Di wajibkan sebelum baca vote dulu biar seru.
-------------------------
Aku kehilangan bayangmu
kusapu bekas bayangmu
aku masih seperti kemarin
menanti dalam hening
namun kau tak bergeming
menuju ke arahku
***
*Pagi ini udara nya berhembus lembut. Sinar matahari pun masih terasa hangat membelai kulit. Jam menunjukan pukul tujuh pagi, dimana seorang wanita yang masih muda dan cantik menggendong seorang bayi yang berusia sekitar 2 bulan,yang barusaja turun dari mobil angkutan umum di depan sebuah rumah mewah. Dan wanita itu memandang ke arah rumah mewah itu lalu mengalihkan pandangannya ke secarik kerta di tanggan nya yang berisikan alamat rumah seseorang. Setelah yakin kalau alamat rumah yang ia tuju sudah benar ia langsung memencat bel rumah mewah tersebut dengan perasaan ragu. Dia berfikir apakah dirinya pantas untuk memasuki rumah mewah itu?.setelah ia memencat bel tersebut tidak lama kemudian keluar lah gadis cantik pemilik rumah itu. Gadis yang lebih muda dari wanita cantik yang menggendong bayi itu.
"selamat pagi"kata wanita cantik itu.
"pagi, mbak cari siapaya?"tanya gadis cantik itu.
"apa benar ya dik ini rumah mas aggung "tanya wanita itu.
"betul, memangnya mbak siapa ya kalau boleh tau? "jawab gadis itu dan melontar kan pertannyanya.
"oh..... Emmmm. Saaaayaaa tiara, pacarnya mas aggung dik"ucap tiara gugup.
"ha apa mbak pacar nya mas aggung"terkejut.
"iya dik, dan ini anaknya"kata tiara sambil menunjukan bayi yang ada di pelukannya itu.
"ha mana mungkin mas aggung punya anak sama mbak, apa lagi di luar nikah. Dan asal mbak tau ya mas aggung itu sudah nebulae dan hidup bahagia apa lagi sekarang istrinya sedang mengandung. "kalimat gadis itu terhenti dan "lebih baik mbak sekarang pergi dari sini "ujar gadis itu dengan nada yang tidak sopan .
"apa?mas aggung sudah menikah? "ujar tiara terkejut .
"ya!dan sekarang lebih baik mbak pergi dari sini saja "kata gadis itu lalu pergi meninggalkan tiara sendirian.
Dengan perasaan yang sangat sakit tiara pun pergi meninggalkan rumah mewah itu. Di tenggah perjalanan dia binggung harus kemana sedangkan di kota ini dia tidak mempunyai siapa siapa, dia terus melangkah dan langkah nya terhenti di depan sebuah panti asuhan. Dengan perasaan yang ragu ragu dia menatap ke arah bayi nya lalu mengalihkan pandangannya lagi ke arah panti asuhan. Dengan air mata yang mengalir di pipinya dia Vergara kepada bayi nya. "maafkan ibu, ya nak.ibu harus melakukan ini. Bukannya ibu tidak sayang pada mu tetapi ibu tidak tahu harus bagaimana lagi. Orang yang telah menjadikan mu terlahir di dunia ini, ternyata tidak bertanggung jawab. Bahkan kini dia sudah mempunyai istri apalagi istrinya sedang mengandung. Ibu sudah tidak sanggup lagi menghadapi semua ini, nak. Dan ibu tak ingin kamu merasakan penderitaan yang ibu rasakan saat ini, cukup ibu yang merasakannya, maka dari itu ibu akan menitipkanmu di panti asuhan ini. Ibu berharap,ada keluarga baik yang menghasuhmu. "setelah bulat tekad hatinya, tiara pun melangkah masuk ke panti asuhan itu. Kemudian setelah bertemu dengan pengelola panti, tiara pun mengutarakan maksud kedatangannya kepada pengelola panti itu.
"mbak, ads apa ya datang ke panti asuhan ini? "tanya pengelola panti itu.
"emm, begini bu, saya ingin menitipkan bayi saya di sini buk"seketika perkataanya terhenti dan seketika itu juga air mata tiara menggalir.
"loh memangnya kenapa ya mbak kalau saya boleh tahu? "tanya pengelola panti itu( binggung )
Dengan perasaan sedih, ia menceritakan Semua tentang persoalan hidupnya kepada pengelola panti itu. Seketika pengelola panti itu pun turut merasakan kesedihan yang di alami tiara.
"kasihan kamu mbak, saya turut perihatin terhadap persoalan kehidupan mbak"ucap pengelola panti itu sedih.
"karena itu bu, saya ingin menitipkan anak saya di sini. Meski sebenarnya hati saya sakit sekali kalau harus berpisah dengan bayi saya, namun harus bagaimana lagi, saya tidak tahu harus berbuat apa "ujar tiara sambil menangis.
"baiklah,saya mengerti mbak "
"terima kasih bu"kata tiara menciumi tanggan pengelola panti itu.
"oiya mbak, kalau boleh tahu namanya siapa ya? "
"namanya, RAISA PUTRI bu"jawab tiara.
"nama yang indah.baik lah ibu akan menerimanya di sini dan merawatnya dengan baik. Tapi kalau nanti ada keluarga yang ingin mengadopsinya kemana saya harus menghubungi mbak Tiara? "tanya pengelola panti itu sambil mengendong bayi tiara.
"ibu,tak perlu menghubungi saya, saya serahkan semuanya kepada ibu "jawab tiara.
"baiklah kalau begitu. Oiya mbak kalau saya boleh tahu, mbak hendak kemana ?"tnya pengelola panti.
"tahlah bu,saya tidak tahu lagi harus Kemana"kata Tiara dengan nada memelas.
"apa sebaiknya mbak tinggal di sini saja "kata pengelola panti itu.
"Terima kasi buk ,tapi saya tidak bisa memenuhi keinginan ibu. Permisi buk, dan tolong rawat anak saya.....! "ujar tiara
"iya mbak, hati hati di jalan "
Dengan sir mata yang mengalir dan suasana hati yang sedih ia menciumi pipi bayi nya lalu pergi meninggalkan pengelola panti itu dan bayinya.
***
-----------------------
Langit tak selalu biru
Hujan tak selalu badai
Tertawa tak selalu bahagia
Semuanya hanya soal waktu
****
Tujuh belas tahun kemudian....Malam ini langit kota soul tampak cerah ,bertabur bintang, dan semakin indah dengan hiasan cahaya rembulan yang benderang .tak segumpal pun mendung menghias di atas sana. Angin malam pun terasa sejuk, bertiup lembut penuh rasa. Seakan, alam pun ingin turut memberikan partisipasinya, pada seseorang yang malam ini sedang merayakan ulang tahunya yang ke- 17tahun .
