Alex berdiri didepan rumah mewah yang beberapa tahun ini tidak ditinggalinya.Hari ini Alex baru saja tiba di tanah kelahirannya setelah selama lima tahun menempuh pendidikan di Jerman.Alex tersenyum dan segera melangkah memasuki rumah yang dirindukannya itu.Meskipun ada kenangan pahit dirumah ini,namun nyatanya Alex tetap merindukan tempat ini untuk kembali pulang.
Saat memasuki rumahnya,Alex begitu terkejut karena di dalam ternyata sudah disambut oleh teman-temannya..Terlebih lagi ada ibu dan adik sambung Alex.
"Selamat datang kembali bro....Gue kangen banget sama lo..."Boby memeluk erat sahabatnya itu.
"Kangen sih kangen..tapi meluk lo kenceng banget nih...Gue gak bisa nafas tau..."
Reflek Boby langsung melepaskan pelukannya.
"Sori...sori..gue seneng akhirnya lo balik kesini..."Boby terkekeh.
"Waaaah...sekarang udah jadi Arsitek terkenal ni...Gue bangga sama lo bro..."Regan meninju dada Alex dengan pelan.Mereka berdua tertawa dan akhirnya berpelukan.Tak lama Miko dan Dave pun bergantian memeluk Alex.
Setelah melepaskan rindu kepada teman-temannya Alex melihat sosok wanita yang berdiri sambil merangkul seorang anak laki-laki yang kira-kira usianya masih belasan tahun.
"Momy...??"Alex segera memeluk ibunya,ibunyapun membalas pelukan anak yang sebenarnya sangat disayanginya itu."ini Axel mom.. ??"Alex melihat kepada anak laki-laki yang sedari tadi berdiri disamping momy nya itu.
"Iya...Axel salim sama kak Alex...!! "Ucap momy.Axel segera menyalami kakaknya itu.
"Hai Axel...waah,sekarang udah gede ya.. udah kelas berapa...??"
"Kelas tiga SMP kak..."
"Waaah...udah mau ujian dong...??belajar yang rajin ya,,jangan main terus..."Alex mengacak-acak rambut adik sambungnya itu."Ya udah...kita makan yuuk..udah laper ni...!!"
"Oooh iya...udah disiapin dari tadi juga. "Seru teman-teman Alex.Mereka segera menuju meja makan yang disana sudah terhidang banyak makanan kesukaan Alex.
"Ini momy yang masak..??"Alex melihat masakan yang duku sering dimasakkan momy untuknya.Momy menganggukkan kepala membuat mata Alex berbinar-binar.Alex segera makan dengan lahapnya karena sudah sekian lama tidak memakan masakan dari ibu yang sebenarnya sangat dirindukannya itu.
***
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.Teman-teman Alex segera berpamitan karena mereka besok masih harus kuliah.
"Momy sama Axel mau pulang atau nginep disini..??,"
"Hari ini momy nginep sini...tadi udah izin sama papi...tapi besok momy minta tolong kamu anterin Axel ke sekolah ya,sekalian pulangnya kamu jemput sekalian.Besok momy ada acara sama papi ...Rencananya mau nginep di luar kota.Jadi,,momy titip Axel sama kamu ya..."Yang dimaksud papi oleh momy adalah ayahnya Axel yang tak lain lagi adalah ayah tiri Alex.Alex menganggukkan kepalanya.
"Yaudah..momy bisa tidur di kamar tamu...Axel mau tidur di kamar tamu juga apa sama kakak...??"
"Axel tidur sama kak Alex aja...masih pengen ngobrol.."
Momy segera menuju ke kamar tamu yang ada di lantai satu.Sedangkan Alex dan Axel menuju kamar Alex yang ada di lantai dua.
Sebenarnya hubungan Alex dengan ayah dan adik sambungnya tidaklah buruk.Ayah sambungnya menganggap Alex seperti anak kandungnya sendiri..begitu juga dengan Axel yang sejak kecil sangat menyukai Alex.Tapi karena waktu itu Alex masih terlalu muda dan pikirannya masih labil..Alexlah yang menjauhi mereka karena dia masih terluka atas perceraian momy dan dadynya.Seiring berjalannya waktu,Alex semakin dewasa dan kini mulai bisa memahami keadaan kedua orang tuanya.
