ini cerita nyata,,,benar2 bukan rekayasa.
Namaku kristi,cerita ini terjadi ketika aku masih belum mengeti apa itu hantu dan makhluk2 halus lainnya. Sebenarnya aku bingung ingin memulai dari mana cerita ini,karna seingatku,kekacauan di rumahku sudah terjadi semenjak aku mampu mengingat memori2 kehidupan ku. Ibu ku lumpuh sejak aku masih bayi,kata ayahku karna terjatuh di areal persawahan saat membawa padi. Dan kakinya ketempelan jin yang bandel,gak mau keluar gimanaoun caranya. Kakekku gila,menurut cerita nenekku,hal itu di sebabkan oleh para penjajah jepang dan juga kakek pernah di tangkap oleh PKI,beliau berhasil selamat,Tetapi mengalami trauma berat.
oke langsung masuk saja ke ceritanya,
cerita ini di awali dari ketika aku mulai bisa mengingat setiap detil memori dalam kehidupan ku. Saat itu di kampung ku masih sangat sepi,beberapa orang masih menumpang ke rumah tetangga jika ingin menonton acara tv. Hari itu,aku bersama dengan nenekku,pergi kerumah paman ku yang letaknya tak terlalu jauh dari rumahku,dan ketika malam menjelang,nenekku pulang lebih dulu,aku masih antusias menyaksikan acara faforitku saat itu. Tanpa terasa, jam sudah menjunjukkan pukul 10 malam,akupun beranjak untuk pulang. Awalnya paman menyuruhku untuk bermalam,tapi aku termasuk anak yang pemberani,dan entah kenapa aku gak bisa tidur tanpa nenek/pun ayahku. Jadi aku memutuskan untuk pulang,sendirian,menyusuri jalanan kampung yang sudah mulai sunyi,hanya ada suara hembusan angin dan binatang2 malam yang riuh. Sampai di depan gang kawasan rumahku,aku sedikit mengeryitnyan mataku,karna aku melihat seseorang dari arah berlawanan yang ku pikir adalah tetanggaku,dan memang benar,itu adalah tetanggaku yg rumahnya tepat berhadapan dengan rumahku. Meskipun saat itu penerangan masih sangat kurang,tetapi aku berjalan dengan santai,tanpa rasa takut,hingga sesampai di depan rumahku,aku melihat ternyata ada sesosok makhluk hitam di belakang tetanggaku tadi. Dan makhluk itu benar2 nyata,dia berjalan selayaknya manusia biasa dengan rokok dintanganya yang menyala. Aku tetap berjalan tanpa curiga karna ku pikir itu adalah mbh no,tetanggaky yang lain. Tapi anehnya,tetanggaku yang didepannya seakan tidak menyadari ada sesosok makhluk yg mengikutinya,sampai di bawah lampu jalan,makhluk itu pun tetao hitam,wajahnya tak terlihat sama sekali. Tetanggaku berbelok ke rumahnya,dan aku masih berjalan untuk menuju ke jembatan kecil depan rumahku guna menyebrang,dan sosok itu semakin mendekatiku,sesaat setelah benar2 ada di depanku,sosok itu merentangkan ke dua tangannya seperti seorang ayah yang akan mengendong anaknya,sontak aku berteriak sekencang2nya karna takut. Tetanggaku yang baru akan masuk ke rumahnya pun terkejut dan berkata "kenapa kamu triak2,gak ada apa2 kok triak2" lalu nenekku keluar dan menghampiriku dengan sigap lalu menggendongku. Tanpa mepedulikan apapun,nenek membawaku ke dalam rumah dengan langkah yang setengah berlari,krn nenek tau,pasti ada sesuatu yg trjadi padaku. Seluruh badanku dingin,gemetar seperti orang yang baru selesai berlari jarak jauh,padahal aku gk merasa takut sama sekali saat itu,aku teriak itu mungkin hanya reflek saja. Karna saat itu aku masih berfikir jika yang ingin menggendongku adalah tetanggaku.
