Kania melihat pesan yang masuk di grup Alumni SMA nya.Sebuah undangan reuni dan wajib membawa pasangan bagi yang sudah memiliki.Kania mengacak-acak rambutnya.Bagaimana bisa dia membawa pasangan...??Gebetan saja dia tidak punya.
"Apa gue gak usah dateng aja ke acara reuni itu ya...??Ahhh...tapi gue alesan apa kalo gak dateng..??Lagian gue cuman karyawan biasa.Kalo gue bilang sibuk,mana ada yang percaya...Tapi gue males kalo harus ketemu Dhea sama Bayu.Bisa dibully habis-habisan gue nanti sama mereka ..Aahhhh pusing..."Kania menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu berguling-guling di tempat tidurnya.
Setelah tenang,dengan iseng Kania berselancar di dunia maya sekedar menghilangkan kegundahan hatinya.Tiba-tiba di beranda muncul sebuah iklan dan Kania segera mengembangkan senyumnya setelah membaca iklan itu.
Kania melihat sebuah iklan yang menawarkan jasa pacar sewaan.Sangat pas sekali dengan permasalahannya saat ini.Sebenarnya Kania tidak harus membawa pasangan jika benar-benar belum memiliki pasangan.Tapi disana nanti Kania akan bertemu dengan Bayu dan Dhea.Kania tidak mau dipermalukan disana.
Bayu adalah pacar Kania saat SMA dulu dan Dhea adalah sahabat Kania.Karena penampilan Dhea yang lebih menarik,Bayu akhirnya barpaling kepada Dhea.Dan lebih parahnya lagi,Dhea dan Bayu menjadikan Kania sebagai bahan olok-olokan di sekolah mereka karena penampilannya yang memang kurang menarik.
Sebenarnya wajah Kania tidak terlalu jelek,bahkan sebenarnya kebih cantik daripada Dhea.Hanya saja Kania saat itu belum bisa berdandan,jadi penampilannya kalah menarik dibandingkan dengan Dhea yang saat itu sudah menekuni dunia modeling
Kembali lagi ke permasalahan Kania.Kania memikirkan rencananya untuk membawa pacar sewaan di acara reuninya nanti.Setelah berpikir dan menimbang-nimbang,Kania segera menghubungi nomer yang tertera di iklan tersebut.
***
Hari H pun sudah tiba,,Kania dan orang yang akan menjadi pacar sewaannya berjanji untuk bertemu di sebuah cafe 1 jam sebelum acara reuni karena mereka harus saling mengenali kebiasaan satu sama lain agar tidak menimbulkan kecurigaan di acara reuni nanti.Karena Kania sibuk memilih pakaian dan merias diri,tanpa sadar jam sudah menunjukkan pukul 15.30.Padahal acara reuni dimulai 30 menit lagi.
Kania berlari menuju cafe tempat janjian dengan pacar sewaannya.Untung saja jarak rumah Kania dengan cafe itu cukup dekat.Sesampainya di cafe,mata Kania menelisik seisi cafe mencari serang pria yang mengenakan kemeja berwarna hitam seperti yang telah dijanjikan sebelumnya.
Mata Kania menangkap sesosok pria tampan memakai kemeja hitam yang digulung sebatas siku dipadukan dengan celana jeans warna abu-abu serta memakai sepatu kets warna putih.Tanpa berlama-lama Kania langsung menghampiri pria itu.
"Hai...kamu yang mau jadi pacar aku kan..??udah lama...??sori,aku agak telat..."
Pria yang sedang menikmati makanannya tadi segera menghentikan aktivitas makannya.Pria itu memperhatikan Kania.Saat ini Kania mengenakan dres warna hitam dengan tinggi 5cm di atas lutut sehingga kaki nya yang mulus terekspose dengan sempurna .Dipadukan dengan sepatu kets warna putih serta Rambutnya yang sebahu dibiarkan terurai begitu saja membuat pria itu sejenak terpesona ."Siapa..??"tanya pria itu kemudian.
Kania langsung duduk di kursi dan memperkenalkan namanya."Aku Kania...oh iya,nama kamu siapa..??kemarin aku lupa gak nanya...!!"
"Gue...??Gue Kevin...."Belum selesai pria tadi berbicara,Kania langsung menarik pria itu untuk berdiri.
"Yaudah...ngobrolnya sambil jalan aja...udah telat nih..."
"Eeh...tapi gue lagi makan ni..."tolak pria yang ternyata bernama Kevin itu.
"Udah,,lanjutin nanti aja.Tar disana juga ada makanan kok..."Kania terus memaksa Kevin hingga terpaksa Kevin mengikuti Kania.Namun sebelum meninggalkan cafe itu,tak lupa Kevin meninggalkan selembar uang seratus ribuan di meja serta memberi kode kepada pelayan bahwa dia sudah selesai makan.
"Emang kita mau kemana sih..??"tanya Kevin bingung.
