Dimulai dari kisah sebuah keluarga harmonis yang mengalami titik kehancuran akibat perpisahan kedua orangtua mereka, dan mengakibatkan pasangan anak kembar yang sangat mirip dan saling mengasihi sejak kecil memiliki nasib yang kurang beruntung. Rania dan Raina adalah anak sulung dari 5 bersaudara yang lahir di kota Bandar lampung. Mereka berparas elok, manis dan sudah memiliki banyak penggemar sejak kecil.
Sejak usia 4 tahun, pasangan anak kembar perempuan bernama Rania & Raina ini terlihat sangat ceria dan bahagia. Mereka memiliki banyak teman dan orang-orang yang menyayangi mereka. Rania sangat jenius dan pandai. Ia selalu mendapatkan ranking 1 sejak ia duduk di bangku kanak-kanak, namun sebaliknya dengan Raina, ia mendapat peringkat sedang-sedang saja dan terkadang bahkan tidak mendapatkan peringkat di bangku sekolah. Walaupun terlihat sangat rukun, rupanya Raina menyimpan luka yang cukup dalam akibat perbedaan kasih sayang yang ia rasakan semenjak ayahnya memberi perlakuan yang berbeda kepada Rania. Ayahnya lebih mengutamakan Rania dibandingkan Raina. Namun Raina selalu menyimpan perasaan tersebut dan jika sedih, ia hanya menangis tanpa ada yang mengetahuinya. Si kembar bersaudara ini tidak pernah terlihat berada di kelas yang sama sejak duduk di bangku sekolah. Orangtua mereka memilih menyetujui persyaratan dari sekolah untuk tidak memperbolehkan Raina & Rania duduk di kelas yang sama ketika mereka sekolah. Alasanya, agar tidak saling menyontek dan bertengkar jika mereka duduk di bangku sekolah yang sama.
Kendati demikian, sang ibu sangat menyayangi Raina karena beliau tahu bahwa sang ayah cukup terlihat memiliki kasih sayang yang berbeda untuk Rania dan Raina. Dari 5 bersaudara, Raina dan Rania memiliki 2 adik laki laki yang tampan dan 1 adik perempuan yang mungil dan cantik. Mereka terlihat memiliki hubungan yang sangat erat dan saling menyayangi satu sama lain. Sang adik sangat senang jika pergi jalan jalan dengan si kembar, karena merasa bangga memiliki kakak yang sering menarik perhatian orang-orang di sekitar mereka. Keluarga ini tampak terlihat sangat bahagia.
Tak terasa 10 tahun pun berlalu, si kembar yang terlihat mungil sudah mulai menginjak dewasa dan berada di bangku SD kelas 6, disinilah awal mula terjadinya kesulitan ekonomi dalam keluarga yang harmonis ini. Sang ayah dan ibu menjalankan bisnis toko variasi mobil di Bandar Lampung. Awalnya usaha mereka berjalan dengan lancar dan selalu bisa mencukupi kebutuhan nafkah keluarga, namun dikarenakan beberapa hal, usaha variasi ini semakin menurun dan akhirnya mengalami pailit. Si kembar dan sang adik sangat sedih ketika mendengar kabar bahwa mereka harus terpisah selama 2 tahun, karena sang ayah, Ibu, dan sang adik harus pindah terlebih dahulu ke jakarta untuk terus bisa meneruskan karir sang ayah. Karena si kembar masih berada di bangku kelas 6 SD dan belum lulus mereka terpaksa menyelesaikan studinya dan tidak ikut pindah ke Jakarta. Si kembar harus tinggal dengan kakak sepupunya di Bandar lampung menunggu sampai kelulusan sekolah mereka.
Kehidupan berjalan seperti biasanya, namun si kembar yang biasanya terihat ceria, mulai sering terlihat murung karena rindu bertemu dengan keluarganya di jakarta. Akhirnya tibalah saat kelulusan mereka, Raina dan Rania terlihat sangat gembira karena akhirnya bisa menyusul keluarga mereka ke jakarta.
Ketika sampai di Jakarta, sayang keadaan tidak terlihat sesuai apa yang si kembar idam idamkan. Ayah dan ibunya sering bertengkar karena masalah ekonomi dan akhirnya memutuskan untuk memilih bercerai. Si kembar dan adik-adik sangat sedih dan tidak bisa berkata apa-apa. Rania dan Raina yang lebih dewasa berusaha untuk membujuk ayah dan ibu mereka, namun nihil hasilnya. Perceraian tetap dilakukan. Saat itu sang ayah mengasuh si kembar di Jakarta dan sang ibu membawa ketiga adik si kembar kembali ke bandar lampung.
