Penampakan seorang gadis cantik di sebuah kelokan jalan tepi jurang menuju area wisata pemandian air panas sering mengakibatkan terjadinya kecelakaan.
Kecelakaan terjadi khususnya terhadap kaum pria hidung belang yang suka menggoda sosok gadis tersebut dan juga terjadi pada pasangan yang berbuat mesum di sekitar lokasi wisata.
Menurut cerita warga, sosok gadis cantik yang sering menampakkan diri itu bernama Mayra Alicia Putri, anak dari tetua adat kampung mereka, yang meninggal karena tertabrak truk dan tubuhnya terpental ke dalam jurang saat dirinya sedang berdiri di tepi jurang karena shock akibat kasus pemerkosaan yang Mayra alami.
Jin yang memanfaatkan sosok Mayra gentayangan, sosoknya menghantui orang-orang bejat yang suka bertingkah dan berbuat mesum, hingga mereka mengalami kecelakaan dan terkadang mengakibatkan kematian di tempat tersebut.
Mayra sering menampakkan diri dikala senja dan malam hari, dia berdiri menghadap jurang sambil merintih dan menangis. Sekilas mata awam memandang Mayra sosok gadis hantu yang sangat cantik, seperti saat semasa hidupnya.
Namun saat sosok tersebut marah karena ulah pria hidung belang yang mengganggunya, Mayra akan menampakkan wujud aslinya. Separuh wajah Mayra hancur, bola matanya hilang dan separuhnya lagi penuh dengan darah yang menetes serta pakaiannya compang camping menampilkan tubuhnya yang penuh dengan luka goresan.
Hantu Mayra membiarkan korban merayu dirinya hingga mereka merasa puas. Saat tangan mereka mulai jahil, menjamah tubuhnya, baru Mayra menampakkan wujud yang membuat korban ketakutan hingga mereka lari terbirit-birit.
Terkadang korban menabrakkan dirinya sendiri pada kenderaan yang melintas dan kadangkala ada yang mengatakan bahwa mereka melihat jurang seperti taman yang indah di mana Mayra berjalan sambil tersenyum mengajak korban untuk bermain bersamanya di taman tersebut.
Mayra meninggal dengan membawa derita hati dan dendam dari semasa hidupnya terhadap seorang tuan tanah yang bernama Takur. Takur memperkosa Mayra sebulan menjelang hari pernikahannya dengan Dokter Danish.
Takur melakukan pemerkosaan karena lamarannya ditolak oleh Mayra beserta orangtuanya. Dia menaruh hati pada gadis itu dan ingin menjadikan Mayra sebagai istri ketiga dengan imbalan separuh hartanya.
Namun siapa yang mau mengorbankan hidup demi pria seperti Takur, apalagi di saat bayangan kebahagiaan menikah dengan pria impian sudah di ambang mata.
Takur marah, dia membayar orang agar melakukan penculikan terhadap Mayra dan setelah berhasil, Takur pun membawa Mayra ke villanya yang berada di dekat lokasi wisata terdekat dari sana.
Karena Mayra melakukan perlawanan, Takur murka, lalu dia menodai kesucian gadis itu dengan harapan setelah hari itu, mau tidak mau, Mayra pasti akan menjadi istrinya.
Mayra kembali ke rumah dalam keadaan shock, dia mengurung diri di kamar hingga membuat ayah dan ibu khawatir. Ayah dan ibu mencoba mendesak Mayra, tapi gadis itu tetap bungkam dan malah dia mengatakan agar ayah membatalkan pernikahannya, karena dia merasa tidak pantas lagi untuk bersanding dengan Dokter Danish.
Ayah yang menduga Mayra bertengkar dengan calon suaminya, lalu memberanikan diri untuk menghubungi Danish via telepon. Danish terkejut karena dia tidak tahu, jika Mayra bermaksud membatalkan pernikahan mereka.
Kemudian Danish berjanji akan datang lusa untuk menemui Mayra, dia ingin menanyakan langsung alasan kenapa Mayra membatalkan pernikahan sepihak tanpa alasan yang jelas, sementara semua persiapan pernikahan sudah hampir rampung.
