"Kriiiiiing.....!!"bel tanda pulang sekolah berbunyi.Para siswa mulai berhamburan.Ada yang nongkrong dulu di kantin,ada yang menuju tempat parkir dan ada yang langsung menuju gerbang sekolah untuk menunggu jemputan ataupun naik kendaraan umum.Sementara di ruang kelas XI IPS 2 masih tampak beberapa anak yang masih didalam kelas.Mereka adalah Alex,Dave,Bobby,Regan dan Miko.Mereka terkenal bad boy di sekolah itu.Selain wajahnya yang tampan,mereka juga anggota genk motor.Karena itu tidak ada siswa yang berani berurusan dengan mereka.Meskipun bad boy,mereka tetap menjadi idola cewek-cewek di sekolah mereka.Diantara mereka,Alex lah yang paling disegani dan juga paling banyak fans karena wajahnya yang paling tampan diantara teman-temannya.Bisa dibilang kalau Alex adalah ketua genk.Tentu saja paling menonjol diantara yang lain.Banyak cewek yang tergila-gila kepadanya dan tanpa malu-malu mengutarakan perasaannya.Pada akhirnya cewek itu hanya akan jadi bahan mainan oleh Alex dan teman-temannya.Seperti yang dialami oleh Siska saat ini.Dengan malu-malu Siska mengutarakan perasaannya kepada Alex dan Alex menerima Siska untuk menjadi pacarnya.Bukan menjadi pacar yang sebenarnya,melainkan menjadi mainan bagi Alex.
"Lex,lo tadi gak lupa bilang ke Siska kan kalo pulang sekolah lo suruh kesini..??"Regan bertanya.
"Udah,palingan bentar lagi juga dateng.Gue suruh dia beliin softdrink sama cemilan dulu..palingan juga lagi beli tu anak..."
Tak berapa lama Siska datang dengan membawa tas kresek berisikan soft drink dan makanan ringan sesuai permintaan Alex.
"Alex,ini pesanan kamu.."Siska menyerahkan belanjaannya kepada Alex.Terlihat sekali wajah Siska bersemu merah karena malu-malu kepada Alex.Seperti mimpi rasanya Siska menjadi pacar Alex.Siska begitu bahagia,dia tidak menyangka Alex akan menerima cintanya dan mau jadi pacarnya.Sungguh kasihan sekali..padahal dia hanya akan dijadikan mainan bagi Alex.
"Lama benget sih..!!"bentak Alex sambil menerima pemberian Siska lalu menyerahkan kepada teman-temannya.Mereka segera membuka makanan dan softdrink.Alex memberi kode kepada Regan untuk menutup pintu kelas.Regan yang pahan langsung menutup dan mengunci pintu kelas.
"Ke...kkkenaapa pintunya ditutup.??"tanya Siska gugup saat melihat Regan menutup pintu.Dengan santainy Alex menarik Siska untuk duduk di sebelahnya.
"Bukannya sekarang lo pacar gue..??"Alex mendekat kan wajahnya di telinga Siska hingga membuat Siska bergidik ketakutan.Siska hanya mengangguk.Alex mengeluarkan senyum smirknya sehingga membuat Siska semakin takut.
"Lo tau kan gimana orang pacaran hhmmm...??"saat ini tangan Alex sudah menyentuh leher Siska dengan pelan Alex meniup leher Siska hingga Siska merasa ketakutan dan hampir menangis.Pasalnya dikelas hanya ada dia dan teman-teman Alex dengan pintu yang tertutup rapat.
"Mmm...ma..mau apa...??"tanya Siska gugup.
"Mau kamu...."jawab Alex berbisik di telinga Siska.
"Jjj...jangan...aku mohon jangan..."Siska mencoba memberontak dan ingin lari dari tempat itu.tapi tenaga Alex lebih kuat darinya.Alex mendorong tubuh Siska hingga terhimpit dinding kelas serta mengunci tangan Siska hingga dia tidak bisa bergerak.Satu persatu Alex membuka kancing baju Siska sementara teman-teman Alex yang lainnya masih asik menikmati makanan mereka.Siska mencoba melawan dan memohon agar Alex tidak melakukan hal yang mengerikan kepadanya.
