pagi itu ada sebuah keluarga yang baru saja pindah di rumah kosong.
rumah itu sudah kosong selama bertahun-tahun, sudah lebih dari 3 keluarga yang berturut-turut pergi meninggalkan rumah tersebut Dan tidak ada kabar...
seorang wanita yang cantik tengah merapihkan barang-barang nya di dalam kamar...
akan tetapi ada yang aneh baginya, ia melihat dari jendela kamarnya, terlihat olehnya sebuah gedung tinggi yang kumuh dan tampak tak terawat...
ia terus memandangi gedung tersebut hingga akhirnya ada sekelibas sosok yang melesat di hadapannya, sosok tampak seperti bayangan hitam...jantung nya pun berdebar kencang...ia perlahan menelan ludahnya...
tiba-tiba saja ada yang menepuk bahunya sehingga ia terkejut bukan main...
"hah!". terkejut Mita
Rendy yang melihat Mita begitu terkejut membuat nya merasa ada yang aneh...
"kak kenapa kak? kok kakak kaget banget sih?". tanya rendy
"eum...kayak nya gedung disamping rumah angker deh". ucap Mita
"angker??". Rendy tersenyum penasaran
"kenapa respon kamu kayak gitu?". tanya Mita
"bagus dong kak, aku kan jadinya bisa bikin vlog horor". senang Rendy
disaat mereka sedang berbincang-bincang ada suara teriakan yang memanggil nama mereka berdua...
"Mita....Rendy...buruan kebawah". teriak Karen
"iyaa..". serentak Mita dan Rendy
mereka pun langsung turun kebawah...
dilantai bawah terlihat sekali barang-barang yang berantakan...
"ngapain sih di atas lama amat". gerutu Karen
"lah gua kan beresin kamar gua". ketus Mita
"udah udah ayo cepet rapihin...kalian kan besok harus sekolah". ucap indah ibu dari Karen,Mita dan Rendy
mereka pun merapihkan semua barang-barang mereka...karena barang mereka banyak...setelah pukul 19:00 baru mereka selesai merapihkan semua barang-barang di rumah yang baru mereka tempati.
indah sedang menyiapkan makan malam untuk keluarga nya, Mita membantu ibunya agar makanan bisa cepat tersajikan...
"mah...mamah ngerasa ada yg aneh gak sih?". tanya Mita
indah menoleh ke arah putrinya yang cantik itu, ia pun tersenyum menjawab pertanyaan Mita...
"aneh apanya? mamah sih gak ngerasa ada yang aneh". jawab indah
Mita menggertak kan gigi nya, ia tampak tak sepemikiran dengan ibunya..
makan malam pun sudah tersaji, keluarga kecil itu telah kumpul di depan meja makan yang penuh dengan makanan yang lezat...
"wah...enak nih keknya". senyum Rendy
"iya dong kan gua yang masak hehe". senyum jahil Mita
Karen melirik Mita dengan dingin..
sedangkan Rendy tak percaya dengan kata-kata Mita yang menurutnya tak mungkin..
"yaa pasti mamah lah yang masak, gak mungkin juga kakak". ketus Rendy
"tapi kan bantuin masak, berarti ada racikan gua juga dong". senyum Mita
indah menyendok nasi untuk Mita dan Rendy, sambil menasehati kedua anaknya itu...
"kalo di meja makan, jangan kebiasaan ribut...gak baik". nasehat indah
"Taulah kayak bocil aja sih". tambah Karen
Mita dan Rendy merasa tersinggung dengan ucapan Karen, namun mereka hanya bisa diam, karena jika mereka melawan, sudah pasti ibu nya akan marah...
"selamat makan...". alihkan Mita
"baca doa Jan lupa". sindir Rendy
mereka pun menyantap makanan yang sangat lezat itu, beberapa menit kemudian mereka sudah selesai...
indah merapihkan piring-piring kotor, Mita pun membantu ibunya itu...
"mah biar Mita aja yang nyuci piring kotornya". ucap Mita
"hmm iya..". jawab indah
Mita pun membawa tumpukan piring kotor ke dapur, ia langsung memulai untuk mencuci piring.
suasananya tampak hening, Mita merasa tak nyaman dengan suasana yang seperti itu, ia pun bernyanyi agar menghilangkan keheningan...
"la...laa...laaa". nyanyi Mita sambil mencuci piring
akan tetapi ketika ia mematikan keran, ia mendengar sekilas seperti ada yang mengikuti nya bernyanyi...
ia langsung terdiam untuk memastikan, namun ia tidak mendengar suara apapun... bulu kuduk nya mulai berdiri...
matanya melirik kekanan dan kekiri... ia melanjutkan mencuci piring...sambil mengawasi sekelilingnya...
setelah itu ia merapihkan piring yang bersih di rak...
lagi-lagi ia melihat sekelibas bayangan hitam...
Mita terpaku ia tak sosok apa yang menggangu nya..
dengan segera ia langsung pergi meninggalkan dapur dan berjalan dengan cepat ke kamarnya.
keesokannya harinya keluarga indah sedang sarapan di meja makan, akan tetapi ada yang berbeda dari sikap Mita, ia dari tadi tidak berbicara sepatah kata pun...
"tumben...kesambet apaan nih”. ledek Rendy
"hust...jangan sembarang ngomong deh". tegur indah
Karen hanya melirik sekejap ke arah Rendy dan Mita, sedangkan Mita, ia hanya menatap sinis ke arah Rendy...
setelah sarapan mereka langsung berpamitan kepada indah...
