turun dari mobil~
"sekolah yang bener, awas aja kalo kamu bolos lagi, ayah akan membawa mu pindah sekolah lagi!!" gertak ayah ku
"iya yah iya janji kok gk bolos lagi"
"yasudah kalau begitu ayah pergi dulu"
"Iya yah, hati-hati di jalan ya"
ayah pun pergi
dan kisah ku di mulai disini.....
Nama ku Cika, aku baru saja di pindahkan ayah ku ke sekolah ini, nama nya SMA bugenvil, kenapa aku di pindahkan? ya... karena aku sering membolos di sekolah lama ku, untuk menyelidiki sebuah misteri, yah aku tipikal orang yang suka dengan misteri, walaupun aku bisa di bilang ceroboh tapi aku juga anak yang periang.
saat aku berjalan di koridor, aku merasa malas sekali untuk kembali bersekolah, yang aku inginkan hanyalah sebuah misteri untuk ku cari tau.
tiba-tiba
brukkk
"aduh"
"astaga baru hari pertama ke sekolah udah jatuh apalagi untuk hari-hari berikut nya 😣"
"untung saja masih sepi jadi tidak ada yang ngeliat, coba kalo ada yang ngeliat bisa malu aku 😖"
aku pun menyadari sesuatu dan segera berdiri
"oh ya aku harus cepat-cepat keruang kepala sekolah"
aku pun bergegas ke ruang kepala sekolah.
_________
"selamat pagi anak-anak" sambut pak guru
"pagi pak" jawab murid-murid di kelas serentak
"anak-anak hari ini kalian mendapat teman baru"
"nak....masuk lah"
dengan langkah yang agak ragu aku memasuki ruang kelas,
"hm...ini tidak buruk" pikir ku
karena aku melihat banyak sekali siswa yang kelihatan periang seperti ku
"aku pasti bisa mendapat banyak teman di sekolah ini" pikir ku
"nak perkenalkan diri mu pada teman-teman baru mu" pinta pak guru
"baik pak" ucap ku semangat
"hai teman-teman, perkenalkan nama ku Cika, aku murid pindahan dari SMA ***** salam kenal"
"wah kita dapat teman baru" ucap salah satu siswa
"dia cantik juga" sahut siswa lain
"Cika duduklah di samping Kelvin, kebetulan tempat duduk di samping nya masih kosong"
"baik pak, tapi.....Kelvin itu yang mana ya pak?"
"Kelvin tolong angkat tangan mu"
lalu aku melihat salah satu siswa laki-laki yang mengangkat tangan nya seketika itu aku tahu kalau dia adalah Kelvin.
aku pun langsung duduk di samping Kelvin, tapi......dia tidak bicara sedikit pun pada ku, aku merasa aneh "apa yang salah dengan ku?? kenapa dia diam saja dan tidak bicara sedikit pun pada ku?" itu lah isi pikiran ku selama jam pelajaran.
jam istirahat pun tiba....
aku terus mengikuti kelvin kemana pun dia pergi, aku masih penasaran dengan diri nya yang tidak bicara pada ku sama sekali, tidak seperti anak-anak lain yang ceria dia malah sebalik nya dan itu membuat ku semakin penasaran, aku terus mengikuti nya berjalan menyusuri koridor sampai akhirnya......
brukk
"aduh, kenapa kau berhenti mendadak"
"kepala ku sakit sekali 😫"
"kenapa kau terus mengikuti ku" tanya kelvin kepada ku dengan nada dingin
"aku....e...aku...itu...." jawab ku gugup
"aduh gimana kalau ketahuan 😖" batin ku
"ayo ikut aku" kata kelvin sambil menarik tangan ku dan membawa ku pergi dari tempat itu.
kami pun berhenti di taman belakang sekolah, dia pun menarik ku untuk ikut duduk di samping nya.
"siapa kau ini sebenarnya?"
"tidak perlu tau siapa aku" jawab nya dingin
"mulai sekarang berhenti mengikuti ku!!" lanjut nya
"si....siapa yang mengikuti mu?"
"tidak usah pura-pura, aku sudah tau semua nya" jawabnya sambil melirik ke arah ku
"bagaimana kau bisa tau??" 😣
"tentu saja aku tau, aku tau semuanya yang akan terjadi"
"apa maksudmu?" tanya ku yang kaget dengan perkataan nya
" aku datang dari masa depan, aku sudah melihat semua nya dari jendela waktu"
"dan profesor menyuruh ku untuk mencari seorang gadis ceroboh yang kecerobohan nya itu membuat hidup nya berulang kali dalam bahaya" katanya
"yah..pastinya aku harus membantu nya" lanjut nya sambil menatap langit
"dan aku merasa kalau gadis yang ku cari adalah kau" katanya yang sontak membuat ku kaget
"aku tidak seceroboh itu" kata ku agak takut
"cih bahkan dia sendiri saja ceroboh, katanya tidak perlu tau siapa dia, tapi malah dia yang memberi tau sendiri siapa dia sebenarnya, kau benar-benar ceroboh kelvin" batin ku sambil tertawa kecil
jujur aku tidak tau apa yang di ucap kan nya, dan ku pikir dia sedang mencoba membohongi ku, sejak saat itu aku berteman dekat dengan nya dan ternyata dugaan ku tentang nya salah karena suatu hari saat aku sedang pulang sekolah dengan nya, tiba-tiba ada seorang preman yang mengambil tas ku.
