Pukul sebelas malam erna dan siska baru saja selesai menghadiri pesta ulang tahun temannya.Mereka berdua pulang dengan mengendarai motor matic dan boncengan.
"Eh,sis.Pulangnya mendingan kita muter aja ya,jangan lewat TPU," erna menepuk bahu siska yang sedang fokus mengemudikan motornya.
"Idiihh,ogah ah.Kejauhan tau,Kalau lewat TPU kan' lebih cepet," siska menolak mentah mentah ajakan sahabatnya,bukan apa apa.Kalau mereka memutar pasti akan memakan banyak waktu saking jauhnya,tapi kalau lewat TPU mereka pasti lebih cepat sampai.
"Se-serius sis,mau lewat sana?" erna bergidik ketakutan,ter'ingat beberapa tahun lalu saat dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah atas,ia pernah dihukum pasung oleh ayahnya di pemakaman umum,yang juga dikeramatkan oleh warga kampung itu.
Pemakaman itu memang terkenal akan keangkeran'nya,disebut angker.Karena seringnya warga yang melintasi area pemakaman tsbt,melihat penampakan.Yaitu,sosok dengan rambut panjang menjuntai sampai tanah,memakai baju putih dan sering duduk duduk atau ber'ayun diatas pepohonan besar nan rindang,yang melingkupi makam keramat itu.
~~~~~~
Malam itu erna diantar pulang oleh toto,yang merupakan pacarnya.Sejak pulang sekolah siang tadi,erna memang belum pulang kerumah,toto mengajaknya jalan jalan dan makan makan dulu.Ada perasa'an takut yang melanda erna sebenarnya,ia tau pasti akan kemurka'an sang ayah.Ia tahu,dirinya belum diperbolehkan untuk berpacaran,dan alasan untuk itu adalah.Karena erna masih sekolah dan belum pantas berpacar pacaran.
Motor yang dikendarai pun berhenti di depan rumah...
"Tin...
"Tin...
Toto membunyikan klakson, "Cklekkk..." pintu rumah pun terbuka,menampilkan wajah bu asri ibunda erna.
"Dari mana saja kamu erna," dengan datar nya bu asri bertanya.Namun dengan sorot mata tajam yang menusuk.
Erna hanya menunduk,takut.
"Masuk,kamu.Dan ingat! pelan pelanlah kamu masuk ke kamar,jangan sampai ayah mu mengetahui kamu pulang selarut ini," titah bu asri,sebenarnya ibundanya erna khawatir,jikalau suaminya tau sang putri pulang larut malam dengan diantar laki laki,sudahlah pasti akan sangat marah.
Erna mengangguk dan langsung melangkah ke kamar,dengan perasaan gundah gulana.Takut ketahuan sang ayah.
Namun,belumlah sampai ia ke kamarnya.Sang ayah sudah lebih dulu berdiri dihadapan erna,dengan berkacak pinggang dan tatapan mata yang menghunus.
"Ehm,anak gadis.Malam begini baru sampai rumah,memangnya kamu fikir,bagus begitu? keluyuran sampai lupa waktu begini?!! pak anjas benar benar emosi kepada anak gadisnya itu.
"Eh,a-ayah,anu...maafkan erna yah..." erna sangat gugup,untuk saat ini difikirannya hanya minta maaf,dan berharap mendapatkan maaf itu.
"Ke-kenapa,ayah belum tidur?" gagapnya lagi,erna berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Kamu fikir,ayah bisa tidur 'hah?! sementara anak gadisnya keluyuran entah kemana!" pak anjas benar benar marah, "sebenarnya darimana kamu? jam segini baru ingat pulang?" lagi,ayah yang sedang murka ini menyelidik.
"Erna,dari rumah temen yah.." jawab erna takut takut.
"Lantas,bocah itu yang mengantarmu pulang!" tunjuk pak anjas kepada toto yang terdiam membisu melihat kemarahan ayah sang pacar,melihat keributan itu bu asri tidak bisa berbuat apa apa,ia hanya diam menyaksikan.
