Hallo, aku taniratari tapi itu adalah nama pena yang ku singkat dari nama asli ku. Biasa nya orang-orang akan memanggil ku Intan atau Ira (di kota lain). Aku adalah anak kelahiran 2000-an dan sebentar lagi akan ulang tahun, aku mau nulis tentang kisah ku beberapa tahun lalu sebagai kado untuk ulang tahun ku kali ini dan ini pertama nya aku membagikan kisah hidup ku kepada kalian :) jangan judge ya xixixi.
Aku adalah seorang anak yang ceria, aku punya banyak teman seumuran di gang tempat ku tinggal dulu, Medan. Aku sudah tinggal di sana sejak umur tiga tahun (kata ibu ku sih) hingga aku lulus SMP. Aku tipe anak yang mudah bergaul baik dengan sesama suku atau pun beda suku, di gang rumah ku aku punya beberapa teman akrab sering main juga nama nya Nana dan Jiah lalu kalau sewaktu di SD dan mengaji aku juga punya teman akrab nama nya Aisyah dan Sarah, untuk SMP aku juga akrab dengan Novi dan Yemima.
Selama di Medan masa kecil ku di torehkan dengan hal-hal yang baik, aku mengingat kembali cerita-cerita yang sudah ku lalui bersama teman-teman ku yang lain, kami sering ke rumah yang lain ntah itu ngerjain tugas atau main bersama hingga sore tiba. Tiap hujan kami juga suka main hujan-hujanan hingga kena marah orang tua masing-masing tapi kami tetap main walau pun ujung-ujung nya demam hehehe.
Di Medan juga pertama kali nya aku ngerasain suka sama lawan jenis ku, kalau dulu mungkin di bilang nya lagi cinta monyet! iya, aku menyukai seorang anak laki-laki bermata sipit tapi dia suku batak dan dia pun menyukai ku. Tapi kami tak seperti anak zaman sekarang, dulu aku sangat malu jika bertemu dengan nya aku bahkan bisa bersembunyi agar dia tak melihat ku karna jika sudah bertemu pasti aku akan sangat gugup maka nya waktu itu kisah cinta monyet ku mungkin terkesan aneh.
Lalu waktu bergulir hingga aku tamat SD, saat itu teman-teman di tempat ku tinggal pada masuk SMP negeri dan aku pun ingin seperti mereka, maklum lah sekolah swasta waktu itu lumayan mahal dan orang tua gak punya uang maka nya dengan nilai ku yang pas-pasan dan doa orang tua mereka mendaftar kan ke negeri. Selama ujian masuk itu aku dan Aisyah juga ikutan, kami berharap nama kami berdua terpilih namun saat hari pengumuman ternyata nama Aisyah tak ada dan di sana lah mula nya hubungan pertemanan ku dengan Aisyah renggang.
Selama semester pertama di SMPN yang ada di Medan itu aku masih berteman dengan Aisyah namun setelah nya kami tak bertukar kabar atau sekedar main seperti biasa nya dan Aisyah memilih bermain denga teman-teman baru nya yang ada di SMP swasta. Aku pun juga begitu, setelah semester satu selesai dan masuk ke semester 2 aku di umumin jadi salah satu anak dengan nilai ujian yang tinggi dan di masukan ke kelas unggulan lalu bertemu dengan teman-teman yang nilai ujian nya tinggi salah satu nya Novi dan Yemima.
Masa SMP ku juga di warnai hal-hal yang indah dan ceria, di masa itu juga aku mulai memberanikan diri untuk lebih akrab dengan teman-teman laki-laki tapi seperti nya aku terlalu malu untuk berteman sewajar nya seperti teman-teman perempuan ku yang lain. Dan kisah cinta monyet ku pun kembali terulang dengan seorang siswa laki-laki di kelas yang sama dengan ku, aku menyukai nya secara diam-diam sejak kelas 7 semester 2 hingga aku tamat SMP dan Novi juga Yemima tau hal itu.
Selama di Medan aku mengalami hal-hal yang menyenangkan, aku dulu bahkan sering tersenyum, tertawa dan berbagi cerita dengan teman-teman ku yang lain. Tapi hidup tak melulu dalam keadaan baik-baik saja, saat itu ketika aku kelas 9 Allah menguji ekonomi kami dengan jatuh sakit nya ibu ku karna DBD. Saat itu dokter bilang kalau saja ibu ku tak di bawa secepat nya atau telat beberapa hari maka saat itu mungkin saja aku sudah tak punya ibu😭 uang yang ayah ku kumpulkan pun akhirnya terpakai untuk penyembuhan ibu ku di rumah sakit hingga sekarang ekonomi kami masih di uji.
