PROLOG
seorang gadis ups salah dia bukan seorang gadis lagi melainkan seorang wanita yang memiliki suami psikopat dan posesif, tapi sebelum itu mereka pacaran, wanita ini ingin memutuskan hubungan mereka karena sifat lelakinya sungguh seperti menjadikannya hewan peliharaan.
Disinilah kisah di mulai-!!
warning ⚠ | 18+
Jakarta | 22.00 PM
"dean, cepatlah dia mengejar kita!" ucap gadis itu terlihat panik
"baik nona" jawab dean
Tanpa Celine sadari ternyata didepan mobil mereka sudah ada yang mencegat, ya siapa lagi kalau bukan Felix pria yang berpacaran dengan gadis ini, mobil Celine pun berhenti.
"Maaf nona, sepertinya di depan kita ada tuan Felix" ucapnya meminta maaf
"hah? Serius? Kok bisa sih!" Celine yang kaget pun lalu ketakukan melihat Felix jalan ke mobilnya
"duk duk duk" suara pintu mobil yang sedang di pukul
"Celine! Buka pintunya atau kamu akan tau akibatnya" ucap pria itu dengan tatapannya yang tajam
Cklek
Pintu mobil terbuka dan Felix langsung menarik tangan Celine dengan sangat kasar, lalu memasukkannya ke dalam mobilnya
"tarik kata katamu tadi, atau..." ucap Felix mengancam
"gak akan, lepasin gw! Lu ga berhak ngatur gw, lu bukan siapa siapa lagi bagi gw!" ucap Celine tidak mau kalah
"hmm OK, tapi sayangnya kamu sudah masuk ke dalam duniaku sayang" ucap Felix lalu tersenyum miring (smirk)
flashback on | Café
"Felix, gw mau hubungan kita sampai sini aja" ucapnya serius
"ulangi"
"lu punya telinga kan? Gw ga perlu ngulangin lagi" balasnya
"but baby, kamu ga akan bisa lari dari aku" ucapnya sambil memainkan rambut Celine
"gak, gw ga mau tau pokoknya gw mau kita putus!" ucapnya membantah
"oh ya? Silahkan tapi habis itu kita akan nikah"
"dasar gila" ucap Celine sambil berjalan keluar meninggalkan Felix
"hmm, baiklah aku akan mengikuti alur permainanmu sayang" ucapnya smirk
Flashback off | mansion Alexander
Sesampainya di mansion Felix mengangkat tubuh munggil Celine menuju kamar, Celine tertidur karena obat tidur yang di suntikan oleh Felix, ia menaruh tubuh gadisnya itu dan mengikatkan tangannya ke atas sambil membuka satu persatu pakaiannya dan menutupnya lagi menggunakan selimut
"tubuhmu sangat catik, bagaimana jika aku memakanmu sekarang? Oh tidak kamu belum bangun, aku akan membuatmu merasakan sakit yang luar biasa baby" ucapnya sambil mengambil beberapa alat untuk s*x di lemarinya
Beberapa menit kemudian Celine bangun dan...
"nghh, dimana aku?" lirihnya dan mengedipkan matanya karena pandangan yang masih buram
"udah bangun, hm?" ucap Felix lalu mengambil collar yang ada di meja
"lo mau ngapain, hah?" ucapnya kaget karena melihat tanganmya di ikat dan bedannya telanjang tapi ditutupi selimut
"aku kasih kamu kesempatan sekali lagi, mau tarik ucapanmu tadi atau? Ini?" ucapnya sambil memperlihatkan beberapa alat untuk s*x
"itu apa?" ucapnya penasaran tapi takut karena wajah Felix yang menyeramkan
"ini? Hm jika benda ini berada di tubuhmu kau akan mengerang kesakitan baby" ucapnya meyakinkan Celine
Celine yang mengerti maksud Felix langsung memberontak untuk melepaskan tali yang berada di tangannya
"lepasin gw, hiks" ucapnya sambil menangis
"ga akan, sekarang pilih mau tarik ucapanmu atau ini?"
Celine hanya diam dan berbicara dalam hati, karena ia tau jika Felix marah akan bagaimana.
"No answer hm? ok, since you don't choose I will choose both" ucapnya memakaikan s*x collar di leher Celine
"fel" satu kata yang di lontarkan Celine dengan ragu
"what's wrong, baby?"
"jangan please, gw mohon jangan" ucapnya terbata bata
"time's up, now endure this pain and enjoy" ucapnya
"fel, please gw minta maaf gw tarik ucapan gw tadi" ucapnya sambil menangis
"good girl, tapi aku akan tetap melakukannya sekarang"
Dan tanpa jawaban dari Celine, Felix langsung membuka selimutnya dan memasukkan 2 jarinya ke dalam m*ss v Celine
"akhh, sakit fel please stop" ucap Celine tapi di abaikan oleh Felix
Felix mempercepat gerakan tangannya detik ke detik, Celine merasa kesakitan dan geli tapi dia tidak bisa meremas apa apa karena tangan yang di ikat dan sampai akhirnya Celine kl*maks tapi tdk sampai sini saja Felix membuatnya kl*maks sampai 5x, felix pun melepas jarinya dari dalam.