Malam ini adalah malam ulang tahun ke -17 tahun seorang gadis cantik, putri tunggal dari seorang penjabat kaya ,terhormat dan terpandang di soul korea selatan. Nama gadis cantik itu adalah RAISA PUTRI dan biasa lebih akrab di panggil RAISA. Sebagai putri tunggal seorang penjabat dan ibunya seorang pengusaha diamond ,tentu saja di usianya yang ke-17 tahun, RAISA ingin merayakan hari kelahirannya ini dengan meriah. Karena di usianya yang ke 17 ini adalah usia dimana seorang gadis sedang beranjak ke dewasaannya dan kematangan dalam berfikir.
Rumah RAISA yang terletak di pinggir perkotan, tampak di hiasi oleh lampu Lampu yang berkedap kedip. dan di teras rumah nya yang lebar dan besar, terpasang tulisan yang membentuk kalimat 'welcome to RAISA RAYA's 17th birthday party'
Yang di bingkai oleh lampu-lampu kecil berangkai warna,yang menyala secara bergantian. Sehingga tampak lampu -lampu itu bergerak memutari tulisan. Begitu juga di ruang tamu dan ruang keluarga yang telah terhias oleh dekorasi yang indah. Sebagai putri tunggal penjabat kaya dan terhormat, maka ulang tahun nya yang ke 17 tahun pun di gelar meriah. Semua teman teman nya di undang. Dan terutama ANGGKASA TRI WIJAYA. Teman semasa kecil dan sampai sekarang selalu ada buat dia. Dan juga para teman temannya dan salah satu sahabatnya juga yaitu RAYA KINANTIH.
TEMAN TEMAN RAISA
Kim jisoo sebagai (sooya aulia)
Lalisa manoban sebagai (lisa angle)
Park caehyoung sebagai(mawar)
Kim seokjin(aldo tri satria)
Jeon jungkook(leon )
Park jimin (andika)
Min yoongi(yoga)
J hope (juna)
Kim namjoon(rayhan)
Begitu banyaknya tamu yang datang, sampai sampai Raisa dan kedua orang tuanya kewalahan menyambut kedatangan para tamu undangan dan menerima ucapan selamat dari mereka. Sehingga Anggkasa pun bagai terabaikan. Karena merasa tak di hiraukan damar pun berusaha untuk menikmati Susana pesta Raisa .namun lama kelamaan Angkasa pun merasa jenuh juga, sehingga cowok tampan itu pun mencari tempat yang agak sepi untuk berdiam menyendiri.
Anggkasa tengah berdiri mematung sembari menikmati suasana malam ini. Dan tak lama seorang gadis cantik melangkah dengan pandangan agak meleng menuju ke arahnya. Anggkasa yang tengah termenung, juga tak menyadari dari arah berlawanan seorang gadis menuju ke arahnya. Sehingga terjadilah tabrakan antara keduanya. Dan seketika itu pula kedua nya tersadar.gadis itu langsung meminta maaf ke pada Anggkasa .
"ma.... Maa... Af"kata gadis itu dengan rasa penyesalan. Matanya memandangi wajah Anggkasa dari ujung rambut sampai ujung kaki .Anggkasa pun membalas pandangan gadis itu. Dan keduanya pun saling menatap. Saat itu, Anggkasa merasakan ada sebuah getaran aneh di hatinya. Begitu juga halnya dengan gadis cantik itu. Dia juga merasakan debaran aneh yang tiba tiba menyentak jantung hatinya. Setelah beberapa lama saling menatap....
"ma... Maafkan aku, "kata gadis itu lagi dengan suara agak terbata.
"tak apa apa!. "kata anggkasa.
"kamu tidak apa apa kan"tanya gadis itu.
"tidak, aku tidak apa apa kok kamu tenang saja. "jawab anggkasa terhenti dan meneruskan ucapannya"maaf,kalau aku boleh tahu siapa namamu? "tanya anggkasa.
"oh, namaa saya RAYA KHINANTI. kamu? "
"owh aku Anggkasa tri wijaya"jawab anggkasa memperkenalkan namanya.
Hallo teman teman wattpade semuanya ,nih,ya lanjutan cerita episode 2 .jangan lupa vote akunya ya biar makin Sering update .

Ketika Anggkasa menatap Raya dan Raya pun merasa malu karena di perhatikan saja oleh Anggkasa,jadi Raya merasa serba salah.
"oh.. Iya kamu teman semasa SMP nya RAISA kan? "tanya Raya mengalihkan pandangan Anggkasa.
"ya... Begitulah. "
"dan tentunya kamu itu teman istimewa nya kan"terka Raya.
"Loh, kamu kok beranggapan begitu. Kalau aku teman istimewa nya Raisa. "tanya Anggkasa binggung.
Ya.., karena teman semasa SMP Raisa yang diundang ke pesta ini tak banyak. Dan salah satu teman cowok semasa Smp yang sekarang masih dekat dengan nya kan cuman kamu.."
"eh.. Kan belum tentu juga kalau cuman aku teman istimewa Raisa. Dan aku sama Raisa itu kan cuma sahabat biasa dan tidak ada yang istimewa di antara aku dan Raisa ".timpal Anggkasa sambil tersenyum,berusaha meyakinkan Raya bahwa dirinya dan Raisa itu hanya sebatas sahabat biasa.
"alah massaaa.. Si sa. Betul niee. "ucap Raya mengoda.
"sumpah pun aku !kalau tidak percaya tanya aja sendiri sama Raisa"
"oke oke aku percaya "
Syukurlah kalau kamu percaya "
"hemm.. Ngomong ngomong kamu menyendiri di sini kenapa? "tanya Raya.
"owh, aku, ya cuman kurang suka aja dengan suasana pesta seperti ini. "jawab Anggkasa.
"kenapa "
"ya.. Gapap cuman kurang suka aja. Dan kamu sendiri kenapa kemari? "
"entahlah. Aku hanya kurang suka aja,di ruang pesta suasananya terlalu ramai "jawab Raya.
Dari situ lah keduanya mengobrol berbagai macam obrolan yang mereka bahas. Dan di sertai dengan canda dan tawa. bahkan, sangking asiknya mereka mengobrol, sampai sampai keduanya tak tahu kalau Raisa memperhatikan mereka dan berjalan ke arah mereka berdua.
"wah.. Wah.. Wah.. Yang lagi asyik berduaan

(Sambil tersenyum. )
Terdengar suara Raisa yang merdu menyela obrolan Anggkasa dan Raya, sehingga membuat keduanya seketika sama sama menghentikan obrolannya,


Lalu dengan bibir sama sama tersenyum memandang kearah Raisa yang sedang tertawa.
"eh... Ada Raisa rupanya "ucap Raya terkejut.
"kalian kemari tu mau ngobrol berduan aja,apa mau menghadiri acara pesta gue sih...? "tanya Raisa dengan wajah di cemberutkan. Membuat Anggkasa dan Raya saling pandang, kemudian kembali sama sama tersenyum lagi.
"dan kalau kalian berdua datang kemari cuman buat ngobrol berduaan aja, lebih baik jangan di sini dong "kata Raisa mengertak.
"sih, ada yang marah niee yey? "goda Raya.
"iyalah, siapa coba yang gax marah. Sahabat gue cuman ngobrol berduaan aja.padahalkan ada gue "jawab Raisa.
