Hari dimana akhir musim semi dan musim panas akan segera datang. Perasaanku tidak berubah kepadanya. Dia Xiao murid populer di sekolah. Banyak yang menyukainya termasuk aku. Bagaimana caraku bicara soal perasaanku kepadanya? Aku harus bilang hari ini karena saat musim panas kita tidak akan bertemu.
"Aaa...akhirnya libur musim panas juga"Ucap salah satu murid di kelas itu.
"Oy y/n mau liburan bareng ga?" Ucapnya kepadamu.
"Gass, kemana nih?"Jawab y/n
"Gimana kalo ke pantai!?, Bagus juga kan musim berenang" Sarannya
"Kejauhan TianTian, lu kan tau gw gk bisa berenang, gimana kalo gwe tenggelem"Jawab y/n merasa keberatan
"Tenang aja sis gk sampe tengah kok" meyakinkannya.
"Yaa kalo pesisir nya aja si gapapa, yaudah kapan?"
"Besok!" Jawabnya antusias
"Anjir lu mikir juga kali, masa besok" Menghadeh
"Yaudah maunya kapan?"
"Kasih gwe seminggu buat istirahat"
"Seminggu? Mau hibernasi lu?"
"Astaga goblok banget punya temen, buat istirahat otak Tiaan"
"Oooh, oke kalo gitu"
"Sip"
"Kalo gitu gwe pulang duluan ya y/n"
"Katanya mau bareng!" Melihat temannya yang menjauh
"Tadi mendadak ada urusan jadi gwe duluan" TianTian lari-lari.
"Yaudah lah gw juga mau pulang"
Saat hendak pergi tiba-tiba Xiao memegang tanganku. Dan menariku menjauh dari para murid yang akan pulang.
"Ikut aku sebentar!" Xiao menarik tangan y/n
"A..ada urusan apa xiao?"
"Akhir bulan ada waktu gk?"
"Akhir bulan? Gk ada tuh, emangnya kenapa?"
"Kalo gitu akhir bulan gwe tungguin di depan sekolah ini!"
"Ah iya"
Xiao langsung pergi tanpa bilang apapun lagi.
"Haaah demi apasi Xiao ngajak gwe jalan" y/n yang masih tidak percaya
"Apa harusnya gwe kasih tau Tian Tian?" Berpikir
"Jan dulu deh, ntar gwe kasih tau pas di pantai"
Seminggu berlalu~~
"Ini mama bikinin makanan nanti dimakan bareng Tian Tian yaa!"
"Iya ma"
Setelah satu jam menunggu y/n pun menelfon Tian Tian
[Telponan]
Y/n menelfon Tian Tian untuk memastikan.
Y/n: Eh jadi gk sih
Tian: Kemana?
Y/n: Njir masa lupa, kan kita mau ke pantai.
Tian: Eh sorry ya y/n
Y/n: Sorry kenapa?
Tian: gwe lagi di luar negeri sama keluarga gwe, gwe lupa ngasih tau.
Y/n: Trus jadinya gimana
Tian: yaa gk jadi, sorry ya y/n sorry gwe gk bermaksud kok. Gwe tuh niatnya mau pulang 1hari sebelum ke pantai cuma keluarga sepupu juga ikut jadi agak lama liburannya.
Y/n: Trus kenapa gk balik sendiri.
Tian: Tadinya gwe mau balik sendiri cuma ditahan sama bokap jadi gwe terpaksa disini.
Y/n: Trus lu balik kapan?
Tian: Denger denger obrolan nyokap ma bokap gwe sih mau lanjut ke Perancis.
Y/n: ......
Tian: Y/n lu masih di sana kan, sorry ya gwe minta maaf banget.
Y/n: Yaudah, tapi jangan lupa bawa oleh-oleh buat gwe.
Tian: Oke, siap.
Y/n: Yang banyak.
Tian: Iya²
Y/n menutup telponnya dengan perasaan kecewa
Hari-hari liburan musim panasnya dia habiskan dengan penuh kebosanan. Sampai akhir bulan pun datang.
"Duh dateng gk ya?, Eee tapi kalo gk dateng kasian ntar Xiao nyariin." Y/n terus bolak-balik di depan rumah.