"tadi kamu bilang apa? Berhenti? Hahaha" tawanya yang mengerikan itu membuat Celine semakin takut
"gak akan sayang, aku akan membuatmu benar benar mengerti kesalahan yang kamu buat" ucapnya lagi
Tanpa Celine sadari Felix sudah full nak*d dan ia mulai memasukkan kejantanannya ke m*ss v Celine, dan keluar darah yang berarti mahkotanya sudah direngut oleh Felix
"AKKHHH!!!" teriak Celine kesakitan
"Felix stop, Felix gw mohon, gw bakal lakuin apapun itu gw mohon lepasin, ini sakit" ucapnya terbata bata lalu di balas oleh Felix
"apapun, hm? OK panggil aku daddy sekarang" ucapnya menyeringai
Celine yang menurutinya pun memanggilnya dengan sebutan "daddy"
"daddy please stop" ucapnya
"wait a moment baby, hold this" ucapnya dan semakin menghentakannya lebih dalam dan kasar
Celine yang menyadari itu langsung mengerang kesakitan, 1 jam kemudian
"last baby" ucap Felix
Felix pun kl*maks dan mengeluarkabnya di dalam.
"mhmm, kayaknya ini kurang?" ucapnya melihat tubuh gadis yang ia cintai terbaring lemas
"fel, enough ini udah cukup, gw minta maaf"
"maaf, hm? Kamu udah tau kesalahan kamu?"
"iya" ucapnya lemas
"bagus kalau gitu, tapi kesalahan juga harus di beri hukuman" ucapnya lalu memasukkan benda yang tumpul dan panjang itu ke milik Celine
"ahh, apa ini fel lepasin please, akhh ahh" ucapnya sambik mengerang
Felix mengabaikan permintaan gadisnya itu ups wanita, tapi ia tetap menganggapnya seorang gadis, felix menaikkan temponya menjadi maximal, Celine hanya bisa mengerang kenikmatan dan kesakitan
"No cum baby, if you cum I'll punish you more" ucap felix mengancam
Celine yang sudah mau kl*maks pun menahannya setelah mendengar ucapan felix.
20 menit berlalu felix masih memainkan tubuh Celine bagian atas
"3x keluar, hm?" ucap felix sambil melihat area bawah Celine
"kau sepertinya suka sekali dengan hukuman?" lanjutnya lalu menggendong Celine menuju kamar yang ada di sebelah kamarnya
Celine kaget melihat isi kamar tersebut yang tak lain lagi adalah s*x toys
"kaget? Kamu akan aku hukum dengan benda benda ini baby"
Felix menaruh Celine di suatu alat yang besar disitu ia menidurkannya dan mengikat tangan dan kaki Celine, setelah ia rasa sempurna Felix langsung mengaktifkan tombol bertuliskan on, dan disitu keluarlah benda tumpul yg benar benar panjang sekitar 20 cm Celine yang melihatnya pun memberontak tapi tidak berguna sama sekali, Felix langsung memajukan benda itu agar masuk ke dalam milik Celine, ia memasukkannya sangat dalam hingga benda itu tidak keliatan dan menentukan angkanya dari 1-10 ia mengarahkannya ke angka 5 dan benda itu benar benar bergerak sangat cepat didalam sana jika tubuh Celine tidak diikat mungkin dia sudah jatuh karena benda itu bergerak sangat cepat dan kasar lebih cepat dari gerakan yang Felix berikan padanya, Celine yang merasakan itu ingin teriak tapi sayangnya mulut itu sudah di ikat menggunakan tali berbahan lembut oleh Felix
"sakit, hm? Apa kau tau ini alat yang sudah ku rancang untuk menghukummu"
Ia memasukkan kejantangannya di alat yang sama namun berbeda arah, lalu ia mulai merasakan kenikmatan karna alat tersebut memanjakan miliknya dengan sangat pas, ia mengeluarkan cairannya disitu dan siapa sangka ternyata cairan tsb menyalur ke arah Celine dan menembakkannya di dalam, 30 menit ia sudah kl*maks lebih dari 10x karna alat tsb benar benar nikmat, ia langsung melepaskan ikatan pada mulut celine
"dasar gila! Lepaskan aku!" ucapnya terbata bata tapi masih bisa berteriak
"hmm? Membantah? Baiklah, tahan ya ini akan lebih menyakitkan di banding tadi"
Kau gila!! Lepaskan aku, hiks" ucapnya sambil menangis
"kumohon, felix kumohon aku salah aku. Minta maaf, tolong biarkan aku bebas, please"
"sepertinya ada kata yang kurang?"
"daddy please stop now"
"good girl" ia melepaskan semua ikatan dan menggendongmu ke kamar mandi, lalu menyiapkan air hangat untukmu mandi, ia memangkumu dan memelukmu dengan hangat
"masih mau lari lagi, hm?" ucapnya dan membuatmu menggelengkan kepala pelan
"good" ucapnya
Skip mandi | 02.00 PM
Felix menaruhmu di kasur karna kau tertidur pulas ia mulai memakaikan pakaian di tubuhmu dengan sangat hati hati karna melihat area bawahmu yg sangat merah, Felix langsung mengoleskan krim dan ikut tidur denganmu sambil memelukmu
-The End-
(dimohon untuk tidak mengcopy cerpen ini dan terimakasih buat yang sudah memberikan like & comment)