"Gimana sih...kita mau ke acara reuni SMA aku di western cafe...kamu lupa apa gimana sih..??Oh iya,,kita kan pura-pura pacaran,jadi aku-kamu ya jangan lo gue...!!"Kania bicara panjang lebar sambil menarik Kevin ke pinggir jalan untuk menyetop taksi.Kevin mengerutkan keningnya.
"Terus,kenapa kita berdiri disini..??"
Kania menepuk dahinya."Ya nunggu taksi lah...emang kamu bawa mobil..??kemarin kamu bilang gak bisa bawa mobil karena acaranya mendadak..."
"Gue bawa kok..yaudah,ke parkiran aja..!!"Kevin mengajak Kania berjalan menuju tempat parkir.
Kania membelalakkan matanya karena Kevin membawa mobil Range Rover sport yang entah tipe berapa karena Kania tidak terlalu mengerti tentang mobil.Yang Kania tahu,mobil itu termasuk kategori mobil mewah di Indonesia.
"Gila...kamu beneran bawa ini..??aduuuh..ini kebagusan...gue gak bisa bayar sewanya nanti...!!"keluh Kania.
"Udah gak usah bawel...cepetan masuk.Jadi ke cafe nggak...??"Kevin sudah membukakan pintu untuk Kania.Kania pun menurut dan segera duduk ke dalam mobil yang mewah itu untuk pertama kalinya.
"Oh iya...inget,nanti kamu bilang kalo kamu pengusaha ya...!!pokoknya kamu jangan malu-maluin aku..."
"Tapi sebenarnya gue..."
"Udah...pokoknya kamu harus lakuin apa yang gue suruh hari ini...ngerti..??Dan satu lagi...aku-kamu,,bukan elo-gue...!!"Kania segera memotong perkataan Kevin sebelum dia menyelesaikan kalimatnya.
***
Kania dan Kevin sampai di Western cafe.Disana,teman-teman Kania sudah menunggu termasuk Bayu dan Dhea.
"Hai...sori gue telat.Kenalin ini pacar gue Kevin..."Kania memperkenalkan Kevin kepada teman-temannya.Kevin menyalami mereka satu persatu.
"Waah...Kania,,si cupu sekarang udah bisa dandan ya...Lumayan cantik sih,,tapi sayang Bayunya lebih suka sama gue..."ucap Dhea membuat Kania menunduk.
"Ya jelas aku milih kamu lah sayang...walaupun sekarang dia cantik ,tapi kamu masih jauuuh lebih cantik...Apalagi kamu itu top model sayang,sedangkan Kania cuman karyawan biasa.Kalah jauh kalo dibandingin kamu..."
Kania masih mencoba tersenyum menghadapi bullyan dari teman-temannya."Lagian lo mau sama Dhea atau mau sama siapa aja itu bukan urusan gue...Toh gue udah punya Kevin,,ya kan sayang!!"Kania bergelayut manja di lengan Kevin.Kevin mengangguk sambil mengelus kepala Kania membuat Bayu dan Dhea lagi-lagi mencoba mencari masalah dengan Kania.
"Oh iya...kalian tadi kesini naik apa,kok lama banget sih datangnya...??Jangan bilang kali kalian naik angkutan umum...hahaha..."ucap Dhea diikuti suara tertawa dari teman-teman yang lain membuat Kevin merasa kasihan kepada Kania.
"Kita naik mobil...Siang tadi gue baru pulang dari Amerika,,jadinya gue masih capek dan tadi gue ketiduran..."kali ini Kevin yang menjawab.
"Waaah...lo dari Amerika bro..??Lo kuliah atau kerja di Amerika...??"Bayu merasa penasaran.
"Gue kuliah di Amerika dan baru aja wisuda.Gue balik kesini buat ngurusin perusahaan ortu gue karena ayah gue udah pengen istirahat ."Kevin menyombongkan dirinya.
"Wuuuuiiiihhh...tajir melintir lo ya...??Lo kan bos besar ya,boleh dong sekali-kali traktirin kita...??Makanan kita hari ini.elo yang bayar gimana..??"tantang Bayu karena masih belum percaya kalau Kania benar-benar mempunyai pacar yang kaya raya.Sementara Jantung Kania berdegup tidak karuan.Pikirannya jadi semakin kacau.
"Harusnya gue gak usah dateng aja ke acara ini.Niatnya biar bebas dari bullyan,tapi malah dapet masalah yang lebih besar...Harus bayar pake apa kita nanti...???Mana tanggal tua belum gajian lagi "Kania terus-menerus megumpat dalam hati.
"Gak masalah..Kalian pesen aja,tagihannya biar gue yang bayar..!!"jawab Kevin membuat Kania lemas seketika.
Teman-teman Kania merasa senang hari ini karena mereka bisa makan gratis sepuasnya.Berbeda dengan Kania yang hari ini tampaknya tidak berselera untuk makan.Otaknya terus memikirkan bagaimana cara dia membayar tagihan pesanan ini nanti.
Acara sudah selesai,tiba waktunya untuk membayar tagihan.Pelayan memberikan tagihan kepada Kania karena saat ini Kevin sedang di toilet.Kania membelalakkan matanya melihat nominal yang tertera dalam tagihan itu.
