Hai namaku Rahma kalian pasti pernah dengan tentang cinta pertama yang sulit dilupakan ya seperti aku. Dulu aku kuliah disalah satu universitas yang cukup bagus disana aku bertemu dengan seorang cowok bernama Niko dia saat itu adalah ketua angkatan dikampusku.
Terbilang aku anaknya pendiam tidak pernah bersosialisasi dikelas tetapi kalau masalah pelajaran aku cukup pandai setiap hari yang kulakukan hanyalah belajar saat jam istirahat aku akan kekantin dan pergi kemusholah untuk sholat.
Menjadi anak yang pendiam membuatku kebanyakan tidak punya teman tapi walau begitu aku masih punya sedikit temanku dari sd yang bersekolah disana juga walau tidak dekat tapi mereka sangat baik padaku.
Hobiku membaca cerita kisah cinta manis yang sering membuatku terlelap dalam dunia hayalku dan saat itulah suatu hari saat jam istirahat tiba-tiba Niko ia datang dan duduk dibangkuku ia mengajakku bicara.
" Hai aku Niko, kamu itu Rahmakan. Aku ketuakelas disini kalau kau butuh sesuatu atau ada masalah kau bisa menghubungiku. " Ucap Niko.
" Ya baiklah. " Jawabku dengan datar iapun pergi keluar kelas.
Aku berfikir kenapa dengannya dia selalu mencapuri urusanku terkadang aku dibuat pusing olehnya ia sangat cerewet tapi ternyata ia cukup baik pernah suatu hari ia menawarkaku tumpangan karna saat itu tidak ada kendaraan umum semuanya sedang demo masalah ekonomi.
Aku menerimanya karna tak mungkin juga untuku jalan kaki karna dari tempat kuliah ke kostan terbilang sedikit jauh. Kami memang cukup dekat menurutku tapi bagi mereka yang sudah sering berinteraksi pasti itu biasa saja karna mengobrol dengan ketua angkatan.
Tapi Niko adalah cowok yang populer ketika kami dekat akan banyak sekali orang yang iri semenjak itu aku memutuskan untuk mulai menjauhinya namun ia masih saja terus mendekatiku kata Niko saat itu " Aku sebagai ketua angkatan disini aku bertanggu jawab atas semua mahasiswa disini apalagi mahasiswa sepertimu yang susah bersosialisasi aku harus membuatmu dekat dengan teman yang lain. " Ujarnya.
" Baiklah kalau itu masalahnya mulai sekarang aku akan mencoba lebih dekat dengan teman yang lain tapi tolong kuharap kau tidak menggangguku lagi. " Setelah mengucapkan itu aku pergi ada rasa sakit di dadaku aku tahu saat itu aku sudah jatuh cinta kepadanya kepada seorang pria itu yang pandai, cerdas, tampan, dan sangat ramah.
Tapi aku sadar diri aku dan dia tidak pantas bagai bumi dan langit yang jauh sekali, ia yang kaya dan mapan bahkan jikapun ia tidak kuliah itu tidak akan membuatnya miskin. Berbeda dengaku yang harus bersusah payah menghidupi kedua adikku dan aku juga harus memegang amanah dari almarhum ayahku saat itu ia bilang " Nak jangan pernah kau buat ayahmu tersiksa diakhirat nanti dengan menampakan auratmu dan berdekatan dengan yang bukan mahram dengnmu itu akan menyiksa ayah diakhirat nanti. " Itulah perjataan ayahku semenjak itu aku berjanji tak akan berdekatan dengan yang bukan mahramku lagi.
Aku juga hanya akan menikah saat ada yang melamar saja bukan saat ada yang mengajakku pacaran. Setelah itu semenjak perkataanku hari itu aku dan Niko tidak pernah saling bertegur sapa lagi kami hanya sepintasan saat aku dan dia pergi kemusholah.
Ternyata ia juga berada dimusholah yang sama dengaku hanya saja kami memang hampir tidak bertemu karna musholah itu tempat wanita dan pria tertutup oleh hordeng besar.
Tak kupungkiri saat ini aku masih mencintainya. Aku tahu yang kulakukan salah, mungkin aku dan dia tak akan bersatu namun tak ada larangan bagiku untuk tetap mencintainya.
Setiap malam disepertiga malam aku selalu berdoa kepada tuhanku " Rabbi ini hambamu yang berdosa datang kepadamu, hambamu telah berdosa karna selalu mendambakan yang bukan mahramnya hamba hanya memohon jika memang iya jodohku kuharap engkau jaga ia dan hatinya hingga sampai engaku meridhoi kami menjadi pasangan dunia dan akhirat.
Tapi Ya Rabbku apabila ia bukanlah jodoh yang kau tetapkan untuku maka hilangkanlah rasa cintaku supaya dosaku tidak bertambah banyak dengan mendambakan yang bukan mahramku. " Itulah doaku saat itu. Sambil kuliah aku juga bekerja di sebuah cafe sebagai pelayan disana gajinya lumayan untuk menghidupi kedua adikku dan aku.
Tibalah saat aku selesai dari kuliahku dengan nilai terbaik membuatku ditarik kesebuah perusahaan yang cukup besar. Disana aku bekerja sebagai assistant maneger 2 tahun bekerja disana sekarang aku sudah punya rumah sendiri bahkan adik-adikku telah lulus sekolah tapi mereka tidak mau melanjutkan kuliah mereka hanya ingin menjalankan bisnis rumah makan yang kubuat jikalau suatu hari aku dipecat aku masih memiliki penghasilan dari rumah makan itu walau aku juga berharap akan terus bisa bekerja disana.