Mayra menangis, saat ayah mengatakan, lusa Danish akan datang, dia belum siap untuk berhadapan dengan Danish apalagi untuk mengatakan jika dirinya sudah kotor dan tidak pantas lagi menjadi pendamping hidupnya.
Malam itu Mayra tidak bisa tidur, rasanya dia tidak akan sanggup mengatakan kebenaran itu baik kepada orangtuanya maupun kepada Danish. Dia mengendap keluar rumah, berjalan tanpa arah, menyusuri gelapnya malam.
Ketika Mayra tiba di kelokan dekat tepi jurang, dia berhenti dan berdiri mematung, menatap kejauhan yang hanya menampakkan kegelapan seperti halnya hidup Mayra saat ini.
Mayra tidak menyadari sebuah truk yang di kendarai sopir setengah mabuk dengan membawa seorang wanita penghibur sedang oleng dan akhirnya menabrak tubuhnya hingga terpental masuk ke dalam jurang.
Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah kiasan yang terjadi dalam kisah hidup Mayra. Kini kesakitan Mayra di dunia telah berakhir tapi sakit hatinya terhadap Takur di bawa sampai mati tanpa orang-orang terkasihnya tahu.
Orangtua Mayra yang sedang terlelap tidak menyadari jika saat ini sang putri sudah tidak ada lagi di dunia.
Ibu yang tersentak dan terbangun karena mimpi buruk, segera keluar kamar, beliau ingin melihat Mayra. Namun, saat melihat kamar sang putri kosong, ibu pun menjerit histeris hingga membuat ayah terbangun.
Ayah bergegas keluar kamar dan beliau mendapati ibu sedang menangis sambil memanggil-manggil nama putrinya. Lalu ayah memeluk ibu dan mengajaknya untuk mencari Mayra.
Gelapnya malam membuat kedua orangtua itu kebingungan hendak kemana mencari putri mereka. Melihat lampu rumah salah satu warga masih menyala, ayah pun memberanikan diri, mengetuk pintu rumah tersebut. Ayah sangat bersyukur, warga tersebut menyambut mereka dengan baik dan bersedia menemani untuk mencari Mayra.
Beberapa warga mereka bangunkan untuk membantu, lalu semua berpencar sambil membawa penerangan yang ada. Ada yang membawa senter, lampu emergency dan juga obor.
Salah satu warga mengabarkan bahwa mereka melihat kecelakaan di kelokan dekat tepi jurang, lalu warga pun berbondong ke sana. Dan salah satu warga menghubungi pihak kepolisian agar segera datang ke tempat kejadian.
Sebentar saja tempat itu menjadi ramai, dengan berbagai penerangan. Polisi di bantu warga berusaha mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah sakit. Tapi mereka tidak pernah menduga jika Mayra juga menjadi korban dan saat ini tubuhnya terjatuh ke dalam jurang.
Pagi hari, barulah mereka di hebohkan dengan penemuan satu jenazah lagi di dalam jurang, yang nyaris tidak mereka kenali wajahnya. Namun ayah yang tanda dengan pakaian korban segera menghambur dan beliau mengenali jika jenazah tersebut adalah Mayra putrinya yang sejak malam tadi menghilang.
Ayah menangis sejadi-jadinya, sementara ibu yang masih di rumah belum mengetahui tentang berita kematian Mayra.
Polisi pun mengevakuasi jenazah Mayra dan membawanya ke rumah sakit. Ayah hanya terduduk lemas dengan air mata yang tak berhenti menetes. Putri kesayangan mereka yang sebentar lagi akan menikah kini telah tiada dan meninggal secara mengenaskan.
Ibu yang mendapatkan kabar dari warga tergeletak tidak sadarkan diri, beliau tidak yakin jika jenazah yang ditemukan itu adalah putrinya. Ibu percaya jika Mayra masih hidup walaupun mereka belum tahu dimana keberadaannya sekarang.
Namun hasil tes DNA dari rumah sakit 99% menyatakan jika jenazah tersebut adalah benar Mayra, putri kandung mereka.
