Hai~
Aku Ashley Usia ku 25 tahun, aku blasteran China -indo. Aku bekerja Di Rumah sakit ternama Di Surabaya. Orang mengenal ku sebagai sosok perawat yang ceria , kehidupan ku sehari-hari sebagai seorang perawat namun kehidupan normal ku berakhir hingga takdir besar merubah 100% kehidupan ku, inilah Kisah ku ~
*******************************
"Akhir-akhir Ini kepala ku sakit banget deh, udah Coba minum anti nyeri tetep aja sakit ", keluh Ashley pada teman satu shift nya.
"mungkin kamu lagi Kecapekaan aja Ashley ,kamu istirahat dulu aja, biar aku Sama dean yang jaga station ", ucap Ririn.
Ashley pun mengiyakan tawaran teman nya itu, ia pun menuju ke ruang perawat untuk tidur sejenak.
Selang 15 menit pun berlalu suara berisik seolah terdapat banyak orang yang memanggil namanya
Ashley......
Ash......
Cepat bangun.....
Apa Dia dengar.......
Seketika Ashley terperanjak bangun segera berlari ke arah teman jaganya. Dengan sedikit tergagap ia bertanya pada teman jaga nya, Apa terdapat masalah atau terdapat pasien baru sehingga mereka perlu mempersiapkan kamar inap baru. Ririn dan Dean yang melihat Teman nya bertanya seperti itu pun hanya bisa tertawa, mereka menganggap jika Ashley hanya bermimpi saja. Ashley yang merasa tak enak pada teman jaga nya ia pun tak Jadi meneruskan tidur nya. Tak lama dari itu terdapat telfon Dari ruang OK (operasi) jika Ada 2 pasien baru yang perlu dipindah kan ke ruang rawat inap. Ririn pun berinisiatif untuk menjemput pasien tersebut, ia mengajak Dean untuk membantu nya.
Waktu menunjukkan pukul 12 siang, Sudah jamnya untuk ISHOMA namun Ashley yang sedang datang bulan pun hanya menunggu kedua temannya datang untuk Makan secara bergantian.
"Punten neng", ucap seorang nenek yang lewat.
"Silahkan bu", jawab Ashley. Namun aktivitas nya terhenti ketika ia sudah tak mendengarkan langkah Kaki, Ia pun teringat jika ruangannya adalah ruangan paling pojok ,ia segera berdiri dengan buru-buru sehingga timbul suara berdecit Dari kursi dan segera bergegas untuk memberi tahu nenek jika tidak Ada ruangan inap Di sisi Kiri nurse station. Betapa terkejutnya ia ketika tak menemukan satu orang pun Bahkan nenek tadi. Seketika hawa dingin mulai menyelimuti lorong itu Dan membuat bulu kuduk Ashley berdiri.
"Punten neng", Kali ini tak hanya suara, bahkan Ashley pun merasakan Ada yang menepuk pundak nya, secara sigap ia menoleh ke segala Arah Dan tak menemukan seorang pun. Ashley yang merasa takut memutuskan untuk mengambil Beberapa rekam medis dan melakukan pemeriksaan tanda vital pada setiap pasien Di Lantai itu.
Ashley pun selesai melakukan tugasnya ia bergegas kembali ke nurse station Dan berniat untuk menceritakan kejadian yang telah ia alami Barusan kepada kedua teman nya. Namun kedua temannya hanya tertawa karena menganggap Ashley mungkin sedang halusinasi Efek terlalu banyak pekerjaan, mau tidak mau ia pun menyetujui pendapat Kedua temannya.
Selang beberapa waktu kemudian Dr. Bryan datang untuk melakukan visite, kali ini Ashley yang akan menemani Dr. Bryan untuk keliling menemui pasien rawat inap. Satu per satu kamar telah dikunjungi hingga akhirnya mereka berdua memasuki ruangan inap kelas tiga.
"Untuk ruangan Ini Ada 3 pasien dok, bisa dimulai dengan pasien bed no 1", ucap Ashley kepada Dr. Bryan.