"Jjangan lex...aku mohon jangan lakukan itu...!!hiks...hiks..."Siska menangis sesenggukan.seluruh badannya sudah gemetaran hingga dia tidak bisa melawan Alex.Saat ini wajah Alex sudah mendekat di leher Siska,,melihat Siska menangis terisak isak Alex melepaskan Siska lalu berjalan menuju teman-temannya.Dengan santainya Alex duduk di sebelah Dave dan mengambil sekaleng softdrink,,membuka dan meminumnya.Sementara Siska langsung terduduk lemas sambil menangis tersedu-sedu.Alex kembali mendekati Siska membuat Siska kembali ketakutan.
"Kenapa nangis..??takut..??Makanya jangan sok-sokan mau jadi pacar gue kalo gak mau gue apa-apain...!!Mulai hari ini,jauh-jauh lo dari gue..!!Ngerti..??"Setelah berkata Alex langsung berjalan keluar kelas diikuti oleh teman-temannya."Oh iya...makasih buat makanan ama minumannya...jangan lupa bersihin tu sampahnya...!!"ucap Alex lagi sebelum meninggalkan Siska yang masih tersedu-sedu dipojokan kelas.Sebenarnya Alex memang tidak berniat melakukan perbuatan bejat itu terhadap Siska.Alex hanya menakut-nakuti Siska saja.Ya...itulah cara Alex menolak Siska mentah-mentah.Dengan begitu,Siska tidak akan berani mendekatinya lagi.(Busseeet...bad boy banget kan s Alex ya..)
Alex dan keempat temannya menuju parkiran.Mereka mengambil motor mereka masing-masing dan segera pergi meninggalkan parkiran sekolah yang mulai sepi.
***
Saat ini Alex dan teman-temannya sedang berkumpul dirumah Alex.Hampir setiap hari mereka menghabiskan waktu disini.Sejak orang tua Alex bercerai,ayahnya kembali ke negara asalnya yaitu Jerman.Sedangkan ibunya sekarang telah menikah lagi kini telah tingga bersama suami barunya.Alex memilih untuk tetap tinggal dirumah yang ditempatinya dulu sebelum orang tuanya bercerai.Dia hanya ditemani bi Sari,,asisten keluarga Alex yang sudah merawat Alex sejak kecil.Mungkin karena itulah Alex tumbuh menjadi anak yang nakal dan suka mencari masalah.Sebenarnya Alex hanyalah anak yang menyedihkan.
"Lex...lo bener-bener gila.Gue kasian liat Siska tadi lo kerjain ampe segitunya..."Miko geleng-geleng kepala melihat tingkah temannya itu.
"Gue lebih heran...bisa-bisanya sih elo gak tergoda...kalo gue mah pasti udah beneran gue makan tu cewek."kali ini Regan yang bicara.Diantara mereka berlima.Regan lah yang paling play boy..Keadaan keluarganya tak jauh beda dengan keluarga Alex yang broken home.Makanya Regan gak percaya yang namanya cinta..baginya pacaran adalahsalah satu cara untuk mencari kenikmatan.Entah berapa gadis yang sudah ditiduri olehnya.
"Cih...gue gak kayak lo ya..!!"sahut Alex
"Halah..belom ngerasain aja lo..kalo udah...gue jamin gak bakal bisa berhenti lo..."jawab Regan lagi antusias.
"Udah kek drugs aja..."timpal Miko.
"Lebih nikmat dari drugs...ahhhh..jadi pengen gue..."Regan mulai kambuh.Dia segera mengeluar kan hp dari saku celananya dan segera menghubungi seseorang."Rani sayang...dimana...??...oh..dirumah ya..??,ada siapa dirumah...??,waaah...kebetulan nih..aku kesana ya...biasa ...overload nih...!!oke...aku otewe...kamu siap-siap ya.mandi dulu biar fresh...tunggu aku...mmmuaahhhh."Regan segera memasukkan kembali hpnya kedalam saku celananya dan segera menyambar kunci motor yang ada dimeja."Sori gaes...gue duluan ya...udah kebelet nih..."dengan segera dia meninggalkan rumah Alex yang diikuti dengan makian dari teman-temannya.