"mah Karen ke kampus dulu yaa". ucap Karen
"semangat yaa...jangan lupa kalo pulang siang sekalian jemput Rendy yaa". saran indah
"iya mah..". jawab Karen
mereka pun berangkat ke sekolah mereka masing-masing...
Mita sudah terbiasa mengendarai motor kesayangannya, sedangkan Karen pergi ke kampus mengendarai mobil, dan sebelum ke kampus ia harus mengantar Rendy kesekolahnya terlebih dahulu.
rumah tampak sepi ketika ketiga anaknya sekolah.
indah pun kekamarnya, ia membereskan sedikit barang yang belum dirapihkan...
ia membuka kardus yang berisi foto-foto keluarga... ia tersenyum melihat sebuah foto yang berisikan sebuah keluarga kecil yang utuh... di foto itu ada seorang pria yang merupakan suami dari indah, ia mengusap foto tersebut sambil berkata...
"semoga kamu bisa melihat anak-anak kita yang udah besar pah". gumam indah
indah pun melanjutkan merapihkan barang-barang tersebut...
namun ada sebuah kalung permata bewarna hijau yang ia temukan di dalam kotak barang-barang bekas almarhum suaminya...
"ini kalung apa? kayaknya aku baru liat". ucap indah
ia pun menaruh kalung tersebut di dalam kotak perhiasan nya..
"bruk..."
ia dikejutkan oleh suara barang jatuh dari lantai atas, dengan segera indah langsung memeriksa ke lantai atas.
ia mencari-cari barang yang terjatuh dari asal suara (dikamar Mita)... namun ia tidak menemukan ada tanda-tanda barang jatuh.
karena indah tak menemukan apa pun ia bergegas turun dan kembali ke kamarnya... tetapi kali ini ia benar-benar terkejut dengan apa yang ia lihat...ia melihat sebuah bantal yang berlumuran darah... nafas tak beraturan... ia menghampiri kasurnya dengan perlahan...
"hah....". indah berteriak kencang
ia berlari keluar rumah untuk menghilangkan rasa takutnya.
indah mengatur nafasnya...
tiba-tiba ada seorang wanita yang berumur sekitar 25+ yang datang menghampiri indah...
"mbak...mbak kenapa?". tanya wanita tersebut
"saya...di kamar saya ada...". terbata-bata indah
Tampa basa-basi ia menarik tangan wanita tersebut kedalam rumahnya, dan masuk ke kamarnya...
mata indah terbelalak, ia sudah tak melihat bantal yang dipenuhi darah yang tadi ia lihat...ia tampak tak percaya.
"kenapa mbak?". heran wanita tersebut
"eum...tadi saya liat ada yang aneh disini, mungkin saya cuma halusinasi kayaknya". ucap indah
"kalo ada hal yang aneh, mbak bisa datang ke rumah saya, rumah saya ada di samping, oh iya nama saya Ajeng". ucap Ajeng
"makasih yaa, maaf saya ganggu mbak". ucap indah
"gak apa-apa kok, kita kan tetanggaan udah semesti nya saling membantu". senyum ajeng
indah membalas senyuman Ajeng.
"yaudah saya pulang dulu ya mbak, saya belum masak soalnya". ucap Ajeng
"oh iya silahkan...". jawab indah
indah pun mengantar Ajeng sampai depan pintu rumah, namun indah tak berani masuk ke dalam rumah, ia duduk di depan rumah sambil menunggu Rendy atau Mita yang pulang dari sekolah...
sementara itu disekolah Mita terus saja diam seribu bahasa...
jam istirahat pun tiba, Tika menghampiri Mita yang daritadi tak mengeluarkan sepatah kata pun...
"Lo kenapa sih ta...keknya diem Mulu dari tadi ". ucap Tika
Mita melirik Tika dan berkata...
"sumpah gua takut kaa". ucap Mita
"Lo takut kenapa? siapa yang ganggu lu, setau gua kan satu sma gak ada yang berani sama lu". ucap Tika
"gua gak takut sama yang lu maksud". datar Mita
"terus....siapa?". tanya Mita
"........."
"........."
"gua takut....setan". takut Mita
Tika tertawa mendengar ucapan Mita, ia tak menyangka zaman sekarang masih ada saja yang takut terhadap makhluk halus...
"hahaha ada-ada aja Lo ta". tertawa Tika
"kok lu malah ketawa sih! gua serius tau". kesal Mita
"lagian gini hari...masih aja bahas begituan yaa kocak lah". ucap Tika
"lu tau kan gua udah pindah rumah". serius Mita
"iyaa lu sendiri kan yang ngasih tau". jawab Tika
"nah...rumah baru gua ada setan nya". melotot Mita
Tika menelan ludahnya karena melihat raut wajah Mita yang tampak tidak bercanda, Mita sangat serius dengan kata-katanya...
"lu serius?". tanya Tika
"yaa gua serius lah". ketus Mita
Mita mendekati Tika dan berbisik kepada nya...
"yang bikin tambah serem, di samping rumah gua, gak jauh sih ada gedung kosong, kumuh banget deh". bisik Mita
Tika menatap Mita dengan mata yang ketakutan...
"ish...parah sih ini mah, tapi gua penasaran sama tuh gedung, gimana kalo kita bikin vlog di gedung itu". saran Tika
"lu yang bener aja...gua sih gak mau...". tolak Mita
"yah...payah lu, kan kita bisa buktiin tuh gedung ada setannya apa kagak". serius Tika
Mita terdiam sambil memikirkan ucapan Tika yang membuatnya tertarik...
"hmmm...oke nanti malem kita kesana, gua bakal ajak Rendy". ucap Mita
"nah gitu dong, nanti juga gua ajak Danish deh, dia kan suka banget nantangin setan". jawab Tika
mereka pun kembali ke kelasnya..
waktu pun berjalan cepat.