Ayah mengabarkan berita duka tersebut kepada Dokter Danish, calon menantunya. Danish terduduk lemas, dia tidak menyangka jika pembicaraannya dengan Mayra via telepon kemaren adalah kenangan terakhir untuknya. Air mata menetes, Danish menangis tergugu, dia menyesal kenapa tidak secepatnya berangkat untuk menemui kekasihnya. Danish dan keluarga berangkat secepatnya karena mereka ingin melihat jasad Mayra.
Pihak kepolisian meminta Ayah untuk menandatangani surat otopsi untuk penyelidikan kasus kecelakaan tersebut, tapi ayah menolak. Beliau tidak mau urusan otopsi akan membuat pemakaman putrinya tertunda lama.
Ayah berusaha ikhlas, ini adalah takdir hidup putrinya yang dulu sudah terikat janji dengan sang pemberi hidup sebelum Mayra terlahir ke dunia.
Melihat Ibu sudah sadarkan diri, ayah pun memeluk sang istri dan keduanya kembali sama-sama menangis. Ayah berusaha menguatkan ibu, dengan mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati, termasuk diri mereka, hanya tinggal menunggu giliran saja.
Setelah kehadiran Danish dan keluarga, prosesi pengurusan jenazah pun di mulai. Pihak pengurus jenazah memandikan jasad Mayra lalu membungkus jenazah dengan kain kafan. Sementara yang menjadi imam sholat jenazah adalah Danish sendiri. Sambil menitikkan air mata, Danish membacakan doa untuk almarhumah kekasih hatinya.
Danish menginap dan menemani orangtua Mayra hanya hingga malam ketiga setelah kepergian Mayra. Karena Danish tidak bisa berlama-lama meninggalkan tugasnya, menangani pasien di rumah sakit.
Di malam terakhir Danish menginap, dia bermimpi Mayra datang meminta tolong tapi Danish tidak paham dengan makna dari mimpinya tersebut. Lalu Danish hanya melafalkan doa-doa, agar Mayra di beri ketenangan dan tempat terbaik di sisi sang pencipta.
Kemudian Danish mengajak keluarganya untuk berziarah ke makam Mayra sebelum mereka meninggalkan rumah kediaman keluarga Mayra dan Danish berjanji minimal sebulan sekali dia akan berkunjung untuk berziarah.
Sementara di kediaman rumah Takur, dia merasa ketakutan karena selalu di hantui oleh sosok Mayra. Menurut cerita Takur kepada anak buahnya, arwah Mayra bergentayangan ingin menuntut balas terhadapnya.
Takur memanggil dukun untuk melindungi dirinya dari kejaran hantu Mayra, dia berani membayar mahal bagi siapa pun yang bisa menyingkirkan sosok hantu Mayra dari kehidupannya.
Mayra selalu hadir dengan sosoknya yang mengerikan di saat Takur hendak tidur, hingga setiap malam Takur meminta semua anggota keluarga dan anak buahnya untuk berkumpul, tidak ada yang boleh tidur sebelum dirinya tertidur.
Beberapa orang dukun yang dipanggil oleh Takur menyerah, mereka tidak sanggup, karena mereka juga di teror oleh penampakan hantu Mayra, bahkan dua orang dari dukun tersebut meninggal karena kecelakaan di kelokan dekat jurang di mana Mayra meninggal.
Setiap malam, ada saja warga yang sedang melintas di sana mendengar rintihan dan tangisan seorang wanita. Bahkan warga yang saat itu membantu proses evakuasi juga melihat sosok Mayra berdiri di kelokan jalan dekat tepi jurang.
Sosok Mayra juga datang dalam mimpi warga tersebut, dia meminta tolong untuk menemukan biji matanya yang hilang.
Warga merasa resah dengan penampakan dan suara-suara rintihan dan tangis tersebut, lalu mereka datang beramai-ramai ke rumah orangtua Mayra.
Ayah merasa bersalah terhadap warga, lalu beliau meminta teman-temannya yang merupakan ustadz dan guru ngaji, lalu mereka sepakat untuk mengadakan pengajian dan doa bersama demi ketenangan arwah Mayra.
