Dalam peristiwa Ragnarok, Kayangan telah berhasil ditaklukan. Para Dewa-Dewi telah tewas, dan Rakyat Kayangan telah binasa.
Satu-satunya yang masih tersisa hanyalah Gatotkaca yang terluka parah. Ia membawa Palu Mjolnir ditangannya
"Pastikan kembali! jangan biarkan ada satupun yang tersisa!"
Raja Iblis memberi perintah pada pasukannya.
Pasukannya 3 kali lipat lebih banyak dari penduduk kayangan. Mereka berhasil menaklukan dan menjatuhkan kayangan, atas bantuan kekuatan 5 makhluk penjaga mata angin.
Kini... Kayangan telah binasa. 9 Dunia tak lagi memiliki pelindung.
Mereka akan segera menuju Dunia ke-3, Alfheim. Tempat para Peri hidup disana. dan selanjutnya Niddhavellir, sebelum akhirnya menginvasi Bumi.
Gatotkaca hampir tak sanggup berdiri... ia terjatuh beberapa kali. Lukanya sangat serius.
Dia bergerak perlahan menuju Pedang Heimdall yang mempunyai kekuatan Billfrost yang bisa mengantarkannya menuju Bumi...
Dia yakin, satu-satunya Makhluk yang mampu melawan para Iblis adalah Manusia.
Namun tak semudah itu... Dia harus berhadapan dengan Prajurit Iblis yang sedang berpatroli.
Saat dia tahu situasi telah aman...
Dia pun mengerahkan sisa-sisa Energinya untuk mengambil pedang itu.
Karena suara langkah kakinya terdengar oléh para Prajurit Iblis, usaha untuk mengambil Pedang Heimdall mengalami kendala.
Gatotkaca harus menghadapi beberapa Prajurit dalam kondisi yang lemah.
Gatotkaca nampak kewalahan... hingga akhirnya... salah satu Prajurit Iblis lahh yang mengambil Pedang Heimdall dan menusuk tepat ke jantung Gatotkaca.
ia terbaring lemah... Prajurit Iblis bersorak atas kematian salah satu Maskot penting Negeri Kayangan dan Pendekar Elit Vanaheim.
Iblis yang membunuhmya pun diarak oleh teman-temannya meninggalkan Gatotkaca yang terbaring tak berdaya.
Namun, itulah yang menjadi kesalahan Prajurit Iblis.
Mereka memberi ruang bagi Gatotkaca untuk Mencabut Pedang Heimdall dari jantungnya dan dengan sedikit kekuatan yang tersisa, dia menggunakan Pedang itu untuk memanggil Billforst, Jembatan Pelangi untuk membawanya ke Dunia Manusia.
Prajurit Iblis yang sadar berteriak.
"Sang Pendekar melarikan diri!"
Serentak semua Prajurit terperanjat, mereka hendak mendekati Gatotkaca, namun tetlambat. Karena Billfrost sudah membawa Gatotkaca menjauh dari mereka.
___________________
Di Dunia manusia... Stain membawa keluarganya menjauh dari kota, dan memilih menetap di hutan.
Dia meninggalkan pekerjaannya sebagai pengacara, setelah sebelumnya dia menangani kasus Eksperimen ilegal terhadap manusia.
Kasusnya tuntas, pihak bersangkutan, X Corporation terbukti melakukan Eksperimen terhadap Manusia. Dan mereka semua dihukum mati.
Namun kandas, beberapa orang dari X-Corp berhasil selamat, dan menculik Anak Gadis sematawayang Stain, dan menjadikannya kelinci percobaan.
Beruntung, Anak Gadis Stain, Melissa menjadi Eksperimen yang sukses besar, setelah sebelumnya, Objek-objek percobaan lain yang dilakukan mereka gagal.
Melissa adalah satu-satunya Objek Eksperimen yang berhasil, berbeda dengan Objek yang lain, karena struktur tubuh mereka sangat mengerikan, dan berakhir mengenaskan.
Sedangkan Melissa, dia berhasil selamat, dan malah mendapatkan tubuh Super Elastis
Dengan kekuatan itu, dia berhasil lolos. dan kembali kepada pangkuan ayah bundanya.
Pekerjaannya sebagai pengacara telah membuat keluarganya dalam bahaya, makanya dia memutuskan untuk menjauh, dan hidup bersama keluarganya di Hutan.
____________________
Saat itu, Stain sedang mengambil Air dari sumur. Sebuah pelangi jatuh dari angkasa.
Bentuknya yang lurus, tidak seperti pelangi pada umumnya, dan keberadaan pelanginya yang tiba tiba menghilang membuatnya penasaran.
Ia mengikuti kemana arah pelangi itu jatuh, dan Dia menemukan seorang Pria bertubuh kekar, dengan berbagai luka disekujur tubuhnya memintainya pertolongan.