Rendy sudah pulang dari sekolah nya, namun ia hanya sendiri.
di depan rumah ia melihat ibunya yang duduk di kursi depan..
"mah...mamah kok diluar?". tanya rendy
"eh..Rendy...mamah lagi hirup udara aja". jawab indah
"yaudah mah yuk masuk, aku laper mau makan".ucap Rendy
"mamah lupa masak kita makan di luar aja ya". jawab indah
yaudah aku ganti baju dulu ya mah". jawab Rendy
Rendy pun masuk ke dalam rumah nya, sedangkan indah ia menunggu putranya diluar rumah, ia masih belum berani untuk masuk kedalam rumahnya sendiri.
setelah selesai Rendy langsung keluar dan menghampiri ibunya..
"yuk mah". ajak Rendy
"iya ayo". senyum indah
mereka pun pergi ke restoran terdekat, di dalam hati indah ia bingung dengan apa yang baru saja terjadi kepdanya, namun ia tak mau menunjukkan kepada anaknya.
sore hari pun tiba Karen baru saja tiba di rumahnya, namun ia melihat suasana rumah yang sepi seperti tidak ada orang di dalam rumah.
"kenapa ni rumah sepi amat ya". gumam Karen
ia pun masuk ke dalam dan langsung menuju kamarnya.
di waktu yang bersamaan Mita baru saja pulang dari sekolahnya.
Mita mengetuk pintu namun tidak ada yang merespon, ia pun mencoba membuka pintu, dan ternyata pintu rumah tidak terkunci...
"assalamualaikum...mah..ren...kak...". sapa Mita
"kayaknya gak ada orang, pada kemana sih". gumam Mita
dengan terpaksa Mita masuk kedalam kamarnya, ia bergegas ganti baju, setelah selesai ia langsung turun ke ruang tamu...
"mendingan gua disini aja, daripada harus di kamar". gumam Mita
ia duduk di sofa sambil memainkan handphone nya, ia menonton film comedy, sehingga ia melupakan kejadian aneh yang mengalaminya.
"hahaha kocak". tertawa Mita
ia asyik menonton dan tertawa, sampai akhirnya ia tertawa kecil, dan siapa sangka ada yang mengikuti nya...
"hihihi". suara samar-samar
Mita yang mendengar suara tersebut langsung menelan ludahnya dalam-dalam, ia langsung mematikan handphone nya, dan melihat keselilingnya...
ia mulai merinding dengan suasana yang mencekam tersebut.
"tring...".
tiba-tiba saja handphone nya berbunyi, ada panggilan dari nomor tak dikenal... dengan ragu ia mengambil handphone nya dan mengangkat telepon tersebut...
"halo...maaf ini siapa ya?". ucap Mita
namun yang terdengar hanya suara wanita yang menangis. jantung nya semakin berdebar kencang...
"ini siapa yaa?". tanya Mita sekali lagi
"PERGI! ATAU AKAN KU BUNUH KALIAN!". teriak dari dalam telepon tersebut
spontan Mita langsung mematikan handphone nya, ia langsung lemas dan takut setelah mendengar suara wanita yang menyeramkan dari telphone nya.
"tuk..".
seketika semua lampu di rumah mati, ia langsung mengambil handphone nya dan menyalakan senter...
"tuk...tuk..tuk...".
tiba-tiba ia mendengar suara orang yang berjalan, ia mendekap wajahnya...namun suara tersebut semakin kencang seperti akan mendekati nya...
Mita mengintip dan melihat Cahaya di depannya yang berasal dari belakangnya...
dengan ragu ia berusaha untuk menoleh ke belakang...perlahan ia menoleh kebelakang....
dan benar saja ia melihat seorang pria yang berdiri memegang senter dan wajahnya penuh dengan darah.
"hah....". teriak Mita
akan tetapi pria tersebut terkejut mendengar teriakan Mita, dan lampu pun menyala...
Mita masih menutup matanya, ia takut karna sosok pria tersebut...
pria tersebut mendekati Mita, dan memegang tangan nya
"hah....lepasin gua belum mau mati!". teriak Mita
"apaansih, gila lu ya". jawab Karen
Mita membuka matanya, karena ia seperti kenal dengan suara yang ada didepannya...
"kak karen". Mita menghela nafasnya
"lu kenapa sih teriak-teriak, berisik banget". dingin Karen
"lah kakak ngapain coba ni muka merah begitu udah kayak darah". jawab Mita
"oh ini, tadi gua lagi ngerjain tugas, eh mati lampu trus tinta merahnya tumpah". datar Karen
"bikin takut aja sih". ketus Mita
Karen menghapus tinta di wajahnya dengan lap basah, sementara Mita terus memperhatikan Karen ia masih takut akan ada hal yang tak diinginkannya...
"mamah sama Rendy kemana sih kak?". tanya Mita
"gak tau, gua pulang juga di rumah udah gak ada siapa-siapa". jawab Karen
Mita kembali melihat keselilingnya, ia merasa ada yang aneh dengan rumah yang mereka tempati...
"kak...lu takut gak sama hantu?". tanya Mita
"enggak...". jawab Karen
"serius lu, masa iya gak takut sih...gak yakin gua". ucap Mita
Karen menaruh lap basah tersebut di meja, kemudian ia duduk disamping adik perempuan nya itu...
"gua diajarin sama ayah...kita gak boleh takut sama hal kayak gitu, kalo kita takut...dia malah makin berani". jelas Karen
Mita menatap Karen dengan tatapan yang tak biasa.
