Leukimia, penyakit yang tentunya tak asing lagi di dengar oleh kebanyakan orang. Leukimia adalah jenis kanker darah dengan manifestasi pada hemoglobin, leukosit, dan trombosit.
Diana merasa tertekan saat mengetahui dirinya mengidap penyakit ini. Apa yang harus dia katakan kepada sahabatnya, Alicya. Dia sudah berjanji untuk tidak membuat Alicya merasa sedih, Alicya tidak pernah mengetahui soal penyakit yang di derita sahabatnya.
"Di aku mau ngomong sesuatu sama kamu! boleh ya?" tanya Alicya yang membuyarkan lamunan Diana.
Diana terlihat tersenyum lalu mengangguk, "boleh Lic, mau ngomong apa?."
"Aku liat kamu makin hari makin kurus Di, kamu jarang makan ya?" tanya Alicya.
Diana menggeleng pelan, "aku makan terus kok Lic, aku tambah kurus mungkin karena aku lagi banyak pikiran secara kan kita udah kelas sebelas banyak yang harus di persiapin" ucapnya.
Alicya terlihat menunduk, "ga tau kenapa aku sedih banget liat kamu kaya gini Di, kayak ada yang beda aja dari kamu" ucapnya.
Alicya terlihat menghapus jejak air matanya yang tanpa izin mengalir dengan lancar seperti air yang jatuh dari ketinggian.
Diana kemudian bergerak untuk memeluk Alicya, dia sangat takut Alicya mengetahui penyakit yang di deritanya dia hanya ingin tidak ada kesedihan pada saat waktunya dia pergi nanti.
"Kamu jangan terlalu negatif thinking sama aku Lic, aku baik-baik aja kok. Udah ya nangisnya kalo kamu nangis nanti kalo kamu jelek gimana? Rayhan berpaling loh nanti" ucap Diana.
"Rayhan aja cuek mulu sama aku Di" jawab Alicya sedikit cemberut.
"Makanya jangan nangis, supaya Rayhan nya jadi cair" jawab Diana.
"Bisa aja"
Lalu keduanya pun tertawa bersama. Dari kejauhan seorang siswa laki-laki tengah memperhatikan interaksi keduanya.
"Diana, kenapa lo harus dapet ujian yang sebesar ini" gumam siswa itu lirih.
.....
Bel tanda pulang telah berbunyi, semua siswa dan siswi SMA Arwana mulai meninggalkan kelasnya. Begitu pula dengan Diana dan Alicya.
"Diana, nanti kamu ada waktu luang nggak?" tanya Alicya.
"Aku nggak ada waktu kayaknya Lic, kenapa yah?" tanya Diana balik.
"Yah padahal aku mau ngajakin kamu jalan-jalan ke mall, soalnya aku kangen banget tau bisa quality time bareng kamu" jawab Alicya.
Diana menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "waduh maaf banget ya Lic, akunya nggak bisa lain kali aja ya" ucapnya.
Alicya pun mengangguk lalu tersenyum. Diana merasa semakin tak enak kepada Alicya, hari ini Diana ada jadwal terapi.
"Aku duluan ya Di, abang ojolnya udah nyampek sih kasian kalo nunggu lama" pamit Alicya.
"Iya Lic, dahh" jawab Diana sambil melambaikan tangan, yang kemudian dibalas lambaian tangan oleh Alicya.
Setelah bayangan Alicya menghilang di balik keramaian, Diana pun ingin segera melanjutkan jalannya dia mungkin akan di jemput oleh supir ayahnya nanti.
Saat hendak pergi, tangan Diana tampak ditahan oleh seseorang. Karena terkejut Diana pun berbalik.
"Rayhan!! jangan ngagetin kenapa sih?" tanya Diana dengan sedikit kesal.
"Lo belum ngasih tau penyakit lo ke Alicya?" tanya Rayhan.
Diana menggeleng, "gue nggak mau bikin Alicya sedih Ray" jawab Diana.
"Tapi Di.."
"Udah ya Rayhan stop, jangan urusin hidup gue tolong!! biar gue sendiri yang nanggung beban hidup gue, gue nggak mau ngerepotin orang lain" ucap Diana.
"Tapi lo sadar nggak sih yang lo lakuin ini salah? Lo nggak pernah kepikiran sedikit gitu? lo nggak pernah kepikiran gimana hancurnya hati Alicya pas tau lo lagi sakit tapi dianya nggak tau. Alicya bakal nganggep dia tuh nggak guna Di" jelas Rayhan. Diana terlihat merenungkan perkataan Rayhan.
"Dan satu lagi Di, gue suka sama lo. Gue tau mustahil banget bisa hidup bareng lo tapi seenggaknya gue udah nyatain perasaan gue sebelum terlambat"
Nafas Diana tercekat, dia sungguh tidak menyangka sama sekali bahwa Rayhan akan menyukainya. Karena bagi dirinya Rayhan lebih cocok disandingkan dengan Alicya daripada dirinya.