"Cih..kebiasaan tu anak..."decih Miko.
"Jomblo gak usah iri deh..."ledek Dave diiringi tawa ejekan dari teman-teman lainnya.
"Eeehh..tapi seriusan lex...itu lo aman kan..??"Boby memandang Alex dengan curiga.
"Apaan..??"Alex tak menerti yang dimaksud Boby.
"Itu....itu lo beneran gak bangun tadi pas ngerjain Siska...??Jangan-jangan lo gak normal lex..."
"Plakkk...."
"Aduuh...sakit woy..."Boby mengeluh saat Alex memukul kepalanya.
"Biar pikiran lo jernih..."jawab Alex singkat.sementara Dave dan Miko tidak bisa menahan ketawanya.Boby cuman memanyunkan bibirnya sambil mengumpat.
***
Pov Nayla
Jam pelajaran telah berakhir beberapa menit yang lalu.Kelas Nayla terlihat sudah sepi.Nayla yang baru selesai mengikuti rapat OSIS segera masuk ke dalam kelasnya untuk mengambil tas.Nayla adalah siswa kelas XI PS 1 yang kebetulan letak kelasnya bersebelahan dengan kelas XI IPS 2.Saat melewati kelas XI IPS 2,Nayla samar-samar mendengar suara tangisan.Karena penasaran Nayla mengintip jendela kelas yang kebetulan sedikit terbuka.Betapa terkejutnya Nayla melihat seorang gadis yang berada dipojok kelas tengah menangis sesenggukan.Gadis itu terlihat lemah saat seorang laki-laki memaksa membuka kancing bajunya dan mendekatkan wajahnya kepada gadis itu sementara ada empat anak lainnya tengah asik menikmati softdrink dan makanan ringan di meja sebelah lain.Nayla tentu saja mengenali siapa mereka...Alex dan teman-temannya.Nayla ingin menolong gadis itu,tapi dia juga merasa takut berurusan dengan Alex dan teman-temannya Akhirnya Nayla memutuskan untuk segera meninggalkan tempat itu.
Nayla berdiri di depan gerbang sekolah untuk menunggu jemputan.Hati Nayla merasa tidak tenang..dia merasa iba mengingat gadis di kelas sebelah tadi.Karena merasa tidak enak,,akhirnya Nayla meminta tolong satpam untuk menemaninya ke kelas dengan berdalih ingin mengambil hp yang ketinggalan di kelasnya.
Jantung Nayla berdebar kencang saat akan sampai di kelas XI IPS 2,,Nayla melihat pintu kelas itu sudah terbuka...karena penasaran Nayla berhenti dan melihat ke dalam kelas.Sepi...hanya ada Siska yang tengah membersihkan sampah sisa makanan ringan di meja.
"Hey...kenapa belum pulanng..??"sapa Nayla brrpura-pura tidak tahu apa yang baru asaja terjadi.
"Ee...eeh..iini..gg..gue tadi numpahin makanan gue.Jadi gue bersihin ini dulu..."jawab Siska terbata-bata.Dia tidak ingin ada orang lain yang tahu dengan apa yang dialaminya hari ini.
"Oh...ya udah.gue duluan ya...!!"Nayla meninggalkan Siska sendiri.Terlihat mata Siska masih sedikit sembab.Nayla tahu,pasti Siska masih terpukul atas apa yang menimpanya.Nayla ingin memberi waktu kepada Siska untuk sendiri.Setelah berpura-pura mengambil hpnya di kelas,Nayla kembali menuju gerbang sekolah bersama satpam yang tadi menemaninya.
Sampai di gerbang sekolah,ternyata ayah Nayla belum datang untuk memjemputnya.Terpaksa Nayla harus menunggu di pinggir jalan.Nayla melihat Alex dan keempat temannya keluar dari parkiran sekolah dengan motor sport mereka.Melihat mereka,Nayla bergidig ngeri."Hhhh...gue harus jauh-jauh dari mereka.Jangan sampai gue berurusan sama mereka..."batin Nayla.