"kalo gitu gua tantang lu buat masuk ke gedung kosong di samping". tantang Mita
"lu ngapain sih mikir kayak gitu, jangan pernah ngurusin mereka, gua percaya mereka ada, tapi bukan berarti gua harus ganggu mereka". tegas Karen
Mita merasa tak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Karen...ia membisikkan sesuatu ke telinga Karen...
"takut mah bilang aja". bisik Mita
seketika Karen langsung menatap Mita dengan dingin...
"jangan pernah lu coba-coba ganggu mereka, atau akibat nya bakal fatal". dingin Karen
"mereka duluan yang ganggu gua". ucap Mita dengan angkuh
"gua cuma ngasih tau lu, jangan...". saran Karen
"iya iya...". ketus mita
beberapa menit kemudian indah dan Rendy baru saja tiba dirumah, mereka pun masuk dan melihat di sofa sudah ada Karen dan Mita...
"mamah...darimana aja sih". ucap Mita
"jalan-jalan dong". pancing Rendy
"ish...parah banget gak ngajak-ngajak". kesal Mita
"enggak kok, kita cuma ke depan". jawab indah
"hehe". senyum nakal Rendy
"huh...dasar gaje". sorak Mita
Karen pun pergi ke kamarnya sedangkan Mita menarik Rendy untuk ikut kekamarnya...
indah yang masih merasa takut dengan ragu mengikuti Karen...
"mamah kenapa?". tanya Karen
"mamah ikut kamu yaa". ucap indah
"aku kan mau ke kamar mah". jawab Karen
"kamu mau ngerjain tugas kan? mamah harus pantau kamu, biar kamu bisa dapet nilai bagus". elak indah
"ada-ada aja sih mamah, yaudah deh". pasrah Karen
indah pun mengawasi Karen yang sedang mengerjakan tugas, disisi lain ia melihat sekeliling kamar Karen yang begitu tenang dan tidak ada aura yang menakutkan...
"kamar kamu adem banget...". ucap indah
"iyalah mah, kan Karen suka baca Al-Qur'an, jadi gak heran kamar Karen adem". senyum Karen
indah tak menyangka bahwa Karen yang cuek dan dingin, ternyata adalah anak yang suka membaca ayat suci Al-Quran, melihat Karen meningkatkan nya kepada almarhum suaminya...
sementara itu Mita dan Rendy sedang membicarakan sesuatu di dalam kamar Mita...
"entar malem lu harus ikut gua". ucap Mita
"ikut kemana?". tanya rendy
"gedung samping". jawab Mita
"gila...lu waktu itu bilang kagak mau". heran Rendy
"yaa gak apa-apa lah, kan lu untung juga bisa dapet viewers". ucap Mita
"oke deh". senyum Rendy
malam yang ditunggu-tunggu pun tiba, Mita dan rendy bergegas keluar rumah. di luar rumah sudah ada Tika dan Danish yang menunggu...
"woy lama amat lu". gerutu Danish
"hust....Jan berisik beg*". bisik Mita
"entar mamah tau". tambah Rendy
"oh oke sorry...". bisik Danish
mereka pun langsung bergegas menuju gedung di dekat rumah Mita.
setelah tiba di depan gedung tersebut, mata Mita terbelalak...gedung tersebut sangat besar, namun sangat tidak terawat...ditambah lagi banyak rumput liar yang menyelimuti gedung tersebut...
"huuu horor abis sih". senyum Rendy
"mantep bro, gua kira lu bakal takut". tebak Danish
"yaa kagak lah bang hehe". senyum jahil rendy
mereka pun mulai masuk kedalam, Danish memimpin untuk menjelajahi gedung kosong tersebut.
Rendy tak menghilangkan kesempatan untuknya, dengan segera ia langsung menyalakan camera nya...
"hola guys...kita lagi ada di dalem gedung kosong, noh liat kan serem abis sih ini mah". ucap Rendy
Tika daritadi hanya bisa memegang tangan Mita, terlihat jelas bahwa Tika sangat ketakutan...
beberapa jam menit kemudian, hari semakin malam... mereka sedang berada di lantai atas gedung kosong tersebut...
namun selama mereka didalam, tidak ada satu hal pun yang mencurigakan, tampak seperti tidak ada tanda-tanda makhluk halus...
"mana nih, katanya ada setannya". ucap Danish dengan angkuh
"eum...setannya takut kayaknya haha". jawab Rendy
Rendy dan Danish sangat percaya diri, bahkan mereka tidak menjaga ucapan mereka.
"gimana kalo kita mencar aja". saran Mita
"boleh...". jawab Danish dengan enteng
"oke kita mencar". ucap Mita
mereka pun berpencar, Mita menelusuri belakang gedung dengan Rendy, terlihat jelas bahwa belakang gedung tersebut sangat-sangat tak terawat.
Dan hal yang aneh pun mulai muncul, seketika Mita dan Rendy mencium aroma darah busuk yang menyengat...
"guys...bau apaan nih, buset bau banget". komen Rendy
Mita mulai merasakan adanya aura yang tidak asing, sama seperti di rumahnya, Mita terus berjalan sambil melihat sekitarnya...
tiba-tiba saja langkah Mita terhenti dan ia bernafas tak beraturan, Rendy yang melihat kondisi kakak nya itu, menjadi takut dan penasaran...
"kak...lu kenapa?". bisik Rendy
"ren..itu....apaan...". tunjuk Mita ke arah sebuah rumah kecil yang berada di hadapan mereka
"rumah kayaknya". jawab Rendy
"tadi...gua liat ada cewe rambutnya panjang...terus dia masuk ke dalem rumah itu". ucap Mita
"yaudah ayo kita cek...". ajak Rendy
mereka pun perlahan memasuki rumah kecil tersebut,
aroma busuk semakin menyengat, bulu kuduk Rendy mulai berdiri, sedangkan wajah Mita sudah pucat...