"apa karena gue ngobrolnya sama Anggkasa ya "mencoba mengoda Raisa.
"eh, lo ya Ray. Mana lah "sepasang mata Raisa mendelik. "lo ngobrol sama siapa aja gue bakal marah apa lagi sama Anggkasa, kalau ngobrolnya tuh di acara bahagia gue. Lo berdua hanya bersenang senag berduan aja, sementara gue kalian diamin tadi di ruang pesta. "kata Raisa cemberut.
"bener nie, loh marah bukan karena lo cemburu kan? "goda Raya.
"ya engak lah. Sebagai mana diri terhadap gue dan gue terhadap lo Ray,gitu juga dengan Anggkasa. Jadi lo udah paham kan. Kalau gue ma Anggkasa tu gadax hubungan apa apa".kata Raisa meyakinkan.
"aku tadi udah jelasin ke Raya kalau aku sama kamu tu gadax yang istimewa. Dan sepertinya, Raya gax percaya ma aku "timpal Anggkasa.
Dengar ya Ray.kalau lo suka ma Anggkasa, silahkan aja. Malah gue bakalan turut ikut senang kok. Karena kedua sahabat yang gue sayangi bisa bersatu. Udahlah, gax perlu di debatkan lagi, lebih baik kalian berdua bergabung dengan teman gue yang lain. Menikmati acara pesta ini. "Raisa menarik kedua tanggan sahabat nya ke ruang pesta.
Ya, mereka berdua hanya bisa menurut saja. Mengikuti kemauan sahabat nya ini.
Dan acara ulang tahun pun berlangsung dengan sangat meriah dan seperti yang diingin kan .dan sejak perkenalan antara Anggkasa dan Raya ,mereka berdua tampak berdekatan di sepanjang acara.banyak teman teman Raisa yang datang menangapi tentang hubungan Anggkasa dan Raya di acara pesta Ulang tahun Raisa, ada yang iri dab ada juga yang simpati atas kedekatan mereka.
Di wajibkan sebelum baca vote dulu biar seru.
----------------------------
Di sudut kamar ini aku pun mulai menyadari betapa kamu sangat berarti bagiku namun semua tak bisa ku ulang ,kini kau telah bertemu dengan nya yang mungkin ada di hatimu.
****
Setelah acara pesta ulang tahunnya selesai dan kini tampak Raisa seorang diri di dalam kamar nya yang luas dan mewah

Sedang termenung di sofanya. Matanya memandang ke arah tumpukan hadiah ulang tahun yang ia terima tadi, namaun dia tidak tertarik sama sekali untuk membuka hadiah hadiah itu. Dan malahan pikirannya pun tidak tertuju pada bingkisan bingkisan di sekelilingnya melainkan pikirannya melayang jauh, berusaha menemukan raut wajah milik seseorang yang kini baru ia sadari memiliki daya pesona yang sangat luar biasa. Ya, yang tak lain dia adalah ANGGKASA TRI WIJAYA.
Sekian lama dia dan ANGGKASA menjalin hubungan persahabatan dari kecil sampai sekarang ,bahkan sangking eratnya hubungan persahabatan di antara mereka, dia dan Anggkasa sudah seperti saudara sendiri.



Banyak kenangan manis yang mereka ukir. Walau pun Selama ini mereka berdua sudah tidak satu sekolah lagi, Raisa dan Anggkasa masih tetap saling bertemu. Namun, baru kalo ini Raisa menyadari betapa Anggkasa memiliki pesona yang sangat luar biasa. Sehingga mampu menggetarkan hati setiap gadis yang melihatnya di pesta tadi,terutama pada Raisa, yang merasakan hal yang seperti itu. Dan yang lebih anehnya banyak teman ceweknya Raisa yang menanyakan padanya, siapa sosok lelaki yang tampan itu (Anggkasa) dan mereka mengira bahwa lelaki itu adalah pacarnya Raisa.
(Raisa menggingat semua perkataan teman teman nya )
"Sa, gue mau nanyak nie "tanya mawar.
"ha .iya ,mau nanya soal apa nie war "jawab Raisa.
"tu, lo liat cowok ganteng di sudut sana "kata Mawar.
"ya terus"
"tu cowok lo ya "tebak Mawar.
Dan Raisa hanya tersenyum.
"Tampan juga ya cowol lo, Sa"timpal Lisa.
"masa sih "kata Raisa.
"iya, sumpah ganteng banget. Kalau saja dia tu masih sendiri, udah gue sikat Sa. Hehe"timpal sooya tertawa kecil.
"iya, gue juga mau sama tu cowok .siapa sih namanya Sa? "kata mawar.
"eits, kalian kan udah punya pacar. Nanti gue aduhin sama pacar lo, lo, dan lo "kata Raisa terhenti " namanya
Anggkasa tri wijaya. Lagian tuh cowok hanya sahabat gue yang cuman gue anggap seperti saudara sendiri kok. "sambung Raisa kembali.
"hehe, jangan dong di aduin "kata sooya
"owh, bener nie"goda lisa
"
berarti,kalau bukan lo sa ceweknya jadi siapa dong"timpal sooya.
"ya, mana gue tahu. Bukan urusan gue tau "jawab Raisa.
Bukan hanya mereka yang kagum atas ketampanan sahabatnya Raisa, tetapi Raya juga yang baru saja kenalan dengan Anggkasa pun juga mengagumi sosok pria tampan itu.
Dan Raisa juga tadi melihat betapa dekatnya Anggkasa dan Raya saat di pesta nya.
Itulah yang kini membuat Raisa termenung. Hatinya gelisa,membayangkan semua perkataan teman teman nya tadi dan dia menyesal telah membiarkan sahabatnya Raya dekat dengan Anggkasa.seandainya saja dia mengakui kalau Anggkasa milik dia,mungkin Raya gax akan bisa sedekat itu saat di pesta ulang tahunnya Raya
"Bodoh nya gue, betapa bodoh gue ini "sungut Raisa memaki dirinya sendiri.
Raisa benar benar tidak menyangka kalau Raya yang cantik dan anak orang kaya, bisa tertarik dan suka pada Anggkasa yang dari penampilannya bisa biasa aja. Penampilan dan gaya pakaian yang di kenakan Anggkasa sangatlah sederhana sehingga menunjukan kalau dia anak pengusaha yang belum setara dengan Raisa dan Raya. Dan itulah sebabnya, mengapa Raisa tidak mau mengakui kalau Anggkasa itu adalah pacarnya, walaupun hanya sekedar pura pura. Raisa takut kalau teman teman nya nanti bakalan mencibir tentang Anggkasa yang dekat dengan nya dan semua itu ternyata tidak seperti yang di bayangin Raisa, malahan cewek cewek /teman teman Raisa malah mengagumi sosok lelaki itu yang tak lain adalah Anggkasa.