Dia pun membawa Pria itu, ia kesulitan untuk memangku Pria tersebut, Pria itu sangat berat!
Akhirnya, Stain mengambil 5 lembar daun Pisang yang besar, meletakan Pria itu dan mendorongnya menuju tempat tinggalnya.
Sang Istri, Erlina sangat terkejut melihat kondisi Pria itu yang sangat mengenaskan. Mereka pun segera merawat lukanya.
Namun, naas..., Pria itu sudah hampir diujung hayat.
Pria itu sudah tak mempunyai pilihan.
"Dengar! Aku sudah tidak bisa bertahan!"
"Jangan Bicara!" ucap Erlina, yang terus menerus mengobati luka Pria itu. Keringat dingin bercucuran diantara mereka.
"Kamu pasti bisa bertahan!" ucap Stain
Pria itu tersenyum.
"Kalian orang yang baik! andaikan Kekuatanku cukup untuk membagi setiap kekuatan ini pada masing-masing diantara kalian!"
Stain dan Erlina tidak mengerti apa yang dibicarakan Pria ini, mereka bertanya-tanya.
"Atas nama Odin Alfather, Aku Gatotkaca! Pendekar Vanaheim, Penjaga Gerbang Kayangan, Si Otot Kawat Tulang Besi, mewariskan 7 Kekuatan Dewa kepadamu!"
Gatotkaca membuka tangannya dan menyedot Mjolnir yang tertinggal di hutan ke telapak tangannya.
Cahaya keluar dari tubuh Gatotkaca, Palu Mjolnirnya pun ikut bercahaya, namun cahayanya lebih besar daripada cahaya yang keluar dari tubuh Gatotkaca.
Cahaya Gatotkaca, perlahan bergerak menuju Mjolnir, hingga Cahayanya redup. Sementara..., Mjolnir semakin bercahaya.
Gatotkaca menempelkan Mjolnir yang Cahayanya bagaikan Cahaya Matahari itu kepada Stain,
Stain ketakutan, Istrinya Pingsan, dan Melissa yang juga ikut menyaksikan kejadian itupun terkagum-kagum.
Cahaya itu bergerak menyelimuti tubuh Stain, hingga Mjolnir tak bercahaya, dan hancur seketika.
Stain dapat merasakan Kekuatan yang mengalir di tubuhnya, sementara Gatotkaca akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Setelah memakamkan Gatotkaca, Stain merasakan tubuhnya jauh lebih ringan.
Dia bisa terbang, memiliki kekuatan dan kecepatan Manusia Super, mengeluarkan suara Ultrasonik, dan Audiosonik nya meningkat, cukup untuk menghancurkan gendang telinga manusia, sekaligus Ekolokasi.
Mengeluarkan Energi Petir pada tubunya, dan Leser Optik dari matanya. Dia juga mendapatkan segala Pengetahuan Odin mengenai alam semesta.
Istrinya, Erlina cemas dengan peristiwa yang telah menimpa keluarganya.
Menurut Erlina, tak mungkin Gatotkaca yang gagah perkasa memberikan seluruh kekuatan itu kepada suaminya, setelah mengalami luka yang sangat parah, jika tidak ada sesuatu yang jauh lebih berbahaya bagi para dewa.
Melissa pun nampak berpikiran yang sama dengan ibunya.
Stain pun menjelaskan apa yang terjadi, dari pengetahuan Odin yang dia dapatkan.
"Para Iblis telah berhasil membumi hanguskan Kayangan, dan sekarang, mereka akan meluluh lantahkan Alfheim, dan Niddhavellir sebelum akhirnya sampai di bumi"
Erlina nampak sangat terkejut, dia sangat mencemaskan apa yang bisa dilakukan manusia, jika para dewa pun tak sanggup mengalahkan mereka.
Melissa berpikir lain, dia membujuk ayahnya untuk mencegat Para Iblis di Alfheim. Dia tahu akan kekuatan Pedang Heimdall yang mampu memanggil Billforst, jembatan pelangi, yang menghubungkan satu dunia dengan dunia yang lain.
Melissa tahu karena dia kutu buku.
Dia pikir, Ras Peri lebih kuat dari Manusia karena mereka mempunyai kemampuan Sihir.
"Kayangan hancur karena mereka tidak tidak tahu kalau Para Iblis siap menyerang mereka. Orang dengan tubuh kekarpun dapat dibunuh, secara diam diam!".
Jadi dia membujuk Ayahnya untuk pergi bersamanya memberitahu Ras Elf bahwa Iblis akan datang. Dia sangat percaya diri dengan kemampuan tubuhnya yang sangat Elastis.
Namun Ayah dan Ibunya menolak!, Ibunya tahu, tak akan semudah itu para Peri percaya dengan Melissa. Siapa tahu, mereka malah menganggap Melissa ancaman dan membunuhnya.