Hampir semalaman Alex dan Axel tidak tidur dan malah mengobrol.Alex tersenyum kecut mendengar cerita Axel tentang gadis disekolah yang disukainya...seketika Alex teringat dengan Nayla.Gadis yang selama lima tahun ini masih ada dihatinya.Beberapa kali Alex mencoba menjalin hubungan dengan gadis lain di Jerman,namun tetap saja Alex masih belum bisa move on dari Nayla.
***
Selama di Jerman Alex benar-benar menjadi anak yang baik.Alex belajar dengan sungguh-sungguh hingga lulus SMA dan Kuliah dengan nilai yang memuaskan.Bahkan saat masih kuliah,Alex sudah sering mendapatkan job di Jerman.Karena prestasinya yang bagus,nama Alex pun terkenal sehingga namanya sering muncul di televisi maupun tabloid.
Alex mendapatkan tawaran untuk membangun sebuah apartemen di Indonesia. Kebetulan sekali lokasinya di kota kelahiran Alex sehingga tanpa ragu-ragu Alex langsung menerima tawaran itu.Walaupun terpisah jauh dari teman-temannya,Alex masih sering berkomunikasi.Tak heran jika teman-temannya mengetahui kepulangan Alex dan menyambutnya.
Pagi ini Alex sudah bersiap-siap dengan pakaian kerjanya.Rencananya Alex akan melihat-lihat lokasi pembangunan terlebih dahulu.Setelah menyelesaikan sarapannya,Alex segera berangkat menuju ke lokasi pembangunan.Tak lupa sebelumnya Alex mengantarkan Axel ke sekolah terlebih dahulu.
"Makasih kak...Axel sekolah dulu ya..!!Nanti kak Alex gak usah jemput aja,Axel mau main dulu ke rumah temen..Axel bisa pulang sendiri..."
"Oke...kalo butuh apa-apa kabarin kakak aja...Momy lagi keluar kota soalnya...!!"pesan Alex sebelum menurunkan Axel.Axel hanya mengangguk lalu segera turun dari mobil.
Alex melajukan mobilnya menuju lokasi pembangunan.Kebetulan Alex sudah membuat janji dengan pihak Perusahaan yang mengontraknya.Setelah melihat lokasi pembangunan,barulah Alex menuju ke perusahaan tempat dia bekerja.Hari ini Alex memulai pekerjaannya dengan semangat.
***
Nayla keluar dari kelasnya dengan sedikit tergesa-gesa.Pasalnya,hari ini dia mendapatkan jadwal jaga siang.Jadi,setelah jam kuliahnya selesai dia harus segera menuju ke Rumah Sakit tempat dia bekerja.Selain bekerja sebagai dokter,Nayla juga sedang menempuh pendidikan spesialis kandungan karena menjadi dokter kandungan adalah cita-cita Nayla sejak dulu.
Nayla berusaha keras agar dia bisa masuk ke fakultas kedokteran.Bahkan Nayla mengesampingkan perasaannya agar dia tetap bisa fokus meraih cita-citanya dan ternyata usahanya tidak sia-sia.
Nayla tidak pernah menyesali keputusannya karena menolak cinta Alex dulu.Selain cita-citanya telah tercapai,Nayla juga tahu bahwa kehidupan Alex sekarang telah jauh berubah jadi lebih baik.Alex sering muncul di televisi maupun tabloid karena prestasinya yang membanggakan.
Nayla telah sampai si rumah sakit tempat dia bekerja.Setibanya disana,Nayla harus segera menangani beberapa pasien di IGD.Berapa anak mengenakan seragam SMP dengan beberapa lebam di tubuh dan wajah mereka.Bahkan sebagian luka mereka mengeluarkan darah segar.
"Kenapa ini...??"tanya Nayla sambil mengobati luka mereka satu persatu dibantu oleh perawat dan rekan dokter lainnya.
"Sepertinya mereka habis berkelahi dok...Mereka tadi diantar warga kesini...."jawab salah satu perawat yang membantu.Nayla hanya menggelengkan kepalanya sambil menjahit luka seorang anak yang mengalami luka robek dibagian lengannya.Sepertinya terkena senjata tajam karena lukanya cukup dalam.
"Ini kenapa kok bisa gini..??kalian habis berantem ya...??"Nayla mengajak anak itu berbicara.Anak itu hanya mengangguk sambil meringis menahan sakit.