Ya Anggkasa memang tampan. Siapa pun cewek yang pernah melihat nya, pasti akan tertarik padanya. Apalagi Raya yang kini sudah pernah menatap kedua bola matanya, pasti akan langsung jatuh cinta. Dan itulah yang membuat Raisa kini benar benar menyesal, karena tadi terlalu menjaga gengsi,sehingga dia enggan untuk mengakui Anggkasa sebagai teman dekatnya dan dia juga tidak mengandeng dan memperkenalkan Anggkasa kepada tamu undangan. Malahan dia membiarkan Anggkasa menyendiri di sudut ruangan dan bertemu dengan Raya.
"sial. Kenapa cobak tadi tu gue gax bilang ke semua teman teman gue kalau Anggkasa tuh pacara gue. Kenapa... Kenapa... Dasar gue bodoh!!!"Raisa kembali memaki dirinya sendiri.
Kini Raisa baru menyadari bahwa dirinya kini menyukai Anggkasa Ya,dia baru menyadarinya setelah melihat kedekatan antara Anggkasa dan Raya. Kalau saja dia tidak gengsi, mungkin Anggkasa gax bakalan ketemu dengan Raya.
Nasi sudah menjadi bubur. Tak mungkin dia bisa mengubah apa yang telah terjadi.
Di wajibkan sebelum baca vote dulu biar seru.
-----------------------
Hatiku gelisah memikirkan dirimu
Dan apakah kau disana
Sama seperti aku
Atau aku hanya mengharapkan kasih sayang seorang gadis yang tak akan pernah bisa ku dapatkan
***
Sementara itu dikamar tidurnya yang sederhana, tampak Anggkasa sedang duduk termenung. Hatinya gelisah, bayangan gadis jelita yang penuh dengan pesona itu muncul dalam pikiran Anggkasa. berulang kali dia untuk menyingkirkan bayangan Gadis itu dari pikirannya Namun, semakin kuat dia berusaha menyingkirkannya justru semakin kuat bayangan itu nempel di pikirannya. Sehingga membuatnya kian bertambah gelisah tak menentu. Ya, begitulah kalau orang sedang jatuh cinta pada
seseorang,Penuh dengan bayangan.
Gadis itu memang sangat mempesona, tak kalah cantik dari Raisa. Gadis yang selalu ada di sisi Raisa.
"Raya khinanti... Nama yang indah untuk seorang gadis seperti dia. Ah, mungkinkah Raya juga merasakan apa yang ku rasakan sekarang? Oh.. Tuhan ku harap dia sama seperti ku. Dan pantaskah aku mengharapkan cinta dari seorang gadis yang jauh berbeda dari aku? Ya Allah. Berikanlah hamba penjelasan tentang perasaan ini"bisik Anggkasa lirih dengan pikiran yang masih tertuju pada gadis yang mempesona itu.
Dan kalau dipikir pikir nama gadis itu jika di satukan dengan nama Anggkasa akan membentuk sebuah nama yaitu "AnggkasaRaya"nama yang indah seperti nada lirik lagu.
Apa yang harus ku lakukan agar dia juga mengetahui isi hati ku?"pikir damar sambil termenung berusaha untuk mencari jalan.
Dia bingung harus seperti apa. Jika di pikir pikir kalau diri nya dan Raya itu berbeda khasta. Raya anak orang terpandang sama seperti Raisa sedangkan ia hanya anak pengusaha yang berada di bawah naungan Ayah Raisa.
"ya allah, apakah hamba salah mencintai seseorang yang jauh di atas hamba. Ia orang yang punya sedangkan hamba. Dan apakah perasaan yang hamba rasain juga dirasakan oleh gadis yang kini hamba bayangkan"ucap Anggkasa lirih.
Setelah mengucapkan itu dia kembali berfikir.
Ah, semua jadi serba salah. Menemui Raya secara langsung gue takut dia tidak akan menerima gue ?minta tolong sama Raisa, ya mana msn gue bebanin masalah percintaan gue sama Raisa. Ah, gue capek mikin nie semua.
Setelah memikirkan itu semua, Anggkasa langsung pergi mengambil air sembahyang, ia bergegas untuk shalat dan mencurahkan semua rasa gelisah nya.
****
S
etelah ia shalat...
Dia mencoba untuk tidur namun tah kenapa bayangan gadis itu terus saja terlintas di pikirannya.
"Ya Allah, kenapa hamba tak bisa juga untuk melupakan bayangan nya dari pikiran hamba ya allah?apa yang harus hamba lakukan? "desah Anggkasa lirih dan kembali termenung.
"ya, aku tahu harus bagaimana. "kata Anggkasa lirih.
Dia pun segera mengambil sebuah buku dan pena.
Ya,dia akan membuat sebuah surat untuk mencurahkan semua tentang perasaannya terhadap gadis itu.
Anggkasa pun beranjak dari tempat tidur dan langsung menuju meja belajarnya. Sedikit demi sedikit suratnya sudah selesai. Setelah selesai menulis surat,dia pun kembali mencoba tidur. Dan Allhamdullillahnya bayangan gadis itu tak lagi terlintas di pikirannya, akhirnya ia tidur dengan nyenyak.

Dia tidur dengan sangat tamvan.
-------------
"Uwuw, supah ganteng banget lu Anggkasa, mana mungkin Raya gax suka sama lo. "isi hati author.
Jangan lupa vote ya kakak kakak syntik.
--------------
Aku merasakan apa yang sedang kamu rasakan saat ini dan kamu harus tau seperti apa getaran hatiku saat ini.
*****
Pada waktu yang hampir bersamaan, Raya pun ternyata mengalami hal yang sama sebagaimana yang dialami oleh Anggkasa Meski jam di dinding kamarnya sudah menunjukkan angka sebelas lewat, namun kedua matanya belum juga bisa dipejamkan. Ingatannya masih terus melayang pada kejadian di acara pesta ulang tahun Raisa , dimana dia secara tak sengaja bertabrakan dengan Anggkasa. Baru kali ini, Raya mengalami hal seperti sekarang ini. Bertemu dengan seorang cowok, hatinya merasa terpesona. Padahal selama ini, sudah banyak cowok yang berusaha mendekatinya, namun tak seorang pun yang mampu membuat hatinya tergetar sebagaimana yang kini dia rasakan ketika beradu pandang dengan mata Anggkasa yang tajam laksana mata elang, namun justru dirasakan penuh keteduhan.
Cowok itu begitu tampan. Tatapan matanya tajam, namun entah mengapa aku merasakan keteduhan disana. Oh, mungkinkah ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama? Pikinya sembari bertanya dalam hati bimbang. Lalu bagaimana dengan dia?
ingatannya kembali melayang pada saat dia bertemu dengan Anggkasa dan pada saat itu juga anggkasa memandang Raya. jika saja dia jadi kekasih cowok itu, ingin rasanya Raya senantiasa merebahkan kepalanya di dada bidang cowok itu, dimana dia akan menemukan dan mendapatkan kehangatan yang dia dambakan.
“oh, Anggkasa... mungkinkah kau di sana juga lengah mengalami hal seperti yang malam ini kurasakan?" bisiknya, seakan Raya ingin menyampaikan perasaannya saat itu pada angin malam, dan berharap angin malam akan mengantarkannya pada Anggkasa.