"krek...."
Rendy membuka pintu rumah tersebut...
aroma busuk bertebaran dimana-mana, satu hal yang mereka lihat saat memasuki rumah tersebut adalah...
banyak tengkorak manusia dan darah yang sudah kering namun darah tersebut bewarna hijau...
"huek...". Mita mual mencium aroma yang sangat busuk
mereka terus berjalan memasuki rumah tersebut, baru beberapa langkah mereka masuk...
"bruk...".
tiba-tiba saja pintu rumah tersebut tertutup dengan sendirinya, baru saja mereka terkejut dengan bunyi pintu tersebut, datang lagi suara lonceng yang bergema di ruangan tersebut....
"Ting nong....Ting nong....".
Mita memegang tangan Rendy dengan erat, sedangkan Rendy mata nya mulai terbelalak dengan apa yang ia lihat...
Rendy melihat sesosok wanita berambut panjang yang membawa gergaji mesin ditangannya, sosok itu menangis dengan keras....
Mita merasa sesak dengan adanya sosok wanita berambut panjang tersebut...
seketika gergaji mesin yang dipegangnya menyala, sosok wanita itu mengangkat kepalanya dan menatap Rendy dan Mita dengan tatapan kebencian...
"PERGI.....". teriak sosok wanita tersebut dan berlari berjalan perlahan ke arah Rendy dan Mita...
"hah....". Mita dan rendy berteriak ketakutan
mereka berdua berlari menuju pintu rumah tersebut, akan tetapi pintunya tidak bisa dibuka, Mita mulai panik.
"ren buka pintunya...". takut Mita
"susah kak". jawab Rendy
Rendy berusaha mendobrak pintu tersebut, sedangkan sosok wanita tersebut semakin mendekat...
"hihihihi". tertawa sosok wanita tersebut
nafas Mita semakin tak beraturan, sekilas ia melihat kalung permata bewarna hijau yang dipakai sosok wanita tersebut...
"krek..".
pintu tersebut akhirnya terbuka, Mita dan Rendy langsung berlari meninggalkan rumah kecil tersebut dan kembali ke gedung kosong tersebut...
"KALIAN TIDAK AKAN BISA LARI HAHAHA". teriak sosok wanita tersebut
disisi lain Danish dan Tika menjelajahi bagian atas gedung kosong tersebut, Tika tak henti memegang erat lengan Danish.
"lu kalo takut ngapain segala ikut sih". gerutu Danish
"gua kira kan gak seserem ini". takut Tika
mereka pun melanjutkan penelusuran mereka, mereka menghentikan langkah mereka di sebuah ruangan yang dipenuhi oleh asap, dari baunya tampak nya itu adalah asap rokok, dengan perlahan mereka mendekati sumber asap rokok tersebut.
akan tetapi mereka terkejut bukan main, karena sekarang dihadapan mereka ada sosok pria tentara yang mengisap sebatang rokok. Tika semakin erat memegang lengan Danish.
"nish...itu manusia bukan?". takut Tika
"yaa bukan lah beg*". gugup Danish
tiba-tiba sosok pria tentara tersebut berdiri tegak dan menatap mereka dengan tajam.
Danish yang melihat itu langsung melepaskan tangan tika dan berlari meninggalkan Tika...
"huaa.....". teriak Danish
"nish... tunggu...". teriak Tika
Tika pun berlari menyusul Danish, tapi mereka malah memasuki sebuah ruangan yang penuh dengan alat musik tua, mereka langsung disambut dengan suara gamelan...ditambah lagi ada sosok wanita berkebaya yang menari mengikuti alunan gamelan tersebut...
Danish dan Tika menelan ludah dengan apa yang mereka lihat, seketika suara gamelan tersebut berhenti dan wanita berkebaya juga menghentikan tariannya, ia menoleh ke arah Danish dan Tika dengan suara leher yang patah...
"hah....". serentak Danish dan Tika
Danish dan Tika langsung berlari menuju lantai bawah Gedung kosong tersebut...
setibanya di lantai bawah mereka menabrak Rendy dan Mita yang tampak ketakutan.
"keluar...ayo keluar...". teriak Mita
mereka pun langsung bergegas pergi meninggalkan gedung kosong tersebut, setelah di depan gerbang mereka menghentikan langkah mereka dan mengatur nafas mereka yang tak beraturan...
di waktu yang bersamaan seorang kakek tua datang menghampiri mereka...
Tika langsung merapat ke Mita, karena ia takut kalau-kalau kakek tersebut bukan manusia...
"kalian ngapain disini?". tanya kakek tersebut
Danish menjawab pertanyaan kakek tersebut dengan terus terang...
"di dalam ada hantu...". takut Danish
"ya sudah pasti ada, gedung ini kan sudah kosong bertahun-tahun". jawab kakek tersebut
Kakek tersebut langsung mengerti dan menanyakan kepada mereka
"emang nya kalian liat sosok apa?". tanya kakek tersebut
"saya liat ada sosok pria tentara ditambah lagi ada sosok wanita berkebaya". ucap Danish
Tika mengangguk-angguk mengiyakan ucapan Danish.
Rendy juga langsung mengangkat suaranya dan mengatakan apa yang baru saja ia lihat...
"saya juga liat ada sosok wanita berambut panjang yang membawa gergaji mesin". ucap Rendy
"iya kek...dia juga sempet mau ngejar kita". tambah Mita
namun kakek tersebut tampak bingung dengan apa yang diucapkan oleh Rendy, kemudian Kakek tersebut melihat ke arah gedung kosong dan menoleh ke arah mereka...