"Selain itu, anggap juga kalau kita terlambat dan Iblis telah menghancur leburkan Dunia Peri , Ibu bisa kehilangan kalian! Ibu tidak mau kehilangan kalian!"
Erlina tersedu, ia menangis sejadi-jadinya.
Tapi Melissa tetap keras kepala. Dia merebut Pedang Heimdall dari Ayahnya, dan mengucapkan mantra yang ia baca dari buku.
Stain, walaupun sudah mendapatkan kekuatan Super Speed, dia tetap saja kurang peka akan situasi yang terjadi saat itu.
Stain juga manusia, dia selalu kurang peka, walaupun dia pintar dalam memikirkan ideologinya untuk mengalahkan lawan bicaranya selama menjadi pengacara.
Dalam kehidupan keluarganya, dia sangat tidak bisa diandalkan, sama sekali, dia kerap kali bertengkar dengan Erlina, karena ketidak pekaannya.
Akhirnya, Erlina lahh, yang dengan sigap meloncat, namun, sudah terlambat...
Billforst sudah tiba...
Akhirnya Erlina dan Melissa terlempar menuju Alfheim, sementara, Stain baru sadar jika Melissa dan Erlina sudah pergi dengan Billforst.
"Hei, kalian jangan seenaknya!"
Dia bicara, tapi anak dan istrinya sudah tidak ada.
Alfheim sudah hancur lebur...
Rumah-rumah hangus terbakar, dan di sepanjang penglihatan Melissa dan Erlina, Para Peri berlarian kesana-sini, terbang kesana-sini.
Mereka dimangsa oleh para Iblis.
Melihat semua itu, Ibunya ketakutan, tapi Melissa berpikir dia harus menyelamatkan Para Peri. Tapi ia juga tidak ingin ibunya terlibat sesuatu yang sama sekali ia tidak inginkan.
Akhirnya, Melissa menggunakan Kekuatan Pedang Heimdall, dan mengirim ibunya pergi menggunakan Billforst.
Naas, mantra yang dibacakan Melissa salah, dan malah membuat Ibunya terlempar ke Niddhavelir.
Dunia yang dipenuhi Oleh Air, tak ada sedikitpun Udara di Dunia itu.
Erlina, sendirian, berada di dalam Air dan kehabisan nafas.
Ia menahan nafas dalam dalam, tapi ia sudah dalam batas kemampuannya. Akhirnya dia membuka mulutnya, dan banyak air masuk ke paru-parunya.
Dia mencoba meminta tolong, namun sepertinya semuanya sia-sia.
Paru-paru nya sudah diisi air, dan dia kehabisan nafas, Perlahan..., kesadarannya mulai hilang.
_____________________
Dibumi, Stain mondar-mandir, dia memikirkan cara untuk mengembalikan Anak dan Istrinya.
Firasatnya tidak énak.
Dia sudah mencoba menerobos Atmosfer untuk sampai ke Alfheim, namun tidak bisa. Atmosfernya sangat tebal dan sangat mustahil untuk ditembus.
Dia pun hanya bisa berharap, semoga keluarganya baik-baik saja.
_______________________
Erlina perlahan membuka matanya, ia berada di dunia yang sekelilingnya adalah air.
ia perlahan membangunkan tubuhnya.
"Sudah baikan?"
Erlina terkejut, ada seseorang di sampingnya, ia menoleh, dan dia menemukan sesosok anak laki-laki, kira-kira umurnya tak jauh béda dari Melissa tengah menyiapkan makan.
Tubuhnya seperti layaknya manusia, hanya saja, terdapat insang di pipinya, dan telinganya bagaikan sisik ikan.
"Ini!"
Anak itu memberikan Ikan bakar kepada Erlina.
"Namaku Sea-Man! Ibu siapa?"
"A... Nama Ibu, Erlina... Ngomong-ngomong ini di dalam air kan?"
"Tepat sekali!"
"Kenapa Ibu bisa bernafas?"
"Ohh itu..., Aku memberi Ibu Sotong Ajaib, dan Ibupun bisa bernafas di dalam Air."
"Sotong Ajaib?"
"Ya! Sotong yang ada 30 tahun sekali, konon katanya, Sotong itu akan memberikan Kekuatan Sotong kepada siapapun yang memakannya."
"Jadi... Ibu bisa bernafas, karena Ibu memakan Sotong itu?"
"Tepat sekali! Aku berhasil mendapatkan Sotong itu sebelum para Perompak mendapatkannya. Terjadi Insiden Kejar Mengejar, tapi akhirnya, aku bisa selamat, dan kebetulan menemukan ibu yang tergeletak tak berdaya. Jadi aku putuskan untuk memberikannya pada ibu"
"Ibu berterima kasih banyak Nak! Ibu sangat tertolong!"
Erlina lalu termenung, ia tampak memikirkannya dengan serius.