aku pun hendak mengejar nya tapi...kelvin menahan ku
"biarkan saja" kata nya santai
"tapi....tas ku di curi bagaimana aku bisa santai" tanya ku sedikit marah
"lihat lah kesana" katanya sambil menunjuk ke arah preman yang sedang berlari itu
"dia akan mati dalam"
"5"
"4"
"3"
"2"
"1"
brakkkk
dan benar saja preman itu di tabrak oleh sebuah truk yang melaju kencang dan menyebabkan tubuh preman itu terhempas, dan tas ku.....tas ku terlempar hingga di depan kaki ku.
aku masih melihat kejadian itu dengan tatapan kosong dan kelvin menunduk untuk mengambilkan tas ku
"hei kenapa kau melamun?"
"ini tas mu" katanya sambil memberikan tas ku
"dengarkan aku, mungkin jika kau tetap mengejar preman itu maka nasib mu akan sama seperti dia sekarang" katanya tepat di telinga ku
"dasar ceroboh" lanjut nya dan pergi meninggalkan ku
"ke....kelvin tunggu aku" teriak ku sambil mengejar nya
Jadi, apakah kalian percaya kalau ada orang yang datang dari masa depan??
beberapa bulan kemudian hubungan kami semakin dekat, dia sering menyelamatkan ku dari semua bahaya yang mengintai ku, tapi walau begitu dia tetap saja bersikap dingin terhadap ku.
suatu hari aku ada janji untuk bertemu dengan nya di sebuah taman.
sesampainya di taman aku melihat nya duduk di salah satu bangku taman dan aku pun menghampiri nya.
"kelvin" teriak ku sambil melambaikan tangan
kelvin hanya melihat ku dengan tatapan dingin nya, aku oun segera menghampiri nya.
lalu tiba-tiba
aku tersandung dan terjatuh aku pun nenutup mata ku, lalu.....
"eh kok aku gk jatoh" batin ku
aku membuka mata ku perlahan dan...
yah kelvin menangkap ku, alhasil kami pun saling bertatapan satu sama lain, tapi...entah kenapa aku merasa ada yang berbeda dengan tatapan nya.
tatapannya benar-benar sayu, tidak seperti biasanya, tatapan mata nya seolah ingin mengatakan sesuatu, dan lagi-lagi itu membuat ku penasaran.
"aah maaf kan aku" kata ku langsung bangkit dari pelukan nya
"kau selalu saja menyusahkan ku" lagi-lagi dengan nada dingin nya
"ada apa? kenapa kau menyuruhku bergegas kesini?"
"tidak ada, aku hanya ingin mengajak mu jalan-jalan" jawab nya
"hm...baiklah"
dia pun mengajak ku kesebuah taman bermain yang baru saja di buka.
beberapa menit aku menunggu Kelvin memesan tiket, lalu dia pun datang
"ayo masuk" katanya sambil menggandeng tangan ku
"😳" ekspresi ku
aku kaget dia tiba-tiba memegang tangan ku, sebelumnya dia tidak pernah seperti ini.
kami pun bersenang-senang di sana dan menghabiskan waktu bersama, selama itu pula dia terus menggandeng tangan ku dan itu membuat ku nyaman terus menghabiskan waktu bersama nya, dan di tempat itulah pertama kali aku melihat Kelvin tertawa, di saat itu juga aku merasa bahagia sekali melihat nya tertawa.
"dia sangat tampan jika tertawa seperti ini" pikir ku
saat kami masih berjalan-jalan di sana, tiba-tiba aku melihat seseorang yang seperti nya aku kenal, dia tidak lain adalah teman sekelas ku waktu di SMA lama ku.
aku pun menyapa nya
"Cika" sapa nya sambil berjalan ke arah ku
"hai iren " jawab ku
Iren pun hendak memeluk ku, tapi.... lagi-lagi Kelvin menahan ku.
"berhenti!!" katanya dingin
"a...ada apa?" tanya iren kaget
"apa yang kau sembunyikan di belakang mu?" tanya nya
"aku...aku tidak menyembunyikan apa-apa" jawab Iren agak gugup
"aku tahu semua nya!! cepat berikan pada ku pisau mu itu!!"
sontak Iren dan aku pun kaget
"Iren apa itu benar??" tanya ku benar-benar penasaran
tak berapa lama Iren pun mengeluarkan pisau yang dia sembunyikan di belakang nya
"I...iren kau tega" kata ku dengan mata berkaca-kaca
"tega? yah kenapa aku tidak tega?"