Sangat disayangkan, terlebih parah si kembar pun harus tinggal bersama bibi mereka karena sang ayah belum memiliki tempat tinggal pada saat itu. Keseharian tetap berlangsung, si kembar Raina dan Rania terlihat sangat sedih menjalani hari–hari mereka. Kenangan yang mereka rasakan sejak kecil, tiba tiba seperti hilang dalam sekejap. Raina adalah sosok periang dibanding Rania. Rania lebih tertutup dan memilih untuk diam ketika mengalami tekanan. Si kembar hanya bisa berkomunikasi via telephone dengan sang ibu dan bertemu sang ayah dalam moment tertentu seperti ulang tahun dan hari besar lainnya.
Sosok periang Raina dan Rania tidak lagi seperti saat mereka masih di bangku kanak-kanak, seringkali Raina dan Rania menangis bersama ketika mengingat masa tawa bersama keluarga, dan sang adik. Namun kehidupan harus terus berjalan. Raina dan Rania beranjak semakin dewasa dan saat ini mereka duduk di bangku SMA. Mereka mulai mengenal lawan jenis dan menjalin hubungan dengan lawan jenis ketika di bangku SMA. Selera pria Raina dan Rania sangat berbeda. Ketika Raina bercerita mengenai pria yang ia suka, ternyata pria itu bukanlah tipe yang disukai oleh Rania. Sampai di bangku kuliah kehidupan berjalan datar dan baik-baik saja. Raina dan Rania terlihat semakin dekat dan selalu bersama karena di Jakarta mereka merasa saling bergantung semenjak ayah dan ibunya berpisah. Rania masih sangat pandai dan selalu memperoleh peringkat pertama di bangku SMA. Raina selalu meminta Rania untuk mengajarkan setiap mata pelajaran yang ia tidak mengerti.
Sampai dimana tragedi itu terjadi, ketika di bangku kuliah Rania mulai terlihat aneh dan tidak seperti biasanya. Ia sering menangis dan merasa lelah dengan hidupnya. Ia merasa gagal karena tidak bisa mempersatukan keluarganya kembali. Ia mencoba menceritakan apa yang ia rasakan kepada Raina, namun apa daya Raina hanya bisa mencoba memberi penghiburan kepada Rania dan memohon doa. Terlihat Rania mulai tidak bisa konsentrasi terhadap pelajaran yang ia jalani, karena Raina merasakan adanya kejanggalan maka ia memberikan kabar kepada ayah dan ibu mengenai keadaan Rania. Saat itu, ayah sangat sibuk bekerja maka ibu datang ke Jakarta untuk menemani Rania. Karena Raina masih di bangku kuliah, Raina menajalankan rutinitas keseharianya seperti biasanya. Sampai di satu waktu, tanggal 17 May 2021… Raina mendapatkan telephone dari ibunya bahwa Rania sudah tidak ada. Raina kaget dan langsung mengunjungi ibu dan keluarganya setelah menerima kabar berita tersebut. Saat tiba, Raina hanya melihat bekas darah di sisi kolam renang di bawah salah satu apartement terkenal di Jakarta. Raina menangis tersedu-sedu dan tidak bisa terhenti. Teringat janjinya dengan Rania bahwa mereka ingin mempersatukan keluarga mereka kembali. Namun Tuhan berkehendak lain. Rania harus meninggal dunia pada 17 May 2021. Rania diduga meninggal karena bunuh diri. Ia mati mengenaskan karena melompat dari apartment diduga akibat depresi dan gangguan mood disorder yang dialaminya. Sang adik dan orang tua Raina dan Rania juga terlihat trauma dan mengalami kesedihan yang amat mendalam.
Sejak saat itu, Raina tetap meneruskan hidupnya. Walaupun ia memiliki keluarga yang sangat ia sayangi ia sering kali merasa sendirian. Karena bagian dari hidupnya telah pergi meninggalkan ia selama-lamanya.
Terkadang memang apa yang kita inginkan belum tentu sesuai dengan apa yang kita dapatkan. Namun hidup terus harus berjalan dan kita harus tetap menjalani hidup dengan semangat karena masa depan dan harapan selalu ada.
Cerpen Karangan: RAMA