"Ohh ya, ngomong-ngomong, Sekarang Ibu juga bisa berkamuflase, dan mengeluarkan Cairan seperti tinta dari mulut ibu"
"A... apa?"
"Ya..., begitulah!"
"Tapi, kamu juga sudah pernah memakannya kan?"
"Memakannya? tentu tidak bu! perlu 30 tahun untuk mendapatkannya kembali, dan umurku sekarang baru 21!"
"Kalo begitu, kenapa kamu memberikannya pada ibu? sebentar lagi Iblis akan sampai pada Dunia Ibu, juga ke Duniamu, Ibu tidak bisa membawa kekuatan sebesar ini, Duniamu butuh kekuatan ini!"
"hmmm... Sudah dimulai ya?"
"Dimulai...? maksudnya kamu sudah tahu?"
"Hmmm... tentu saja bu, Ramalan itu terjadi"
"Ramalan?"
"Ragnarok... Akhir dari Dunia"
Sea-Man tertunduk, ia tengah memikirkan sesuatu.
"Kalau begitu kamu harus mengambilnya kembali nak!"
"Sudahlah bu, jika tidak ibu tidak bisa bernafas dan akan mati... Ibu pasti punya keluarga kan?"
Erlina termenung, ia mengingat putrinya yang tertinggal di Alfheim bersama Para Iblis.
Erlina pun menangis... Dia meminta tolong pada Sea-Man untuk membawanya kepada Melissa tapi Sea-Man tidak bisa.
Erlina pun menceritakan semua yang terjadi pada Sea-Man...
Sea-Man pun meresponnya dengan baik.
"Aku..., setelah kematian Ayahku, Aku dan Ibuku tinggal berdua, Ayahku dulunya bekerja menjadi penempa persenjataan kayangan. Mereka dijuluki Dwarf, mungkin Manusia lebih mengenalnya dengan istilah Kurcaci.
Ia meninggal tak lama, setelah ia terjangkit virus Korona."
"Sekarang, Ibumu bagaimana?"
"Ibuku, dia meninggal 4 tahun yang lalu. Dia dibunuh, oleh seseorang yang mempunyai kekuatan Sotong Ajaib...
Dari situlah, aku memikirkan cara untuk tidak membiarkan Kekuatan Sotong Ajaib diambil oleh orang yang salah...
Aku pun mencari informasi mengenai Sotong Ajaib, dan Akhirnya menemukannya"
"Tapi... kenapa kamu memilih Ibu?"
"Entahlah... Ibu sangat mirip dengan ibuku, rasanya... A... Aku seperti melihat ibuku kembali."
Erlina kembali mengucurkan Air Mata..., selain mendengar cerita Sea-Man, dia juga teringat kembali dan mencemaskan Melissa.
"Dunia ini terbagi menjadi 9 Dunia.
Asgard, yang dihuni oleh Makhluk berkekuatan Kosmik Putih Tingkat tinggi, mereka mengaku, mereka adalah Tuhan tapi nyatanya, mereka juga bisa mati.
Vanaheim, juga dihuni oleh Makhluk berkekuatan Kosmik Putih, namun lebih rendah dari Asgard.
Alfheim, Negeri Para Peri. mereka semua adalah Ahli sihir. Alfheim juga terletak tepat diatas Dunia ini, Pigmen langit disini berwarna Hijau, itu karena..., di Alfheim tumbuh berbagai jenis tumbuhan, jadi langit disini, di Niddhavelir berwarna Hijau.
Niddhavelir, Dunia Air, dihuni oleh makhluk yang memiliki Tekhnologi paling Mutakhir, Kami dipercayakan membuat senjata-senjata bagi Asgard dan Vanaheim. Beberapa Ras menyebut Dunia ini Atlantis.
Tepat dibawah Dunia ini ada Midgard, Tempat Tinggal Ras Ibu, Manusia... mereka memiliki Kecerdasan yang luar biasa, serta kebijaksanaan yang tinggi, namun Kejahatannya juga luar biasa...
Manusia adalah Makhluk dengan 2 sisi yang seimbang. tentu saja, mereka hidup di tengah tengah, antara Kayangan dan Dunia Bawah.
Jotunheim, Negeri Para Raksasa, tepat dibawah Midgard (Bumi)
Svartalfheim, Negeri para Vampir yang haus darah
Niffleheim, dikuasai Ras Makhluk Kosmik yang mendapat kekuatan Kosmik Hitam.
Juga..., terakhir..., Musspleheim, dikuasai Ras Makhluk berkekuatan Kosmik Hitam bersekala besar."
Setelah Sea-Man memberikan ceramah singkat... Tiba-tiba, Langit di Niddhavelir Pecah...
Langitnya Runtuh, dan kepingan-kepingan pohon dan tumbuhan mulai terjatuh kedalam Air...
Dari balik Reruntuhan itu, Sea-Man dan Erlina dapat melihat potongan-potongan mayat, dan Para Iblis juga ikut jatuh menembus Dunia Sea-Man...