"Gila...20 juta...??mau bayar pake apa..??bahkan gaji bulanan gue aja gak sampe segitu..."Batin Kania.Kania terpaksa mengeluarkan kartu ATMnya untuk membayar tagihan itu karena uang di dompetny hanya tinggal beberapa lembar saja.
Kevin yang baru saja kembali dari toilet melihat Kania yang mau memberikan kartunya kepada pelayan.Kevin langsung menahannya dan segera memberikan kartu debitnya kepada pelayan.
"Kenapa kamu mau bayar ..??Kan aku yang bilang mau traktir mereka."
"Soalnya tadi kamu ke toilet,jadi aku..."
"Lain kali tunggu aku...gak ada di kamus aku dibayarin sama cewek.ngerti ..??"Kevin langsung memotong ucapan Kania.
Setelah pelayan mengembalikan kartu debit Kevin,mereka segera keluar dari cafe dan menuju tempat parkir bersama-sama.Tentu saja ini adalah ulah dari Dhea dan Bayu yang ingin memastikan apakah Kania dan Kevin benar-benar datang dengan membawa mobil atau tidak.(hhh...rese banget kan yak...)
Dhea,Bayu dan teman-teman Kania yang lainnya mengucapkan terimakasih kepada kevin dan Kania.
"Thanks ya bro buat traktirannya..."
"Oke sama-sama...kita duluan ya..."setibanya di parkiran Kevin berpamitan dan menggandeng tangan Kania menuju ke mobilnnya.Setelah membukakan pintu untuk Kania,Kevinpun masuk ke mobil dan mengemudikan mobilnya meninggalkan area cafe itu.
Dhea dan Bayu membelalakkan matanya tak percaya melihat mobil yang dikendarai oleh Kevin dan Kania."waaah...beneeran tajir dia..."ucap Bayu masih terus memandang mobill sport milik Kevin hingga menghilang di tikungan.Teman-teman yang lain pun tak kalah takjub.
***
Kevin menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Kania.
"Thanks udah nganterin gue ...ini bayaran lo..tapi ini bayaran sesuai perjanjian kita kemaren,buat makanan yang tadi,gue transfer aja.Tapi separuh dulu ya...sisanya gue lunasin bulan depan..."Kania menyerahkan lima lembar uang seratus ribuan kepada Kevin.
"Gak usah,,itu uang buat lo aja.Buat makanan yang tadi gue yang bayar.Kan gue yang nawarin tadi,,Lagian gue gak pernah dibayarin makan sama cewek..!!"Kevin menolak uang dari Kania.
"Hah...serius...??gue malah jadi hutang banyak ama lo..."
"Udah..gak usah dipikirin.Gue gak suka aja lihat mereka ngerendahin lo kayak tadi...Yaudah masuk gih.Udah malem...!!"
Kania kembali mengucapkan terimakasih kepada Kevin sebelum turun dari mobil Kevin.Setelah menurunkan Kania,Kevin kembali melajukan mobil sportnya membelah jalanan di malam itu.Kevin menyetir mobilnya sambil tersenyum mengingat tingkah Kania.
Setelah masuk ke dalam rumahnya,Kania segera mandi.Beberapa saat kemudian Kania keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama dan bersiap untuk tidur.Kania tiba-tiba teringat pada kevin.Dia merasa harus mengucapkan terimakasih pada Kevin sekali lagi karena telah menyelamatkan reputasinya di depan teman-temannya.
Kania mengambil hp yang sedari tadi belum dikeluarkan dari tasnya.Terdapat notifikasi pesan whattsap.Kania terkejut saat membaca isi pesan tersebut.
Pacar Sewaan : "kak,,mohon maaf sebelumnya,terpaksa saya membatalkan kerjasama kita karena saya hari ini harus pulang ke kampung.Ibu saya meninggal dunia kak.Jadi,kakak tolong mencari orang lain yang bisa menggantikan saya kak.Terimakasih "
"Whatt....??Jj...jadi yang tadi siapa...??"Kania mengingat saat Kevin ingin menjelaskan sesuatu kepadanya,tapi Kania selalu memotong pembicaraan Kevin."OMG...gue salah orang...Mampus gue...!!"Kania memukul-mukuk kepalanya sendiri.
"Kania...Kania...bego banget sih lo...Harusnya tadi lo pastiin dulu...Tengsin gila gue...semoga gue gak akan ketemu Kevin lagi Tuhan...!!"Kania memaki dirinya sendiri.Dia berharap tidak akan pernah bertemu dengan Kevin lagi nantinya.
***
Pagi ini di kantor,teman-teman Kania berkasak-kusuk karena kabarnya hari ini akan kedatangan CEO baru.Beliau adalah putra dari pemilik perusahaan yang tak lain lagi adalah CEO yang lama.Oleh karena itu,seluruh karyawan diminta untuk berkumpul di halaman.
