Sorang wanita muda bernama Kimberly Clatson melahirkan anak pertamanya dan langsung menamainya Cherry Chatleen.
Kim tidak mengetahui ia akan melahirkan anak jenius, tapi tanda-tanda ke jeniusan anaknya itu sudah di tunjukkan pada saat anaknya Cherry masih kecil.
Selain itu Cherry juga tidak suka bermain seperti teman-teman sebayanya karena ia sudah jauh berada di depan mereka. Sifat jenius Cherry membuat ia menjadi pendiam dan berwajah datar sehingga ia terlihat seperti orang bodoh dan teman-teman sering mengejeknya.
Sedangkan di sekolah Cherry jauh lebih unggul dari anak-anak lain seusianya. Ketika teman-teman seusianya mempelajari suatu materi pelajaran Cherry sudah menguasainya terlebih dahulu.
Pada suatu hari seorang Profesor yang menangani anak-anak jenius mendengar kabar tentang keberadaan Cherry.
Profesor tersebut mengetahui ada seorang anak berusia 8 tahun kelas 3 SD bernama Cherry memiliki suara yang bagus bisa bermain biola Ahli dalam pelajaran matematika, bahasa Inggris, bahasa spanyol, dan Francis bahkan ia bisa mengerjakan tugas Fisika dan Kimia anak SMA.
Kemudian profesor dan asistennya tersebut mengundang Cherry dan Kim untuk datang kediaman mereka. Sesampainya di kediamannya asisten tersebut langsung membawa Cherry bertemu profesor tersebut yang bernama Anastasia. Anastasia mengetes Cherry dengan memberikan beberapa soal Matematika tapi Cherry malah fokus terhadap sebuah alat peraga rangka manusia. ia menghampiri alat peraga tersebut dan menjelaskan secara detail setiap apa yang di pegang ya dan sampai menjelaskan terperinci jika sampai salah satu kerangka manusia rusak dan akibatnya yang akan di alami. Tak sampai disitu Anastasia juga mengetes kemampuan musik Cherry dengan bermain biola yang dimana anak-anak seusianya baru mempelajari tangga nada tetapi Cherry sudah bisa memainkan sebuah lagu yang diciptakannya dengan sangat indah.
Tak lama Kim ibu Cherry pun menyusul masuk dan melihat putrinya. Melihat kedatangan Ibunya Cherry, Anastasia pun mengatakan keinginannya kalau dia adalah profesor yang menangani anak-anak jenius dan ingin mengambil lima siswa untuk bersaing di sebuah olimpiade di London dalam kata lain dia ingin membawa Cherry ke sana tapi Kim tidak setuju karena Kim belum sadar bahwa putrinya jenius, lalu KiM pun segera membawa Cherry pergi meniggalkan kediaman Anastasia.
Beberapa hari setelahnya Cherry melihat anak-anak sebayanya bermain, kebetulan saat itu Cherry akan berulang tahun yang ke 8 dan diapun langsung turun untuk membagikan undangan kepada mereka, tapi sesaat setelah undangan itu dibagikan mereka malah membuang undang itu dan menginjak-injak undangannya, sampai tak ada satupun teman-teman yang datang ke pesta ulang tahunnya. Melihat kejadian itu Kim pun berubah pikiran ia menelpon Anastasia akhirnya ia mengizinkan Cherry untuk ikut perlombaan selama beberapa Minggu ke depan.
Keesokan harinya Anastasia menjemput Cherry dan ke empat anak jenius lainnya ke London , salah satu diantaranya adalah anak laki-laki berusia 10 tahun bernama Aland ia jago matematika tapi sombong. Sesampainya di London Anastasia langsung membuka acara dan berhadapan dengan puluhan anak jenius lainnya. Setelah itu Anastasia pun membuat instruksi untuk para peserta kerjakan. Diam-diam Cherry mengambil beberapa pensil dan karet gelang menjauh dari mereka untuk membuat sebuah benda. Anastasia yang kehilangan Cherry mencarinya dan tak lama kemudian menemukannya, Anastasia melihat benda yang di buat Cherry dan ia dibuat kagum dengan benda berbentuk rumah yang di buatnya lalu Anastasia meminta Cherry menunjukkannya di depan anak-anak jenius yang lain tapi Cherry tidak mau melihatkan nya.