Sebagaimana yang dirasakan oleh Anggkasa,ternyata Wulan pun mengalami kebingung dia harus bagaimana untuk mengungkapkan perasaan yang ada dalam hatinya. Terlebih dia adalah seorang wanita. Adat ketimuran, menganggap hal yang tabu kalau seorang wanita yang lebih dulu mengungkapkan isi hatinya pada seorang pria. Tapi, bagaimana dia tahu perasaan cowok itu? Dan bagaimana Anggkasa tahu kalau dia menyukai cowok tampan itu? :
Menemui Anggkasa untuk kemudian meng
ungkapkan perasaannya?
Tak mungkin!
Apa nanti kata orang? Bisa-bisa Raya akan dinilai cewek murahan!
Menanyakannya pada Raisa?
itu juga tidak mungkin. Meski Raisa sahabatnya, juga sahabat Anggkasa tetapi tak mungkin bagi Raya bertanya secara langsung pada Raisa mengenai perasaan Anggkasa kepadanya. Ah, rasanya tak ada yang bisa dia lakukan.
maka Raya pun berusaha untuk tidur dan berusaha untuk membuang bayangan Anggkasa. Namun semakin keras dia berusaha membuang bayangan itu, semakin lekat pula bayangan itu muncul di pelupuk matanya. Perasaan Raya: pun jadi semakin bertambah gelisah tak menentu.
Segera dia bangun. Turun dari ranjang. Kemudian melangkah ke meja belajar. Duduk di kursi belajarnya. Membuka laci meja belajar mengeluarkan selembar kertas surat dan mengambil sebuah pena. Dibukanya kertas surat warna merah jambu, dan Raya pun siap untuk menulis sedikit demi sedikit kalimat.Tetapi segera ia cegah keinginannya itu.
“Ngga! Gue ngga boleh melakukannya. Gue seorang cewek, ngga pantas mengutarakan perasaan gue ke cowok duluan karena gue itukan seorang cewek.gimana pun cowok lah yang harus deluan mengutarakan perasaannya. ya,jika benar dia juga merasakan hal yang sama seperti yang gue rasakan jika tidak gue harus bagaimana. biarlah dia yang lebih dulu mengutarakannya. Gue ngga boleh
memulainya. Ya, kalau dia mau menerima dan membalas cinta gue. Kalau ngga? Ah, mau ditaruh dimana harga diri gue?”
Raya pun kembali menutup kertas surat. Meletakkan penanya di atas kertas surat. Lalu dia pun duduk termenung, merenungkan apa yang sedang dia rasakan. Dimana setelah ia bertemu dan berkenalan dengan Damar di pesta ulang tahun Raisa, tak sekejap mata pun dia bisa melupakan bayangan Anggkasa.
“Inikah yang namanya jatuh cinta?” desahnya.
“Kenapa gue ngga bisa lupain dia walau pun hanya sekejap mata ? Gila! Bagaimana mungkin gue bisa jatuh cinta pada anggkasa ,cowok pandangan pertama gue ?"
Raya berusaha mencari tahu, apa kelebihan Anggkasa dibanding cowok lain, sehingga mampu membuatnya jatuh cinta pada cowok itu yang merupakan pandangan pertamanya. Namun setelah direnung-renungkan, rasanya Anggkasa biasa-biasa saja. Bahkan penampilan cowok itu sederhana dan sederhana. Tak ada kelebihan atau keistimewaan pada cowok itu. Lalu, apa yang membuatnya tertarik dan jatuh cinta pada pandangan pertama pada cowok itu? Raya tak tahu. Dia hanya tahu, kalau dia merasa suka dan jatuh cinta pada
pandangan pertama pada cowok sederhana itu.
*Sampai jarum jam menunjukkan angka setengah dua belas malam, namun, Raya pun belum juga bisa memejamkan mata. Sampai-sampai mungkin mamanya yang melihat lampu kamar putrinya belum dimatikan, memanggilnya.
“Raya.. ...apakah kamu belum tidur nak ?”
“Belum, Ma.”
“Sudah jam sebelas lewat. Kenapa belum tidur?”
“Sebentar, Ma. Sedang menyelesaikan PR.”
“Inikan malam Minggu. Kan bisa kamu kerjakan besok.”
“Kebetulan PR Raya banyak, Ma. Lebih baik Raya kerjakan malam ini juga, Ma. Toh besok ngga masuk sekolah. Kalau besok dikerjakannya, Raya takut malah ngga
selesai...”
“Ya sudah, kalau sudah selesai segeralah
tidur.”
“Ya, Ma.” | Raya bangun dari kursi belajarnya, melangkah ke ranjang untuk kembali berusaha tidur. Dia rebahkan tubuhnya kembali di ranjang, sambil memeluk gulingya, tetapi matanya tak juga bisa terpejam. Sampai-sampai Raya jadi merasa jengkel pada dirinya sendiri. Dia dekap kuat guling dan benamkan wajahnya di guling berusaha agar bisa tidur.
“Anggkasa... selamat malam. Kiranya engkau pun malam ini bermimpi tentang gue. Selamat malam, Anggkasa. Selamat tidur dan semoga mimpi indah,” bisik Raya sambil perlahan memejamkan kedua matanya untuk tidur.
Sungguh aneh dan ajaib. Begitu dia kembali menyebut nama Anggkasa dan berbisik mengucapkan kata-kata yang ia tujukan pada cowok yang telah menggetarkan hati dan jiwanya dalam pandangan dan pertemuan mereka yang pertama, Raya pun bisa tertidur dengan lelap. Tidak lagi mengalami kesulitan seperti tadi. Bahkan hatinya yang semula gelisah, seketika jadi tenang. Seakan anggkasa hadir di sisinya dan menemaninya dalam tidur.

*********
Pagi ku yang cerah tak setetes air mata mengalir di pipiku karena aku sangat bahagia. Namun saat ku tau dia akan bersamanya akhirnya aku tak bisa menahan rasa sakit ku
****
Pagi itu, Raya yang sudah lebih dulu
sampai di sekolah langsung menuju ke kelas dan meletakkan tas sekolahnya sambil menunggu sahabat karibnya datang yaitu Raisa.selagi menunggu ,Raya pun duduk sambil termenung membayangkan kembali kejadian di malam pesta ulang tahunnya Raisa,yang dimana dia bertemu dan berkenalan dengan cowok tampan yang tak lain adalah Anggkasa tri wijaya.
Saking asyiknya melamun, sampai-sampai Raya tidak menyadari kalau Raisa sudah datang dan sudah berada di dalam kelas. Melihat sahabatnya tampak duduk termenung dan tidak menyadari kehadirannya, Raisa hanya bisa menghela napas panjang sambil menggelenggelengkan kepala.
Hatinya semakin terasa nyeri dan sakit, karena dia tahu, tentunya sahabat baiknya sedang melamunkan dan membayangkan Anggkasa. Cowok yang diam-diam juga didambakannya.