"Nah,,sakit kan..??Lain kali jangan berantem lagi makanya..."ucap Nayla lagi.Sementara anak laki-laki itu hanya terkekeh mendengar ucapan Nayla."Kenapa wajahnya seperti familiar...??"batin Nayla.Tiba-tiba Nayla memikirkan Alex...seorang cowok tengil yang dulu pernah mengejar-ngejar Nayla. "Mirip Alex...bandelnya juga sama..."batin Nayla lagi.
"Apa keluarga mereka sudah dihubungi...??"tanya Nayla perawat karena rekan dokternya kini harus menangani pasien di ruang rawat inap.
"Sudah dok..mungkin mereka sedang dalam perjalanan..."
Beberapa saat kemudian keluarga dari anak-anak itu mulai datang.Nayla memberikan resep obat kepada keluarga yang menjemput anak-anak itu.Di ruang IGD masih ada satu anak yang keluarganya belum datang.Nayla memeriksa keadaannya sambil menunggu keluarga anak itu datang menjemput.
"Axel,,kamu gak papa kan...??"terdengar suara dari arah belakang Nayla karena Nayla sedang duduk menghadap anak itu.
"Axel gak papa kak...cuman robek dikit doang..!!"
"Ngapain sih pake berantem segala...??kalo momy tahu gimana..??bisa kena omel kamu nanti..."
Nayla terpaku sesaat setelah melihat siapa orang yang baru saja datang.Begitupun dengan orang itu.Mereka saling pandang dan Alex segera tersadar dari keterkejutannya.
"Nayla...??"
"Alex..??"ucap mereka bersamaan.
"Ini...??"Nayla menunjuk ke arah Axel.
"Adek gue..."
Nayla mengangguk mengerti."ooooh...pantes mirip.Bandelnya juga..."canda Nayla.
Alex tersenyum menanggapi ucapan Nayla."Iya...nih...hehe.Sekarang udah jadi dokter ya...??"
"Iya...ini sambil ngambil jurusan spesialis...masih sambil belajar juga...Lo udah hebat ya sekarang..!!Udah jadi arsitek..."
"Hehe..iya Nay...berkat lo..."
"Apanya...??itu berkat lo sendiri tau...elo yang punya kemauan buat menjadi lebih baik..."Nayla tersenyum manis menatap Alex.Seperti tersihir,Alex terus memandang Nayla tanpa berkedip.
"Ehemmm....ini Axel kenapa dicuekin nih...??"Suara Axel membuat Nayla dan Alex tersadar kalau bukan hanya mereka yang di ruangan itu.
Nayla segera menjelaskan tentang luka-luka Axel serta memberikan resep obat kepada Alex.Alexpun segera berpamitan karena dia harus kembali melanjutkan pekerjaan yang tadi dia tinggalkan karena mendapat kabar buruk dari Axel.
"Thanks ya Nay...btw,,kapan-kapan kita masih boleh ketemu lagi kan..??"
Nayla hanya memberikan senyuman manisnya tanpa menjawab membuat Alex memikirkan apa maksud jawaban Nayla.Alex hanya pasrah meninggalkan tempat itu karena Axel sudah merengek minta untuk diantarkan pulang.
***
Malam harinya Alex sama sekali tidak bisa tidur.Pikirannya tidak bisa berhenti untuk memikirkan Nayla.Alex segera meraba dadanya."Sejak dulu sampai sekarang,getaran itu masih ada Nay.Dan itu hanya terjadi saat gue ketemu sama lo...Gak ada yang pernah bisa gantiin lo di hati gue Nay..."lirih Alex.
"Kak Alex ngomong apa...??"ternyata Axel disebelahnya belum tidur dan mendengar gumaman Alex.
"Ngomong apa sih...ngigo kamu..."elak Alex.
"Kak Alex mikirin bu dokter yang cantik tadi ya...??Apa kak Alex suka sama bu dokter tadi...??"goda Axel membuat wajah Alex berubah menjadi merah.
"Apaaan sih..anak kecil sok tahu.Udah,,tidur sana .Aku bilangin momy bari tau rasa..."ancam Alex.Mau tak mau Axelpun diam dan kembali memejamkan matanya.
Alex segera mengambil hp yang dia letakkan di meja sebelah tempat tidurnya dan segera menghubungi Boby melalui aplikasi whattsap.
Boby yang sudah hampir tertidur kembali membuka mata saat mendengar suara notifikasi dari hpnya.Dengan menahan kantuk,Boby mengambil hp untuk membuka pesan di hpnya.