***
Hari ini Nayla bangun kesiangan.Semalam Nayla begadang untuk menulis cerpen di sebuah aplikasi.Nayla memang sangat menyukai sesuatu yang berhubungan dengan sastra.Dia menyalurkan hobbynya dengan menulis cerpen.
Bisa dikatakan hari ini adalah hari sial Nayla.Sampai di sekolah,pintu gerbang sudah ditutup oleh satpam.Nayla tampak berpikir..tak lama Nayla tersenyum Ya...dia akan menuju ke halaman belakang sekolah.Disana dia bisa memanjat tembok agar bisa masuk kedalam sekolah.Tembok di belakang sekolah tidak terlalu tinggi sehingga tidak sulit bagi Nayla untuk melompatinya.Pertama-tama Nayla melemparkan tasnya.Lalu dengan cepat dia melompat naik keatas pagar lalu segera melompat turun ke halaman sekolah.
"HAP..."dengan sekali lompatan Nayla mendarat dengan sempurna."Lah...tas gue mana..??perasaan tadi gue lemparnya ke arah sini.."Nayla celingukan mencari tasnya.
"Lo nyari ini...??"terdengar suara bas seorang cowok di belakang Nayla hingga membuat Nayla terlonjak saking terkejutnya.
"Astaga.."Nayla terkejut untuk kedua kalinya saat menoleh ke belakang dan mengetahui siapa pemilik dari suara itu.Tampak Alex duduk dengan santainya dengan rokok yang terselip di dua jari tanggannya serta satu tangan yang lainnya memegang tas Nayla.
"Nih.."Alex menyodorkan tas itu kepada Nayla sambil sesekalii menghisap rokok yang ada ditangannya.Alex tampak melirik name tag di dada Nayla."Nayla..."Alex membaca name tag didada Nayla.Nayla menerima tasnya dengan ragu-ragu.
"Thanks..."ucap Nayla lalu segera berlari meninggalkan Alex.Alex tampak sedikit tersenyum melihat tingkah Nayla."Lucu.."pikirnya.
Nayla segera berlari menuju kelasnya.Beruntung Guru yang mengajar belum masuk ke kelas."Hhh...apes banget sih gue..semoga tu anak bakalan lupa sama gue..."Nayla bergumam sendiri.Semenjak melihat kejadian di kelas Alex kemarin Nayla berusaha untuk tidak berurusan dengan Alex.
"Baru dateng lo Nay...tumben banget.??"Silvy,,teman sebangku Nayla heran melihat Nayla yang tidak biasanya datang terlambat.
"Iya...semalem gue lembur nulis cerpen..jadi bangun kesiangan..."
"Untung lo gak kena hukuman. Kalo iya,malu dong.Masa anggota OSIS kena hukuman gara-gara telat ...??kan gak lucu...heheh"
"Hhhh..sialan lo..."Nayla memanyunkan bibirnya.Tak lama kemudian Guru mapel jam pertama datang sehingga semua siswa langsung diam.
***
Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak tiga puluh menit yang lalu.Sekolah sudah mulai sepi karena siswa sudah berhamburan kelua kelas saat bel tadi.Nayla lagi-lagi harus pulang akhir karena dia baru saja selesai mengikuti kegiatan OSIS.Nayla mengambil tas yang masih tertinggal di kelasnya lalu segera berjalan menuju gerbang sekolah untuk menunggu jemputan.Saat melewati ruang kelas XI IPS 2,terlihat Alex dan teman-temannya baru keluar dari kelas mereka.Tanpa sengaja Alex dan Nayla saling berpandangan.Sadar kalau Alex juga telah melihatnya,Nayla langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.Nayla melewati Alex dan teman-temannya tanpa menghiraukan mereka.
"Hey...lo cewek yang kemarin lompat pagar itu kan..??"Alex memanggil Nayla saat Nayla melewatinya.Nayla menghentikan langkahnya,menengok ke arah Alex dan tersenyum tipis.
"Iya..."jawab Nayla singkat dan segera melanjutkan langkahnya.
"Tunggu...!!"panggil Alex lagi membuat Nayla menghentikan langkahnya lagi "Mau bareng...??"tawar Alex membuat teman-temannya heran melihat apa yang Alex lakukan.