Sea-Man segera mengenakan perlengkapan tekhnologinya yang canggih.
Erlina memperhatikan setiap benda yang jatuh, dia mencari putrinya.
"Putriku! dia tidak bisa bernafas!"
"Sial! Bu! Jaga dirimu ya! manfaatkan kekuatan Sotong Ajaib itu untuk berkamuflase!"
Sea-Man pun berenang menggunakan pendorong jet yang tersimpan dibalik sepatunya.
Beberapa kali dia berpapasan dengan Iblis, tapi dia memilih untuk menghindar.
Sea-Man menajamkan Penglihatannya, mencari Merlina tidak akan terlalu sulit, dia manusia kan?
Dia terus mencari, beberapa kali dia tak bisa menghindari Iblis yang hendak membunuhnya, ia pun terpaksa melawannya, menggunakan semprotan semen yang terpasang dikedua lengannya.
Pasukan Niddhavelir menyadari keberadaan para Iblis, dan menembakan Meriam Radioaktif kepada para Iblis...
Satu persatu, meriam itu berhasil melukai beberapa Iblis.
Namun tidak lama, karena Sang Iblis Api sekaligus Sang Raja Iblis, Surtur, mengeringkan Niddhavellir dalam sekejap.
Membuat Seluruh Rakyat Niddhavelir yang tidak menggunakan Helm pelindung, kehabisan nafas, dan perlahan mati karena Kekeringan, dan suhu yang Panas yang dihasilkan dari tubuh Surtur.
Beberapa yang masih tersisa berjuang keras melawan Pasukan Iblis, yang mulai memangsa penduduk, satu persatu.
Terdapat beberapa Drama dalam kejadian itu..., namun karena ini Cerpén jadi singkat saja ya! héhé...
Beberapa Pejuang, melakukan perlawanan namun semua tak berarti apa-apa...
Beberapa dari mereka menyalahkan Kayangan karena mengambil senjata-senjata mematikan dari mereka. Namun semua seudah terlambat...
Kehancuran Niddhavelir terjadi begitu cepat, lebih cepat dari Alfheim dan Kayangan
"Bayangkan apa yang akan terjadi dengan Dunia Manusia?"
Itulah yang dipikirkan Erlina, dia segera bergerak, menerjang beberapa Iblis, yang hendak memangsa penduduk.
Dia berkamuflase, hingga tubuhnya tidak dapat terlihat, dan membidik Para Iblis dengan Tinta yang keluar dari Mulutnya...
Lebih tepatnya, Dia meludahinya...
Penduduk, terlepas dari Iblis yang matanya terludahi oleh Erlina...
Eelina pun membawanya menjauh dan melakukan itu berulang-ulang.
Mereka tidak berdaya, karena kehabisan air. Erlina harus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyelamatkan mereka.
Seorang anak, berkata dalam keadaan lesu:
"Cuttle-Man kamu kembali?"
karena belum bisa mengendalikan kekuatannya, Erlina tak sadar membuka kamuflasenya, dan anak itu dapat mengenali Erlina.
"Perempuan ya..., Apa kamu Cuttle-Woman?"
Erlina tidak menjawab, sadar kamuflasenya terhenti, dia kembali membuat tubuhnya transparan, dan meletakan anak itu ketempat yang lebih aman, seperti gua atau sebagainya.
______________
Disisi lain, Air yang tiba-tiba surut, membuat segala sesuatu yang terjatuh dari angkasa, jatuh dengan cepat.
beberapa orang tertimpa sesuatu, juga bangunan bangunan ikut luluh lantah,
Untung saja Sea-Man mengenakan Helm yang mencegah Air mengering dari dalam.
Karena pendorong di kakinya adalah jet, dia tetap bisa terbang, walaupun air sudah surut.
Dia mencari kesana-sini, beberapa kali, dia hampir terkena reruntuhan, ataupun diserang iblis... namun dengan semprotan semen itu, dan kegesitan juga kelincahannya, dia berhasil menghindari semua itu.
Dia Akhirnya menemukan Melissa... yang berteriak
"TOLONG! TOLONG!, dia benar-benar terjatuh dalam radius 3.000 kaki.
Pedang Heimdall tak lagi bersamanya.
dengan cepat, dia menghampirinya. Dia akan menangkapnya, tapi Reruntuhan menimpanya...
ia belum menyerah, dia kembali menangkap Melissa dan memeluknya,
Mereka terjadi tatap menatap kala itu, mereka memperlihatkan rasa tertarik satu sama lain, dan Cinta dipandangan pertama, tumbuh perlahan dihati mereka...
"Permintaanmu diterima Tuan Putri!"
Sea-Man pun bergegas menggunakan Peralatannya menjauh dari tempat kejadian.
Mereka akan menjauh dari Para Iblis, tapi Melissa melarang ...