Setelah itu Cherry pun pergi kesebuah ruangan dimana lomba matematika sedang berlangsung, saat itu juri sedang menguji Aland, awalnya dengan otaknya tersebut Aland dapat menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan, tapi pas pertanyaan terakhir Aland terlihat kesulitan, Cherry yang memiliki otak lebih cerdas dari Aland tanpa sengaja menjawab pertanyaan tersebut hal ini semangkin membuat Aland tidak menyukainya dan mengancam Cherry jika melakukan itu lagi tanpa diketahui keduanya ternyata Anastasia mendengar ancaman tersebut, melihat Aland yang berlaku buruk kepada Cherry membuat Anastasia harus lebih waspada menjaga Cherry.
Tak lama kemudian giliran Cherry yang di uji dan sesuai Ekspektasi tentunya, Cherry dapat menjawab semua pertanyaan yang di lontarkan dengan mudah dan ia menjadi pemenang pada olimpiade tersebut.
Untuk mengobati Rindu kepada Ibunya, pada malam hari Cherry menelpon ibunya dan menceritakan apa saja yang dia rasakan dan dia lihat selama berada di London.
Keesokan harinya Cherry melihat Aland menuju sebuah taman dan Cherry langsung menghampirinya dan bertanya, kenapa Aland sangat marah kepadanya, ternyata hal itu dilakukan oleh Aland karena dia cemburu melihat kedekatan antara Cherry dan Anastasia, dan di Real life Aland tau Cherry tidak mempunyai teman mangkanya saat itu juga Aland mengajak Cherry untuk bermain lomba lari, Saking asiknya lomba Aland tak melihat ada sebuah batu besar yang membuat Aland tersungkur ke tanah dan kepalanya terbentur batu tersebut, tak lama kemudian Anastasia pun menjemput mereka. Tapi saat itu Anastasia pun tersadar kepala Aland berdarah dan membawanya segera ke rumah sakit, sejak kejadian itu Anastasia menyadari Aland kehilangan kecerdasannya.
Akhirnya perlombaan selesai dan Anastasia mengantar anak-anak itu kerumahnya masing-masing termasuk Cherry, sejak saat itu Cherry akhirnya mempunyai teman yang menghubunginya melalui telpon.
Keesokan harinya Cherry kembali ke sekolah seperti biasa tapi Cherry merasa pelajaran di sekolah sangat membosankan, dan ia merasakan itu sudah tak cocok lagi untuknya.
Kemudian Anastasia kembali menemui Cherry dan ibunya Kim untuk meminta izin membawa Cherry ke Universitas selama musim panas, selama di London Anastasia memperhatikan Cherry dan merasa Cherry kekurangan stimulasi untuk mengeluarkan ide-ide cerdasnya. Awalnya Kim menolak dan mengatakan tidak perduli dengan kecerdasan yang dimiliki oleh Putrinya. Dia hanya ingin Cherry menjadi anak normal sesuai dengan usianya, dan mengatakan putrinya tidak ingin pergi ke universitas. Anastasia yang memahami Cherry meminta Kim menanyakan secara langsung kepada Cherry seketika Kim diam dan tak mengatakan apa-apa.
Pada malam harinya Kim pun menanyakan kepada putrinya apakah Cherry ingin pergi ke Universitas, tapi karena Cherry takut ibunya marah Cherry hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Kim, pada saat itu Kim mengalah dan pasti Cherry akan hidup selamanya dengan kecerdasan dengan berat hati akhirnya Kim mengizinkan Cherry untuk ikut kata hatinya.
Musim panas pun tiba, ibunya dan ke empat teman jeniusnya mengantarkan Cherry ke Universitas, sesampainya di Universitas Cherry sempat membicarakan beberapa hal kepada ibunya gak lama kemudian ibunya pun kembali ke Nottingham bersama teman-temannya. Sebagai seorang ibu Kim sangat mengkhawatirkan anaknya yang masih berusia 8 tahun dia meminta Anastasia untuk menjaga Cherry dan jika terjadi sesuatu hal dengan Cherry dia tak akan segan-segan akan menyakiti Anastasia, tak lama setelah itu Kim pun kembali kedalam mobil dan kembali kerumahnya.
