Hari baru beranjak siang,serombongan orang berjas rapi tampak menyusuri area kampus swasta yang terkenal.
Tampak paling depan sang Rektor berjalan beriringan dengan seorang pemuda yang terlihat tampan dan berkharisma.Sang Rektor terlihat bersemangat membicarakan kelebihan kampusnya,sedangkan pemuda yang disebelahnya terlihat serius mendengarkannya.
Pemuda itu adalah Magna Angkasa,seorang CEO terkaya nomor satu dinegara tersebut.Perusahaannya pun telah tersebar ke beberapa negara.
Dan tujuan dia hari ini mengunjungi kampus tersebut karena dia ingin menjadi salah satu donatur,Tuan muda Magna sangatlah peduli dengan yang namanya pendidikan.Dia sering memberikan beasiswa pada anak-anak yang kurang mampu tapi berprestasi.
Rombongan tersebut pun telah meninjau hampir seluruh area kampus,dan kini tujuan yang terakhir adalah meninjau kantin yang ada dikampus tersebut.
Magna ingin melihat seperti apa kantin yang ada disana,sudahkah mereka menjaga kebersihan dan menyediakan makanan yang sehat untuk para mahasiswanya.Magna ingin memastikan hal itu.
Langkah rombongan tersebut sudah hampir sampai dikantin,
Prangg...
Tiba-tiba terdengar keributan yang berasal dari dalam kantin.Magna dan sang Rektor saling pandang,mata mereka dipenuhi tanda tanya dan langkah mereka semakin bergegas.
Seorang gadis dengan rambut dikuncir kuda,menggunakan hoodie dan celana jeans lengkap dengan sepatu kets yang tampak usang terlihat tengah berdiri sambil menatap tiga orang cowok yang tengah terkapar dilantai, dan tiga orang wanita yang rambutnya terlihat acak-acakan dengan pipi yang bersemu merah terlihat berdiri agak menjauh dari gadis hoodie tersebut.
Sedangkan yang lainnya terlihat merekam kejadian itu.
"Mau lagi?".Tantang gadis tersebut sambil menatap ketiga cowok yang sedang mencoba untuk berdiri.
Terlihat raut wajah kesakitan dan juga penasaran pada ketiganya.
"Ada apa ini??"
Sebuah seruan mengangetkan semua yang ada diruangan kantin tersebut,serentak mereka menoleh kearah rombongan yang sedang berjalan kearah mereka.
Sang Rektor tampak terkejut dengan suasana kantin yang berantakan,beberapa meja dan kursi letaknya tidak beraturan,ada nampan dan makanan yang berceceran dilantai,sedangkan para penjaga kantin terlihat ketakutan.
"Ada apa ini?Lily,coba jelaskan pada saya,apa yang terjadi disini?" Tanya sang Rektor sambil menatap gadis berhoodie tersebut.
"Mereka duluan yang mencari gara-gara "Sahut Lily singkat,sekilas dia bertemu pandang dengan Magna yang berdiri disebelah sang Rektor.
"Bohong pak,dia duluan yang cari gara-gara ". sanggah seorang cowok yang berambut gondrong,tampak sesekali dia meringis sambil memegang pinggangnya,tadi dia sempat dibanting dengan keras oleh Lily.
Kelima temannya pun mengiyakan perkataan cowok yang bernama Boby tersebut,sedangkan yang lainnya yang kebetulan berada disana dan tidak ada sangkutpautnya hanya terdiam.
"Sebaiknya selesaikan masalah ini dengan baik pak,saya tidak suka jika dikampus ini ada tindak kekerasan ".Ujar Magna dengan raut wajah datar.
"Baik Tuan Magna,saya akan mengurus masalah ini dengan baik".Ucap Sang Rektor dengan cepat.
Kemudian Lily dan keenam lainnya pun interogasi oleh sang Rektor dengan didampingi oleh beberapa staf lainnya.
Magna dan asistennya pun ikut menyaksikan penyelesaian masalah tersebut.Sesekali Magna mencuri pandang kearah Lily,gadis tersebut tampak pendiam dan hanya menjawab ketika ditanya.
Akhirnya setelah menonton rekaman cctv yang ada dikantin tersebut,ditambah dengan rekaman lewat ponsel yang didapat dari beberapa anak lainnya maka Boby dan kelima temannya dinyatakan bersalah.