"Aku melihat bagaimana mereka menghancurkan Dunia Peri, kita harus selamatkan Dunia ini juga!"
"Ayolah, aku tidak tahu siapa namamu, tapi ini mustahil! kita makhluk lemah!"
"Kalau begitu antar aku mencari pedang Heimdall! aku menemukan cara untuk menggunakan kekuatannya lebih jauh lagi!"
"Ahh... baiklah, ayo..."
Melissa menaiki pundak Sea-Man dan Sea-Man menarik pelatuk Jet nya, mereka terbang mencari Pedang Heimdall yang sedang dipakai salah satu Prajurit Iblis, untuk melawan Pejuang yang tersisa.
Disana Prajurit Iblis nya banyak, bahkan para Pejuang dibuat tidak ada apa-apanya oleh mereka.
Sea-Man nampak ragu, tapi kebulatan tekad Melissa membuatnya memiliki keyakinan yang sama, tekad yang kuat untuk melindungi orang lain dengan mengorbankan nyawa.
Akhirnya, mereka mendekati para Prajurit Iblis, Melissa meloncat, berputar diudara, dan melemparkan tendangan yang diperkuat dengan tekhnik pemanjangan tubuh kepada Salah satu Iblis, berhasil mengambil pedang Heimdall dan benar saja...
Melissa menggunakan kekuatan Billforst, bukan untuk Berpindah alam, melainkan sebagai kekuatan yang melapisi Pedang itu.
Dampaknya sangat besar diterima oleh Iblis yang terkena kekuatan Billfrost dari Pedang itu...
Dengan tubuh yang sangat Elastis, membuat Mellisa sangat sulit untuk dilukai.
Sea-Man, memanggil Armor yang diam-diam dia buat sendiri, dan memakainya.
Armor itu sangat tebal, bahkan Para Iblis tak sanggup menerobos Armor tersebut, baik serangan fisik maupun sihir.
Dengan semprotan Semen juga kelincahannya, Sea-Man berhasil membekukan beberapa Iblis yang ia temui.
Mereka Berdua, Sea-Man dan Melissa melakukan Team Up dengan sangat baik...
dan ditengah perkelahian itu, tiba-tiba Seorang Iblis kesakitan setelah sesuatu yang hitam menyerang kedua matanya.
Sea-Man dan Melissa terdiam sejenak, melihat fenomena itu...
dan Erlina yang berganti nama menjadi Cuttle-Woman tiba-tiba muncul dengan sendirinya entah dari mana.
"Wow, itu ibu yang melakukannya?"
"Aheummm..." Erlina mengangguk
"Bagaimana ibu dapat kekuatan itu? apa ibu bertemu Dewa seperti ayah?"
"Ceritanya panjang nak, nanti ibu jelas..."
Erlina harus menghindar karena Seorang Iblis ment
yerangnya dengan cepat, terlambat satu detik saja, nyawa Erlina tak akan selamat.
ia kembali berkamuflase, Iblis itu nampak marah, ia siap menyerang membabi buta.
Sea-Man dan Melissa saling bertatapan, mereka melempar senyuman dan mengangguk.
Mereka melawan Iblis itu bertiga.
Semprot dengan Tinta, Semprot dengan Semen, dan Final, kekuatan Pedang Heimdall, membelahnya menjadi 2
Mereka bertuga pun terus-terusan memerangi para Iblis, dan semua Iblis kewalahan.
bagaimana tidak? mereka bertiga sulit diserang, itulah yang pasti.
yang satu, memiliki Tekhnologi Armor yang jauh melampaui Semua orang yang ada di 9 Dunia, yang satu memiliki tubuh yang lentur, bahkan benda setajam apapun tidak berpengaruh apa-apa, dan yang satunya mampu menghilang.
walaupun kekuatan serangannya hanya berpusat dari Kekuatan Billforst Pedang Heimdall yang digunakan Melissa, itu saja sudah cukup, untuk Menyaingi kekuatan musuh.
Terlebih, kekuatan Billfrost mencegah Penggunanya terkena Hipnotis dan Berbagai tekhnik sihir...
Intinya, Melissa menyadari, Kekuatan Billfrost adalah Anti Sihir yang sangat manjur, dia juga berhasil mengendalikannya untuk menyelamatkan Erlina maupun Sea-Man dari Sihir, dengan menyelimuti mereka kekuatan Billfrost.
Melihat Prajurit-Prajurinya yang kewalahan, Surtur mengamuk, dan Mulai turun tangan untuk menghadapi Melissa, Cuttle-Woman, dan Sea-Man.
mereka menyerang Surtur dengan berbagai cara, namun, mereka terperanjat.
Surtur sama sekali tidak merasakan apapun, bahkan dengan Kekuatan Billfrost yang diperkuat semaksimal mungkin.
Surtur mematahkan Billfrost dan memukuli Melissa dengan kuat ke tanah.
