Kring ... Kring
Suara alarm dihandphoneku berbunyi.
" Heh, berisik sekali !!! jam berapa ini? " keluhku sambil mengambil handphone di atas meja samping tempat tidurku.
"Ah sial, sudah jam 7 aku bisa terlambat" ucapku langsung terburu-buru pergi kekamar mandi.
Sekitar 5 menit aku menunggu ojek yang tadi aku pesan, dan akhirnya ojek yang aku tunggu datang juga.
"Akhirnya, datang juga" ucapku saat tukang ojek itu menghampiriku.
"Pesanan atas nama Keyra Samira Mahendra?" tanya tukang ojek itu padaku, dan aku jawab dengan anggukan lalu memberikan helm padaku.
Sesampainya ditempat kerja dan sangat bersyukur aku sampai 3 menit sebelumnya, " Syukur deh, aku gak telat " ucapku saat sampai di pintu Cafe tempat aku bekerja. Aku bersiap untuk melakukan pekerjaanku sebagai seorang pelayan di cafe Baek, cafe ini milik sahabat kecilku dan kami sudah bersahabat sejak kecil tak hanya itu dia adalah satu-satunya orang yang selalu ada untukku. banyak sekali orang-orang menyangka bahwa dia pacarku tapi nyatanya dia menganggap aku sahabatnya saja, dan itu tak mungkin terjadi meskipun aku menyimpan rasa suka untuknya tapi entah mengapa aku tak bisa menyatakan perasaan aku pada dia karena aku takut dia membenciku karena itu aku hanya bisa menjadi sahabatnya dan menyimpan rasa sukaku padanya dengan didekatnya sudah membuat aku bahagia.
"Key, kau melamun ?" tanya Adrian kepadaku yang dari tadi aku hanya menatap buku menu sangat lama.
" Heh? tidak kok, jam segini belum ada pelanggan ya?" jawabku sambil mengalihkan pembicaraan yang lain.
"Kau ini selalu saja pintar mengalihkan pembicaraan !!" jawab Adrian yang seperti biasa sambil memegang kepalaku.
Hanya senyuman manis yang kuberikan padanya, tapi begitu nyaman atas perhatiannya sehingga perasaan ini tak bisa hilang sedikitpun "Kau ini !!" jawabnya sambil tersenyum manis yang membuat aku tak bisa berpaling.
Ting .... ting
Bunyi lonceng yang dipasang di pintu Cafe Baek
Seorang wanita cantik berambut panjang, memakai pakaian dress yang selutut berwarna biru langit senada dengan tas dipunggung dan sepatu kets yang memiliki hak betapa anggunnya cara dia berjalan, senyuman yang membuat para lelaki terhanyut.
"Permisi, saya pesan ice cappucino nya satu " ucapnya kepadaku yang berdiri dihadapannya.
"Baiklah" ucapanku sambil menekan mesin kasir.
"Tunggu sebentar ya kak !!" ucapku lagi karena akan membuat pesanannya.
Saat aku sedang membuat pesanan tak lama kemudian gema suara yang tak aneh bagi aku dengan menyapa pelanggan wanita itu.
Adrian POV
"Rania?" tanyanya Adrian agar tak salah orang.
"Ya ! " ucapnya binggung ada yang mengenalnya.
"Oh ternyata benar, kau Rania adik kelas yang populer saat masa SMA dulu !! " ucap Adrian dengan nada yang sangat bahagia.
"Kau ini kakak kelasku di SMA?" tanyanya sambil tersenyum.
"Ya, betul aku itu yang mengajakmu naik ke lantai atas saat kau dikejar para lelaki !!" ucap Adrian dengan panjang lebar.
"Hah ya, kau kakak kelas yang sangat dingin sekali !!" ucap Rania kepada Adrian.
Adrian End
Mereka terlihat begitu akrab membuat aku cemburu dan kesal tapi apa daya hanya bisa seperti ini. Setelah selesai aku memberikan pesanan dan menghampirinya tapi apa yang terjadi aku seperti patung yang di acuhkan oleh mereka betapa sakitnya, seandainya aku bisa bahagia untuk hari ini sekalipun juga tak apa-apa asalkan mendapatkan kebahagiaan bersama seorang yang sangat aku cintai. Aku terdiam sambil melamun dan terkaget saat Adrian memegang pundak aku.