Magna yang ikut melihat rekaman cctv tersebut pun terlihat kagum dengan cara bertarungnya Lily,padahal jika dilihat Lily tampak seperti gadis pada umumnya,yaitu lemah.Tapi siapa sangka ternyata Lily jago bela diri,hal itulah yang membuat Boby dan kelima kawannya tak berdaya melawan Lily.
Dari kejadian tersebut,terungkaplah bahwa di kampus tersebut banyak terjadi kasus perundungan,hanya saja selama ini tidak ada yang berani melaporkan.Bagaimana tidak,Boby dan kelima kawannya adalah anak dari orang berpengaruh,bahkan salah satu dari ketiga cewek tersebut orangtuanya adalah donatur nomor satu dikampus tersebut.Pantas saja mereka berani bertindak semena-mena terhadap mahasiswa kurang mampu seperti Lily.
****
Sejak kejadian itu,Magna selalu terbayang dengan sosok Lily,dia menjadi sangat penasaran dengan gadis berhoodie tersebut.
Asisten Magna masuk dengan membawa beberapa lembar kertas.
"Tuan Muda,ini informasi yang Tuan butuhkan " Ucap sang Asisten.
Dengan cepat Magna merebut kertas tersebut,sebuah senyum tersungging dibibirnya.
"Grizly Margaretta,emm,,,cantik seperti orangnya ".Gumam Magna .
"Bagaimana Tuan?apa kita datangi sekarang?"
"Iya,lebih cepat,lebih baik ". Sahut Magna dengan bersemangat.
Magna menyuruh sang Asisten untuk menyelidiki semua tentang Lily.Ya,nama Lily adalah Grizly Margaretta.Seorang yatim piatu,awalnya dia tinggal dipanti asuhan tapi sejak dia kuliah,Lily memutuskan untuk hidup mandiri.
Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari,dia bekerja di sebuah coffe shop dekat kampusnya.Sedangkan untuk biaya kuliahnya dia tidak perlu bingung,karena Lily mendapat beasiswa full sampai lulus.
***
Suasana coffee shop tempat Lily bekerja sedikit sepi.Hari ini Lily tidak ada mata kuliah,sehingga dia bisa mengambil dia shift sekaligus.
Saat dia sibuk mengelap meja,terdengar suara lonceng yang terletak diatas pintu.
Lily pun menoleh dan bersiap untuk menyapa pelanggan yang datang.
"Selamat datang di coffee shop Covery,Tuan mau pesan apa ?".Tanya Lily ramah,tak lupa dia menampilkan senyum manis andalannya,sebenarnya dia sangat kaget melihat kedatangan Magna.Dia tahu jika Magna adalah seorang miliarder,tapi kok mau-maunya dia mampir ketempat seperti ini.
Magna yang melihat senyum Lily pun terpaku,tiba-tiba otaknya blank.
"Tuan,," Seru Lily lagi.
"Oh iya,saya pesan expressonya dua ".Sahut Magna ,sedangkan asistennya yang sedang berdiri dibelakangnya hanya senyum-senyum tak jelas melihat bosnya salah tingakah.
"Baiklah,tunggu sebentar Tuan ".Lily bergegas menuju pantry untuk meracik kopi.
Magna dan sang Asisten pun duduk dimeja dekat jendela,darisana mereka bisa menyaksikan situasi diluar.
"Kamu lihatkan,calon istri saya pekerja keras ".Ujar Magna sambil menatap Lily yang sedang meracik kopi.
"Iya Tuan,saya setuju jika Tuan ingin menjadikannya istri ".dukung sang Asisten "Tapi seprtinya susah untuk menjadikannya istri Tuan "
"Kenapa?apa dia sudah punya calon?siapa orangnya ?".Tanya Magna bertubi-tubi,dia sangat takut seandainya wanita idamannya sudaj memiliki calon pendamping.
"Sepertinya belum Tuan,tapi biasanya tipe gadis seperti Lily itu sangat susah di dekati "Ujar sang Asisten dengan sok tahu.
"Ck,,,sok tau kamu ".Gerutu Magna.
Sang asisten pun hanya nyengir mendengar perkataan bosnya.
Tak lama kemudian,kopi pesanannya pun datang.
Magna menatap lekat gadis dihadapannya.
Lily yang tengah menaruh cangkir kopi diatas meja sadar jika dirinya diperhatikan,tapi dia acuh tak acuh saja.