"oh ya mba selepas visite, Minta tolong untuk dipanggil kan teknisi ya mba lampu diruangan Ini Lumayan Redup ", perintah Dr. Bryan .
Ashley pun mengangguk, isyarat ia telah paham Apa yang diperintahkan Dr. Bryan pada dirinya. Tiba akhirnya pasien bed no 3 untuk diperiksa Dr. Bryan .
Pasien bed no 3 itu mengatakan jika dirinya tidak bisa tidur Sama sekali karena suara berisik yang ditimbulkan Dari bed no 4. Ashley yang mendengar cerita itu menganggap jika keluarga pasien lain sedang Numpang istirahat dan berbincang terlalu keras. Ashley pun berkata jika ia akan memberitahukan pada pasien bed lain agar keluarga mereka tidak membuat kegaduhan Saat Malam hari. Ashley yang sedang menunggu Dr. Bryan pun memilih bersandar Di dinding sembari menghadap ke Arah pintu keluar.
Terdengar suara kasur berdecit tepat disebelah Kiri Ashley seolah Ada yang menaikinya, gorden pemisah pun bergerak pelan seolah tertiup angin, Padahal kondisi ruangan itu sangat tertutup karena menggunakan Ac, Ia pun penasaran siapa yang berada dikasur bed no 4 . Ia curiga jika Ada keluarga pasien dengan sengaja menggunakan bed kosong tersebut. Ashley pun segera mengintip Dari celah gorden namun tak menemukan siapa pun. Tanpa berpikir panjang ia segera mengikuti Dr. Bryan yang keluar dari ruangan itu.
Jam menunjukkan pukul 14.00 waktu nya untuk oper sift dan bersiap untuk pulang. Ashley yang tinggal di kost an kembali hanya dengan Berjalan Kaki. Kost yang ditinggali Ashley berada tepat di belakang kamar jenazah hanya butuh waktu 7-8 menit berjalan Kaki.
************ Kost ***********
Ashley menaiki tangga sempit yang berada di samping rumah pemilik kost an. Kost an tersebut berada paling ujung sehingga bersebelahan Dengan danau, hanya dinding pembatas saja lah yang berada di sebelah kost an tersebut. Perlahan menaiki lorong tangga yang sempit dengan penerangan yang mengandalkan sebuah bohlam berwarna orange seadanya, ia berharap tidak akan terpleset Dari lorong itu. Ia pun sempat terhenti tepat di depan dapur Umum yang telah usang, kami para penghuni kost Lebih memilih untuk Makan diluar Dari pada harus Masak sendiri karena sudah Keduluan Capek bekerja.Ia memperhatikan Sepanjang lorong itu, terdapat 3 kamar Di sebelah Kiri Dan 1 pintu penghubung dengan rumah induk, terdapat sebuah ruangan sepetak tempat yang biasa kami gunakan untuk berkumpul Sekedar untuk makan-makan atau nobar. Di sisi kanan terdapat 4 kamar, 1 kamar mandi Dan tangga yang mengarah ke Lantai 3. Selama Ashley tinggal di kos an itu ia belum pernah sekali pun menginjakkan Kaki nya ke Lantai 3.
Biasanya Kost an itu akan Ramai Ketika musim Anak magang, namun kini hanya Ada 4 orang saja yang tinggal disana. Namun Ashley Dan ketiga tetangga nya jarang sekali bertemu, mungkin 3-4 Kali ia Selalu berpapasan dengan Laurent yang memiliki jam shift yang Sama dengan Ashley.
"Terlalu Sepi ", Gumam Ashley sembari melangkah kan Kaki menuju kamar nya yang terletak tepat di depan tangga penghubung Lantai 3. Ashley meraih kunci kamar dari saku kanan nya, ketika ia berusaha membuka pintu itu terdengar langkah Kaki berasal Dari Lantai 3, sesekali terdengar suara ketukan. Ia tak memperdulikan hal itu, Ashley berfikir jika Ada penghuni baru dilantai 3 .