Perlahan, Raisa melangkah menghampiri meja dimana Raya duduk. Namun tetap saaja sahabat yang sekaligus juga rivalnya itu, tidak juga sadar. Sampai dia berada di sisinya, Raya tetap saja tidak menyadarinya. Setelah menarik napas panjang, ditepuk pundak Raya.
"Hai! Pagi-pagi ,kamu nie sudah melamun aj! Ngelamunin apa, sih emangnya?!" tegur Raisa pura-pura tidak tahu apa yang sedang dilamunkan sahabatnya.
"Eh, lo, Sa. Ngagetin aja?"
"Makanya, pagi-pagi jangan suka ngelamun. Kemasukan Syetan baru rasa lo Ray!" omel Raisa.
Raya cuma nyengir.
"Sedang ngelamunin apaan sih?"
"Ah, ngga. Cuma sedang mengingat sesuatu." "Mengingat apa? Seseorang, ya?" goda Raisa dengan bibir tersenyum, walau sebenarnya di dalam hatinya merasa sakit jika ingat bahwa tidak akan lama lagi Anggkasa dan Raya bakalan bersatu dalam cinta,Dan Raisa harus kembali mengalami kekalahan. Dikalahkan oleh orang yang sama, yang selama ini juga senantiasa mengalahkannya dalam segala hal. Dan orang itu tidak lain sahabatnya sendiri,Raya. Raya cuma tersenyum mendengar perkataan Raisa.
"Ah, pengin tahu aja lo," katanya setelah tersenyum dengan wajah tersipu.
"Kalau boleh gue tahu, siapa sih orangnya?" tanya Raisa masih pura-pura tidak tahu, seraya duduk di samping Raya.
Raya kembali tersenyum lagi.
"Ditanya kok lo senyum-senyum sih? Kesambet dimana lo memangnya?"
"lih, lo..."
"Habis, lo ditanya bukannya menjawab, eh malah senyum-senyum sendiri ."
"Lo emang sirik, ngga boleh ada orang seneng," sungut Raya.
"Seneng sih seneng. Tapi sebagai sahabat, bagi-bagi kesenangan, dong.... jangan simpan kesenangan sendiri. Siapa sih memangnya orang yang sedang lo lamunkan? Cowok, ya?" terka Raisa.
"Iya, dong. Masa gue ngelamunin cewek? Nanti dikira gue lesbi..."
"Boleh gue terka siapa cowok itu?" tanya Raisa.
"Hm, boleh."
"Kalau tebakkanku benar, gimana?"
"Akan gue traktir lo nanti makan bakso jam istirahat . Sebaliknya, kalau tebakkanmu salah, maka lo yang harus traktir gue makan, bakso. Bagaimana, setuju?" usul Raya.
"oke gue Setuju...!" sambut Raisa dengan bibir tetap tersenyum, walau sebenarnya hatinya diliputi
kepedihan yang begitu dalam. Kemudian dengan mata memandang lekat ke wajah Raya, Raisa meneruskan perkataannya "Kurasa lo harus bersiap-siap mentraktir gue istirahat nanti."
"Ah, lo sok tahu Sa....."
"Gue yakin tebakkan gue ngga meleset." "Oh ya?"
"Ya."
"Coba lo tebak, siapa cowok yang tengah gue lamunin?".
"oke. gue tebak ya. lo harus siap siap keluarin uang. Dia itu adalah sahabat dekat gue dari kecil dan sampai sekarang dia masih bersahabat sama gue walaupun sudah tak satu sekolah lagi. Namanya adalahhhhh Anggkasa?"
Raya pun melongo bengong.
"Heh, kok bengong?!" tegur Raisa.
"Bagaimana Io tahu?" Raya balik ber-tanya masih dengan wajah menunjukkan kebengongannya, karena tidak menduga Raisa akan mampu menerka apa yang ada dalam pikirannya.
"Itu tidak penting. Yang penting, setelah istirahat lo harus mentraktir gue,"
"Baiklah," jawab Raya mengalah.
Raisa menghela napas panjang. Hatinya semakin teriris perih. Namun begitu pun dia tetap berusaha untuk tidak menampakkan kesedihan
hatinya di hadapan sahabatnya. Kemudian dengan bibir kembali tersenyum, Lisa bangun dari duduknya. Setelah itu, dia membuka tas sekolahnya, mengeluarkan sebuah amplop Berwarna biru dengan cover wajah anggkasa, yang berisi surat di dalamnya.

"Ray.... "
“Ya?”
“Nih, ada surat...”
Raisa menyerahkan surat itu pada Raya.
“Dari siapa?” tanya Raya.
“Memangnya siapa yang lo inginkan?”
“Dari Anggkasa ?” jawab Raya berusaha memastikan sembari menatap ke wajah sahabat karibnya.
“Siapa lagi? Kan itu yang lo inginkan, bukan?”
“Benarkah dia menyurati gue, Sa?”
“Masih tanya. Itu kan buktinya.”
“Gue masih ragu.”
“Ragu gimana?”
“Jangan-jangan, lo sendiri yang menulis. Karena Io tahu gue menyukainya, lalu lo hendak mempermainkan gue dengan menulis surat ini namun lo atas namakan Anggkasa.”
“Huh, ngga urusan gue bikin surat capek capek cuman buat ngerjain lo, ya?! Ngapain gue capai capai nulis surat buat lo cobak. ha?! Ngga ada manfaatnya tau. Mendingan gue nyuratin cowok!” sungut Raisa sambil mencibir.
“Lo kan mengenali tulisan gue. Lo baca saja dan periksa, itu tulisan gue atau bukan?” sambung Raisa.
Wulan memperhatikan tulisan di sampul surat itu. '
“Iya, bukan tulisan lo.”
“Makanya, jangan asal curiga!” sungut Raisa.
“Iya deh, gue minta maaf...”
“Udah sana pergi. cari tempat yang tenang Untuk baca surat lo itu,Nanti keburu teman-teman datang dan tahu, lo baru nyaho!”
“Baiklah. Terimakasih, Raisa cahayang ...”
Raya pun bangun dari duduknya.ia pun bergegas keluar meninggalkan kelas.
“eh, lo mau kemana?” .
“Ke kamar kecil.”
“What?!”
“Ke kamar kecil.”
“Mau ngapain ke sana?”
“Ya, baca surat ini.”
“Gila ya lo Ray!! Masa baca surat cinta di WC?”
“Disana tidak ada yang ganggu.”
“Kalau gue beritahu Anggkasa, dia pasti akan marah. Karena lo ngga menghargainya.”
“Kenapa begitu?”
“Karena lo membaca suratnya di WC, tempat kotoran dan najis!”
“Habis, dimana, dong...?” '
“Dimana aja kek. Di perpustakaan atau di buritan sekolah, kek. Asal jangan di WC.”
“ok, oke, gue mengerti. Sekali lagi, trims...”