"Nggak usah,,gue udah dijemput.Makasih..."Nayla menolak tawaran Alex dan segera berlalu meninggalkan Alex dan teman-temannya.Kali ini Nayla sedikit mempercepat langkahnya agar bisa segera pergi dari Alex dan teman-temannya.Dengan nafas sedikit terengah-engah Nayla akhirnya sampai di depan pintu gerbang.Beruntunglah mobil jemputannya suda menunggu disana.Nayla segera masuk kedalam mobilnya dengan lega.
"Hhhuuuf...kenapa gue malah jadi sering ketemu dia sih..??mana dia inget sama gue lagi...Semoga besok-besok gue gak ketemu dia lagi..."monolog Nayla.Nayla benar-benar takut kepada Alex.Nayla masih ingat dengan jelas apa yang telah dilakukan Alex kepada Siska.Dia benar-benar takut jika hal itu juga terjadi kepadanya.Sebisa mungkin Nayla harus menghindari Alex dan teman-temannya.
Sementara itu Alex dan teman-temannya tengah berjalan menuju tempat parkir.
"Cewek yang tadi siapa Lex...??"tanya Miko heran karena tak biasanya Alex menyapa perempuan terlebih dulu.Biasanya merekalah yang menyapa Alex.
"Bukan siapa-siapa..."jawab Alex santai.
"Kok lo bisa kenal sih...biasanya lo yang terkenal...Mana pake lo ajak bareng lagi..??Mau lo apain tu cewek..??"kali ini Regan yang bicara.Regan menduga kalau Nayla adalah cewek yang menyukai Alex dan Alex akan sengaja untuk menjadikannya mainan sama seperti yang dilakukan Alex kepada Siska dan cewek-cewek lainnya.
"Maksud lo..??"Alex malah balik bertanya kepada Regan karena tak mengerti maksud pertanyaan Regan.
"Yaa...gue pikir tu cewek mainan baru lo...kayak Siska dan cewek-cewek lainnya.Lagian tu cewek dilihat-lihat manis juga...Sikat aja sekalian Lex.Cicip dikit gak papa lah..."jawab Regan enteng membuat Alex langsung memukul kepalanya hingga membuat Regan mengaduh kesakitan.
"Otak lo m*sum aja...Lo pikir makanan pake di cicip segala..."Umpat Alex.
"Yaaa..gak ada salahnya dong kalo dianya juga mau.. hehehe"Regan terkekeh sambil mengusap-usap kepalanya yang masih terasa sakit karena pukulan Alex.
"Lo pikir gue apaan..??"
"Trus ngapain coba lo tadi pake nawarin ngajak bareng..??jangan-jangan lo naksir sama tu cewek..??"Ucap Regan diikuti dengan pandangan teman-teman yang lainnya.Melihat tatapan mengintimidasi mereka,Alex hanya mengangkat bahunya sambil melangkah menuju dimana motornya berada.
"Gak jelas lu pada..dah,,gue balik dulu..!!"Alex segera melajukan motor sport kesanyangannya meninggalkan teman-temannya yang masih saling berpandangan dengan wajah heran.
"Fix...kayaknya beneran Alex naksir tu cewek..."ucap Miko.
"Kalo iya syukur deh...kalo Alex punya pacar kan fans-fansnya pasti bakalan gak ngejar-ngejar Alex lagi.Kasian gue ngelihat mereka dikerjain Alex.. "Kali ini Dava yang bicara.
"Iya juga sih...inget sama Inggrid itu ga..??,diajak jalam ke puncak,tapi belom samoe puncak malah diturunin di pinggir jalan..."
"Sama Michel lo inget kan...yang kek cabe-cabean itu...Mau-maunya disuruh ngirim foto sexy ke Alex,,eeeh...malah sama Alex di share di grup sekolah...akhirnya tu anak malu trus langsung cabut dari sekolah..."keempat teman Alex mengingat kelakuan Alex sampai geleng-geleng kepala.