Seluruh karyawan sudah berkumpul di halaman untuk menyambut kedatangan bos baru mereka,termasuk Kania.Tak lama,sebuah mobil sport berwarna putih memasuki halaman.Kania mengerjapkan matanya tak percaya.
"Range Rover sport...??jangan-jangan...."Kania melihat mobil itu sama seperti mobil Kevin.Entah benar atau tidak,Kania kurang tahu karena Kania tidak ingat nomor platnya.
Seorang pemuda tampan dengan berbalutkan kemerja warna biru dongker dan ditutup dengan jas warna hitam serta celana dengan warna senada dengan jasnya tampak turun dari mobil itu.Manager segera menyambut kedatangan pria itu dan mempersilahkan maju kedepan.
"Selamat pagi semuanya...!!perkenalkan,nama saya Kevin Putra Mahardika.Mulai hari ini saya akan menggantikan ayah saya,Pak Mahendra Mahardika untuk memimpin perusahaan ini.Saya harap,kita bisa bekerja sama dengan baik..terimakasih.Sekarang kalian bisa kembali bekerja..."
Setelah sang CEO baru itu memperkenalkan diri,para karyawan segera kembali menuju ruang kerja mereka masing-masing sambil berceloteh ria.
"Gila...pak Kevin cakep banget ya..Bikin meleleh hati aku..."
"Waah...kalo gini aku rela lembur tiap hari..."
Teman-teman Kania sibuk membicarakan bos baru mereka yang berwajah tampan itu.Sementara Kania hanya diam saja.Pasalnya,bos barunya itu adalah Kevin,orang yang telah Kania sangka pacar sewaannya.
"Mati lo Kania...Ternyata dia bos lo...!!Semoga aja dia gak pernah lihat lo Kania...!!"batin Kania berbicara pada dirinya sendiri.
Diruangannya,Kevin mulai serius bekerja.Dia mulai memeriksa beberapa berkas dan laporan yang ada dimejanya.Saat memeriksa laporan penjualan,Kevin melihat sepertinya akhir-akhir ini penjualan di perusahaannya menurun.Kevin mulai memikirkan cara agar penjualannya meningkat bulan ini.
Rencananya Kevin akan mengadakan kegiatan promosi di luar kantornya.Maka dari itu,Kevin meminta seluruh karyawan di bagian marketing untuk berkumpul di ruangannya.
Kania menuju ruangan Kevin dengan hati berdebar,pasalnya bos barunya itu meminta seluruh staff marketing untuk berkumpul di ruangannya.Dan Kania termasuk salah satu dari mereka.
Diruangannya Kevin menjelaskan alasannya meminta mereka berkumpul.Kevin menjelaskan secara detail apa yang harus dilakukan agar penjualan bulan ini meningkat.Saat berbicara,mata Kevin menangkap sosok gadis yang seperti pernah dikenalnya.Tak lain lagi gadis itu adalah Kania.Merasa Kevin melihatnya,,Kania segera menundukkan wajahnya berharap semoga Kevim sudah tidak mengingatnya.
Kevin mengakhiri pembicaraannya dan meminta para karyawan kembali ke ruangan mereka.Kania bergegas melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Kevin.
"Tunggu..!!Kamu di sini dulu karena saya ada tugas tambahan untuk kamu.."perintah Kevin pada Kania.
Kania kebingungan sambil menunjuk dirinya sendiri."Saya pak...??"Kania memastikan apakah benar-benar dia yang dimaksud oleh bosnya itu.
"Iya kamu...cepat kemari..!!yang lain bisa kembali ke ruangan kalian...!!"perintah Kevin dengan nada tegas sehingga semua karyawan segera kembali ke ruangannya.Sementara Kania berjalan ke arah meja Kevin dengan salah tingkah.
"Eehm...ada apa bapak memanggil saya...??"Kania berdiri di depan meja Kevin.
"Kamu bener Kania kan...Gimana,temen-temen lo masih bullyin lo..??"tanya Kevin ramah.
"Sudah tidak pak...semua berkat bapak.Terimakasih pak...kapan-kapan saya ganti uang traktiran itu...dan saya minta maaf,karena saya salah mengenali bapak...!!"
"Udah,gak papa...Saya cuman gak suka lihat mereka menghina kamu seperti itu...Jadi kamu sudah tahu kalo saya bukan pacar sewaan yang kamu maksud itu..??
"Iya pak...setelah bapak pergi saya baru membaca pesan bahwa orang itu tidak bisa datang karena sedang ada masalah...sekali lagi saya mohon maaf pak...!!Bapak bisa potong gaji bulanan saya untuk membayar makanan teman-teman saya waktu itu .Tapi saya mohon jangan pecat saya pak...!!"
"Itu masalah pribadi Kania...bukan masalah kantor.Saya tidak bisa memecat kamu hanya karena kesalahpahaman kamu waktu itu...Lagipula,saya suka jadi pacar boongan kamu...apalagi kalo bisa beneran jadi pacar kamu...tapi saya tidak tahu bagaimana dengan kamu...Apa kamu juga senang bisa beneran jadi pacar saya...?? "Kevin mendekati Kania yang berdiri didepan mejanya dan duduk di meja membuat Kania tidak nyaman dengan posisi itu.