Ashley merebahkan tubuh nya diatas kasur lantai sembari melemaskan otot tubuhnya, sesekali ia tak sengaja memejamkan kedua matanya hingga ia benar-benar terbangun ketika Ada seseorang yang mengetuk pintu nya dua Kali, ia berdiri Dan membuka kan pintu itu namun tak menemukan siapa pun disana. Ashley menoleh ke Arah Kiri Dan kanan untuk memastikan apakah Ada orang Di sekitar nya namun ia tak menemukan siapa pun. Ia kembali menutup pintu nya. Belum sempat ia kembali Rebahan, terdengar kembali ketukan pintu kamar nya namun kali ini terdengar Lebih keras Dan intens, Kali ini ia tak membuka kan pintu kamar nya.
"Siapa??? Kak Laurent??? Cynthia?? Mia??? ", teriak Ashley dari dalam kamar. Namun tak Ada suara apapun yang membalas pertanyaan nya. Ashley mulai meraih smart phone dan mulai mengetik ke grub chat untuk menanyakan keberadaan mereka bertiga. Seketika ketukan pintu itu berhenti, namun Ashley tak mendengar suara langkah Kaki bahkan ia tak melihat bayangan orang Melintas dari Sela Sela pintu.
"aku Dan Mia sedang berada di salon lagi shift pagi nih", pesan yang diketik Oleh chyntia.
"aku lagi beli mie ayam bang bejo, mau Nitip ga? ", pesan dari Laurent.
Setelah membaca pesan dari para tetangga, Ashley mulai panik, karena ia sedang sendirian di Lantai 2. Tak mungkin jika si pemilik datang mengunjungi kamar nya karena Ini hari minggu pagi, pastinya sepasang suami Istri tersebut bersama kedua anak nya yang Sudah SMA itu berada di gereja untuk beribadah. Dan ia yakin jika bukan tetangga baru yang berada di Lantai 3 yang mengetuk nya karena ia tak mendengar kan langkah Kaki sedikit pun.
Ketukan pintu semakin keras seolah Ada seseorang yang berusaha untuk mendobrak pintu kamar tersebut. Ashley reflek membaca ayat qursi sembari menutup kedua matanya berharap suara ketukan itu akan berhenti. Selesai berdoa ketukan pintu itu benar benar berhenti Dan Ashley membuka kedua matanya.
Betapa terkejut Bercampur Takut, ia melihat sesosok kuntilanak berpakaian Putih lusuh Sepanjang tumit, rambut yang menutupi seluruh Wajah nya. Ashley hanya bisa terduduk lemas dan melanjutkan untuk berdoa kembali, suara tawa yang melengking di sertai ketukan pintu kamar nya benar benar hampir membuat nya pingsan.
"Ashleyyy, aku bawa mie ayam nih. Makan bareng yuk ", ajak Laurent. Ashley merasa lega karena tetangga nya itu datang. Ia segera membukakan pintu Dan mempersilahkan Laurent untuk masuk.
"kamu Kenapa kok pucet gitu?", tanya Laurent.
"Hmmm Gak Apa apa kok ", jawab Ashley dengan senyum masam. Ia tak berani memberitahukan kepada tetangga nya itu ia khawatir jika tetangga nya akan Pindah.
Dua minggu pun berlalu hal-hal diluar nalar terus terjadi pada diri Ashley, terlebih saat ia sedang memejamkan Mata, seolah ia melihat Ada banyak sosok dihadapan nya Dan telinga yang Selalu mendengar suara minta tolong, menangis Bahkan tertawa meski tak Ada seorang pun berada di dekatnya. Ashley pun Sudah tidak tidur Selama 2 minggu lama nya kesehatan nya sangat menurun, Dan tidak dapat berkonsentrasi.
Ashley memilih mengambil cuti untuk kembali ke kampung halamannya, ia ingin meluapkan keluh kesahnya kepada keluarga nya berharap jika ia akan menemukan jalan keluar nya.