Alex: "Bro...masih inget Nayla kan...??,"
Boby: "Inget lah...cewek yang bikin lo galau kan..??kenapa...??masih belom move on..??"
Alex : "hhhhh...keknya belom.Gue tadi sempet ketemu sama dia...udah jadi dokter sekarang.Mana makin cakep lagi...Gimana gue mau move on coba..??"
Boby : "Cari tau dulu,,udah ada yang punya belom..??Kalo belom,,coba aja deketin lagi.Kalo udah ya lupain aja...jangan sampe lo galau lagi trus kabur ke Jerman lagi...Haha..."
Alex : "Sialan lo...sempet ngobrol gue tadi.Dia masih kuliah ngambil spesialis.Bantuin gue dong cari info dia kuliah dimana...!!"
Boby : "Dia satu kampus ama gue...Gue lupa ngomong...hehe...sori bro"
Alex : "Dasar teman gak pengertian.Kenapa gak ngomong dari dulu...??"
Boby : "gue kira lo udah move on...Lo udah punya cewek juga kan di Jerman...??"
Alex : "Udah enggak...Gak bisa move on dari Nayla gue.Makanya ni gue balik kek Indo."
Boby :"wkwkwkwk...udah ah gue mo tidur.Besok gue sidang skripsi.Jangan ganggu woy..!!"
Alex : "Ya deh...good luck.Kalo Nayla ke kampus jangan lupa kabarin gue ya...!!"
Boby : "iya bawel...udah gak usah bales lagi.Gue beneran ngantuk nyet..!!Lo mimpiin Nayla aja sana..."
Boby segera menaruh hpya asal-asalan.Matanya sudah tidak kuat menahan kantuk yang sedari tadi ditahannya.
Sementara Alex masih belum bisa memejamkan matanya.Pikirannya terus berkutat tentang Nayla.
"Nayla....Jangan siksa gue lagi.Gue mohon setelah ini lo terima cinta gue...."Karena lelah,akhirnya mata Alex terpejam dengan sendirinya.
***
Siang ini Alex mengunjungi kampus Boby karena mendapat kabar dari Boby bahwa Nayla juga sedang berada di kampus.Alex sengaja menunggu Boby di tempat parkir agar bisa melihat jika Nayla lewat sana.Benar saja,tak berapa lama terlihat Nayla tengah berjalan menuju pintu keluar kampusnya melewati parkiran.Alex yang sedari tadi duduk di luar mobilnya segera melangkah menghampiri Nayla.
"Nayla...Lo kuliah disini juga..??"Alex berpura-pura tidak tahu kalau Nayla kuliah disini.
"Iya..Lo ngapain disini..??"
"Gue tadi nungguin Boby...hari ini dia sidang skripsi.Gue mo suport aja...Lo mau pulang..."
"Iya,,tapi gue langsung ke rumah sakit...Gue dapet shift siang.. "
"Lo naik apa...??"
"Gue udah order taksi online sih..tapi belom ada yang nyantol nih...tar palingan naik bus aja biar cepet..."
"Yaudah..gue anter aja..!!"
"Lah..elo gak kerja..??"
"Gak papa...kerjaan gue udah beres kog.Tinggal mantau aja..."
Mau tidak mau Nayla menurut saat Alex membukakan pintu mobilnya dan menyuruh Nayla masuk.
Sekitar dua puluh menit kemudian mereka telah sampai di rumah sakit tempat Nayla bekerja.Alex kembali membukakan pintu untuk Nayla dan membuat Nayla tersenyum dengan malu-malu.
"Thanks ya lex..."
"Sama-sama...Lo nanti pulang jam berapa..??gue jemput sekalian..."
"Udah,gak usah...nanti ngrepotin lo...Gue bisa sendiri kog..."tolak Nayla karena merasa tidak enak.
"Gak papa...lagian gue seneng kog lo repotin.Gue jemput ya...pokoknya lo tungguin gue..."paksa Alex.Akhirnya Nayla memberitahu jadwal pulangnya.Alex membunyikan klakson menandakan dia akan meninggalkan tempat itu.Nayla mengangguk dan melambaikan tangan ke arah Alex.Tak lupa senyuman manis menghiasi wajahnya.
Alex meninggalkan parkiran rumah sakit dengan senyum yang masih tertinggal di wajahnya.Betapa senangnya setelah bertahun-tahun akhirnya dia bisa melihat Nayla tersenyum untuknya.