«Raya pun bergegas pergi meninggalkan : ruang kelas dimana Raisa berada untuk mencari tempat yang tenang dan tidak akan dilihat oleh teman-temannya untuk membaca surat itu. perpustakaan sekolah, merupakan tempat yang aman. Raya pun menuju ke sana. Lalu setelah sampai di perpustakaan sekolah,ia pun memastikan apa ada orang atau tidak ada.Raya yang sudah kepingin tahu apa isi surat dari Anggkasa maka ia pun segera membuka sampul surat. Mengeluarkan isinya, melembarinya dan mulai membaca isi surat itu.

******
isi surat
gadis cantik nan pesona
Raya khinanti
Di tempat.
Dear Raya,
Apa kabar lo? dan Gue harap Io dalam keadaan baik serta senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Amiin.
Maaf sebelumnya, kalau apa yang gue lakukan ini, lo anggap suatu kelancangan. Namun ,gimana juga gue ngga akan mungkin terus menerus berdiam diri, sementara hati gue setiap saat terus tersiksa dengan bayangan bayangan dirimu . Maka setelah sekian hari gue terbelenggu dalam ketidak pastian yang teramat menyiksa jiwa,diri gue dan juga pikiran gue, akhirnya gue putusin untuk memberanikan diri untuk mencurahkan segenap rasa yang ada kepadamu lewat surat ini.
Raya yang baik,
Lo tahu, sejak malam itu, dimana kita bertemu di pesta'ulang tahun Raisa, hampir ngga
sekejap mata pun gue gax bisa melupakan bayanga lo. Gue senantiasa teringat ama Io. Pada senyum lo, pada kelembutan tutur kata lo, dan pada semua yang ada pada diri Io Ray.
Semenjak kita bertemu,Ray, sungguh gue benar-benar ngga mampu melupakan bayangan diri lo walau pun sekejap mata.Berulang kali gue coba untuk menyadari dan meyakinkan diri gue bahwa ngga pantas bagi gue yang hina ini berkhayal dan berharap menjadi teman seorang putri jelita penuh pesona seperti lo ,Ray. Namun rupanya jiwa gue ngga mau mengerti Jiwa gue yang sudah tersentuh oleh belaian rasa cinta lewat pandangan pertama.
terus memberontak, terus mencerca hati dan nurani gue.semua itu membuat gue menjadi tersiksa dan menderita.
Raya yang cantik,
Gue ngga tahu pasti siapa diri lo. Apakah lo masih sendiri atau sudah ada yang mendampingi selama ini. Gue juga ngga tahu, apakah ditaman hati lo masih kosong, sehingga gue bisa menanam sekuntum bunga cinta gue, atau justru di taman hati Io sudah tumbuh bunga cinta yang lain. Karena itu, bila ternyata apa yang gue lakuin ini lo anggap kelancangan dan kesalahan serta, bila menurut lo gue ini terlalu bermimpi karena berharap yang berlebihan tanpa mau berkaca diri, sekali lagi maafkanlah gue. Rasa cinta, emang kadang membuat orang | jadi buta hatinya. Dan kini gue baru mengalaminya. Tiap saat, tiap waktu, tiap menit, tiap detik, jiwa gue terus menggelora karena bayangan bayangan lo Ray. Sehingga gue pun bertanya, beginikah rasanya jatuh cinta? Ah, kiranya gue ngga terlalu muluk-muluk melambungkan khayal, yang jika jatuh akan membuat hati gue hancur berkeping-keping, bahkan mungkin akan menjadi serpihan-serpihan tajam, yang kian menusuk perih sanubari gue
Raya yang baik,
Sebenarnya masih banyak yang pengin gue tuturkan dan gue sampaikan, namun mengingat keterbatasan tempat dan waktu, gue rasa untuk kali ini gue cukupkan sekian dulu.
Sekali lagi, jika emang apa yang gue lakukan ini lo anggap merupakan suatu kesalahan dan kebodohan, kiranya lo berkenan memaafkan kesalahan dan kebodohan gue. Namun jika ternyata lo pun merasakan hal yang sama sebagaimana yang gue rasakan, gue harap lo mau memberitahukannya, sehingga gue ngga akan terus menerus menunggu dengan jiwa yang tersiksa. Do'a gue hanya satu, semoga Io sukses selalu.
Dari yang memuja Io
Anggkasa TW
Berbunga-bunga seketika hati Raya setelah
membaca isi surat Anggkasa. Dengan mata berkaca-kaca dan bibir menggurat senyum bahagia, dia dekap surat itu ke dadanya. Seakan Raya tengah mendekap cinta Anggkasa yang telah diterimanya untuk kemudian dia resapkan dalan hatinya agar tidak lepas lagi. Ah, sungguh dia tidak menyangka kalau ternyata cowok yang semenjak bertemu di rumah Raisa telah membuatnya sering gelisah dan termenung, ternyata juga merasakan hal yang sama sebagaimana yang dirinya rasakan.
“Damar... andai saja lo tahu, betapa selama ini gue pun tersiksa karena menunggu dan memikirkan dirimu. Oh Damar, kini gue merasa bahagia dan senang sekali setelah tahu kalau lo juga mencintaiku,” bisik Raya dengan mata berkaca-kaca bahagia. Lalu dia baca sekali lagi Surat itu, kemudian dia dekap kembali kertas surat itu ke dadanya, seakan berusaha mere
Sapkan semua isi surat itu ke dalam lubuk hatinya.
Bel tanda masuk berbunyi. Bergegas Raya melipat surat itu dan memasukkannya kembali ke amplop. Lalu dengan hati yang berbunga bunga, dia kantongi surat itu. Barulah dia kemudian melangkah meninggalkan perpustakaan sekolah, menuju ke kelas untuk mengikuti pelajaran.
--------------
Hati ku kini tidak bisa ku kendalikan, saat aku tahu cinta kalian akan bersatu, mungkin ini takdir ku harus ku jalani
******
Pemberitahuan cinta Damar kepadanya lewat surat yang telah dibacanya, rupanya memacu semangat Raya. Sehingga dia pun tampil dengan segenap pesona yang dimilikinya. Semua mata pelajaran yang diterangkan oleh guru, dia tangkap dan dia serap dengan cepat. Sehingga ketika pak Agung memberikan soal Matematikanya, Wulan dengan tenang dan mudah menjawabnya. Sampai-sampai pak Agung harus kembali dibuat bengong. Betapa tidak? Pak Agung emang tahu di kelasnya Rayalah yang paling menonjol dalam segala hal.selain ia Raisa yang kedua. Namun pak Agung tidak menyangka kalau hari ini Raya akan jauh lebih menonjol dibanding yang lain termasuk Raisa.
“Wah, wah, wah... hari ini kamu sungguh luar biasa, Raya. apa yang membuat kamu jadi bisa sehebat ini? Padahal, teman-temanmu yang lain termasuk Raisa, yang selama ini menjadi sainganmu, tidak seperti kamu,” puji pak Agus jujur mengakui.
“Tidak ada, Pak. Kebetulan, di rumah saya
sudah mempelajarinya,” jawab Raya memberi alasan.