Suatu hari pengumuman bahwa perusahaan itu akan diambil alih oleh anak dari bos perusahaan tersebut dan ternyata ia adalah Niko! Aku kaget saat itu ternyata selama ini aku bekerja di perusahaan milik keluarganya.
Tak lama setelah itu ia mengganti posisiku mejadi assistant! Sekali lagi aku dibuat kaget tapi teman kantorku bilang itu wajar karna aku pintar. Baiklah 3 bulan aku bekerja sebagai assistant disana dan semua berjalan lancar dan hubungan kami juga hanya antara bos dan karywan saja.
Tiba-tiba aku mendapat lamaran dari seorang teman masa kecilku namanya Ifan aku bingung bagaimana aku akan menjawabnya keluarganya sudah banyak sekali bekorban untuku tak mungkin aku menolaknya akhirnya aku mengiyakan.
Aku izin dengan bosku Niko untuk cuti. " Emm..pak saya izin untuk cuti apa boleh? " Ucapku dengan kaku.
" Ya silakan, memangnya ada keperluan apa. " Tanya Niko.
" Saya akan menikah. " Perkataanku kemudian Niko diam sesaat dan kembali bicara. " Oh ya sudah silakan saya kasih cuti satu minggu. " Ucapnya lagi.
" Tidak apa pak saya hanya cuti tiga hari saja. " Ucapku kemudian keluar ruangan itu. Aku cukup sedih karna tak ada ekspresi apapun darinya kupikir mungkin memang ia tidak punya perasaan apapun padaku mungkin akunya saja yang kegeeran.
Waktu berlalu tibalah saat pernikahan ku dengan Ifan saat sedang ijab kabul seorang wanita datang dan menghentikan pernikahan kami.
" Tunggu dulu pernikahan ini tidak bisa dilanjutkan, aku Sila dan sekarang aku sedang hamil anak Ifan. " Ucap gadis itu bernama Sila. Tubuhku seakan tak bertenaga aku terkulai lemas dan tanganku gemetar. Bahkan kulihat disitu orangtua Ifan juga kaget.
" Ifan ini ada apa? " Tanyaku.
" A...aku iya aku memang menghamilinya tapi itu tidak sengaja aku tidak bisa menikahinya aku mencintaimu Rahma. " Ucap Ifan dengan tulus saat itu aku memalingkan wajahku.
" Aku umumkan pernikahan ini dibatalkan. Maaf untuk para tamu tapi kalian silakan pulang. " Ucapku sekarang ditempat ini hanya ada aku dan teman dekatku dan ternyata Niko juga ada disini ia menatapku entah apa yang difikirkannya. Ia berjalan kearahku.
" Aku turut sedih ya Rahma kuharap setelah ini kau mendapat yang lebih baik lagi. " Ucapnya lalu pergi. Begitupun yang lain mereka turut sedih atas kegagalan pernikahanku. Tak lama dari situ semuanya mulai kembali mulai membaik begitupun adik-adikku yang awalnya sangat marah karna masalah yang lalu sekarang mereka sudah bisa memaafkan Ifan.
Hari ini adalah hari raya idul fitri keluarga besarku sedang berkumpul dirumah kami begitupun paman dan bibiku tak lama bel rumah berbunyi kulihat ternyata itu adalah Niko! Ia bersama keluarganya ada apa?
" Eh pak bos ada apa kenapa kemari? " Tanyaku.
" Bolehkah kami masuk. " Tanyanya kepadaku dan ku iyakan.
" Begini maksud kedatangan saya adalah ingin melamar kamu Rahma. " Ucapannya membuatku kaget.
" Apa! " Teriak Dika dan Dimas kaget.
" Tunggu kau siapa hah kenapa tiba-tiba melamar kakakku! " Sikap posesif kedua adiknya muncul.
" Saya sudah lama menyukai Rahma tapi ada beberapa kendala yang membuat saya harus menunda lamaran. Saat mendengar kau akan menikah jujur aku benar-benar syok saat itu aku memilih mengiklaskanmu tapi kejadian kemarin membuat aku menjadi yakin untuk melamarmu. " Ucapnya dengan tegas dan penuh keyakinan.
" Benar nak Niko sudah sangat lama menyukaimu dia selalu bercerita tentangmu kepada kami tapi karna abi dan umi tidak memperbolehkan dia pacar jadi kami memberikannya dua pilihan nikah muda atau tunggu lulus kuliah dan dia memilih menunggu. " Ucap umi Dina.
" Ya karna jika jodoh gak bakal kemana jadi apa nak Rahma mau. " Tanya abi Ridwan dan akupun mengangguk hari itu hari yang sangat bahagia bagaimana tidak aku menikah dengan orang yang sudah lama kudambakan ternyata Allah itu selalu mendengarkan doaku.
Ternyata penantian dan kesabaranku ini berbuah manis dan aku sedang menuai buah dari kesabaran itu dan setelah menikah ternyata aku baru tahu dia juga memperjuangakanku disepertiga malamnya kami juga sama-sama berjuang membujuk sang maha kuasa untuk menyatukan cinta kami berdua dan akhirnya kebahagian itu telah datang kepada kami sungguh cinta dalam diam itu saat terbalaskan benar-benar akan sangat mumbuat bahagia.
Terimakasahi tuhan telah memberiku kebahagian sebanyak ini.