Hari kamis hari yang paling menakutkan, bagi gue, sebenarnya jum'at juga termasuk. Oh iya, kita belum perkenalan kan?
Perkenalkan nama gue Novaz kelas XI. Bersekolah di Madrasah Aliyah, sekolah nya sama kok seperti sekolah SMA pada umumnya. Cuman, di sekolahan gue ada pelajaran bahasa Arab, hukum dalam islam dan semua pelajaran yang bersangkutan dengan agama Islam. Sekian perkenalan singkat gue.
Kembali kecerita awal, hari ini adalah hari kamis. Gue tidur jam 1 pagi bergadang nonton Thailand, etssss... tontonan gue halal bro, gue nonton film pemak ahaha.
Andai, abang gue gak bangunin gue udah pasti gue bakal telat sekolah. Gue juga ngaret¹, tapi gue bersyukur belum masukan. Gue di antar sama ortu² gue tetapi... itu karena emak gue melarang gue makek motor, gara-gara sekolah seharian, dan emak gue takut motor nya jadi buruk atau bahasa gaul nya burik³ ahahaha.
1; ngaret = berlama-lama.
2; ortu= orang tua.
3; burik= buruk, usah, jelek.
Gue gak lupa salim punggung tangan dan cium telapak tangan bapak gue begitupun emak. Gue berjalan masuk dan demi apa teman gue baru dua orang yang ada di dalam kelas. Pelajaran satu persatu dilalui dengan damai di tambah lawakan guru dan di bantu para murid yang wallahualam di kelas gue.
Ketika jam ke 5, guru bahasa Arab kita out, gue sempat ngakak. Bapak nya ngegas gara-gara anak kelas lain yang lagi pemanasan, dan teriakkan nya mirip toa mesjid. Di jam kelima itulah semua murid yang bisanya ribut enggak karuan⁴ jadi murid teladan, ketika jam pelajaran berganti ke jam pelajaran ke-6, ini lah saat-saat semua nya terdiam.
4; enggak karuan= gabut, tidak ada kerjaan.
Sejarah Indonesia, pelajaran yang di takuti oleh semua murid di kelas gue. Karena, pengajar yang mengajarkan Sejarah Indonesia adalah guru killer yang paling disegani oleh siswa dan siswi di sekolah gue.
Kami memanggil guru itu dengan sebutan bunda, yang juga merupakan guru wali kelas gue. Teman gue satu persatu di panggil, dan berdiri. Bunda sesakali tegas terhadap murid nya, kami tengah mempelajari materi jalur peradangan kuno dan penjelajah samudra yang berasal dari Protugis, Belanda, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Ketika giliran teman gue Fendi, dengan hebat nya Fendi bisa menjawab semua pertanyaan bunda yang beranak*, gue yang masih duduk di bangku terdiam dan berdengik ngeri, membuat gue semakin takut untuk di panggil.
*Beranak artinya pelajaran yang di tanya hingga ke akar-akar nya.
Tidak lama setelah Fendi, teman gue Rian maju, dia menjawab semua pertanyaan bunda dengan gugup dan perasaan ngeri. Rian keluar, ia bisa menjawab pertanyaan itu. Selanjut nya teman sebangku gue Hendri, bunda bertanya siapa itu Ferdinand Manggeland, sayang nya Hendri harus berdiri. Karena ia sudah tidak ingat lagi dengan tokoh itu.
Gue dari awal sudah tremor dan takut untuk maju. Gue sudah pasrah, gue terima kalau gue berakhir dengan berdiri di depan, karena gue gak hapal sama penjelajah samudra.
"Novaz."
Deg!
Gue gak tahu, apa gue harus bersyukur atau enggak. INI NAMA GUE DI PANGGIL WOY, WOY GUE GROGI MANA KERIGAT DINGIN. TOLONGGG!!!
Gue ingat bunda itu kalau memberikan pertanyaan pasti ke akar-akarnya, gue gugup suer gak boong. Akhir nya gue berdiri di depan.
"Sebutkan penjelajah samudra dari Protugis," tanya bunda.
Gue saking groginya sampai lupa apa yang gue hapal. EH WOY TOLONGIN GUE! GUE MAU NGILANG AJA DARI PADA BERAKHIR DENGAN SUARA TEGAS BUNDA.
"Bentar bun mau mengingat dulu," ucap gue ketakutan.
"Oh, iya ingat aja dulu."
"Bathormus Diaz," ucap gue kecil sampai bunda mengucapkan "hah?"
Emang awal nya gue mencicit, lalu gue salah sebut nama jadi Barhomus Diaz yang ketiga kalinya ucapan gue baru benar, "Bartholomeus Diaz," cicit gue.
"Ya terus?"
Mn....
BUNDA SAYA UDAH LUPA LOH!!!
Ya... gue teriak dalam batin, ya kali gue teriak depan bunda mampus gue. Karena gue gak jawab bunda nanya lagi, " Ya udah kalau gitu siapa itu Bartholomeus Diaz?"
"Bartholomeus Diaz adalah seorang penjelajah dari Protugis yang mengelilingi dunia dan diketahui sebagai penjelajah yang pertama melakukan nya," udah gue jawab semampu gue, gue juga gak tau ini benar apa enggak.