"selama saya menjaga gedung ini bertahun-tahun, saya tidak pernah melihat sosok wanita berambut panjang yang membawa gergaji mesin, dan saya juga tidak pernah mendengar tentang sosok itu dari warga". heran kakek tersebut
"kalau sosok pria tentara, itu memang penunggu disini, karena dulunya gedung ini merupakan tempat penyekapan tentara Indonesia yang di bantai oleh tentara Belanda, sedangkan sosok wanita berkebaya dia adalah korban dari kejahatan tentara Belanda". jelas kakek tersebut
Rendy dan Mita langsung heran, padahal mereka benar-benar melihat sosok wanita berambut panjang tersebut..
"bodoamat lah...gua mau pulang...gua udah gak kuat lagi". takut Danish
"iya...gua juga takut entar hantu nya Dateng lagi". tambah Tika
mereka pun pergi meninggalkan gedung kosong tersebut, dan Mita masih merasa ada yang aneh dengan apa yang terjadi pada dia dan Rendy.
keesokannya harinya, pagi sangat cerah dan hari ini adalah hari Minggu, jadi di rumah tidak sepi...
indah sedang memasak untuk sarapan seperti biasanya, ia berusaha untuk menghilangkan rasa takutnya terhadap kejadian aneh kemarin..
ketika indah sedang menyiapkan sarapan Karen datang dan menghampiri ibunya...
"mah...mau Karen bantu?". tanya Karen
"enggak usah ren, kamu bangunin aja Mita dia kan anak perempuan". ucap indah
"yaudah Karen ke atas dulu ya mah". jawab Karen
Karen pun pergi kekamar Mita, namun saat ia memasuki kamar ia langsung dikejutkan dengan adanya sosok wanita berambut panjang yang sedang mengelus-elus rambut Mita, sosok tersebut langsung menghilang saat melihat Karen.
"Mita...bangun...hey....bangun..". ucap Karen
"hoam....aduh masih ngantuk kak, lagian kan sekarang libur". jawab Mita
"kamu emang gak kasian liat mamah nyiapin sarapan sendirian". jelas Karen
"hm...iya iya, entar gua kebawah". jawab Mita
Karen pun keluar dari kamar Mita, ia masih bingung dengan apa yang ia lihat, Karen segera turun dan menghampiri ibunya...
"mah Karen mau lari pagi dulu yaa". izin Karen
"jangan lama-lama yaa, nanti sarapan nya dingin". saran indah
"iya mah". pamit Karen
beberapa menit kemudian Mita turun kebawah dan langsung membantu ibunya menyiapkan sarapan untuk keluarga nya...
"mah Rendy belum bangun?". tanya Mita
"belum kayaknya". jawab indah
Mita pun lanjut menyiapkan sarapan, beberapa menit kemudian sarapan sudah siap, Mita langsung naik ke atas untuk membangun kan Rendy..
Mita masuk ke dalam kamar Rendy, dan melihat Rendy yang masih tertidur pulas...
"oy...bangun bocil...". teriak Mita
"hmm...bawel entar juga bangun". kesal Rendy
"yaudah cepetan bangun". tarik Mita
Rendy pun terbangun, ia langsung berteriak saat melihat sosok wanita berambut panjang yang berada di atas lemari nya...
"hah.....". teriak Rendy
Mita terkejut dengan teriakan Rendy, perasaan nya mulai tidak enak...
"ren...lu kenapa...". gugup Mita
"itu...kak di atas lemari...". Rendy menunjuk ke arah atas lemari
perlahan Mita mulai menoleh ke arah atas lemari Rendy...
"hah....". teriak Mita
dibawah indah mendengar suara teriakan Mita, ia langsung bergegas ke atas untuk memeriksa kedua anaknya itu...
sesampainya di kamar Rendy, indah melihat Mita dan Rendy yang sedang menutup matanya sambil ketakutan.
"kalian kenapa?". panik indah
"di atas lemari mah...". takut Rendy
indah mulai menelan ludahnya, ia berusaha untuk berani menoleh ke arah Lemari Rendy, dan saat ia lihat ada sosok wanita berambut panjang yang sedang melayang menuju dirinya...
"hah....". teriak indah
namun sosok wanita berambut panjang tersebut seperti ada yang menghalanginya untuk menyentuh indah, sosok wanita berambut panjang tersebut pun menghilang...
indah membuka matanya dan sudah tidak melihat apa-apa, ia langsung mendekati kedua anaknya...
"udah gak ada, ini mamah ayo coba buka matanya". ucap indah
Rendy dan Mita pun membuka mata mereka, dan benar mereka sudah tak melihat adanya sosok tersebut.
tiba-tiba saja Mita terdiam saat melihat kalung yang dipakai oleh ibunya, ia seperti tak asing dengan kalung tersebut...
"ayo kita turun... mendingan kita sarapan". ajak indah
Mita Dan Rendy hanya mengikuti indah dari belakang sampai tiba di meja makan, mereka langsung duduk dan sarapan, namun terlihat jelas bahwa mereka tak nafsu untuk makan.
kemudian Karen baru saja tiba, ia melihat ibunya dan adik-adiknya tampak tak berselera untuk makan.
"kok gak di makan?". tanya Karen
mereka bertiga hanya terdiam dengan raut wajah yang penuh ketakutan...
"ini pada kenapa sih?". tanya Karen
"rumah ini ada hantunya". jawab indah
Karen tampak tak percaya, kemudian ia menatap Mita dengan tatapan yang tajam...