Ya...begitulah Alex.Dengan ketampanannya dia menarik perhatian banyak gadis di sekolah.Tapi dia hanya menjadikan gadis-gadis itu mainannya.Terkadang Alex mengerjai mereka melebihi batas...bahkan kadang membahayakan gadis-gadis itu.Meskipun begitu,gadis-gadis itu tak henti-hentinya mengejar Alex.Bahkan ada yang menawarkan one stand night dengan Alex.Tapi Alex sama sekali tidak tertarik akan hal itu.Bukannya Alex tidak normal,,tapi Alex hanya ingin melakukannya dengan orang yang benar-benar dia cintai.
***
Senin pagi yang cerah.Seperti biasa,,hari Senin adalah hari dimana banyak siswa terkena hukuman.Entah itu karena terlambat ataupun tidak memakai atribut yang lengkap.Dan jika sudah begitu,maka yang akan mengawasi anak-anak yang terkena hukuman adalah anggota OSIS.Saat ini Nayla sedang mendampingi Varo,si ketua OSIS yang tengah memberikan hukuman.Ada yang menyapu halaman ada yang push up,ada yang lari keliling lapangan.Hukuman itu berbeda-beda sesuai kesalahan yang mereka lakukan.
"Karena kalian terlambat,kalian lari keliling lapangan sepuluh kali.Setelah selesai,kalian lapor sama Nayla,sekretaris saya...mengerti..."ucap Varo lantang sebelum memberikan hukuman kepada mereka lalu meninggalkan Nayla disana karena Varo akan memberikan hukuman pada siswa yang lainnya.Nayla berdiri di pinggir lapangan upacara sambil membawa buku dan bolpoin untuk mencatat nama siswa yang datang terlambat.
Sepuluh menit kemudian,satu persatu siswa telah menyelesaikan hukuman mereka.Mereka segera menghampiri Nayla untuk melaporkan bahwa hukumannya telah selesai dan Nayla mencatat nama mereka.
"Rendra..kelas X IPA 2"
"Kesya,,kelas XI IPS 3"
"Dirga..kelas X IPA 1"
Satu persatu mereka menghampiri Nayla dan melaporkan nama serta kelas mereka.Nayla segera menulis nama mereka di buku yang dibawanya tanpa melihat kearah mereka.
"Alex..kelas XI IPS 2"
Mendengar nama itu Nayla terkejut dan reflek melihat kearah siswa yang berbicara dengannya itu.Betapa shocknya Nayla ternyata memang benar-benar Alex si ketua genk yang br*ngs*k itu.Alex melemparkan senyumnya kearah Nayla saat Nayla melihatnya.Tapi Nayla segera menyelesaikan pekerjaannya dan langsung berniat untuk meninggalkan tempat itu karena Alex adalah orang terakhir yang menyelesaikan hukuman.Merasa aneh dengan sikap Nayla padanya Alex langsung mencekal tangan Nayla membuat Nayla sangat terkejut dan ketakutan.
"Mmm..mau apa lo..??"
"Kok lo takut gitu sih...??"Alex langsung melepaskan tangan Nayla saat melihat ekspresi Nayla yang ketakutan.
"Gak...gak papa...yaudah,,gue duluan.tugas gue udah selesai..."Nayla langsung meninggalkan Alex yang terheran-heran melihat sikap Nayla.
***
Di kantin sekolah..Alex dan teman-temannya tengah menikmati makanannya.Tanpa sengaja Alex melihat Nayla yang juga sedang berada di kantin dengan beberapa temannya.Alex mengamati tingkah laku Nayla.Nayla saat itu sedang menikmati makanannya sambil bersenda gurau dengan teman-temannya.
"Kalau dilihat sepertinya dia bukan anak yang pendiam.Dia banyak bicara saat bersama teman-temannya...Tapi kalo sama gue kenapa sikapnya beda banget ya...??."pikir Alex.
"Wooy lex...lihatin apa sih lo...??"Suara Boby mengagetkan Alex.
"Bukan apa-apa."Alex langsung mengalihkan pandangan ke arah makanannya dan segera melanjutkan makannya.Tapi Boby maseh penasaran dengan apa yang Alex lihat dan langsung mengarahkan pandangannya ke Arah Nayla karena tadi Boby melihat Alex melihat Nayla dalam waktu yang cukup lama.
"Lo sebernarnya ada apa sih sama cewek itu..??lo naksir..??gue perhatiin sikap lo beda ke dia.Gak biasanya lo nyapa cewek duluan..."Diantara teman-teman Alex,Boby itu orangnya paling serius.