"Mmm...maaf pak...Tadi bapak bilang ingin memberi saya tugas tambahan,,jadi tugas tambahan saya apa ya...??"tanya Kania gugup.
"Tugas tambahan kamu...??jadi pacar saya mau gak...??"
"Pak ,saya serius.Ini di kantor pak.Saya karyawan dan anda bos saya...!!Jangan sampai nanti orang-orang mengira saya sedang merayu bapak...!!"Kania cemberut sedangkan Kevin malah tersenyum melihat tingkah Kania.Baginya melihat wajah Kania yang salah tingkah itu sangat menyenangkan.
"Baiklah,,saya serius...!!Hari ini kamu ikut saya menyebarkan brosur-brosur ini agar penjualan kita meningkat bulan ini.Karena kalau tidak,,perusahaan akan mengalami banyak kerugian...!!"
"Ooohhh...baiklah pak...Eeh,,tunggu...ikut bapak...??Maksudnya bapak sama saya gitu yang membagikan brosur ini..??"Kania memperjelas maksud Kevin.
"Tentu saja...apa perkataan saya kurang jelas...??atau kamu keberatan...??"
"Bu..bukan begitu pak...Itu memang tugas saya,,tapi bapak kan bos.Kenapa harus repot-repot membagikan brosur itu.Lagipula diluar panas pak...Biar saya aja yang membagikan,,bapak lanjutkan pekerjaan bapak yang lainnya saja...!!"Kania merasa tidak enak jika bosnya itu harus ikut membagikan brosur dengannya.
"Kania,,disini bosnya saya atau kamu...??"
"Tentu saja bapak...!!"
"Baiklah...jadi terserah saya...kamu jangan mengatur saya..Ayo cepat berangkat...!!"Kevin segera berjalan keluar dari ruangannya.Mau tidak mau Kania mengikuti Kevin.Tentu saja diikuti oleh tatapan tajam para karyawan lain.
***
Tak terasa sudah satu bulan Kevin menggantikan ayahnya untuk memimpin perusahaan.Berkat kerja keras Kevin dan Kania,tentunya dibantu oleh karyawan lain bulan ini penjualan perusahaan meningkat.Bahkan peningkatannya hampir mencapai seratus persen.Kevin merasa senang karena karyawannya bersemangat dalam bekerja.Oleh karena itu,hari ini Kevin mengadakan pesta kecil-kecilan.Kevin mentraktir para karyawannya untuk makan di Western cafe.Tempat pertama yang Kevin kunjungi bersama Kania.
Kevin memilih VIP room karena di ruangan itu terdapat fasilitas karaoke.
"Silahkan dinikmati makanannya...bagi yang ingin bernyanyi silahkan..!!tidak perlu sungkan..."Kevin mempersilahkan karyawannya menikmati hidangan serta bernyanyi .Sifat Kevin yang supel dan ramah,serta tidak malu berbaur dengan karyawannya membuat para karyawan merasa senang dan semangat dalam melakukan pekerjaan.Apalagi Kevin selalu memberikan bonus jika hasil penjualan melebihi batas target.
Kania tampak senang karena hari ini dia bisa menikmati makanan mahal...begitupun dengan teman-temannya.Tanpa malu-malu,mereka mencicipi semua makanan yang ada.Kevin tersenyum tipis melihat Kania yang bahagia menikmati makanannya.Sejak pertama bertemu Kania,kevin telah jatuh cinta pada Kania.Oleh karena itu Kevin menyelamatkan Kania dari Bullyan teman-temannya.Dan lagi,ternyata Kania adalah karyawan Kevin.Setiap hari melihatnya,perasaan Kevin menjadi semakin dalam terhadap Kania.
"Pak Kevin,,ini minuman untuk bapak.Saya perhatikan dari tadi bapak tidak makan atau minum apapun..."Salsa,sekretaris Kevin datang membawakan Kevin segelas minuman.Karena memakai higt heels,,Salsa tersandung karpet dan kehilangan keseimbangannya.Salsa jatuh tepat diatas Kevin serta minuman yang dibawanya tumpah mengenai jas serta baju Kevin.
"Mm...maaf pak,,saya tidak sengaja...!!Mari saya bersihkan baju bapak di toilet....!!"Salsa panik karena terjadi hal yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.
"Sudah...saya bisa bersihkan sendiri...!!Kania bantu saya membersihkan pakaian saya..!!"
"Tt...tapi pak,,saya sedang mak...."belum selesai Kania bicara Kevin sudah lebih dahulu menarik tangannya sehingga mau tidak mau Kania mengikuti Kevin.
Kevin menunggu Kania di depan toilet sementara Kania sedang membersihkan jasnya di dalam.Kevin tidak bisa ikut masuk karena Kania berada di toilet untuk wanita.Tak lama,Kania segera muncul dengan membawa jas kevin yang sudah bersih,namun masih basah.Kania memberikan jas itu kepada Kevin.