"Ayah,dia punya nama.Namanya toto,dia...dia, pacar erna," cicitnya
"Pacar kamu bilang!,bukannya sudah kutekankan.Tidak ada pacar pacaran,sekolah saja yang betul.Kenapa kamu tidak mendengarkan ucapanku,apa aku sudah tidak kau anggap lagi?!" bentaknya lagi.
"Maaf,ayah,tapi...erna sudah dewasa,ingin juga seperti teman teman yang lain,lagipula..sebntar lagi kan erna lulus,mengapa ayah melarangku menjalin hubungan?" akhirnya ia berani mengungkapkan isi hatinya.
"Diam kamu erna! aku melarang juga demi kebaikanmu.Aku hanya ingin kau fokus dengan pendidikanmu dulu.Mengapa sekarang kau berani melawan ayah?!" pria itu benar benar emosi
"Dan untukmu,bocah tengik! pulang kau sekarang juga,aku melarangmu berhubungan dengan putriku lagi.Dan satu hal aku sampaikan kepadamu,ingat ini baik baik,sekolah yang betul jadilah orang sukses," ucapnya kepada toto,dengan tatapan mata setajam elang.
"Tapi,saya serius mencintai putri bapak.Dua tahun ini saya dan erna menjalin hubungan,dan lagipula sebentar lagi kita lulus,saya janji akan selalu membahagiakan putri bapak" toto memelas
"Cih! membahagiakan katamu? bagaimana caranya? sekolah saja kau belum lulus,jika kau serius dengan putriku.Kembalilah di waktu yang tepat, sekarang pergilah...cepaaattt!! tunjuk pa anjas dengan geram.
Dengan lesu toto pun pergi,dan sempat sempatnya mencuri pandang kepada erna,namun gadis itu benar benar dalam keadaan tak berdaya.
"Hiks...ayah kejam,ayah tega,hiks.." erna menangis.
"Kamu bilang ayah tega,kamu bilang ayah kejam? pdhl yang kulakukan ini semuanya demi kamu.Baiklah,kalau begitu...mari aku tunjukkan bagaimana itu kejam dan tega" dengan cepat pak anjas menarik tangan erna,sehingga erna terseret tertatih tatih.
"Ayah mau kemana? ayah erna mau dibawa kemana?" erna menjerit jerit,tapi sang ayah seperti menulikan pendengaran.Dengan amarah dan masih menarik paksa erna,pak anjas pergi ke gudang rumahnya membawa alat pasung,yang biasanya dipakai untuk menghukum erna.Jika erna sedang kena hukuman,niasanya pak anjas akan memasungnya di ruang bwh tanah 24 jam,tapi hari ini aepertinya akan ada sesuatu hal yang lebih mengerikan.
"Pak,mau kau bawa kemana putriku?" bu asri berlari lari mengejar suami dan anaknya.
"Ibu diam,jangan ikut campur.Aku akan menghukum anak ini,biar jera!"
"Iya,tapi dihukum dimana pak?" tanyanya cemas.
"Di TPU keramat itu,dan ibu jangan ikut campur" balasnya.
"Ah,erna gak mau yah.Erna gak mau dipasung di makam keramat itu,erna takut yah!" erna histeris,ia benar benar ketakutan.
Tanpa mau mendengar,pak anjas bergegas menyalakan mobilnya dan membawa paksa erna yang terisak.
Sesampainya di pemakaman pak anjas langsung menarik tangan erna menuju pohon besar yang rimbun di tengah tengah makam itu.
Tanpa menghiraukan erna yang meronta ketakutan pak anjas langsung saja memasung tangan dan kaki erna dibawah pohon besar yang menakutkan itu.
"Besok siang aku akan menjemputmu,nikmatilah malam ini disini.Maaf,ayah harus melakukan ini padamu,ayah hanya ingin kau merenungi kesalahanmu.Dan ayah tidak suka dibantah," setelah mengucapkan itu,pak anjas pun berlalu pergi.