"Tau lah...gue cuman heran aja sama tu cewek.Biasanya cewek-cewek tu pada SKSD sama gue,,lah dia kayaknya cuek banget ke gue.Kalo gue rasa cewek itu lebih ke ngindarin gue gitu...Padahal sebelumnya gue tu gak pernah ada masalah sama dia..."Boby dan Alex berteman sejak SD,jadi Alex lebih terbuka sama Boby dibandingkan teman yang lainnya.Selain itu,Boby adalah pendengar yang baik.
"Emangnya gimana ceritanya lo bisa kenal sama dia..??"
"Gue gak sengaja ketemu dia pas bolos di belakang sekolah.Tu cewek lagi manjat pagar gara-gara telat.Gue juga gak sempat kenalan sama dia..Gue tahu nama dia aja dari name tagnya...pokoknya setiap kali lihat gue,tu anak selalu kabur deh menurut gue."
"Serius banget lu berdua,pada ngomongin apa sih...??"Regan,Dave dan Miko yang sedari tadi asik ngobrol bertiga tidak mengetahui apa yang dibicarakan Boby dan Alex.
"Gak ada...udah selesai belom kalian makannya..??kayak cewek ,,makan aja lama...Gue bayar dulu lah,tar langsung kek kelas ya..."Alex mengalihkan pembicaraan dan segera pergi untuk membayar makanan mereka.Saat akan menuju kelasnya Alex melihat Nayla baru keluar dari toilet sediri Alex segera menghampiri Nayla.
"Hey...ketemu lagi.Gak nyangka ya ternyata lo ternyata sekretaris OSIS.Ternyata sekretaris OSIS bisa telat n manjat pagar juga...."
Nayla terkejut melihat Alex sudah berdiri di depannya.Nayla melihat sekitar,tidak ada satu orang pun."gimana kalo gue di apa-apain..??mana gak ada orang lagi selain gue sama dia..."batin Nayla.Karena takut,Nayla hanya mematung melihat Alex.
"Hey...lo bisa denger suara gue kan??"Alex heran melihat Nayla selalu bersikap seperti itu padanya.
"Hah...??engg ...enggak. Eh...gue duluan ya,mo balik kelas.keburu bel..bye..."Nayla segera kabur dari Alex tanpa memperdulikan suara Alex yang memanggil namanya.
***
Jam pelajaran terakhir.Para siswa mulai tidak bersemangat untuk mengikuti pelajaran.Ada yang tertidur dikelas,ada yang menyimak pelajaran sambil mengipas-kipaskan buku karena kepanasan,bahkan ada yang sedang mabar.tentu saja dengan mode silent agar tidak ketahuan oleh guru.Sama halnya dengan Alex,meskipun terlihat tenang namun pikirannya melayang entah kemana.Otak Alex tak bisa berhenti memikirkan Nayla Alex sendiri tak tahu perasaan apa ini.Hatinya merasa kecewa karena setiap kali diabaikan oleh Nayla.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba.Bel tanda berakhirnya jam sekolah pun berbunyi.Semua siswa bersorak senang.Setelah guru keluar kelas,para siswapun mulai keluar kelas.
"Kalian duluan aja,gue mau ke toilet dulu...Langsung balik aja gak usah nunggu gue,tar malem aja kita ngumpulnya.."ucap Alex kepada teman-temannya meminta mereka untuk pulang dulu.Meskipun heran,mereka mengikuti perintah Alex.
Alex tak tahan dengan gejolak hatinya.Dia harus menuntaskan masalah perasaannya.Selepas dari toilet tadi Alex mengikuti Nayla.Jadi sekarang Alex tahu Nayla siswa dari kelas mana.Ternyata kelas Nayla bersebelahan dengan kelas Alex.Jadi Alex berencana untuk menunggu Nayla di depan kelasnya.Alex memperhatikan setiap siswa yang keluar dari kelas XI IPS 1.Beruntungnya Alex karena Nayla keluar dari kelas paling akhir di saat semua temannya sudah pergi meninggalkan kelas itu.