"kau saja tega merebut pacar ku, kenapa aku tidak tega untuk membunuh mu!!" jawab nya dengan tertawa jahat
"apa yang kau lakukan?! kenapa kau tega untuk mencelakai nya?!!" tanya Kelvin dengan nada tegas
"gadis ini telah merebut pacar ku?!" jawab nya dengan lantang
"tidak, aku tidak pernah melakukan itu"
"itu semua fitnah, aku bahkan tidak tertarik pada pacar mu sama sekali" jawab ku sambil menangis karena masih shock
Kelvin pun segera menyuruh Iren untuk pergi dengan ancaman kelvin akan melaporkan Iren pada polisi, akhirnya iren pun pergi dan tinggal aku berdua bersama kelvin.
dia benar-benar penyelamat ku, kelvin pun mengajak ku pergi dari tempat itu dan membawa ku ke pantai, di sana aku masih menangis dan belum mempercayai apa yang terjadi, ku pikir tidak ada orang yang membenci ku ternyata begitu banyak orang yang tidak menyukai ku, dan Kelvin, dia datang untuk menyelamatkan ku dan membantu ku untuk melewati masa-masa kelam ku.
tapi sepertinya aku memiliki rasa yang berbeda kepada nya, rasa ini selalu muncul hanya saat aku bersama nya, aku selalu nyaman bersama nya walaupun dia sering bersikap dingin pada ku, seperti nya aku mencintai nya.
"sudahlah berhenti menangis" kata kelvin menenangkan ku
"kau sudah baik-baik saja sekarang, tenanglah"
aku pun menyeka air mataku dan tersenyum pada nya, lalu dia memegang tangan ku dan berkata
"apa kau nyaman bersama dengan ku?"
"ya"
"apa kau merasakan hal yang sama seperti ku?"
"ya" jawab ku
lalu Kelvin pun langsung memeluk ku, sontak aku kaget tapi juga merasa senang akhirnya cinta ku terbalas kan.
suasana sore di pinggir pantai itu benar-benar mewakili perasaan kami berdua, cahaya matahari yang hangat dan dingin nya angin pantai membuat ku merasa nyaman, aku ingin lebih lama lagi seperti ini aku tidak ingin lepas dari pelukan mu.
dan akhirnya malam pun tiba
aku dan Kelvin masih ada disana menikmati suasana malam di pinggir pantai benar-benar sejuk, tapi entah bagaimana Kelvin tau kalau aku kedinginan, dia pun langsung melepas jaket nya dan memakaikan nya pada ku, tidak hanya itu bahkan dia pun memeluk ku, dia hangat walaupun sering bersikap dingin, baru kali ini aku merasakan sikap hangat nya.
namun semuanya berubah saat Kelvin berkata
"aku ingin lebih lama lagi seperti ini"
"ma....maksud mu?"
"kita kan bisa seperti ini setiap hari" jawab ku
"tidak, waktu ku sudah tidak lama lagi" sahut nya
"a...apa maksud mu? apa yang kau bicarakan?" tanya ku pada Kelvin sambil melepas pelukannya
"ya Cika, waktu ku tidak lama lagi"
"lihat ini" kata nya sambil menunjuk kan sebuah benda di lengan nya dan terlihat hitungan waktu mundur
dan Kelvin pun menjelaskan pada ku bahwa itu adalah alat yang menghubungkan diri nya dengan masa depan dan sisa waktu nya selama di masa ini dan tidak lama lagi dia akan segera kembali ke masa depan esok hari.
sontak aku pun kaget dan menangis
"ku mohon jangan pergi" kata ku sambil menangis
"tidak, kau tidak boleh menangis" ucap nya sambil menyeka air mata ku
"malaikat ku, ku mohon jangan tinggalkan aku" ucap ku yang masih menangis dan memeluknya
"ku mohon jangan menangis, kau sudah aman sekarang dan tadi adalah masalah terakhir mu dan itu sudah usai, dan sebentar lagi waktu ku untuk pergi, tugas ku sudah selesai, ku harap kau mengerti" jawab nya dengan tatapan sayu
aku benar-benar tidak bisa menerima kenyataan kalau Kelvin akan benar-benar pergi, aku baru saja merasakan cinta nya dan sekarang dia akan pergi meninggalkan ku begitu saja, rasanya ingin sekali menghentikan waktu dan aku berharap kalau hari esok tidak pernah ada agar aku dan Kelvin bisa terus bersama selama nya.
namun aku salah~
di pagi hari aku terbangun dari tidur ku dengan nafas terengah-engah "Kelvin" itu adalah kata pertama yang aku ucapkan saat aku terbangun.
dan akhirnya aku tersadar kalau semua itu hanya mimpi belaka (╥﹏╥)