"Ini pak,,sudah saya bersihkan.Tapi masih basah...jadi tidak usah dipakai dulu..."Kania melihat kemeja Kevin sedikit terkena tumpahan minuman tadi.Kania segera mengeluarkan tissu dan mengelap kemeja Kevin yang terkena minuman tepat di bagian dada Kevin.
Kania sibuk membersihkan pakaian Kevin hingga tanpa sadar Kevin sedari tadi memandangi Kania.
"Nah,,sudah bersih..."Kania mendongakkan wajahnya untuk berbicara kepada Kevin.namun ternyata Kevin sedang menundukka wajahnya sehingga jarak wajah mereka begitu dekat.Kania langsung panik dan menundukkan wajahnya.
"Ehhh...maaf pak...saya tidak sengaja..."Kania terlihat salah tingkah.Sementara Kevin justru tersenyum senang.
"Hemmm...terimakasih Kania...."Kevin mengelus kepala Kania lalu kembali masuk ke ruangan VIP untuk melanjutkan makan mereka.
Sementara itu,ada seseorang yang iri melihat kedekatan mereka berdua.Tak lain lagi Salsa karena sejak pertama melihat Kevin dia telah menyukai bosnya itu.
"Hhh...berani-beraninya deketin pak Kevin..Awas aja lo Kania,,gue gak akan ngebiarin lo ngerebut pak Kevin dari gue...lihat aja nanti...!!"
Kevin kembali bergabung dengan karyawan di ruangan VIP.Kevin melihat ke arah meja Kania,tapi Kania belum kembali dari toilet.
Beberapa saat kemudian Salsa datang dan langsung duduk di sebelah Kevin.
"Salsa,,kamu dari mana...??"
"Oh...saya dari toilet pak."Jawab Salsa.
"Tadi Kania juga di toilet,tapi sampai sekarang belum kembali...Apa kamu bertemu dengan Kania di toilet tadi...??"
Seketika Salsa tampak tidak suka karena ternyata bosnya itu hanya menanyakan Kania,,bukan dirinya."ehmm...maaf pak.saya tidak bertemu dengan Kania.Atau mungkin Kania sudah pulang...??"
"Ah...kenapa Kania tidak berpamitan kalau pulang...??"
"Entahlah pak..mungkin dia sudah lelah..."jawab Salsa asal.
Kevin merasa tidak enak.Dia takut jika terjadi sesuatu pada Kania.Kevin segera kembali ke toilet untuk melihat apakah Kania ada disana.
Sampai di toilet Kevin terkejut karena berpapasan dengan Kania yang berjalan keluar dari toilet dengan baju dan rambut yang basah kuyup.Pipi Kania terlihat memerah serta sudut bibirnya sedikit mengeluarkan darah.
"Kania...Kamu kenapa...??siapa yang melalukan ini sama kamu...??"Kevin segera menghampiri Kania.Kania hanya menangis dan menggelengkan kepalanya.
"Kania,,cepat kamu bilang siapa yang melakukannya...??"
"Sudahlah pak,,saya mau pulang.permisi pak...!!"Kania hanya melewati Kevin dan berjalan keluar dari cafe itu.Kevin segera menyusul Kania.
"Baiklah kalau kamu mau pulang,saya antar kamu...Saya ambil kunci mobil dan tas kamu dulu...!!"Setengah berlari Kevin segera masuk ke VIP room,dia segera mengambil kunci mobil dan tas Kania.
"Kalian lanjutkan bersenang-senangnya...Semua sudah saya bayar...Saya harus pulang sekarang..!!"pamit Kevin pada Karyawannya dan segera pergi.
Kania menyadari jika tasnya masih ada di dalam ruangan,akhirnya dia hanya pasrah menunggu Kevin yang sedang mengambilkan tasnya.Tak lama kemudian,Kevin kembali dengan membawa tas Kania.Kevin langsung menuntun Kania keluar dari cafe untuk mengantarkan Kania pulang.
Di perjalanan Kania hanya terdiam.Mau tak mau,Kevin harus membiarkan Kania tenang dahulu.Kevin memikirkan cara agar bisa mengetahui siapa yang telah melakukan hal ini kepada Kania karena Kania tidak mau menjawab pertanyaan Kevin.
Sesampainya dirumah Kania,Kania segera turun dari mobil Kevin setelah sebelumnya mengucapkan terimakasih.Setelah Kania turun,Kevin melajukan mobilnya kembali menuju western cafe.Kevin akan memeriksa CCTV disana agar dapat mengetahui siapa pelakunya.
***
Kania keluar dari kamar mandi.Setelah selesai mandi,hatinya mulai sedikit tenang.Kania merebahkan tubuhnya di kasur berukuran king size di kamarnya itu.Pikirannya kembali mengingat kejadian di toilet tadi.
flashback
Sesaat setelah Kevin meninggalkan toilet,Kaniapun berencana untuk kembali ke VIP room.Namun saat hendak kembali,Salsa muncul dan meminta tolong pada Kania untuk membantunya di toilet.Kania yang memang dasarnya baikpun bersedia membantu Salsa.Sesampainya di toilet,Salsa malah menampar wajah Kania berkali-kali,bahkan Salsa menyiram badan Kania dengan air.Kania yang tidak tahu apa-apa tidak bisa melawan karena Salsa melakukannya dengan tiba-tiba.