Keesokan harinya nenekku bertanya padaku tentang apa yg ku lihat saat itu,dan aku menceritakan apa yang ku lihat dan alami saat itu. Nenek terdiam melihatku dengan tatapan bingung,karna saat itu nenekku ataupun tetanggaku tidak melihat orang lain selain aku di sana. Bagaimana mungkin jika itu manusia bisa menghilang seceoat itu,atau jika manusia berbuat jail,sudah pasti akan menunggu nenekku untuk minta maaf atau sekedar menyapa. Sejak saat itu,nenekku melarangku untuk keluar sendirian ketika malam menjelang. Sekedar info saja,ketika kejadian tersebut aku msih berusia sekitar 5 tahun,dan aku mengingatnya dengan baik sampai sekarang. Kemudian hari2 berikutnya berlalu begitu saja,hingga suatu malam aku terbangun dari tidurku,entah kenapa aku gak tau. Tapi betapa terkejutnya aku ketika aku melihat sesosok makhluk yang sama seperti yg ku lihat di depan rumah,sedang duduk dengan posisi seperti orang utan yg ada dalam gambar uang kertas 500 rupiah. Sosok itu berbentuk sama persis seperti manusia,matanya melihat ke arahku,berwarna hijau memancar,rambutnya sedikt mengembang,tapi ukuran tubuhnya seperti manusia normal,hanya saja semua bagian tubuhnya gelap,Aku mengabaikan sosoknya dan kembali tidur. Esok pagi ketika aku bangun subuh,aku menghampiri nenekku yang sedang memasak nasi di dapur dan dengan polosnya bertanya
"nek,orang yang duduk di atas pintu semalam kemana?" .
Sontak nenekku menghentikan aktivitasnya lalu melihatku dengan tatapan penuh tanya
"orang? orang apa?" tanyanya sambil melihatku dan sedikit memicingkan ujung matanya.
"itu di situ semalem ada orang duduk,matanya hijau" kataku dengan santai,seakan tidak ada hal yang perlu di khawatirkan.
"anak bodoh,kenapa kamu gak bangunkan nenek?" kata nenek seraya memelukku. Saat itu aku masih bingung dengan apa yang terjadi,hingga banyak kejadian2 yang ku alami,pernah ketika kami pulang dari tempat pamanku,aku mendengar suara seperti 2 batang kayu yang di pukul tapi suara itu semakin lama semakin terdengar jauh,kata nenekku,itu adalah hantu tengkorak dan yang berbunyi itu adalah hantaman rahang atas dan rahang bawahnya. Lalu aku juga sering mendengar suara gamelan ketika malam menjelang,padahal gak ada orang yang sedang hajatan. Nenekku hanya berkata padaku untuk cepat tidur dan jangan menghiraukan suara apapun.
Entah kenapa,keluargaku seakan penuh dengan bencana,satu2 nya orang yang selalu sehat hanya ayahku. Sedangkan yang lain,aku,nenek,ibu,kakek selalu sakit bergantian,yang satu sembuh,satu lagi sakit,begitu seterusnya. Hingga ibuku meninggal ketika aku berumur 7 tahun,lalu kakekku ketika aku berumur 11 tahun dan nenekku ketika aku berumur 15 tahun. Setelah itu rumah kami di jual,aku sempat marah karna itu adalah satu2 nya tempat ku untuk mengenang nenekku,aku benar2 menyayangi nenekku hingga sekarang. Lalu aku bertanya pada ayahku kenapa rumah itu harus di jual,dan ayahku baru mau jujur padaku karna ia rasa aku sudah dewasa dan sudah saatnya aku mengetahui hal ini. Kata ayahku,tanah di sekitar rumah kami sudah bercampur dengan "lemah sawur" lemah sawur itu adalah tanah dari kuburan,kata orang jawa kalau seseorang menyebar lemah sawur di pekaranagn orang lain yang ia benci,maka penghuni rumh tersebut akan mengalami bencana,sama seperti keluargaku. Dan kata ayahku jika aku tetap tinggal di sana,maka aku lah yang akan menjadi korban selanjutnya,karna sejak awal yg di incar adalah aku,itulah kenapa hanya aku yang selalu mengalami gangguan2 aneh.
oke cukup sampai di sini cerita dari aku,semoga banyaj yg suka 🤗🤗🤗