Bertahun-tahun setelah kematian Lucas, Sahira sang bidadari khayangan itu masih terus bersedih dan belum dapat melupakan kekasih tersayangnya itu.
Disaat Sahira sedang melamun sendirian, tiba-tiba saja seekor monyet datang menghampirinya.
Monyet itu bernama Imeh, dia memang selalu menemani Sahira dan berusaha menghibur Sahira dikala sedih seperti ini.
Dalam sekejap monyet itu berubah wujud menjadi sosok gadis cantik idaman para lelaki.
"Hai Sahira! Kamu kenapa masih terus bersedih disini? Aku kan sudah bilang, kamu harus bisa mengikhlaskan kepergian kekasih mu itu! Aku yakin lambat laun kamu pasti bisa mendapat pengganti yang lebih baik daripada dia!" ucap Imeh.
"Kamu gak akan ngerti, Meh. Rasa cinta aku sama Lucas itu besar banget dan sampai kapanpun aku gak mungkin bisa lupain dia!" ucap Sahira.
"Wah, berat juga ya masalah percintaan itu! Sepertinya aku beruntung memiliki wujud seperti ini, jadi tidak akan ada lelaki yang menyukai diriku. Hihi.." ucap Imeh sambil cekikikan.
"Kamu salah Imeh! Kalau kamu berubah wujud kayak gini, aku yakin pangeran-pangeran tampan di luaran sana pasti bakalan naksir sama kamu!" ucap Sahira.
"Ah bisa aja kamu bikin aku salting!" ujar Imeh malu-malu.
"Yasudah, mau apa kamu kesini?" tanya Sahira.
"Oh iya, aku sampai lupa menyampaikan pesan ratu Keira tadi." kata Imeh.
"Ada apa memangnya?" tanya Sahira penasaran.
"Kamu ditunggu sama ratu Keira di nirwana sekarang, ayo cepat kamu kesana temui ratu Keira sebelum terlambat!" jawab Imeh.
"Aduh Imeh! Bisa-bisanya kamu lupa tentang hal penting kayak gini. Huh pasti ratu sekarang lagi tungguin aku deh," ucap Sahira jengkel.
"Betul itu, jadi sebaiknya kamu cepat-cepat pergi kesana sekarang daripada ratu semakin marah sama kamu!" usul Imeh.
"Iya iya.." Sahira mengangguk cepat lalu bangkit dan pergi dari sana.
Sesampainya di nirwana, terlihat kalau seluruh bidadari sudah berkumpul disana dan tampak berbincang-bincang pelan hingga membuat Sahira kebingungan.
"Ini ada apa ya?" pikirnya dalam hati.
"Sahira!" Nur menegur sohibnya dan memberi gestur pada Sahira untuk segera mendekat.
"Ah iya," Sahira yang mengerti langsung bergerak cepat mendekat ke arah Nur.
"Cepat kamu baris disini!" perintah Nur.
"Siap!" ucap Sahira menurut.
Setelah kesembilan bidadari cantik itu berbaris secara menyamping disana, ratu Keira pun bangkit dari duduknya dan menatap mereka satu persatu.
"Salam hormat ratu, semoga bahagia selalu!" ucap seluruh bidadari bersamaan.
"Semoga bahagia juga untuk kalian semua!" balas ratu Keira.
"Baguslah, aku senang karena kalian sudah berkumpul disini sekarang. Walau aku sedikit kecewa padamu Sahira, kenapa kamu terlambat kali ini?" ucap ratu Keira.
"Maafkan aku, ratu! Imeh terlambat memberitahuku bahwa ratu sedang menungguku disini, maka dari itu aku terlambat datang kemari." ucap Sahira.
"Yasudah, lupakan saja itu! Aku mengumpulkan kalian semua disini, karena ada sesuatu yang gawat dan mengerikan!" ucap ratu Keira dengan panik.
"Sesuatu mengerikan apa ratu?" tanya bidadari Nawal.
"Pasukan kerajaan vampire sedang menuju kemari, mereka dalam jumlah yang sangat banyak dan hendak meruntuhkan wilayah ini. Aku membutuhkan tambahan pasukan untuk dapat berjaga disini, apa kalian sanggup memenuhinya?" jelas ratu Keira.
"Pasukan vampire? Bagaimana bisa kami menghadapi para vampire itu ratu?" ujar Nur panik.
"Iya ratu, mereka itu sangat menyeramkan. Bagaimana jika mereka menghisap darah kami?" sahut Nawal.
"Udah, kalian gausah panik! Aku bisa mengatasi mereka semua kok, aku juga akan membalaskan dendam Lucas pada mereka!" ucap Sahira.
Semua bidadari kompak tersenyum, sedangkan ratu Keira justru tampak tidak suka.
•
Singkat cerita, gerombolan vampire telah mendarat di taman nirwana. Mereka tertawa keras seraya mengangkat kedua tangan ke atas.
"Hahaha, akhirnya kita sampai di tempat ini. Aku sudah tidak sabar ingin segera menguasai tempat ini sekaligus menghabisi para bidadari-bidadari itu!" teriak Lingga alias si raja vampire.
"Ya, aku juga sama sepertimu raja. Sudah dari dulu aku ingin menghisap darah mereka, aku yakin rasanya pasti nikmat!" sahut Andy sang jenderal vampire.