Setelah kepergian Kim, Anastasia menunjukkan beberapa hal kepada Cherry, mulai dari tanggung jawab Cherry hingga benda-benda yang akan jadi miliknya. terlihat saat itu Anastasia terlihat mengurusi Cherry dengan baik karena ia tahu kebutuhan anak itu.
Keesokan harinya Cherry pun akhirnya memasuki kelas pertamanya, terlihat Cherry menjadi anak yang paling muda di kelas itu, tak lama kemudian Dosen pun datang ke kelas pada saat itu ia menjelaskan kalau kelas yang dibawanya adalah fisika kuantum bukan fisika pendidikan, seketika lebih dari setengah penduduk kelas kelaut dari kelas itu dan hanya tersisa beberapa orang salah satunya yaitu Cherry.
Setelah kelas berakhir Cherry keluar dari kelas untuk mencari keberadaannya Anastasia, namun pada saat yang sama terlihat beberapa mahasiswa populer yang sedang main-main di depan fakultas, salah satu diantara mereka dengan sengahja melempar globe keatas tanpa sengahja mendarat di kepala Cherry hingga membuat Cherry tidak sadarkan diri, tak lama kemudian Anastasia mendekati Cherry yang sudah di kelilingi banyak orang Anastasia terlihat khawatir Cherry kehilangan kecerdasannya seperti Aland, tak lama kemudian Cherry pun akhirnya sadarkan diri di sebuah ruangan. Pada saat yang sama Kim mencoba menelepon anaknya tersebut tapi Anastasia yang takut mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Cherry mencoba mengalihkan perhatian dan mengatakan Cherry sedang beristirahat, tapi akhirnya telepon itu di kasihkan kepada Cherry karena dia sendiri yang meminta, Cherry akhirnya mengobrol dengan ibunya tanpa mengatakan yang sebenarnya terjadi.
Keesokan harinya Cherry kembali ke kelas dan belajar seperti biasa, pada saat Dosen menjelaskan pelajaran tidak ada satupun yang terlihat memahami penjelasan Dosen tersebut kecuali Cherry, Alhasil semua mahasiswa sekelas dengan Cherry menconteknya.
Setelah kelas berakhir Cherry kembali membaca bukunya di cafetaria, saat itu orang yang melemparkan globe ke kepada Cherry datang menghampiri dan datang menanyakan kabarnya, gadis tersebut bernama Allice. Disini Cherry terlihat mulai akrab dengan Allice, bahkan Allice membaca teman kecilnya tu untuk berkeliling mereka menghabiskan waktu sepanjang hari kemudian Allice membawanya kerumahnya untuk bermain biola bersama bahkan Allice juga membawa Cherry kesebuah pesta malam dan mengenalkan Cherry kepada teman-temannya.
Menghabiskan waktu bersama Allice membuat Cherry lupa waktu dan tanpa sengahja telat pulang, sesampainya di rumah Anastasia meminta Cherry untuk tidak mengulanginya lagi karena dia khawatir dengan keadaan Cherry tapi Cherry merasa ia terlalu di kekang dan kurang bebas dalam menjalani aktifitasnya, padahal Cherry baru saja bergaul dengan orang yang buka seusianya, Anastasia juga bilang bahwa pesta malam bukan tempat untuk anak seusianya.
Karena sudah terlanjur akrab dengan Allice keesokan harinya Cherry kembali kerumah Allice untuk mengajaknya bermain, akan tetapi Cherry di kejutkan dengan pemandangan dimana Allice pada saat itu sedang tidur dengan seorang Laki-laki, Allice yang kaget dengan kedatang Cherry tanpa sengahja mengusirnya, tak lama kemudian Allice langsung memakai pakaiannya dan menyusul Cherry, saat itu Allice pun memberi pemahaman kepada Cherry, Allice mengatakan bahwa Cherry anak kecil dan ia orang dewasa, Allice mengatakan ia suka menghabiskan waktu bersama Cherry akan tetapi mereka tidak dapat melakukannya setiap hari, ia juga harus menghabiskan waktu dengan teman seusianya, Allice mengatakan dia bukan pengasuh Cherry dan tidak bertanggung jawab atas Cherry, mendengar hal tersebut Cherry yang tersadar pun segera meninggalkan Allice.