"Lo nggak boleh suka sama gue Ray, gue nggak mau makin banyak orang yang sedih pas gue pergi nanti"
.......
Menit berganti menit, jam berganti jam, hari demi hari terlalui. Sudah 5 bulan berlalu sejak Rayhan menyatakan cintanya kepada Diana. Keadaan kembali seperti semula, bedanya antara Rayhan dan Alicya terdapat suatu ikatan khusus. Dua minggu yang lalu Rayhan dan Alicya resmi menjadi seorang kekasih, Diana pun merasa bahagia dengan itu setidaknya dia dapat memastikan bahwa Alicya bisa bahagia setelah kepergiannya nanti.
Diana, Alicya dan Rayhan terlihat tengah berada di taman belakang sekolah. Mereka asyik melempar candaan dan terus tertawa bersama.
"Mana ada begitu, aku kalo tidur nggak ngorok ya" ucap Rayhan tidak setuju dengan ucapan Alicya.
"Tapi aku dengar sendiri tau! pas video call kemarin ingat nggak? aku tuh denger kamu ngorok tau ga. Abisnya aku di tinggal tidur sih" ucap Alicya.
"Nggak!!"
"Iya!!"
"Nggak!"
"Iya!!"
"Diem!! ih jadi pusing akunya liatin kalian bertengkar mulu deh perasaan" lerai Diana.
"Iya maap atuh" jawab Alicya.
"Mending kita balik ke kelas aja deh, udah mau bell masuk juga" ajak Rayhan yang di angguki oleh Alicya dan Diana.
Alicya dan Rayhan terlihat berjalan lebih dahulu sementara Diana di belakang. Saat baru saja beranjak dari duduknya tiba-tiba Diana merasakan pusing yang hebat, ia merasakan pandangannya semakin memburam lalu berubah menjadi gelap.
"Aku masih mau hidup" ucap Diana lirih sebelum sepenuhnya pingsan.
Alicya yang mendengar suara sesuatu terjatuh pun segera berbalik, Alicya terlihat panik saat mendapati Diana sudah jatuh pingsan di lantai.
"Rayhan, Diana Ray" teriak Alicya panik.
Rayhan pun menoleh ke belakang dan ikut panik. Rayhan buru-buru menggendong Diana dan membawanya ke UKS diikuti Alicya di belakangnya.
"Please lo harus bertahan Di, hidup lo harus lebih panjang lagi. Lo belum bilang semuanya ke Alicya" ucap Rayhan yang ia katakan dalam hati.
Sesampainya di UKS Diana langsung mendapatkan penanganan dari dokter Novita, dokter yang bertugas di UKS.
Alicya terus-terusan menggenggam tangan dan kaki Diana dan mencoba menghangatkannya. Diana terlihat sangat lemah wajah pucat dan suhu tubuh yang dingin membuat Alicya semakin panik, tidak terasa air mata Alicya pun turun tanpa tanggung-tanggung.
"Apa sih yang terjadi sama kamu Di?, aku nggak kuat liat kamu kayak gini" ucap Alicya lirih, rasanya sangat sulit untuk mengucap kata.
Rayhan menatap iba kepada Diana dan Alicya, baru sekarang dirinya merasa tidak berguna. Ia merasa tidak berdaya saat melihat kondisi Diana, bagaimanapun Rayhan masih menyimpan rasa untuk Diana.
Diana mulai menerjapkan matanya dan mulai terbangun dari pingsannya. Diana melihat raut wajah bahagia Alicya dan Rayhan. Sepertinya dia sudah melewatkan sesuatu.
"Kamu nangis Alicya?" tanya Diana.
"Nggak!, aku nggak nangis Diana. Aku hanya kelilipan aja tadi" elak Alicya.
"Diana, saya sarankan kamu pulang dulu saja ya. Kondisi kamu sangat tidak baik untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Nanti akan saya sampaikan kepada bapak ibu guru lainnya" ucap dokter Novita.
Diana mengangguk lemah lalu tersenyum, Diana diantar pulang oleh Rayhan dan Alicya. Lalu setelah memastikan Diana baik-baik saja. Keduanya pun kembali ke sekolah.
Diana terlihat duduk di meja belajarnya. Ia terlihat bolak-balik menggoreskan tinta di atas kertas menjadi sebuah huruf dan berkembang menjadi kata dan kalimat. Air matanya terus menetes tanpa henti. Setelah kejadian pagi ini di sekolah, Diana merasa ajalnya semakin mendekat.
Diana kemudian teringat dengan tanggal lahir sahabatnya. Tepatnya pada tanggal 27Agustus.