"semalem kamu kemana?". tanya Karen ke Mita
"ee..enggak kemana-mana". gugup Mita
"Rendy, jawab kakak, kalian semalem ke gedung kosong itukan?". tanya lagi Karen
Rendy menatap Mita dan kemudian melihat ke arah Karen...
"iya kak, tapi setan yang ngikutin kita bukan penunggu gedung itu kak". ucap Rendy
"bener kak, kita doang yang ngeliat hantu itu sedangkan temen kita enggak". tambah Mita
indah langsung memukul meja makan tersebut setelah mendengar ucapan Mita dan Rendy...
"brak...".
Mita dan rendy langsung terdiam
"mamah gak tau apa yang ada di otak kalian". kesal indah
"kan udah kakak bilang jangan pernah ganggu mereka". ketus Karen
"tapi mereka duluan yang ganggu gua kak, semenjak gua masuk ke ni rumah, emang gua udah mulai diganggu". tegas Mita
Karen merasa sepertinya Mita tidak berbohong dengan apa yang ia katakan, ia pun berdiri dari bangku dan berkata...
"yaudah kalo gitu hadapin aja, gak usah takut". tegas Karen
Karen pun langsung pergi naik ke atas dan masuk ke kamarnya, di dalam kamar ia langsung ambil wudhu dan sholat duha.
sedangkan di meja makan indah dan kedua anaknya tampak ketakutan...
"kak karen gak waras yaa, gimana gak takut kita kan digangguin nya sama setan". kesal rendy
saat mereka sedang kebingungan, Mita mendapatkan pesan dari Tika...
-tika 💌
taa... Danish meninggal, kata nyokap nya semalem dia gantung diri, terus ada tulisan (ini hanya peringatan).
gua takut taa... jangan-jangan itu setan yang di gedung itu taa.
Mita yang mendapat pesan tersebut menjadi panik dan tak tau harus berbuat apa...kemudian ia mendekati indah...
"mah..kenapa kita gak panggil paranormal aja". saran Mita
"beg* lu yaa, iman lu dimna sih". ketus Rendy
"terus kita harus gimana?". tanya Mita
indah berdiri dan pergi meninggalkan Rendy dan Mita, ia keluar rumah dan berjalan menuju rumah Ajeng tetangga nya...
"tok...tok..".
"assalamualaikum".
indah mengetuk rumah Ajeng, beberapa menit kemudian Ajeng membuka pintu rumahnya...
"maaf tadi saya lagi di WC". ucap Ajeng
"iya gak apa-apa kok". senyum indah
"mari mbak masuk". ajak Ajeng
indah pun memasuki rumah Ajeng, kesan pertama yang ia lihat dari rumah Ajeng adalah banyak tulisan kaligrafi dan rumahnya tampak nyaman dan tentram.
"ini mbak silahkan diminum tehnya". tawar Ajeng
"makasih, saya jadi gak enak". ucap indah
"oh iya, ada apa mbak tumben mampir?". tanya Ajeng
indah memegang tangan Ajeng dan langsung menceritakan semua yang terjadi kepada keluarganya semenjak tinggal di rumah tersebut...
"sebenarnya saya kenal sama almarhum suami mbak". ucap Ajeng
indah langsung terkejut mendengar ucapan Ajeng
"sebenarnya dulu rumah saya gak kayak ini, tapi semenjak keluarga saya diganggu sama iblis, dia menyerupai sesosok wanita berambut panjang yang membawa gergaji mesin, dan almarhum ustadz Andi membantu saya mengusir hantu itu". ucap Ajeng
"jdi dulu suami saya bersekutu dengan iblis, saya mulai tau semenjak suami saya suka mengirim sajen, dan anak saya waktu itu hampir dijadikan tumbal, untung saja saya punya kenalan yang kenal dengan ustadz Andi, tapi kejadian itu mengakibatkan suami saya meninggal, dan beberapa hari setelah kejadian itu ustadz Andi masuk rumah sakit karena kecelakaan, saya sempat menjenguk, mungkin mbak gak melihat saya. disitu ustadz Andi bilang kalo iblis itu akan balas dendam kepada keluarga ustadz Andi, makanya itu saya yang menaruh kalung yang mbak pakai secara diam-diam saat menyelawat ke rumah mbak". jelas ajeng
indah yang mendengar penjelasan Ajeng merasa tak percaya, karena selama ini yang ia tau suami adalah seorang ustadz, dan tidak tau menau soal kejadian itu...
"trus apa yang bakal terjadi sama keluarga saya?". tanya indah
"soal itu saya tidak tau, kita hanya bisa menyerahkan semuanya kepada yang maha kuasa, soal kalung itu, itu adalah kalung yang sama seperti yang dipakai oleh iblis itu, tapi saya tidak menjamin kalung itu bisa melindungi mbak dan keluarga, karena hanya pertolongan Allah lah yang mampu menolong kita semua". jelas ajeng
sementara itu hari mulai gelap Mita masih ketakutan dengan apa yang terjadi, ia terus duduk di kasur kamarnya, dia terus mengawasi sekelilingnya...
tiba-tiba terdengar oleh nya Suara wanita yang tertawa kecil, mata nya langsung melihat kesekitar nya, nafas nya mulai tak beraturan. namun suara tersebut semakin kencang...Mita mulai mengetahui asal suara tersebut..ia menoleh ke atas atap dan...
"MATI! KALIAN HARUS MATI!". ucap sosok wanita berambut panjang
"hah....jangan ganggu aku..". teriak Mita
namun karena Mita sangat ketakutan sosok wanita berambut panjang tersebut berhasil merasuki tubuh Mita, mata Mita berubah menjadi putih kukunya menjadi panjang seperti iblis, wajah dipenuhi darah ditambah lagi rambutnya menjadi kering dan kotor...