Namun, hal itu belum sempat mereka lakukan, terdengar kabar jika Takur dan beberapa orang anak buahnya meninggal mengenaskan di kelokan dekat tepi jurang. Wajah Takur rusak parah, anggota tubuhnya remuk terlindas ban mobil truk yang melintas di sana dan para anak buahnya juga meninggal dengan cara yang hampir serupa.
Entah bagaimana kronologis kejadiannya tidak ada yang tahu, warga hanya menduga jika Takur beserta anak buahnya mempunyai kesalahan yang tak termaafkan oleh Mayra. Karena sosok Mayra selalu datang meneror, hingga kematian mereka tiba.
Seusai proses pemakaman Takur, para ustadz dan beberapa tuan guru beserta ayah dan beberapa orang warga mengadakan doa bersama di makam Mayra, mereka meminta agar Allah mengampuni segala dosa Mayra semasa hidupnya dan memberi ketenangan setelah kematiannya.
Mereka juga meminta kepada Allah untuk menghapus semua dendam yang pernah ada dalam kehidupan Mayra. Apapun alasannya, orang tua Mayra telah memaafkan, walaupun mereka sendiri tidak mengetahui apa penyebab dari dendam putrinya tersebut.
Hanya sang pemberi hidup lah yang berhak memberikan karma atas perbuatan buruk yang pernah dilakukan oleh setiap hamba-Nya.
Setelah selesai melakukan doa bersama, seorang ustadz menjelaskan bahwa sosok Mayra yang bergentayangan merupakan perwujudan jin yang menggunakan kesempatan ini untuk mengelabuhi manusia, dia membalas dendam atas nama Mayra.
Kenapa itu Jin? Karena kematian atau maut adalah berpisahnya ruh dengan jasad dan ketika pemisahan tersebut terjadi, ruh berada di alam alam kubur. Ibarat perjalanan waktu, manusia yang sudah pindah ke alam lain itu tidak akan kembali ke alam semula.
Ada beberapa pendapat tentang keberadaan ruh setelah meninggal hingga hari kiamat. Dari sekian banyak pendapat yang ada, tidak satu pun yang menerangkan bahwa ada ruh yang gentayangan.
Oleh karena itu, ruh-ruh yang bergentayangan itu adalah setan yang melakukan tipu daya dengan menyerupai orang yang sudah meninggal. Dan ketika ruh akan dibangkitkan dari alam kubur ke alam akhirat, ruh itu dikembalikan ke jasad yang baru yang diciptakan untuk alam akhirat.
Begitu juga kaitannya dengan Jin, bahwa Jin itu makhluk yang dapat menjelma atau mengubah fisiknya menyerupai bentuk manusia atau makhluk-makhluk yang lain. Setan yang berasal dari Jin, ingin menyebarkan tipu daya dan keraguan pada keimanan manusia, maka salah satu caranya adalah dengan menjelma menyerupai seseorang yang telah meninggal.
Akibat dari penjelmaan tersebut, orang-orang yang melihat menganggap dan berkeyakinan bahwa yang mereka lihat adalah ruh dari orang yang mereka kenal sebelumnya. Oleh karena itu, apa yang dikatakan oleh kaum awam tentang adanya ruh gentayangan tidaklah benar.
Tentunya agar kita bisa terbebas dari gangguan-ganguan arwah jahat, setan yang melakukan tipu daya, yaitu dengan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhkan segala larangan-Nya.
Jin akan tetap hidup bersama-sama manusia di muka bumi ini sampai hari kiamat tiba. Dan jin cantik menyerupai sosok Mayra menjadi penunggu kelokan maut, dia memperdaya manusia-manusia bejat yang sering melakukan perbuatan asusila.
Setelah kematian Takur dan anak buahnya, kampung menjadi aman dan mereka tidak takut lagi dengan penampakan jin yang menyerupai Mayra. Karena warga tidak akan mengganggu makhluk lain selagi makhluk itu juga tidak mengganggu ketenangan mereka.
Danish juga memenuhi janjinya, setiap satu bulan sekali dia datang ke kampung untuk berziarah ke makam Mayra. Bahkan Danish telah menganggap ibu dan ayah sebagai orangtuanya sendiri. Walaupun Mayra telah pergi tapi cinta Mayra akan tetap hidup di hati Danish selama-lamanya.