“Oh ya?” gumam pak Aguung dengan wajah masih menunjukkan rasa kagum sembari memandang ke arah siswi tercantik dan juga paling cerdas di kelas itu. Raisa tampak terdiam. Sebenarnya ada

keinginan yang muncul di hatinya untuk mempermalukan sahabatnya itu dengan memberitahu pada seluruh temannya dan juga pak Agung, kalau sahabatnya itu jadi semangat karena habis menerima surat cinta dari Anggkasa. Namun mengingat persahabatan yang selama ini terjalin dengan baik antara dia dan Raya, membuat Raisa akhirnya bisa mengekang keinginan buruknya. Biarlah hanya dia sendiri yang tahu kalau diam-diam, sebenarnya dia tidak suka atas menyatunya cinta Anggkasa dan Raya. Karena dengan begitu, semakin kecil harapannya untuk bisa mendapatkan cinta dari Anggkasa.
“Raisa...” Pak Agung memanggil Raisa.
“Eh, iya, Pak.ada apa?” sahut Raisa dengan agak GUgUp.
“Bagaimana denganmu?”
“Maksud bapak?”
“Apakah kamu juga di rumah mempelajari makalah pelajaran yang belum dijelaskan oleh guru sebagaimana yang dilakukan oleh Raya?”
“sudah pak. rapi belum semua, Pak.”
“Wah, kamu harus berusaha, Raisa. Kalau kamu pengin bisa mengalahkan sahabat yang sekaligus rivalmu ini, kamu pun harus memacu semangatmu. Kalau tidak, bagaimana kamu akan bisa mengalahkan Raya?” tutur pak Agung memancing, sekaligus berusaha memberikan dorongan semangat pada Raisa. “Tapi, hal ini
bukan hanya berlaku bagi Raisa saja. Terlebih pada yang lain. Apakah kalian tidak pengin bisa seperti Raisa dan Raya”
“Ya, Pak...”
“Baiklah, kita lanjutkan pelajaran kita.”
Pak Agung pun kembali menerangkan makalah pelajaran yang tengah disampaikannya pada para siswa yang dengan tekun, tanpa seorang pun yang berani buka suara, berusaha mendengarkan.
****
Begitu jam istirahat datang, sebagaimana janjinya, Raya pun mengajak Raisa ke kantin sebagaimana biasanya. Namun hari ini, sungguh sangat jauh berbedanya roman muka kedua sahabat karib itu. Wajah Raya yang telah menerima surat dari Anggkasa dan telah mengetahui gimana perasaan cowok itu kepadanya, tampak berseri seri. Senyum manis pun senantiasa terkembang di bibirnya. Sebaliknya, Raisa yang sebenarnya diam-diam di dalam hati tidak suka atas menyatunya Anggkasa dan Raya, karena dengan begitu maka harapannya untuk bisa mendapatkan cinta Anggkasa kian bertambah kecil. hari ini dia tampak lebih banyak diam. biasanya Raisa yang membalas godaan cowok cowok yang menggoda mereka, kini dengan wajah menunjukkan rasa tidak senang, Raisa pun membentak para Cowok cowok yang mengoda mereka berdua,
“Hei! Apa sih mau kalian ha?! apa kalian belum pernah melihat kami sebelumnya eh?! maka kalian tidak bosan-bosannya
menggoda kami?!”
Cowok-cowok itu pun terkejut dengan mulut terbungkam diam, karena tidak menduga kalau Raisa yang selama ini senantiasa membalas godaan mereka, kini tampak marah. Bahkan Raya pun turut kaget, tidak menyangka sahabatnya akan bisa semarah itu.
“Ada apa sama Io, Sa?” tanya Raya.
“Sesekali, mereka emang perlu dikerasin, agar ngga ngelunjak Ray. !” sungut Raisa.
“Tapi lo ngga perlu sampai sewot dan ngotot begitu, kan?” kata Raya mengingatkan.
“Bagaimana kalau sampai mereka sakit hati? Bisa gaswat Sa. ..”
“Biarin! Gue ngga takut!”
Kening Raya mengerut. Dengan lekat, ditatapnya wajah sahabatnya, berusaha untuk mengetahu: apa sebenarnya yang membuat sahabatnya itu jadi berubah sikap seperti itu.
“Lo marah, Sa sma gue? ”
Raisa tidak menyahut.
“Lo ngga suka gue berhubungan dengan
Anggkasa” .
“Ah, kenapa Io berpikir seperti itu tentang gue Ray?"
“Karena selama gue jadi sahabat lo, belum pernah gue melihat lo seperti sekarang ini Sa. Katakanlah ama gue, apakah lo merasa ngax suka karena gue berhubungan dengan Anggkasa? Apakah lo juga mencintainya?”
“Ah, jangan ngawur lo, Ray.”
“Gue ngga ngawur. Gue hanya pengin tahu apa yang sebenarnya terjadi sama lo. Jika benar lo ngga suka gue berhubungan dengan Anggkasa, katakan saja. Dan jika emang lo pun menyukai Anggkasa, maka gue akan berusaha mengalah. Karena gimana juga, gue lebih ngutamain persahabatan yang selama ini telah kita bina ketimbang cinta.”
“Sudahlah, jangan bicara yang ngga-ngga. Bagaimana mungkin gue ngga suka kalau sahabat-sahabat tersayang gue bisa menyatu dalam ikatan cinta? Percayalah, gue turut senang jika lo ama Anggkasa bersatu dalam cinta. Dan kalau pun benar gue juga mencintai Anggkasa, maka gue lah yang harus mengalah, sebab cinta Anggkasa bukan buat gue, tetapi buat lo. Dan cinta ngga mungkin dipaksakan, bukan? Gue ama Anggkasa emang saling mencintai, tetapi bukan sebagai kekasih, melainkan sebagai sahabat, bahkan mungkin saudara. gue udah menganggap Anggkasa adalah bagian dari keluarga Gue” tutur Raisa sambil berusaha tersenyum, berusaha meyakinkan hati Sahabatnya, kalau tidak ada perasaan apa-apa di dalam hatinya pada Anggkasa, selain dari perasaan cinta seorang sahabat atau saudara.
“Sungguh?”
Ya”
" “Lo ngga berusaha nyembunyiin sesuatu dari gue, karena lo ngga enak ama gue, kan?”
“Ngga! Dan seperti yang lo tahu Ray, pernahkah selama ini gue berbohong dan berusaha menutupi sesuatu yang ada pada diri gue sama lo?”
Raya menggeleng.
“Nah, jadi, apakah lo meragukan kesungguhan gue?"
“Ngga! Ngga pernah gue menaruh keraguan ama lo.”
“Syukurlah,” desah Raisa.
“Ah, sudahlah. Keburu waktu istirahat berakhir. Nanti lo malah ngga jadi mentraktir gue...” Raisa tersenyum, kemudian menggandeng lengan Raya dan menyeretnya mempercepat langkah menuju kantin. Mau tidak mau, Raya pun turut tersenyum juga, bahkan kemudian keduanya sama tertawa gelak. Seakan mereka sama sama merasakan kebahagiaan.
Dan mereka berdua pun makan