Cherry menyadari hidup dengan orang dewasa tidak membuat mereka memahaminya, bahkan pada saat Cherry bermimpi buruk tengah malam dan mengatakan dengan Anastasia, namun Anastasia malah memberinya ide yang tidak masuk akal dan tidak di butuhkan oleh Cherry.
Ditengah malam itu Cherry yang sedang rindu ibunya mencoba menelepon ibunya, tapi yang mengangkat telpon bukan ibunya tapi malah temannya sendiri, ia mendengar mereka sedang mengatakan pesta tengah malam sambil bermain kembang api tanpa dirinya. keesokan harinya ibunya mengirimkan foto-foto mereka dengan berharap Cherry ikut bahagia, tapi justru ini membuat ia kecewa karena untuk pertama kalinya ibunya tidak mengangkat telpon dan berpesta dengan orang lain tanpa dirinya.
Pada hari selanjutnya Cherry dan Anastasia diundang ke salah satu stasiun TV, dari kejauhan Kim pun menonton wawancara yang dilakukan pada Putrinya, saat itu Cherry terlihat tidak nyaman dengan apa yang terjadi, di situ Hostnya menanyakan tentang keberadaan ibunya Cherry, tapi siapa sangka Cherry yang sangat kecewa dengan semuanya ia mengatakan bahwa ibunya sudah meninggal dunia, host juga bertanya apakah Cherry bisa memainkan biola, Cherry menjawab kalau ia tak bisa main biola, Cherry mengatakan dia ingin membaca puisi dan ternyata yang dia bacakan adalah puisi tentang dirinya dan ayahnya yang meninggalkannya, Kim yang mendengar pun perasaan dan pikirannya sangat kacau sama seperti Anastasia mereka tidak menyangka dengan perkataan Cherry.
Ketika selesai membacakan puisi tersebut ia segera keluar dari tempat itu dan ternyata ia menuju sebuah taman dan melihat seorang ibu yang sedang bermain dengan anaknya, disitu Cherry sangat cemburu melihat keadaan itu, kekecewaan Cherry tidak berhenti sampai disitu saja, ketika dia kembali kerumah Anastasia ia merusak semua telepon agar ibunya tidak menghubunginya. Tapi ternyata dimalam itu Kim tiba-tiba datang menemui Cherry yang membuat kemarahan Cherry menjadi reda, dimalam itu Cherry mengatakan apakah dia sudah membuat Kim menjadi marah, namun Kim memeluknya dan mengatakan sama sekali tidak marah kepadanya. Anastasia melihat mereka berdua dan menyadari kesalahannya selama ini ia terlalu keras mendidik Cherry sehingga Cherry tak bahagia dengan kecerdasan yang ia miliki, bukan rasa nyaman yang ia dapatkan namun Cherry menjadi tertekan dengan keadaan itu.
Setelah kejadian itu Cherry kembali bersama ibunya, hubungan Cherry dan ibunya sudah kembali membaik.
Beberapa waktu kemudian Cherry sedang berulang tahun, semua orang-orang terdekat mereka termasuk Aland dan teman jeniusnya yang lain memenuhi ruangan rumah Cherry untuk merayakan ulang tahunnya, Anastasia yang masih merasa bersalah datang membawa kue ulang tahun dan Kim mempersilahkan Anastasia untuk masuk.
Anastasia meminta Cherry untuk menari bersamanya, tak lupa juga Anastasia memberi hadiah Boneka Barbie kepada Cherry sama seperti hadiah yang di sukai anak seusianya.
Akhirnya hubungan Cherry, Kim, dan Anastasia sudah membaik mereka memperlakukan Cherry sesuai dengan anak seusianya, Kim selalu memperhatikan Cherry menjadi Ibu, ayah, dan teman untuknya dan Cherry pun bahagia.
TAMAT