"Selamat menikmati ".lalu Lily pun berlalu pergi setelah menoleh sekilas kearah Magna.
Magna yang masih terpesona pun manatap punggung Lily yang sedang berjalan kemabali menuju pantry.
***
1 tahun kemudian,,,,
Selama setahun ini Magna terus melakukan pendekatan pada Lily,awal-awalnya gadis tersebut sangat cuek.Tapi Magna tak menyerah begitu saja,hampir tiap hari dia datang ke tempat kerja Lily.
Kehidupan kampus Lily pun lancar-lancar saja,Boby dan kelima kawannya tidak berani lagi mengganggu Lily,apalagi setelah Magna menjadi donatur nomor satu dikampus tersebut,CEO tersebut menyuruh sang Rektor agar membuat peraturan tentang perundungan,jika ada mahasiswa yang melakukan hal itu maka detik itu juga dia langsung di DO.
Lily tahu jika selama ini Magna menyukai dirinya,tapi satu hal yang menjadi pertanyaan di dalam hatinya,kenapa sang CEO mau dengan gadis miskin seperti dirinya?.Lily yakin jika diluar sana banyak wanita yang lebih baik daripada dirinya untuk bersanding dengan seorang Magna Angkasa.
Walau tak dipungkiri jika Lily juga mulai ada rasa dengan sang CEO,tapi ya itu,dia merasa minder karena merasa tidak selevel dengan Magna.
***
Hari ini selesai kuliah,Lily dikagetkan dengan kedatangan Magna ke kampusnya.CEO tersebut menunggu dirinya diparkiran kampus seorang diri.
"Lily ,,,".Seru Magna,pria tersebut memakai pakaian rapi.
Lily berjalan mendekati Magna dengan perasaan tidak karuan,detak jantungnya berpacu lebih cepat.
"Ngapain Tuan disini?".Tanya Lily.
"Saya mau jemput kamu,yuk ikut saya".Ajak Magna sambil membukakan pintu mobil untuk Lily.
Gadis itu masih ragu untuk mengiyakan ajakan sang CEO.
"Maaf saya gak bisa ikut Tuan,saya harus kerja ".Tolak Lily.
"Kamu tenang saja,saya sudah bilang ke bos kamu kalo hari ini kamu libur ".Kata Magna sambil tersenyum.
Setelah berpikir sejenak akhirnya Lily pun mengiyakan ajakan Magna.
Magna mengajak Lily pergi ke danau,sebuah danau buatan yang sangat indah.
"Wahh,,,indah banget ".Seru Lily sambil berdiri di tepian danau.
"Kamu suka ?".Tanya Magna yang berdiri disebelahnya.
"Iya ,,suka banget ".Jawab Lily sambil tersenyum.
Sejenak mereka berdua terdiam,larut dengan pikiran masing -masing.
"Lily,,".Ucap Magna.
Tanpa menjawab Lily menoleh kearah Magna,gadis tersebut menunggu perkataan Magna selanjutnya.
Magna pun menatap lekat manik gadis yang berdiri disebelahnya.
"Grizly Margaretta,maukah kau menikah denganku?".
Kini mereka berdua berdiri saling berhadapan.
"Kenapa?kenapa Tuan mau menikah denganku?".Bukannya menjawab,Lily malah balik bertanya.
"Karena gadis itu adalah dirimu ".Jawab Magna,lalu dia memegang kedua pundak Lily "Yang aku inginkan hanya dirimu,dari pertamakali kita bertemu, sampai saat ini dan untuk seterusnya.Aku tidak peduli darimana asalmu,perasaan aku ini tulus,aku ingin menjaga dan melindungimu seumur hidupku.Grizly,i love you "
Tanpa berkata-kata Lily menghambur memeluk Magna.
Sang CEO pun pun memeluk tubuh Lily dengan erat,bibirnya mengulas senyum bahagia.
Lily mengurai pelukannya.
"Iya,aku mau menikah denganmu,i love you too,Magna Angkasa ".Lily tersenyum manis menatap Magna.
Lalu mereka berdua kembali berpelukan,danau yang indah itu menjadi saksi bisu bersatunya dua insan yang saling mencintai.
End,,,,
💘💘💘💘
Terimakasih sudah mampir,
Semoga kalian selalu dalam keadaan,
Sehat,Rukun,Damai dan Sejahtera 🙏
💘💘💘💘