"Kebahagiaan" satu kata namun sulit untuk didapatkan, aku ingin kata itu kembali dalam kehidupan rumah tanggaku bersama suami ku
Pernikahan ini terjadi atas dasar kami yang saling mencintai. 4 tahun berlalu kehidupanku dan suamiku dipenuhi dengan kebahagiaan, sifatnya yang lemah lembut dan perhatian selalu membuatku merasa nyaman
Laura: "Sayang bangun yuk, sudah pagi" Ucapnya seraya mengelus lembut pipi sang suami
Kenzo: " Kenapa pagi begitu cepat datangnya" Ucap Kenzo seraya meregangkan tubuhnya
Laura: "Entahlah. Aku sudah menyiapkan air untuk mu mandi, segera mandi lalu turun kebawah ya"
Kenzo: "Morning kiss baby"
Laura mendekatkan wajahnya pada wajah Kenzo, setelah itu mencium bibirnya sekilas
Laura: "Aku akan turun kebawah, Jangan lupa cepat bangun jangan tidur lagi"
Kenzo: "Iya sayangku" Kenzo tersenyum hangat menatap Laura
Laura menghela napas, "Huh untung aku ingat ulang tahun nya"
Laura menata makanan kesukaan Kenzo, tidak lupa kue ulang tahun yang Laura buat tanpa sepengetahuan Kenzo
Terdengar suara langkah kaki Kenzo menuruni anak tangga, Laura pun bersiap² untuk memberikan kejutan
Namun disaat Laura hendak berdiri tiba² saja ia merasakan pusing yang teramat, tetapi ia mencoba menahannya agar tidak merusak suasana
Laura: "Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan selalu di beri kesehatan mas Ken"
Kenzo: "Kapan kamu menyiapkan semua ini sayang?" Tanya Kenzo dengan senyuman hangatnya
Laura: "Mas tidak perlu tau, sekarang ayo tiup lilinnya, Jangan lupa panjatkan doa yang mas inginkan"
Kenzo: "Aku berharap kita akan terus bersama dengan kebahagian yang selalu menyertai hubungan kita, tidak lupa aku berharap Kenzo junior akan segera hadir untuk menghiasi rumah tangga kita"
Kenzo meniup lilinnya setelah itu ia mencium bibir Laura cukup lama
Sungguh wanita mana yang tidak bahagia mendapatkan suami sepertinya
******
Tapi........
Kebahagian itu tidak berlangsung lama. Sejak pagi itu Laura sering merasakan mual dan pusing yang berkepanjangan, ia pun mencoba memberanikan diri untuk periksa
Laura: "Jadi bagaimana keadaan saya dok?"
Dokter: "Ini hal yang serius nona, saya harus menyampaikan berita duka ini kepada anda"
Dokter: "Menurut hasil lab yang sudah anda jalani, anda dinyatakan terkena penyakit kanker"
Setetes air bening berhasil mengaliri pipi Laura, kenyataan yang begitu pahit membuat Laura kehilangan semangat
Laura: "A-apa saya bisa sembuh dok?"
Dokter: "Masih ada harapan nona. Yang pertama anda bisa melakukan terapi, dan yang kedua anda bisa melakukan operasi"
Laura: "Kalau saya memilih opsi pertama, apa saya bisa sembuh total?"
Dokter: "Jika anda rajin melakukan terapi dan tidak lupa berdoa kepada tuhan, anda bisa saja sembuh total"
Laura: "Baiklah, mulai besok saya aku melakukan terapi" Laura memutuskan untuk terapi karena operasi membutuhkan biaya yang cukup besar, bisa saja Laura meminta bantuan pada sang suami, tapi ia tidak mau membebani pikiran Kenzo
Hari demi hari, bulan demi bulan sudah Laura habiskan menjalani terapi
Penyakit ini merubah segalanya, Kenzo mulai bersikap dingin bahkan bisa berbuat kasar. Kenzo melakukan itu bukan tanpa alasan, karena Laura jarang memperhatikan Kenzo, ia selalu menyembunyikan rasa sakitnya yang menyebabkan hilangnya kebersamaan antar Kenzo dan Laura
Laura: "Ayo makan dulu mas, setelah itu kamu mandi"
Kenzo menatap Laura dengan perasaan marah, bahkan tatapan Kenzo seakan² ia tidak senang berhadapan dengan Laura
Kenzo: "Cihh... lihat dirimu, kamu itu sudah tidak menggairahkan, tidak bisakah kamu sedikit berdandan ketika aku pulang? Bukannya berpakaian lusuh seperti ini" Tunjuk Kenzo
Laura: "Ma-maaf mas, setelah ini aku akan berdandan tapi kamu makan dulu yaa" Namun Kenzo tidak menggubris ucapan Laura, ia pergi meninggalkan Laura perasaan jengkel, Laura hanya bisa tertunduk lemas, karena dari awal ini memang salahnya
Laura pun membawakan teh hangat untuk Kenzo, karena ia meletakan makan malamnya
Laura: "Mas, ini teh hangat buat kamu"
Kenzo: "Hmm.. taruh di meja"
******
Hari ini adalah jadwal Laura untuk melakukan terapi
Laura: "Bagaimana dokter tentang perkembangan kesembuhan penyakit saya?"