"Salsa...kenapa lo ngelakuin ini..??apa salah gue..??"Kania bingung kenapa Salsa tiba-tiba melakukan ini padanya.
"Lo tanya apa salah lo...??Lo tau,gue muak lihat muka lo karena lo udah godain pacar gue...!!"
Kania tidak mengerti apa maksud Salsa."Pacar lo siapa...??gue gak pernah godain cowok manapun...!!"Kania mengelak karena memang dia merasa tidak menggoda siapapun.
"Alaah...gak usah munafik deh lo.Lo sengaja ngerayu pak Kevin kan..??Lo pikir pak Kevin suka sama lo...??Paling dia cuman mainin lo doang...Gue kasih tau ya,Pak Kevin itu pacar gue...dan sekarang gue hamil anaknya dia.Jadi lo gak usah mimpi buat dapetin pak Kevin lagi...!!Kalo pak Kevin ngedeketin lo,itu paling pak Kevin ada maunya.Tar kalo dia udah dapet yang dia mau,lo pasti ditinggalin..sama kayak gue.Jadi sebelum itu terjadi,lo harus jauhin pak Kevin karena dia harus bertanggungjawab atas kehamilan gue ini...ngerti lo...!!"Setelah itu,Salsa bergegas keluar dari toilet meninggalkan Kania yang masih shock atas kejadian yang menimpanya.
Flashback off
Kania masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Salsa padanya.Tapi,mana mungkin Salsa membuat kebohongan yang akan mencemarkan nama baiknya sendiri..??Tapi Kania juga masih belum percaya jika Kevin bisa melakukan semua itu kepada Salsa.Selama ini,Kevin selalu bersikap sopan padanya.Kania pun tak pernah melihat Kevin bersama Salsa selain untuk keperluan kantor.Kania mengacak-acak rambutnya karena frustasi.Selama ini,diam-diam Kania sudah mulai menyukai Kevin karena Kevin selalu memberikan perhatian kepada Kania yang notabene nya hanya karyawan biasa itu.Kania mulai memejamkan matanya karena tidak ingin berlarut-larut memikirkan tentang Kevin.
Sementara itu,Kevin sudah mendapatkan bukti dari rekaman CCTV di luar toilet cafe.Kevin marah saat mengetahui siapa orang yang telah menyakiti Kania."Berani-beraninya lo nyakitin Kania..!!Lo lihat apa yang besok gue lakuin ke lo...!!!"
***
Pagi ini Kania sebenarnya malas sekali untuk datang ke kantor.Tapi harus bagaimana lagi,pekerjaannya masih banyak dan dia harus bertanggung jawab menyelesaikan itu semua.
"Selamat pagi semuanya...!!Mohon perhatiannya karena ada yang ingin saya sampaikan kepada kalian..!!"Kevin datang dan meminta karyawan untuk mendengarkannya.Salsa berdiri di samping Kevin karena Salsa adalah sekretaris Kevin.
"Saya ingin menyampaikan bahwa hari ini saya akan melamar seseorang...Orang itu adalah orang yang spesial bagi saya.Mungkin orang lain memandang dia adalah gadis biasa saja,tapi dari kacamata saya,dia adalah gadis yang cantik, baik,sabar,sederhana serta apa adanya.Itulah yang membuat saya jatuh hati kepadanya."
Kania tersenyum kecut mendengar perkataan Kevin.Dia menyesal karena masuk kerja hari ini dan menyaksikan Kevin melamar seseorang yang pastinya itu adalah Salsa karena dia sedang mengandung anak dari Kevin.Kania terlalu fokus dengan pikirannya sehingga dia tidak mendengarkan apa yang selanjutnya kevin katakan.Sampai saat teman di sebelahnya menepuk pundaknya,barulah Kania tersadar bahwa Kevin sudah berada di sebelahnya dengan posisi berlutut serta mengulurkan sebuah cincin berhiaskan batu permata yang indah.
"Bagaimana Kania...??Apa kamu mau terima atau tidak..??"tanya Kevin dengan raut muka serius.Kania melihat sekeliling,semua mata sudah tertuju kepadanya.
"Hah...eehm..ini maksudnya apa ya..??"Seperti orang bodoh,Kania bertanya karena dari tadi dia benar-benar tidak mendengar apa yang Kevin katakan.Teman-teman kania yang lain hanya bisa menahan tertawa mereka,karena takut bosnya akan marah jika mereka mentertawakannya secara langsung.Kevin pun nampak sedikit kesal karena Kania dari tadi ternyata tidak memperhatikannya.
"Kania...saya ulangi lagi ya...Will you marry me Kania...??"