"Oke, terus."
"Em.. Bartholomeus juga mengajak daego De Azambuja melakukan ekspedisi," bunda bilang terus?
GUE TREMOR WOY!!!!
AURANYA MENCENGKAM SEKALI. JUJUR NAMANYA SALAH, YANG BENER DIEGO DE AZAMBUJA. TEMPAT GUE KEK NYA EMANG TERSEDIA DI DEPAN T___T
"Pada tahun 1487 Bartholomeus Diaz berangkat dari Lisbon."
PLISS, DARI AWAL SAMPAI AKHIR GUE JAWAB NYA GUGUP SEMUA SAMPAI SALAH.
Gue diam gak tahu harus apa. " Oke, Siapa itu Ferdinand Manggeland?"
Ahh... gue udah menduga hal ini. "Ferdinand Manggeland adalah seorang penjelajah yang berasal dari Spanyol."
"Terus apa lagi," oke gue diem gue gak tahu tentang penjelajah itu.
"Ya udah kalau gitu mengapa Ferdinand Manggeland meninggal di Thailand?"
Gue jawab nya Karena penyakit malaria. Hahaha... padahal itu mah Vasco Da Gama.
Akhirnya bunda nanya gue dan gue pun dengan gugup memberi tahu nama gue.
"Udah sana duduk."
Gue ke tempat gue.
"Yang sudah keluar," ucap bunda.
Oke, gue secepat kilat keluar, dan demi apa gue malah lari ke toilet sekolah, mana yang nyirem kagak bersih, bau pesing GILA T___T
Terus gue out dari wc, di depan kelas gue liat Rian dan berjalan ke arah Rian. Jantung gue berdetak kacang yang sewaktu-waktu bisa berhenti mendadak, NAUDZUBILLAH MIN DZALIK WOY!
"Rian, gila serem banget bundah!" ucap gue.
"Iya, tangan gue aja sampai tremor gara-gara bunda. Itu si Vian liat tangan gue tremor, pasti deg-deg' kan," sahut Rian.
AAAA.....BUNDAH MENYERAMKAN!
Seketika berkah untuk yang di dalam kelas, mereka istirahat, tetapi... jam selanjut nya bunda masuk lagi. Gue masuk ke dalam kelas dan Inai teman cewek gue, pinjem buku gue, padahal catatan gue enggak lengkap gitu. Juga si Awi dia juga pinjem buku gue.
Tekanan yang besar...
Ketika istirahat, anak di kelas gue pada menghafal gak ada satu pun yang ribut. Mereka fokus sama buku nya masing-masing.
Jam pelajaran pun berlanjut sekarang, yang sudah dan yang berdiri sebelumnya keluar. Gue sama anak lain nya ghibah, ghibah nya si bunda yang lagi nanyain murid, gue juga merinding suara bunda nyaring sampai keluar kelas. Ghibah selanjut adalah adek kelas gue yang sok tahu tetang bermain basket, kuy lah sama kakak kelas nya di pandang salah mulu mana suara nya di tinggi'in.
PESAN GUE BUAT ADEK KELAS, KALAU NGELIAT KAKAK KELAS NYA SALAH BOLEH AJA NGARAHIN TAPI INGAT JAGA EMOSI DAN JAGA SIKAP. JANGAN ANGGAP KAKAK NYA GAK BISA, DIA JUGA LAGI BERUSAHA. UNTUNG TEMAN GUE ORANG NYA IYAIN AJA COBA SAMA YANG LAIN HABIS DAH TU ADEK KELAS DI BENTAK BALIK.
Gue gak tahu ya, di dalam bunda kek emosi banget. Lebih parah dari yang sebelum nya, jujur ngeri banget.
Alhamdulillah jam bunda selesai, bunda keluar dan ketika melihat anak ips 1 tiba-tiba bunda teriak. Oke, gue langsung otw masuk ke dalam kelas. Gak berani gue ngelihat bunda, takut.
"WOY BAPAK CABUL MASUK!"
Ya bapak cabul, suka natap cewek cantik di kelas kita awokawok.
Bapak nya ngajarin pkwu, tapi sayang nya bapak nya gak masuk dan terjadi lah jam kosong.
Di awal cerita gue ada bilang kan kalau gue juga takut masuk hari jum'at?
Itu karena bunda fiqih masuk, dan gue harus presentasi di depan. Bunda fiqih itu rada galak, kalau ngomong tegas dan kalau mau ketawa di tekan, bunda fiqih orang nya seriusan gak bisa di ajak canda:(
Dan satu fakta yang baru gue ketahui, ibu seni budaya gue ternyata tipe orang yang lemah lembut. Eh gue baru tau dong ada saat nya ibu seni budaya tegas. Dia adalah salah satu guru pelatih anggar. Gue juga ikut anggar ya kira-kira menariklah...
Okey sekian cerita gue #Novaz part01
※※
Gimana cerita nya, seru gak?
Ini asli cerita uthor berdasarkan kisah nyata(orisinil) yang pernah uthor alami, lebih tepat nya pada tanggal 25 agustus 2022.
※Maaf teman-teman jika kalian menemukan kesalahan dalam pengetikan. mohon dimaklumi^^
Sekian cerita dari uthor...