Ashley berdiri di pinggir Trotoar dekat halte bus, ia sedang menunggu bus yang akan lewat. Bus pun datang Dan berhenti Ashley berpegangan pada besi pembatas kursi belakang untuk membantu nya Naik Tanpa khawatir terjatuh. Sekilas ia mrndapatkan penglihatan jika seluruh penumpang tersebut Tewas Dan Luka Luka, terdapat kobaran api yang Ada di bus tersebut, sontak penglihatan itu menghilang usah kernet bus itu meminta Ashley untuk segera Naik Dan duduk Di dalam bus. Ashley yang menjadi parno pun berkata pada kernet bus untuk menurunkan semua penumpang Dan melakukan pengecekan pada bus tersebut. namun kernet bus itu hanya menganggap Ashley Gila Dan menyuruh nya untuk turun. Ia pun tidak jadi menaiki bus tersebut Dan berharap jika apa yang ia lihat Barusan tidak terjadi .
Pada akhirnya Ashley memilih untuk Naik taksi menuju kerumah nya. Macet pun terjadi Di area rel kereta api.
"Tumben macet pak, masih jam segini. Ada Tilangan kah? ", Tanya Ashley kepada Supir taksi tersebut. Sebelum menjawab si Supir Taksi itu turun dari mobil Dan berjalan kedepan untuk mencari informasi penyebab macet. selang 15 menit si Sopir pun kembali.
"Ada bus dihantam kereta non, lumayan ringsek Di bahu jalan ", jelas pak Sopir.
Ashley yang mendengar penjelasan pak Sopir berharap jika bukan bus yang akan ia naiki tadi.
Mobil pun mulai Berjalan perlahan, betapa terkejut nya Ashley ketika tak sengaja menoleh ke Arah jendela kanan ia melihat sekitar 15-25 orang sedang berdiri di jalanan, namun yang dilihat nya kasat Mata atau tembus pandang . Kekhawatiran Ashley mulai meningkat Dan benar saja ia melihat bus yang akan Di tumpangi nya benar benar Ringsek Di bahu jalan. Banyak polisi, damkar Dan ambulance yang sedang berusaha melakukan proses evakuasi. Ashley yang terkejut merasa sangat bersalah karena ia tak mampu mencegah kecelakaan itu, ia hanya bisa menangis sepanjang jalan.
Sesampai nya di depan rumah Ashley bergegas memasuki rumah.
"Assalamualaikum, maaaa ", ucap Ashley
seorang wanita paruh baya berusia kisaran 45 an keluar Dan memeluk tubuh Ashley.
" Waalaikumsalam, gimana nak sehat? Ayo Masuk mama buatin masakan kesukaan mu.
Ashley pun tersenyum Dan mengangguk pertanda ia menyetujui ajakan ibunya. Ashley melangkah kan Kaki memasuki rumah sembari mengucapkan salam. Lagi-lagi ia terhenti seolah tubuh nya membeku Dan tak percaya Apa yang dilihat nya.
"Ada Apa nak? ", tanya Ibu nya keheranan.
"Ma, kenapa Ada banyak sekali sosok tak kasat Mata disini, Ada yang brupa hewan, orang berpakaian Jaman dahulu bahkan Ada sosok pangeran diponegoro ", ucap Ashley .
Mendengar Hal itu ibu Ashley sedikit terkejut. Ibunya menjelaskan jika sebenarnya Ashley memiliki bakat Krturunan keluarga namun Selama Masih berusia 5 Tahun ia sering sakit Ibunya memutuskan untuk menutup kemampuan Anaknya itu, Tak disangka Selama bertahun-tahun akhirnya kemampuan tersebut terbuka kembali. Ashley yang mendengar penjelasan ibu nya pun hanya mengangguk dan merasa sedikit lega meski kemampuan nya itu menyiksa dirinya setidaknya ia Sudah tidak lagi berfikir dirinya gila.