"Gue mau ngomong sama lo...!! "Ucap Alex saat Nayla sampai didepan pintu.Tanpa memberi aba-aba Alex segera menarik Nayla masuk ke dalam kelas dan menutup pintu kelas serta menguncinya dari dalam.Nayla benar-benar ketakutan dengan sikap Alex.
"Lo mau ngomong apa..??kk..ke..kenapa gak ngomong diluar aja...??"Nayla berusaha melepaskan cengkeraman tangan Alex.Tapi sayangnya tenaga Alex jauh lebih kuat darinya.
"Gak,, karena lo pasti mau ngindarin gue lagi...kenapa sih lo selalu ngindarin gue..??"tanya Alex menatap tajam kepada Nayla dengan masih mencekal kuat tangan Nayla.
"Enggak..gue gak ngindarin lo.emang kita gak saling kenal kan,jadi gak ada yang perlu dibicarain...pliss...lepasin gue...tangan gue sakit.."
Alex segera melepaskan tangan Nayla begitu sadar tangan Nayla kesakitan akibat ulahnya.
"Sori...gue gak maksud nyakitin lo.."
Nayla langsung menggunakan kesempatan itu untuk segera menuju pintu kelas,tapi belum sampai di depan pintu lagi-lagi Alex menariknya.
"Lo mau kemana..??lo gak denger tadi gue mau ngomong hah..??"bentak Alex.Alex menghempaskan tubuh Nayla dengan kasar dan mendorongnya sampai ke dinding.Dengan kedua tangannya Alex menghalangi tubuh Nayla sehingga Nayla tidak bisa bergerak kemana-mana."Jangan pernah coba hindarin gue..ngerti..??"Alex menatap wajah Nayla tajam.Kali ini wajahnya hanya berjarak beberapa centi saja dari wajah Nayla.
Nayla sangat ketakutan sehingga badannya gemetaran.Dia teringat apa yang dilakukan Alex kepada Siska.Mungkinkah ini akan terjadi padanya juga..??
"Enggak...ggg..gue gak ngindarin lo..plis,lepasin gue..jangan apa-apain gue...gue mohon...hiks..hiks"Nayla menangis karena takut Alex akan berbuat macam-macam padanya.Kaki Nayla terasa lemas hingga tubuhnya merosot dan terduduk di lantai."Gue mohon...jangan ganggu gue...."ucap Nayla terisak.Alex tak kuasa melihat pemandangan di depannya.Hati Alex ikut merasakan sakit saat melihat Nayla menangis.Alex segera berjongkok didepan Nayla.Alex mengusap air mata Nayla dan menyandarkan kepala Nayla di dada bidangnya.
"Ssshhh...gue gak nyakitin lo..jangan nangis lagi.Gue gak akan apa-apain lo..maafin gue udah buat lo nangis..."ucap Alex lirih sambil memeluk Nayla yang masih menangis.
Alex menyesali perbuatannya kepada Nayla karena saat melihat Nayla menangis,hatinya ikut merasakan sakit.
"Gue janji gak akan buat lo nangis lagi...gue sayang sama lo..."lirih Alex yang kini ikut duduk dilantai disamping Nayla.Sementara Nayla tangisnya sudah mulai mereda.Tangan Alex mengelus puncak kepala Nayla dan menyandarkan kepala Nayla di pundaknya.
"Jangan pergi..biarkan seperti ini dulu..."
Alex menempelkan kepalanya di kepala Nayla.Berdekatan dengan Nayla seperti ini membuat hatinya merasa damai.Alex akhirnya menyadari bahwa dia telah jatuh cinta kepada Nayla.
"Akhirnya,,Alex si bad boy ini bisa jatuh cinta.Gue janji akan menjaga lo selamanya...Nayla.."janji Alex dalam hati.
*SELESAI*
Terimakasih yang sudah membaca karya saya yang masih belum sempurna ini.Mohon dukungannya ya...jangan lupa tinggalkan like atau komentarnya..biar authornya makin semangat dalam berkarya.Semua kisah ini hanya imajinasi dari author.jika ada kesamaan tokoh atau cerita itu hanya kebetulan ya.Kalau banyak like,,author akan buat part 2 nya..terimakasih