Rendy yang berada dikamar seperti mendengar suara yang berasal dari kamar Mita, ia takut terjadi sesuatu kepada kakaknya itu, ia bergegas menuju kamar Mita.
setibanya di kamar Mita ia melihat Mita yang sedang duduk menghadap ke arah jendela...
"kak...lu gak kenapa-napa kan?". tanya rendy
"dert.....".
Rendy mendengar suara gergaji mesin, ia mulai merinding, tiba-tiba Mita menoleh ke arah Rendy, betapa terkejutnya Rendy karena ia melihat Mita yang sangat seram ditambah lagi ia memegang gergaji mesin...
"jangan.... ganggu keluarga ku...!". teriak Rendy
namun Mita yang dirasuki hanya tertawa mendengar gertakan Rendy
"a'udzubillahi minasyaitonnirrojim". ucap Rendy
"ITU TAK AKAN MEMPAN JIKA KAU YANG MEMBACA NYA, HAHAHA IMAN MU TERLALU LEMAH!". jawab iblis tersebut
Rendy menelan ludah nya, ia langsung berlari menuju kamar Karen, Mita yang dirasuki iblis pun mengejar Rendy sambil membawa gergaji mesin...
setibanya di depan kamar Karen, Rendy mengetuk dan berusaha membuka kamar Karen...
"kak....buka...kak..tolong...". teriak Rendy
Karen yang mendengar suara Rendy langsung membuka kamarnya, setelah pintu dibuka Rendy langsung masuk dan mengunci kamar Karen.
"kak...kak Mita kesurupan!". panik Rendy
"kesurupan?". tanya Karen
"iya kak, setan nya kuat, gua udah baca ta'udz tapi dia malah ketawa". jelas Rendy
Karen diam sejenak kemudian Ia mengambil tasbih dan sebuah yasin kecil, kemudian ia memberi Yasin kecil itu kepada Rendy..
"hafalin ayat kursi sama resapi artinya, dan yakin kalau Allah bersama kita, percaya sama Allah, bukan hal yang lain". perintah Karen
sementara itu indah baru saja tiba di rumahnya, ia masuk ke dalam namun lampu di ruang tamu begitu gelap, di tambah lagi ia mendengar suara seseorang wanita yang menangis...
"Mita...itu kamu yang nangis". ucap indah
indah pun mencari senter, kemudian ia mendekati asal suara yang sedang menangis, ternyata benar ia melihat Mita yang sedang menangis di tepi ruang tamu...
"Mita kamu kenapa nangis nak?". tanya indah
"clek...".
lampu ruangan tersebut menyala, indah merasa ada yang aneh dengan penampilan Mita, perlahan ia mundur... kemudian Mita menoleh sambil berkata...
"AKU INGIN KALIAN MATI!! HIHIHI". tertawa iblis tersebut
mita yang dirasuki iblis tersebut mendekati indah dan menyalakan gergaji mesin yang ia bawa...
"keluar kamu dari tubuh anak ku!". gertak indah
iblis tersebut pun akan mengergaji kepala indah...namun tak berhasil, seperti ada sesuatu yang menghalanginya.., kemudian iblis yang yang merasuki Mita menyadari sesuatu, ia tersenyum dan menarik kalung yang ada di leher nya sehingga kalung itu putus...
"PERGI LAH KE NERAKA!!!". teriak iblis tersebut
namun langkah iblis tersebut terhenti oleh suara Karen yang berteriak kepadanya...
"jangan ganggu keluarga ku iblis laknat". teriak Karen
iblis itu menoleh ke arah Karen dan Rendy
"HAHAHAHA, KALIAN SEMUA LEMAH!". gertak iblis tersebut
Karen memegang tasbihnya, dan ia memerintahkan Rendy...
"Rendy fokus baca ayat kursi dan resapi artinya, yakin kepada Allah yang melindungi makhluk nya". perintah Karen
Rendy mulai membaca ayat kursi dan meresapi artinya, sedangkan Karen juga mulai mengusir iblis tersebut...
"aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk! a'udzubillahi minasyaitonnirrojim! allahulaailahailla huwalhayyulqoyyum laata'buduuhusinatuwwalanau'm". baca Karen
iblis tersebut mulai kepanasan dengan bacaan ayat kursi, ia terus berusaha melawan namun Rendy dan keren fokus membaca dan meresapi ayat kursi, ditambah lagi mereka percaya dengan perlindungan yang maha kuasa.
"PANAS....HAH.....TIDAK....AKAN..KU...BUNUH....TUBUH INI!".
namun Rendy dan Karen tak tergoda oleh perkataan iblis tersebut, mereka tetap fokus
"HAH.....TIDAKKKKKKK....".
iblis tersebut pun kepanasan dan terbakar bersama Mita, karena iblis itu tak mau melepaskan tubuh Mita....
"percaya kan semua yang kembali itu karena Allah, bukan karna iblis, ini takdir, kita harus menerimanya dengan lapang dada". ucap Karen
indah dan Rendy menangis melihat Mita yang tak terselamatkan, namun Karen selalu percaya dan juga meyakinkan Rendy dan ibunya bahwa itu adalah jalan yang terbaik untuk mereka...
beberapa jam kemudian mayat Mita di kembalikan kebumi, ia dimakamkan di dekat kuburan ayahnya, indah, Karen dan Rendy tak lupa membaca kan surat Yasin untuk Mita dan juga ayahnya...
setelah beberapa Minggu semenjak kepergian Mita indah dan Rendy mulai mendekatkan diri kepada yang maha kuasa.
#horor