"Sudahlah, ayo perintahkan seluruh pasukan kita masuk ke dalam dan serbu mereka!" titah Lingga.
"Sendika raja!" ucap Andy menurut.
"Pasukan, ayo masuk!" teriak Andy.
"HIYAAA..."
Seluruh pasukan vampire berlarian masuk ke dalam area nirwana, akan tetapi sebuah batu besar jatuh tepat menimpa tubuh mereka hingga remuk.
Bruuukkk...
"Aakkkhhh!!" semuanya memekik keras saat batu itu jatuh menimpa tubuh mereka.
"Sial! Apa-apaan ini?" geram Lingga.
"Hahaha... hahaha.." suara tawa muncul dan seketika vampire itu langsung mengarahkan pandangan ke asal suara tersebut.
"Kurang ajar kau bidadari bodoh!" umpat Lingga.
"Kaulah yang bodoh, raja vampire! Pergilah dari wilayah kami, sebelum aku habisi kalian semua!" ucap Sahira dengan lantang.
"Kami tidak akan pergi, kalian lah yang seharusnya pergi dari sini!" ucap Lingga.
"Oh begitu? Baiklah, kalau begitu persiapkan diri kalian untuk sebuah kematian yang besar!" ucap Sahira dengan sombong.
"Hahaha, jangan sombong kau bidadari bodoh! Kami lah yang akan menghabisi mu disini!" geram Lingga.
"Kita lihat saja!" tantang Sahira.
Sahira langsung mengeluarkan mustika merah miliknya dari dalam tubuhnya, terlihat pancaran sinar merah merekah keluar membuat para vampir itu ketakutan.
"Kurang ajar! Bagaimana bisa mustika itu ada di tanganmu? Bukankah aku sudah memusnahkan itu bersamaan dengan kekasihmu?" ujar Lingga.
"Itulah kebodohanmu Lingga, kamu telah salah mengambil keputusan. Kamu sudah membunuh Lucas kekasihku, maka dari itu mustika ini muncul kembali dan akan membalas dendam padamu atas perbuatan kejimu itu!" ucap Sahira kesal.
"Hahaha, kalau saat itu saja aku bisa menghancurkan mustika itu. Mengapa sekarang aku harus takut? Aku yakin mustika itu dapat kuhancurkan dengan mudah bersama dirimu, bersiaplah menyusul kekasihmu itu!" ucap Lingga.
Lingga mengeluarkan senjata andalannya dan langsung menyerang Sahira.
Slaasshh...
Duaarrr...
Tanpa disangka oleh Lingga, serangannya dapat dengan mudah dihempaskan oleh Sahira menggunakan mustika itu.
"Hahaha, kau kira mustika ini masih sama seperti yang dulu? Ini adalah versi paling hebat dari seluruh mustika yang pernah diciptakan, dan kamu akan menjadi vampir pertama yang merasakan dahsyatnya mustika ini!" ucap Sahira.
"Sial! Kau benar-benar menyebalkan!" umpat Lingga emosi.
"Andy, Jordan, ayo bantu aku serang dia!" perintah Lingga.
"Baik raja!" ucap Andy dan Jordan bersamaan.
Ketiga vampir itu menyatukan kekuatan mereka dan langsung menyerang Sahira.
Namun, lagi dan lagi serangan itu tak mampu menembus dinding pertahanan Sahira.
Bertubi-tubi serangan dilancarkan oleh mereka, tapi tak ada yang berhasil mengenai Sahira.
"Hahaha, sudah puaskah kalian? Sekarang giliran ku yang menyerang. Bersiaplah menerima kematian kalian!" ucap Sahira.
Sahira mengangkat mustikanya ke atas dan seketika mustika itu berubah menjadi sebuah pedang berbentuk kepala naga yang sangat panjang dan besar.
Slaasshh...
Sahira menghempaskan pedang itu ke arah vampir-vampir tersebut.
Duaarrr...
"Aaaaaa!!" semua vampir itu terhempas cukup kuat hingga terjatuh dari ketinggian dan lenyap seketika.
Dirasa sudah menang, Sahira memasukkan kembali mustika itu ke dalam tubuhnya dan tertawa puas.
"Hahaha, rasakan itu vampir bodoh!" ujarnya.
"Kau belum menang, Sahira!"
Ucapan itu membuat Sahira terkejut, ia celingak-celinguk mencari sosok pemilik suara tersebut tapi tak berhasil ditemukan.
"Siapa kau? Tunjukkan lah dirimu di depanku dasar pengecut!" teriak Sahira.
"Hahaha, kamu pasti ingat denganku Sahira. Aku adalah pria yang selalu mencintaimu baik di dunia, maupun khayangan." suara misterius itu kembali muncul.
"Sebenarnya kamu siapa?" tanya Sahira kebingungan.
Slaasshh...
Tak lama kemudian, sebuah sinar kuning muncul dan menampakkan sosok lelaki dengan jas hitam menutupi tubuhnya.
Pria itu membalikkan tubuhnya, menatap Sahira dengan mata merah menyala dan kedua taring yang merekah keluar.
Sahira amat syok melihat itu, mulutnya terbuka lebar seakan tak percaya dengan yang ia saksikan saat ini.
"Sa-Saka...??"
TO BE CONTINUED.