"Ayah!
"Ayah!
"Ayah!
"Jangan tinggalkan erna disini yah,erna takut,hiks...ayaaahhh!!" erna meronta dan menjerit,namun hanya keheningan dan aura mencekam yang melingkupinya,gadis muda itu bergetar ketakutan,dengan hanya ditemani satu buah lilin.
Tanpa erna sadari,sesosok mengerikan sedang menatap nya,sosok dengan pakaian putih dan rambut panjang yang menjuntai sampai ke tanah.
Tubuh erna bergetar,netranya memindai sekitar.Dengan pencahayaan lilin yang seadanya,samar ia melihat gumpalan hitam yang menjutai melambai lambai di hadapan nya.Dengan perlahan serta rasa takut yang teramat sangat erna meraih gumpalan itu,dan mendongak keatas.
Seketika...
"Aaaaaakkhhh tolong! tolong!" jeritnya ketakutan,ia melihat sosok itu sedang berayun terbalik di dahan pohon dan menyeringai ke arahnya.
Erna meronta dan terus meronta,namun usahanya sia sia.Karena ikatan ayahnya begitu kuat,erna memberanikan diri lagi mendongak ke atas namun sosok itu sudah hilang.
Ditengah rasa takut yang mendera,tiba tiba dari kejauhan erna melihat dua orang orang sedang menggotong keranda,dua orang berjubah hitam,rasa lega pun tak terhingga dihati erna,ia merasa hidupnya akan terselamatkan.
"Pak! pak!,tolong saya pak.Tolong lepaskan saya dari pasungan ini!" seru erna,meminta tolong.
Namun,kelegaan erna berubah seketika.Saat sosok pembawa keranda itu berjalan kearahnya,dan mendekat...semakin dekat...dekat,dan...dekat..
"Aaaaakkkhhh!!" jerit erna.
Ternyata dua sosok itu bukan manusia,sosok berjubah hitam dengan seluruh wajah merah serta bola mata yang melotot sebesar bola pingpong,dilengkapi kuku panjang yang hitam legam mendekatinya.
Seketika erna lemas dia tak bisa lagi menahan ketakutannya,dan pada akhirnya semua gelap...erna tak sadarkan diri.
.
.
Erna membuka matanya perlahan,terlihat sosok yang dia kenal duduk di sampingnya.Ternyata ia sudah dirumah,ayahnya sudah membawa dia pulang entah kapan.
"Bu,erna takut,jangan hukum erna seperti itu lagi" erna mengeratkan pelukan kepada ibunya,ia benar benar ketakutan.
"Tidak akan,ibu janji" balas bu asri mengelus punggung erna.
~~~~~
Siska dan erna melewati TPU BR itu,lagi lagi erna menepuk punggung siska.
"Cepetan bawa motornya,aku takut" ktnya pada siska.
"Iya,ah bawel.Ini juga ngebut" siska langsung tancap gas.
Namun tiba tiba,motor itu mogok.
"Ah,kenapa mogok si" gerutu siska.
"Na,turun! kita harus jalan kaki,motornya mogok!
perintah siska.
"Hah,apa?! yang betul sis?" erna melotot tak percaya.
Mereka berdua terpaksa berjalan kaki sambil mendorong motor.
Tiba tiba...
Tap..tap..tap..
"Sis,kynya ada yang ngikutin kita deh" bisik erna.
"Masa sih,emang ada siapa lagi selain kita?" tanya siska.
"Mana kutahu,lebih baik gak usah nengok ke belakang deh sis.Pasti sesuatu hal yang tak ingin kita lihat,"
Dengan susah payah siska berusaha menghidupkan motornya lagi,dan akhirnya motor itu pun hidup.
Dengan cepat siska langsung tancap gas,di iringi tatapan mata merah dan seringaian sesosok makhluk mengerikan.