Beruntungnya, Melissa tidak merasakan apa-apa...
hanya saja, Ibunya, Erlina tidak téga melihat anaknya dipukuli oleh Surtur, sang raja Iblis, jadi dia dengan nekad menyerang Surtur dengan Tinta.
Merasa dilecahkan, Surtur memukul Erlina Hingga terpental beberapa kilo meter,
"IBUUUUU...!!!"
Melissa berteriak, menyadari hal itu, Sea-Man segera mengejar Cuttle Girl, namun, Sea-Man ditangkap oleh Surtur, seperti menangkap ikan yang meloncat dari kolam...
Tubuhnya 10 kali lebih besar dari manusia, pantas saja.
Dia meremukan Armor Sea-Man dengan sekali remasan tangan, juga membuat Tulang Rusuk Sea-Man patah.
"TIDAAAAK...!!!".
Itu hal terkejam yang pernah Melissa alami, Melissa menangis, juga Marah besar...
Dia menyelimuti, mengikat tubuh Surtur dengan tubuhnya, lalu meremasnya, sebagaimana Surtur menghancurkan tubuh Sea-Man.
Namun sepertinya tak berarti apa-apa, Surtur tak merasakan apa-apa...
Melissa mengencangkan kembali jeratannya tapi itu semua tak berarti apa-apa...
Surtur pun yang dikenal sebagai Iblis Api, membakar tubuh Melissa.
Melissa menciutkan tubuhnya, berteriak kesakitan.
"Kamu tahu apa yang terjadi jika Karet terkena Api?"
Tubuhnya terus menyala dan dia berteriak kesakitan...
"Aku Surtur, Raja Iblis! Sang Penakluk Para Dewa! tak ada yang bisa menandingi kekuatan dan kekuasa...."
Jedeeeeerrr...
Surtur yang sedang berpidato terpental...
dari balik tubuhnya, kita bisa melihat Stain yang Akhirnya berhasil menerobos Atmosfer...
Dia melihat Istrinya yang terkapar tak berdaya, dan anaknya yang terbakar, juga berbagai makhluk, dari mulai Dewa, Iblis, Peri dan Kurcaci bergeletakan...
Stain pun Marah atas apa yang dilakukan Surtur kepada Dunia, terlebih kepada Anak dan Istrinya...
Dengan Kekuatan Penyembuhan, yang juga dia dapatkan, Dia menyembuhkan Para Makhluk yang masih Hidup kecuali Iblis....
Istrinya kembali bugar, Anaknya kembali sedia kala, dan Sea-Man kembali utuh.
Para Pejuang Kurcaci Laut sudah bangkit, Para Peri sudah bangun, kini saatnya untuk serangan balik...
Mereka yang tersisa bersatu, untuk melawan pasukan Iblis yang tersisa....
Terjadi pertempuran Hebat, sementara, Stain menghampiri Surtur, untuk memintai pertanggung jawaban...
Jawaban Surtur Adalah melawan...
Pertarungan sangat sengit, kekuatan pukulan Stain dan Surtur sangat kuat, beberapa kali mereka saling terpental jauh....
Mereka nampak imbang...
Surtur dengan Apinya dan Stain dengan Petirnya, mereka saling menyerang satu sama lain...
Semua tenaga dikerahkan...
Dari bawah sana, Cuttle-Girl dan Melissa bisa melihat Kepala Keluarga mereka bertarung dengan Raja Iblis...
Petir dan Api menghiasi pertarungan mereka dari atas sana...
Leser Optik, dan bahkan Kekuatan Ultrasonik yang mematikan bagi Ras Iblis dikerahkan oleh Stain...
Namun naas, Surtur masih punya kekuatan tersembunyi...
Setelah dia menghancurkan Kayangan, dia diam-diam mengambil kekuatan Zeus, dan menjadikannya kekuatannya.
Dia bertambah kuat, Stain kewalahan, dan Akhirnya menjadi bulan-bulanan pukulan Surtur.
Stain tak mampu melawan, dia dilemparkan kebawah dengan sangat keras... dia tak bisa bergerak.
Surtur menghampirinya...
"Berapa Kekuatan yang Orang itu berikan padamu! katakan! atau aku akan bunuh mereka semua! termasuk mereka! mereka keluargamu kan!"
"Tolong, jangan keluargaku!"
"Akhirnya kau tunduk juga! cepat katakan!"
Surtur menginjak tubuh stain, dan meremasnya dengan tanah, Stain kesakitan...
"Aku mendapatkan 7 kekuatan."
"Kekuatan apa saja! JAWAB!"
"Odin Force - Pengetahuan
Gatotkaca Force - Kekuatan
Hermes Force - Kecepatan
Sekhmet Force - Penyembuhan
Thor Force - Petir
Apollo Force - Suara dan Leser Solar Optik
Neptune Force - Bernafas dalam Air."
