudah menerangi kamarku lagi,itu artinya bayangan hitam itu sudah pergi.
Pelan-pelan aku membuka mata,badanku pun terasa berkeringat.
Syukurlah sudah pergi.ucapku dalam hati.
Jantungku masih berdebar-berdebar,dan masih ada sisa-sisa rasa takut.
Aku mencoba untuk berpikir positif,siapa tahu yang baru terjadi itu adalah halusinasi.Dan suara pintu terbuka itu diakibatkan oleh angin.
Dan untuk membuktikannya,aku berencana nanti setelah hari mulai terang aku akan melihat kondisi pintu rumahku.
Aku pun tidak bisa tidur lagi,mengubah posisi tidurpun aku tidak berani,aku juga tidak tahu saat ini sudah pukul berapa,tapi satu hal yang aku syukuri bahwa waktu beranjak ke pagi hari.
Dan disaat seperti ini aku merasa waktu sangat lambat berjalan,aku hanya berharap suara ayam berkokok segera terdengar.
Beberapa jam kemudian,,,
Suara kokok ayam pertama sudah mulai terdengar,itu biasanya sudah menunjukkan pukul lima pagi,aku pun menghela napas lega karena sebentar lagi hari mulai terang,dan barulah aku berani berganti posisi tidur,badanku pun terasa pegal.
Kira-kira pukul enam pagi aku pun bangun,hal pertama yang aku cek adalah pintu.
Aku masih mencoba berpikir positif.
Jika pintu dalam keadaan terbuka, itu pasti akibat hembusan angin dan semua yang terjadi semalam hanyalah halusinasi.
Tapi sayangnya saat pertamakali aku lihat,pintu dalam keadaan tertutup rapat.
Lalu suara pintu terbuka itu darimana?
dan juga suara langkah kaki yang aku dengar sampai dua kali itu milik siapa???
Dengan benak penuh tanda tanya aku pun bersiap-siap berangkat sekolah.
Dan seperti biasa aku berangkat sekolah dengan jalan kaki melalui jalan setapak yang menuju ke jalan raya.
Rasa takutku pun hilang seiring dengan hari yang beranjak siang.
End.
Terimakasih sudah mampir 🙏
Dimanapun para reader berada,semoga selalu dalam keadaan Sehat,Bahagia dan Sejahtera 🙏💞💞💞💞