"Aku baru ingat kalo Alicya besok lusa ulang tahun, baiklah mungkin ini udah waktunya aku ngasih tau kebenaran soal penyakit ini."
........
Alicya terlihat tidak tenang di kelasnya, ia mungkin sedang memikirkan kondisi Diana saat ini. Di depan sana bu Nora selaku guru biologi sedang menjelaskan tentang berbagai macam penyakit yang dapat terjadi pada organ peredaran darah.
"Alicya Rènoura!! kamu sedang memikirkan apa? fokus dengan pelajaran saya" teriak bu Nora dari depan sana.
Alicya pun tersentak kaget, "eh iya bu, maaf saya banyak pikiran jadi kurang fokus" jawabnya.
Bu Nora pun kembali menjelaskan materi yang sempat tertunda.
"Baik anak-anak kita Selanjutnya, yaitu penyakit bernama Leukimia..."
Alicya terlihat serius memperhatikan bu Nora dari bangkunya, ada semacam magnet yang membuatnya penasaran dengan hal itu.
".... Leukimia juga dikenal dengan sebutan kanker darah. Penyakit ini disebabkan oleh kelebihan produksi sel darah putih yang jumlahnya abnormal. Sel darah putih tersebut akan memakan eritrosit dan menyebabkan menurunnya jumlah eritrosit. Ada yang ingin di tanyakan?."
Alicya mengangkat tangannya, "ciri-ciri orang yang menderita leukimia apa saja bu?" tanyanya.
"Ciri-ciri penderita leukimia itu bisa tergantung tingkatannya, tergantung itu leukimia akut atau leukimia kronis, selengkapnya bisa di cari di internet" jawab bu Nora.
Alicya bergegas membuka internet dia mencari artikel dengan kata kunci leukimia. Alicya membaca semuanya, dia kemudian merasa ada kemiripan dengan kondisi Diana. Beberapa hari yang lalu Diana sempat mimisan.
"Apa mungkin?" tanyanya pada diri sendiri.
.......
Hari ini Adalah hari minggu, satu hari sebelum Alicya berulang tahun. Diana pun memutuskan untuk mencari hadiah untuk Alicya bersama dengan Rayhan, kebetulan dia sudah baikan pagi ini.
Rayhan terlihat berhenti di depan rumah Diana, Rayhan terlihat tampan dengan baju casualnya.
"Hai" sapa Diana.
"Hai Di, gimana? udah baikan?" tanya Rayhan.
"Udah lumayan lah ya, ayo berangkat sekarang aja" jawab Diana.
"Okey" jawab Rayhan, dia kemudian membukakan pintu untuk Diana.
"Alay, gue bisa sendiri Ray" ucap Diana lalu masuk ke dalam mobil Rayhan.
"Gapapa kapan lagi bisa gini" ucap Rayhan, dia lalu memutari mobilnya dan duduk di kursi kemudi. Mobil Rayhan pun melesat meninggalkan kompleks perumahan elit di daerah Jakarta itu.
Tanpa di sadari Alicya terlihat sedang memperhatikan interaksi keduanya dari balik pohon di dekat rumah Diana.
"Mereka mau kemana? ikutin nggak ya" gumam Alicya.
Sementara itu Diana dan Rayhan baru saja tiba di mall, mereka terlihat mengunjungi satu persatu toko.
"Alicya mau di kado apa ya, kok gue bingung Ray" ucap Diana.
"Emangnya yang di suka Alicya tuh apa?" tanya Rayhan.
"Dia suka sama boneka, dan perhiasan yang punya makna tersendiri. Ada sangkut pautnya sama kehidupan dia lah pokoknya. Masa lo nggak tau sih? lo kan pacarnya" jawab Diana.
"Tapi gue belum sepenuhnya cinta sama Alicya Di" ucap Rayhan.
Deg...
Diana terpaku saat itu juga, "eh Ray ke toko perhiasan aja ayo, gue mau beli sesuatu" ajak Diana mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"Yaudah ayo" jawab Rayhan.
Mereka pun pergi ke toko perhiasan. Diana terlihat memilih kalung diantara sekian banyaknya emas yang ada di toko itu.
Diana terpaku pada sebuah kalung dengan liontin dua orang perempuan yang saling merangkul.
"Yang ini mbak, berapapun harganya saya beli deh" ucap Diana.
Diana akhirnya membawa pulang satu kalung emas dengan liontin itu.
"Di, coba lo pakek kalung ini, kayaknya lo cocok deh pakeknya" ucap Rayhan sambil menunjuk kalung yang menyita perhatiannya.
"Boleh, pasangin ya. Kalo sendiri nggak bisa masang nih guenya" jawab Diana.
Rayhan pun memasangkan kalung itu di leher Diana. Rayhan terlihat puas dengan hal itu. Kalung itu sangat cocok untuk Diana.
"Ini buat lo ya, gue nggak terima penolakan. lo keliatan cantik banget pakek kalung itu" ucap Rayhan.