"Dan ketujuh Dewa itu tak bisa menyaingi kehebatanku? Hahahaha"
"Tapi kau kalah dengan Manusia!"
Jedeeeeerrr...
Melissa datang dengan memperbesar lengannya dan meninju wajahnya, Surtur terjatuh...
Cuttle-Woman melumurinya dengan tinta yang sangat lengket, Surtur mengeluarkan Api panas dari tubuhnya, namun justru tinta itu semakin Kuat... hingga Surtur semakin kesulitan melepaskan diri...
Cuttle-Woman menampakan dirinya dihadapan Stain dan mengulurkan tangan...
Butuh Bantuan Force-Boy!
"Erlina? bagaimana kau?..."
Stain yang juga berganti nama menjadi Force Boy, mengambil lengan yang diulurkan Erlina. Dan bangkit.
"Kita bisa bicarakan ini nanti"
"Hei! Ayah punya nama samaran? jangan bilang ibu juga punya?"
"Ahaha, ibu juga punya sayang!"
"Astaga! apa namanya?"
"Namanya Cuttle-Woman"
"Jelek sekali! itu terdengar seperti Sotong Goreng Kemasan Ibu!"
"Ahaha... Ibu tahu nak! tapi bukan ibu yang memberi nama ini"
"lalu siapa?"
"Anak yang ibu selamatkan"
"Ahh aku juga mau nama samaran"
Stain tiba-tiba menangis, Erlina dan Melissa terheran-heran.
Stain tiba-tiba merangkul mereka berdua.
"Aku sayang kalian berdua! ayo cepat selesaikan ini dan kembali menjadi keluarga yang bahagia!"
Erlina ikut terharu, tapi Melissa malah ingin terus menjadi Pahlawan Super dan melawan Para Penjahat.
Surtur masih kesulitan dengan Tinta.
"Apa ada lowongan Keluarga?" tiba-tiba Sea-Man yang menghilang sejak tadi muncul membawa Suit Armor Baru yang lebih Besar dan lebih Futuristik.
Dia menyemprot Surtur dengan Semen Tiga Roda dan membuat Surtur makin kesulitan, semakin dia mengeluarkan panas, semakin padat Tinta dan semen yang menyelimutinya...
Dari sana mereka bisa melihat para Iblis berhasil dipukul mundur oleh gabungan Sihir Peri dan Teknologi Kurcaci...
Melihat itu, Stain, Erlina, Melissa, dan Sea-Man semakin bersemangat untuk menghajar Surtur...
"Ayo semuanya! kita habisi Raja Iblis ini dengan kekuatan Ikatan Keluarga!"
"Ayo!"
"Huraaa!"
"Aku suka ini keluarga ini!"
___________
Akhirnya Surtur beserta pasukannya berhasil dimusnahkan dan dilenyapkan dari muka bumi ini...
Para Kurcaci laut dan Peri diungsikan ke dunia manusia lewat Lubang yang dibuat Stain...
Peri mendiami Hutan dan Pegunungan, sementara Kurcaci Laut tinggal di Laut dan menciptakan Peradaban Niddhavelir baru, the New Atlantis.
Stain, Melissa, Erlina dan Sea-Man sedang membakar Sapi di tempat tinggal Stain yang berada di Hutan.
"Sebenarnya namaku Alfreed" ucap Sea-Man.
"Jadi... Sea-Man itu nama samaranmu?"
"Tentu saja! nama Asliku Alfreed! maaf menutupinya dari kalian!"
"Ahh kenapa Aku tidak punya nama samaran?"
"Tak apa-apa Nak, itu tidak jadi masalah untuk kami, benarkan sayang!"
"Ayah kalian benar!, ngomong-ngomong"
Erlina membisik ke telinga Alfreed "jadi kapan kalian menikah?"
"A... apa yang ibu bicarakan?"
"Ahahaha..."
"Ihh... IBU!!!"
"Ibu bicara apa?" Melissa bertanya terheran-heran.
"Ng... nggak ibu gak bicara apa-apa"
Wajah Alfreed memerah... bahkan semakin merah dan panas, hingga ia harus memasukan wajahnya kedalam air karena kekeringan.
Stain tertawa gembira melihat keluarga barunya...
"Baiklah, bersulang untuk keluarga kita!
Aku, the Force-Boy!,
Erlina, the Cuttle-Woman!,
Alfreed, the Sea-Man!, dan...
Melissa!, the Rubber-Girl!"
Mereka semua bersulang dengan daging, kecuali Melissa
"Ke-kenapa namaku Rubber-Girl? itu seperti merk baju!"
"Ayolah Nak! itu sangat bagus untukmu!"
"Aku tidak mau Ayah! masih banyak nama yang keren kan? Elastic Girl? Fantastic Girl?"
Mereka Akhirnya hidup bersama dengan Damai.
TAMAT....