Kania mengerjapkan matanya karena bingung.Bukankah seharusnya Salsa lah yang dilamar oleh Kevin.Tapi kenapa sekarang malah dia yang dilamar...??
"B...bb..bbaak ngelamar saya...??"Kania masih seperti orang bodoh membuat Kevin kesal.
"Iya Kania...will you marry me...??"Lagi-lagi Kevin mengulang pertanyaannya.
"Tt...tapi Salsa...??"Kania menggantungkan kalimatnya karena takut akan mempermalukan Salsa.
"Sory kan...gue bohong sama lo.Gue gak pernah ada hubungan apapun dengan pak Kevin..."Salsa berbicara jujur kepada Kania.Tentu saja karena dia tidak mau dipecat setelah Kevin mengetahui perbuatannya kepada kania.
"Udah dengar sendiri kan...??come on Kania,,tinggal jawab yes or no...??Aku udah ngulangin dua kali Kania..."Kevin tampak memelas karena Kania tak kunjung menjawab.Dengan malu-malu,Kania menundukkan kepalanya dan menjawab "Yes.l will..."membuat Kevin tersenyum bahagia.Kevin segera memakaikan cincin itu di jari manis Kania.
Kevin segera berdiri dan memeluk Kania.Karyawan lainnya segera bertepuk tangan dengan meriah.Tak lupa mereka memberi ucapan selamat kepada Kania dan Kevin.Termasuk juga Salsa yang ikut memberikan selamat kepada mereka berdua.
***
"Saya nikahkan engkau,Kevin Putra Mahardika bin Mahendra Mahardika dengan Kania Dewi Kumalasari binti Bhima Satria dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya,Kania Dewi Kumalasari binti Bhima Satria dengan mas kawin tersebut diatas dibayar tunai..."
"Bagaimana para saksi...sah..??"
"SAH.....!!"
Acara pernikahan Kevin dan Kania berlangsung dengan khidmat.Tidak begitu banyak yang hadir.Hanya beberapa kerabat dan juga karyawan di kantor Kevin karena resepsi baru akan diadakan bulan depan.Semua ini karena permintaan Kevin yang ingin segera menikahi Kania,yang penting sah dulu saja.
Kevin mengecup dahi Kania,Kaniapun segera meraih tangan kevin dan mencium punggung tangan bos yang sekarang telah menjadi suaminya itu.Kania tak pernah menyangka,bahwa berawal dari kesalahpahaman justru menjadikan akhir yang bahagia.
"Terimakasih Kania,karena kamu mau menerima aku menjadi suami kamu... "Kevin tak bisa melepaskan pandangannya dari Kania yang hari ini tampak lebih cantik dengan mengenakan kebaya berwarna putih.
"Saya yang seharusnya berterimakasih sama bapak,karena bapak mmu menikahi saya yang hanya karyawan biasa ini..."Kania hampir menangis karena terharu.
"Ssshhh....ini hari bahagia.Jangan menangis...Oh iya,,kenapa kamu masih manggil aku bapak...??"
Kania mengusap air mmatany yang hampir menetes."maaf,aku masih bingung.Lalu aku panggil apa..??"
"Panggil sayang,hubbie,atau apalah..yang penting jangan bapak...!!"
"Eehhmmm...baiklah...aku panggil hubbie..."ucap Kania.Mendengar panggilan itu,Kevin melihat Kania menjadi lebih menggemaskan.
"Baikklah..hubbie...aku suka..."Kevin tak bisa menahan rasa gemasnya kepada Kania.Apalagi melihat bibir Kania yang jadi lebih sexy saat memanggilnya dengan sebutan hubbie.Refleks,kevin segera memajukan wajahnya ke wajah Kania.Saat bibir mereka sudah semakin dekat tiba-tiba Kevin sadar ada sebuah suara yang memanggilnya
"Heeeyyy...Kevin,tahan dulu.Masih banyak tamu ini,Tunggu sampai nanti malam ya....!!"ternyata suara pak Mahendra yang tak lain lagi adalah ayah Kevin.
"Issh...papa gangguin aja sih...kayak gak pernah muda aja...!!"balas Kevin membuat semua tamu tertawa melihat tingkah Kevin.
Kania hanya tersenyum dengan malu melihat tingkah suaminya itu.Tapi Kevin hanya cuek menanggapi mereka.Kevin hanya terfokus pada Kania.Dilihatnya wajah gadis yang baru saja dinikahinya itu.Dia berjanji dalam hati untuk selalu membuatnya bahagia.
"I love you hubbie..."ucap Kevin pada Kania.
"I love you too...."
Kevin hanya bisa memeluk Kania karena dirinya harus menunggu malam nanti untuk dapat melakukan yang lebih.Meskipun begitu,Kevin merasa sangat bahagia.Begitu juga dengan Kania...
*SELESAI*
"Terimakasih bagi yang sudah mampir...author doa'kan semoga sehat dan bahagia selalu.Jangan lupa tinggalkan like atau komentnya agar author lebih semangat dalam berkarya...terimakasih "