"Dateng aja deh, bisa juga kan pdkt an hihi" y/n pergi ke sekolah
Xiao terlihat telah menunggu di depan sekolah sejak 15 menit yang lalu.
"Telat-" Ucap Xiao dingin
"Ma-maaf, tadi macet" padahal rumahnya deket ke sekolah, cuman y/n nya aja terus bolak-balik di depan rumah.
"Yaudah ayo" suruh Xiao
"Eh, kemana?" Tanya y/n
"Kita pergi ke festival" jawab Xiao
"Ehh, ko tiba tiba"
"Kamu kan gk kemana mana, cuma di kamar aja jadi ku ajak ke festival kembang api"
"Eh kok lu tau, jangan jangan lo" ucap y/n penuh curiga
"Ya nggak lah, keliatan dari mukanya" Xiao membantah
Y/n ngeblush
"Ke-keliatan apanya?!" Y/n bertanya
"Kamu keliatan semangat pasti kamu baru sekarang liburan" jawab Xiao
Obrolan itu berhenti begitu saja karena keduanya canggung. Mereka berjalan menuju festival tanpa bicara apapun. Setelah sampai di tempat festival mereka menyewa pakaian tradisional di sana.
Mereka berdua tetap canggung. Sekali-sekali mereka saling melirik.
"Duuh gimana nih dia ganteng banget >//<" y/n ngebatin
"Ee Xiao kamu keliatan cocok pake baju itu" y/n berusaha berbicara
"Kamu juga, cantik" Xiao membalas
Y/n ngeblush
"Kenapa muka kamu merah? Kamu demam?" Xiao memegang wajah y/n
"Gk nggak kok" y/n memalingkan wajahnya
Xiao hanya tersenyum melihat tingkah y/n yang kegeeran
"Gimana kita coba main itu" saran Xiao agar bisa menghilangkan situasi canggung ini
"Yang kalah bayar" ucap Xiao
"Ih enak aja aku pasti menang" y/n sangat percaya diri
Setelah banyak permainan yang di mainkan oleh mereka, peringatan kembang api akan dinyalakan berbunyi. Semua orang yang berada di sana berbondong bondong pergi ke tempat dimana kembang api itu akan dinyalakan.
"Ayo cepet Xiao" desak y/n
"Pelan-pelan aja y/n, di nyalainnya juga 15 menit lagi" jawab xiao
Xiao dan y/n tiba di tempat kembang api. Semua orang terlihat antusias menunggunya tidak terkecuali y/n.
Hari ini pada saat kembang api dinyalakan Xiao berniat untuk menyatakan perasaannya pada y/n.
Teringat itu hati Xiao langsung berdebar-debar terlebih lagi orang yang di sukainya ada di depannya.
Tidak jauh berbeda dengan y/n yang sama-sama ingin menyatakan perasaannya kepada orang yang di pujanya. Y/n takut kalau menunggu lebih lama akan ada orang yang menyatakannya duluan.
"Setidaknya perasaaku tersampaikan walau di tolak" batin y/n
Pengumuman dinyalakannya kembang api kembali terdengar. "Di informasikan kembang api akan segera di nyalakan 1 menit lagi"
"Xiao!" - "Y/n" Ucap mereka bersamaan
"Kau dulu bicara" ujar Xiao
"Nggak kamu aja dulu" ucap y/n
"Aku..suka sama kamu!" Ucap Xiao bersamaan dengan nyalanya kembang api. Y/n yang mendengar itu kaget tidak percaya.
"Mungkin ini terlalu mendadak tapi aku benar-benar menyukaimu" ucap Xiao sambil tertunduk takut ditolak.
"Kupikir rasa sukaku hanya sepihak" y/n tersenyum mendengar itu.
Xiao mengangkat kepalanya dan menatap wajah y/n yang menangis.
"Apa kau mau jadi pacarku?" Ucap Xiao
"Tentu saja kenapa tidak" jawab y/n tersenyum sambil meneteskan air mata.
Xiao memegang kedua pipi y/n lalu mencium bibirnya.
Mereka berciuman dibawah kembang api yang indah. Setelah ciuman itu Xiao memegang tangan y/n lalu mengarahkan pandangannya ke arah kembang api yang menyala. Mereka menikmati kembang api itu berdua dengan y/n yang ng bersandar pada bahu Xiao dan Xiao yang memegang erat tangan y/n