Di umur segitu aku sudah mengerti apa yang terjadi pada keluarga ku, terkhusus nya ekonomi keluarga ku. Saat itu aku merasa iri dengan teman-teman ku yang lain karna mereka udah berantusias untuk masuk SMAN yang mereka impikan namun aku tidak, aku malah memikirkan gimana cara nya buat aku ngasilin uang biar bantu orang tua ku. Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk pergi selama sebulan ke kota kecil yang ada di Riau untuk kerja bersama paman ku yang punya toko sepatu.
Di sanalah untuk pertama kali nya aku jauh dari orang tua ku dan mencoba merasakan dunia kerja itu gimana, selama satu bulan aku bekerja akhir nya tiba saat nya aku balik ke Medan lagi tapi orang tua ku menyuruh ku melanjutkan SMA di Pekanbaru, tempat aku lahir. Selama satu bulan yang aku rasakan di tempat orang walau pun paman ku masih saudara ku juga tapi tak senyaman tingga bersama orang tua, aku sering menangis saat di sana hingga waktu ayah ku datang dan menjemput ku pulang aku menangis se jadi-jadi nya karna selain rindu orang tua saudara-saudara ku yang ada disana tak memperlakukan ku dengan baik dan pada akhirnya aku memutuskan jika nanti harus bekerja aku tak ingin bekerja dengan saudara sendiri :)
Aku pergi dan menatap di Pekanbaru untuk melanjutkan sekolah ke SMA swasta dengan uang yang aku hasil kan, di Pekanbaru aku tinggal di rumah nenek ku yang dulu nya aku kira sangat menyenangkan tiap pulang kampung ternyata tidak lagi sama :( Aku tidak tinggal bersama orang tua ku dulu selama setahun karna mereka masih harus tinggal di Medan untuk menemani adik ku yang masih sekolah di Medan. Mungkin orang tua ku sudah menganggap ku dewasa maka nya di biarkan saja aku tinggal sendiri tanpa bimbingan mereka. Aku tak masalah dan memberanikan diri tapi kenyataan tak sebaik yang aku harapkan karna beberapa kali juga aku menangis merindukan orang tua ku :(
Di Pekanbaru itu lah kehidupan monoton ku terjadi, aku pergi sekolah seperti biasa nya jalan kaki lalu pulang agak sorean dan jalan kaki lagi terus berulang. Di SMA awal nya aku punya teman yang nama nya juga sama dengan ku tapi tak berapa lama dia berteman dengan yang lain lalu meninggal kan aku sendirian, di sana aku tak punya teman yang benar-benar akrab dan tiap hari aku terlihat sendirian di bandingkan yang lain saat itu aku menyadari kalau diri ku ternyata sudah berubah :(
Selama masa-masa SMA ku tak ada yang bermakna, tak ada cerita menarik karna saat itu aku merasakan amat sangat kesepian dan hanya bisa menangis diam-diam lalu berharap seandai nya waktu bisa di putar aku tak ingin sekolah di Pekanbaru karna di sini aku tak punya teman sama sekali.
Tapi hidup terus berlanjut dan tak ada kesempatan kedua untuk ku mengulang kisah-kisah remaja ku, aku hanya bisa mengenang nya dalam hati. Diri ku yang dulu nya ceria dan mudah bergaul mendadak menjadi amat sangat introvert dan susah bergaul hingga kini aku mencoba membiasakan diri ku, aku akan mempersilahkan jika ada yang mau menghampiri ku dan mencoba untuk berteman tapi jika dia tak mau lagi aku tak masalah dan tak akan sakit hati karna aku sudah pasrah.
Tapi mungkin Allah mendengar tiap tangisan ku hingga dia menghadirkan seorang laki-laki yang lebih dewasa dan berpemikiran luas di bandingkan diri ku untuk menjadi pendengar ku yang baik, aku merasa bersyukur mengenal laki-laki itu hingga kini dan aku berharap akan terus mengenal nya. Karna aku merasa dia begitu cocok dengan diri ku jadi boleh ga kalau aku berharap lebih agar dia menjadi suami ku kelak? xixixi 🤭
Terima kasih sudah membaca kisah ku ini, aku mencoba untuk selalu berpikiran positif dan mencoba mengambil hikmah dari tiap kejadian yang ada di hidup ku walau terkadang aku banyak ngeluh sama Allah tapi tetap saja semua yang terjadi ada pembelajaran nya, semoga kamu yang membaca kisah ku ini kembali bersemangat ya untuk menjalani hidup tanpa ada nya penyesalan ya! Peluk ku dari jauh untuk kalian yang merasa sama 🤗