Dokter: "Sepertinya terapi yang anda lakukan tidak membuahkan hasil yang maksimal, kita harus mengambil langkah operasi secepat mungkin"
Laura: "Apa? Operasi? Tapi anda pernah mengatakan kalau saya akan sembuh total jika memilih opsi terapi"
Dokter: "Saya mengerti perasaan anda nona, tapi tindakan ini harus benar² dilakukan"
Dokter: "Ini surat persetujuan untuk anda melakukan operasi" Ucap sang dokter seraya menyodorkan sebuah map
Laura mengambil surat persetujuan tersebut, "Baik dokter, Kalau begitu saya permisi dulu"
******
Laura maauk kedalam rumah dengan mata yang sembab, tubuh lemas. Laura siap untuk memberi tahu kepada Kenzo
Namun.....
Netra Laura menangkap pemandangan menjijikkan yang membuatnya mengeluarkan air mata, ia membungkam mulutnya tak percaya dengan kejadian di depan matanya
Kenzo yang menyadari kehadiran Laura seketika menghentikan kegiatannya lalu menatap Laura dengan tatapan tajam
Kenzo: "Sudah pulang?" Ucap Kenzo dengan nada meremehkan
Laura: "Se-sedang apa kau?"
Kenzo beralih menatap wanita di sampingnya, "Kamu pulang saja, nanti kita lanjutkan di kantor"
Wanita: "Tapi aku masih kepingin" Ucap Wanita tersebut dengan nada mendesah seraya mengelus paha atas Kenzo
Laura: "Cukup!!! Pergilah dasar wanita jalang" Laura menarik rambut permpuan tersebut dan perempuan tersebut juga balas menarik rambut Laura, namun beberapa rambut Laura terlepas saat wanita tersebut menarik rambut Laura
Wanita: "Cihh, apa kau tidak pernah keramas, menjijikkan. Sudahlah aku akan pulang saja" Wanita tersebut pun pergi meninggalkan rumah Kenzo
Dengan tatapan pasrah, Laura menatap Kenzo, "A-aku butuh bantuan mu mas" Lirih Laura
Kenzo: "Tidak peduli" Dengan jutek Kenzo langsung pergi meninggalkan Laura
******
2 minggu berlalu sejak pertengkaran malam itu, Laura memutuskan untuk tidak menjalankan terapi lagi, bahkan tidak melakukan operasi, Kenzo juga memintanya untuk pisah kamar
Laura: "Huh, obat ku sudah habis, aku akan pergi membelinya" Laura pergi pagi² tanpa memberitahu Kenzo, karena Kenzo belum bangun dan ini juga hari libur
Kenzo yang kelaparan akhirnya menuju ruang makan, "Tidak ada makanan? Benar² tidak berguna"
Kenzo menaiki tangga dengan emosi, amarahnya semakin membara ketika ia tidak menemukan Laura di kamarnya
Kenzo hendak pergi, namun pandangannya teralihakan pada sebuah map, "Pasti surat cerai" Kenzo menyeringai. "Aku akan segera menanda tanganinya"
Lipatan demi lipatan Kenzo buka, terdapat sebuah nama rumah sakit yang mengawali pembukaan surat tersebut
Tangan kekar yang kini memegang sepucuk surat seketika melemas, matanya memerah menahan tangis, tubuhnya bergetar hebat
Kenzo: "Laura sayang, kenapa kamu tidak pernah mengatakan hal ini kepadaku? Aaargghhh" Kenzo terduduk lemas seraya menarik rambutnya frustasi, namun sedetik kemudian ia bangkit dan mencari keberadaan istrinya
Kenzo: "Lauraaa, dimana kamu sayang" Kenzo mencari kesana kemari, hingga ia sampai di teras rumah, netranya menangkap seorang wanita yang sudah tergeletak lemas
Kenzo: "Lauraaaaa" Kenzo berlari ke arah Laura yang tergeletak lemas, ia langsung mendekap tubuh mungil Laura
Laura: "Mas? Maaf aku tidak memberitahu mu, Maafkan aku yang selama ini hanya menjadi beban hidupmu" Lirih Laura
Kenzo: "Laura jangan biacara seperti itu sayang, kita harus segera ke dokter"
Laura: "Tidak perlu, waktuku tidak lama lagi. Aku harap setelah ini kamu akan hidup bahagia dengan wanita yang bisa melayanimu setiap harinya, tidak sepertiku" Lirih Laura
Kenzo: "Tidak Lauraaaa, aku hanya ingin hidup bersamamu" Kenzo menangis cukup histeris
Laura: "Kamu adalah cinta terakhirku mas. Aku sangat mencintaimu" Setelah mengatakan kalimat tersebut, Laura menutup matanya untuk selamanya
Kenzo: "Lauraaaaa" Kenzo menangis histeris tak kala Laura menutup matanya untuk selamanya
TAMAT
~Jangan terlalu senang mempermainkan hati yang benar-benar jatuh cinta kepadamu karena suatu saat nanti setelah ia memutuskan untuk pergi selamanya, kamu akan menyesalkan hal itu. ~