"Tapi Ray ini kalungnya mahal banget loh!" ucap Diana tidak setuju.
"Lo ga usah mikirin harga, tenang aja gue yang beli kok" ucap Rayhan.
Diana tidak ingin ambil pusing, akhirnya dia setuju saja, "oke deh terserah lo, kita pulang sekarang aja. Mumpung udah dapet hadiahnya" ajak Diana.
Rayhan mengangguk setuju, dan mereka pun bergegas untuk pulang. Saat sampai di parkiran mereka di kejutkan dengan keberadaan Alicya, dia menatap keduanya dengan tatapan tajam.
Prok...Prok...Prok...
"Waw kejutan yang sangat membuatku nggak bisa ngomong banyak. Aku nggak nyangka kalian lakuin ini ke aku. Salah aku dimana? terutama kamu Di, jadi kamu yang maksa Rayhan buat nembak aku? kalau aku tau lebih awal aku bakal nolak Rayhan Di. Dia nggak cinta sama aku, aku baru tau kalo ternyata Rayhan sukanya sama kamu Di. Sumpah aku kecewa sama kamu, aku jadi ngerasa jahat banget tau nggak si sama kamu" ucap Alicya dengan isak tangisnya.
"Aku nggak bermaksud gitu Alic" ucap Diana.
"Udahlah, aku bener-bener kecewa" ucap Alicya lalu berlari menuju jalan raya.
Diana terlihat panik dan menyusul Alicya begitupun dengan Rayhan. Diana melihat ada truk melaju kencang ke arah Alicya.
"ALICYAAA AWASS" teriak Diana.
Diana segera mendorong Alicya menyingkir dari jalanan. Namun sayang Diana tidak sempat menghindar sehingga Diana pun akhirnya tertabrak truk itu hingga jauh terpental.
......
Alicya terlihat syok dengan kejadian yang baru saja terjadi tubuhnya menjadi kaku dan suhunya mendadak dingin.
Beberapa meter dari tempatnya terjatuh, ia melihat Diana yang terkapar dengan darah mengucur deras dari kepalanya.
"DIANAAA"
Alicya segera bangkit dan menghampiri tubuh Diana, Alicya kemudian memangku kepala Diana, ia kemudian menepuk-nepuk pipi Diana untuk menyadarkannya. Banyak orang mulai mengerubungi mereka berdua, termasuk Rayhan yang berdiri mematung di antara mereka.
"Di bangun Di, please kamu bangun" ucap Alicya, Alicya tidak kuasa menahan air matanya.
"A-alic ssete-lah ini p-please j-jangan sala-hin diri k-kamu sendi-ri, ma-af a-aku n-ggak bis-a date-ng ke a-acara u-lang ta-hun ka-mu b-besok. T-tapi aku u-dah sia-pin hadi-ah b-buat k-kamu, oh iya a-aku nyim-pen su-rat bu-at k-kamu juga ada di sa-lah sa-tu hala-man b-buku diary aku. Aku c-capek aku m-mau tidur" ucap Diana, kemudian menutup matanya.
Alicya semakin menjerit histeris saat genggaman tangan Diana semakin terlepas dari tangannya. Tidak lama setelahnya ambulan datang dan menbawa jenazah Diana. Rayhan berusaha menenangkan Alicya yang terlihat syok berat.
Setelah kepergian Diana, Alicya sangat berbeda dari biasanya. Ia lebih sering mengurung diri, bahkan sudah terhitung sejak seminggu yang lalu Alicya mengurung diri.
Rayhan pun tidak tinggal diam, dia yang awalnya juga mendengar ucapan Diana waktu itu pun mengambil surat yang di tulis oleh Diana.
"Alicya ini surat yang ditulis Diana buat kamu" ucapnya.
Alicya pun mengambil suratnya dan membacanya.
(25 Agustus 2022,
Tersampaikannya surat ini berarti aku udah pergi jauh tapi seenggaknya aku udah nggak ngerasain sakit lagi. Alic sebenarnya aku punya penyakit leukimia kronis. Alicya maaf aku baru ngasih tau kamu soal ini, aku nggak mau kamu sedih kalo aku pergi. Pesan terakhir aku buat kamu pokoknya kamu nggak boleh sedih apalagi nangis!. Masih ada Rayhan yang bisa jadi temen sekaligus temen hidup kamu Lic. Dia lebih pantes di sandingin sama kamu daripada aku yang penyakitan. Dimanapun dan kapanpun aku sama kamu tetep sahabat, okey?.)
Alicya menangis sejadi-jadinya lalu kemudian menghapus air matanya, setidaknya dia mencoba untuk membuat Diana bahagia di atas sana. Dia bersumpah untuk selalu kuat dalam keadaan apapun demi sahabatnya.
TAMAT.