Namun siapa sangka dari tadi ada seseorang yang melihat mereka dengan wajah yang terlihat tidak suka.Tangannya mengepal dengan kuat menandakan bahwa dirinya sedang menahan amarah.
***
Beberapa hari berlalu.Sudah menjadi rutinitas Alex untuk mengantar dan menjemput Nayla ke kampus dan juga ke rumah sakit.Sebenarnya Nayla sudah menolak Alex untuk mengantarkannya setiap hari karena itu merepotkan sekali untuk Alex.Tapi Alex bersikeras tetap ingin mengantar jemput Nayla meskipun memang merepotkan.
Hari ini kebetulan Nayla tidak ada jadwal kuliah dan mendapatkan jadwal shift pagi di rumah sakit.Jadi pagi-pagi Alex menjemput Nayla dirumahnya.Setelah berpamitan kepada ayahnya,Nayla segera berangkat ke rumah sakit bersama Alex.Hanya butuh waktu sekitar limabelas menit untuk sampai ke rumah sakit.Seperti biasa,Nayla melambaikan tangan sambil tersenyum kepada Alex.
Alex meninggalkan parkiran rumah sakit sambil sesekali melirik kaca spion untuk melihat Nayla.Alex mengernyitkan alisnya saat melihat seorang pria yang juga berpakaian dokter menghampiri Nayla.Pria itu menarik tangan Nayla untuk memasuki rumah sakit.Alex menghentikan mobilnya sejenak...ingin mencari tahu siapa pria itu.Alex merasa seperti mengenalnya...Setelah berpikir cukup lama akhirnya Alex mengingatnya.
"Itu kan si ketos...ternyata dokter juga.Apa mungkin mereka pacaran..??"karena penasaran akhirnya Alex kembali memarkirkan mobilnya dan mencoba mengikuti Nayla dan pria tadi yang tak lain adalah Varo,si ketua OSIS di SMA mereka.
"Nay,,gue mau ngomong...!!"Varo menarik tangan Nayla memasuki rumah sakit.Kebetulan ini masih pagi sehingga disana hanya ada beberapa perawat dan petugas kebersihan.Varo menarik Nayla di belakang ruang rawat inap yang sudah tidak digunakan.Jadi disana suasananya cukup sepi.
"Nay...cowok itu akhirnya kembali...??"
"Maksud lo apasih...??Ngapain lo narik gue kesini..??"Nayla berusaha melepaskan cekalan tangan Varo.
"Jadi lo masih ada rasa sama dia...??Selama ini lo nunggu dia kembali...jadi karena itu lo gak bisa nerima gue...??"Varo masih mencengkeram tangan Nayla dengan kuat.
"Var...lepasin gue ..!!"
"Apa sih kurangnya gue Nay...??Gue udah mati-matian ngejar lo.Bahkan gue jadi dokter biar bisa deket sama lo...tapi kenapa lo sama sekali gak ada hati sama gue...??Apa kurangnya gue Nay...??"Varo memukul tembok di sebelah Nayla membuat Nayla ketakutan dan menangis.
"Maafin gue Var...tapi gue gak bisa nerima lo...plis Var,,jangan paksa gue buat cinta sama lo..karena dihati gue cuman ada Alex...dari dulu sampai sekarang..."
"Gak bisa Nay...Lo cuman milik gue.Lo gak boleh dimiliki orang lain..."Mata Varo memerah karena menahan amarah.Pikirannya mulai tidak jernih karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan.
"Harusnya dulu gue jeblosin dia ke penjara aja biar hancur hidupnya...Haaah...Dan lo..selamanya akan jadi milik gue..."Varo benar-benar kehilangan akal.Tubuhnya menahan Nayla di dinding.Satu tangannya mencengkeram dua tangan Nayla di belakang tubuhnya sementara satu tangannya berusaha membuka kancing baju Nayla.Varo berusahan mencium leher Nayla,tiba-tiba seseorang menarik kerah bajunya dari belakang dan langsung memukul wajahnya.
"B*ngs*t lo...Mau lo apain Nayla hah...??"Alex ingin memukul Varo lagi,tapi kali ini dicegah oleh Nayla.
"Jangan lex..lo bisa kena masalah..!!"Mau tak mau Alex menuruti Nayla.Alex menuntun Nayla meninggalkan tempat itu.
"Cih...pendidikan lo tinggi ternyata gak menjamin otak lo waras..."ucap Alex kepada Varo sebelum pergi.Varo hanya terduduk dilantai memegangi pipinya yang terasa ngilu karena dipukul Alex.
Nayla memutuskan untuk izin dengan alasan tiba-tiba tidak enak badan.Untungnya ada temannya yang bersedia menggantikannya.Akhirnya Nayla kembali pulang diantar oleh Alex.
"Jadi,,selama ini lo ada rasa ama gue hah..??"goda Alex saat dia dan Nayla sudah berada dalam mobil.
"Gak usah ge er...gue cuman ngeles aja tadi,biar Varo gak ngejar-ngejar gue terus..."elak Nayla karena tertangkap basah mengatakan perasaannya kepada Alex yang selama ini dia pendam.
FLASHBACK
Lima tahun yang lalu
"Pliss Var...lo jangan laporin Alex ke polisi.Kalo sampai Alex dipenjara,masa depannya pasti hancur...Kasihan dia Var..."
"Dia udah mukulin gue sampai kayak gini Nay...enak aja dia bebas gitu aja.Trus lo bisa pacaran sama dia gitu...??"
"Enggak Var,,gak gitu.Gue emang gak mau pacaran sampai lulus SMA...gue juga gak bakal nerima dia kok..."
"Oke...gue gak laporin dia ke polisi asal lo janji bakal jauhin dia..."
"Iya Var..gue jauhin dia.Gue janjj....!! "
FLASHBACK OFF
Nayla menceritakan alasannya menjauhi Alex waktu itu.
"Jadi ternyata lo ngelindungin gue...??oooh...so sweet...!!"goda Alex hingga mmembuat wajah Nayla memerah karena malu.
"Apa sih..??gue cuman kasihan sama lo..gak lebih..."Nayla masih berusaha mengelak.
"Yakin cuma kasihan...??bukan karena cinta...??"Alex menaik turunkan alisnya sambil terus memandang ke arah Nayla.
"Apasih gak lucu...!!"Nayla memalingkan wajahnya keluar jendela berpura-pura marah.
"Nay..."panggil Alex pelan.
Nayla menengok kebelakang."deg..!!"wajah Alex tepat berada di depan wajahnya.Hembusan nafas Alex sampai terasa di wajah Nayla.
Alex mengambil satu tangan Nayla dan meletakkan di dadanya.
"Dari dulu sampai sekarang,cuma lo yang bisa buat jantung gue berdetak sekencang ini..."Alex mengambil cincin yang melingkar di jari telunjuknya.Sebuah cincin polos terbuat dari perak.Alex membawa cincin itu tepat di depan Nayla dan berkata "Nay...will you marry me...??"
Mata Nayla berkaca-kaca...perlahan Nayla menganggukkan kepalanya.Alex segera memakaikan cincin itu di jari manis Nayla.Meskipun agak sedikit kebesaran,namun cincin itu terlihat cantik di tangan Nayla.Alex memeluk Nayla dengan bahagia.Naylapun tak kuasa menahan air mata yang mengalir dipipinya.tentu saja itu adalah air mata bahagia.
Nayla memandang cincin yang mmelingkar di jari manisnya.
"Lex...cincinnya kebesaran dikit..."ucap Nayla.
"Ohh...itu kan emang cincin gue..!!gak papa pake itu dulu aja...Besok pas lamar kerumah lo,gue beliin cincin yang baru.itu tadi emergency soalnya...heheh.."
Nayla memanyunkan bibirnya."dasar gak modal..."
"Tapi lo suka kan...??"goda Alex.
"Aaaleeeeex....."Nayla salah tingkah dan memukuli dada Alex dengan pelan.Alex hanya terkekeh lalu segera menarik Nayla dalam pelukannya.
"I love you Nay...."
Nayla berhenti memukul dada bidang Alex karena kini tubuhnya terkungkung dalam dekapan Alex.Nayla mendongakkan wajahnya memandang Alex.
"I love you too..."
*SELESAI*
"Terimakasih buat kalian yang sudah mampir.Jangan lupa tinggalkan like dan koment nya biar author makin semangat dalam berkarya...."
"Auhor ikut bahagia karena Nayla dan Alex akhirnya bersatu.Buat kalian yang jomblo,author do'ain semoga bisa cepet nyusul Alex dan Nayla...hehe...becanda..."
"Terimakasih"