" Key, kau melamun lagi?" tanya Adrian padaku saat wanita itu pergi.
"Heh?" jawabku yang bingung dan kaget juga lamunanku lagi dan lagi di kagetkan oleh Adrian.
"Kau ada masalah apa sih akhir-akhir ini sering melamun saat bekerja, ceritakan padaku kau ini sahabatku dan kau tak perlu sungkan !!!" katanya dengan panjang lebar.
Aku terdiam lagi dan lagi-lagi harus ada ucapan sahabat, " Tak bisakah Adrian menganggapku lebih dari sahabat?" ucapku dalam hati.
" Kau sedang melamun tak menjawab pertanyaanku?" katanya lagi.
"Tak ada apa-apa kok, aku ijin keluar sebentar untuk membeli sesuatu bolehkan pak Adrian?" Ucapku meminta ijin kepada Adrian dengan sopan untuk mencari udara segar.
"Baiklah" ucapnya tak banyak berbicara apapun. Aku langsung membuka celemek dan menyimpannya di atas meja lalu keluar, saat membuka pintu Adrian menghentikan langkahku.
"Key, tunggu !!" panggilannya saat aku akan membuka pintu dan otomatis aku menoleh kearahnya.
"Kau aneh hari ini, ku yakin kau ada masalah !!!" ucapnya yang terlihat seperti wajahnya sangat mengkhawatirkan aku.
" Tak ada kok" jawabku dengan singkat lalu pergi begitu saja.
Keyra POV
Aku tau kok kau khawatir kepadaku, karena aku di matamu hanya sahabatmu, saat berjalan hatiku berkata itu dan langsung menitikkan air mata dan tadi saja kau mengabaikanku didepan seorang wanita lalu sekarang kau mengkhawatirkanku sungguh tak habis pikir dengannya. Lalu aku duduk ditaman dengan menatap sekeliling taman yang begitu meriah dengan nuasa merah muda.
"Sebentar lagi valentine, aku sama sekali tak punya pacar!!" kataku dalam hati.
"Rasanya, melihat semua ini menjadikan aku semakin benci !!" ucapku lagi sambil menendang botol yang ada di hadapanku.
"Aww" rintihan seorang laki-laki yang tak jauh didepan aku berdiri.
"Sial, siapa yang mengganggu tidurku !!" ucapnya sambil melihat kearah sekitar.
Aku yang mendengar dan melihat ada botol ditangannya " ya ampun botol yang kutendang tadi !!" ucapku dalam hati setelah itu aku pura-pura memainkan handphone agar tak ketahuan.
"Mudah-mudahan dia tak melihat kearahku !!" ucapku agar tak ketahuan, ingin rasanya berlari tapi tak mungkin pasti dia akan curiga. Saat aku berjalan tak menyangka laki-laki itu memberhentikan aku.
"Tunggu, kau wanita berbaju hitam !!! kau tau siapa yang tadi melempar botol ini ?" ucapnya padaku.
"Aku tidak tau!!" ucapnya sedikit membalikkan badannya dan berlalu pergi dengan cepat.
"untungnya tidak ketahuan, tapi laki-laki itu sepertinya tak asing " ucapku dalam hati sambil mengingat-ingat.
"Key, kau kemana saja?" ucap Adrian yang melihatku berjalan tak jauh dari cafe.
"Hallo pak Adrian !!" ucapku sambil membukukan badan dan berlalu masuk cafe.
"Lebih baik bersikap seperti ini dan mungkin aku akan berhenti kerja disini !!" ucapku dalam hati sambil mengeluarkan ponsel untuk mencari pekerjaan baru.
Keyra end
Melihat kearah Keyra yang masuk cafe tanpa menoleh " Kenapa dengannya?" ucapnya dan berlalu pergi ke taman.
"Rey?" panggil Adrian pada laki-laki yang dilihat keyra tadi.
Menoleh kearah suara dan melambaikan tangan. "Kapan kau datang dari Amerika?" tanya Adrian pada Rey.
"Kemarin !!" jawabnya dengan singkat.
"Kau ini tak berubah, apakah kau pulang kesini bosan dengan wanita bule?" tanya Adrian yang sedikit bercanda.
"Aku tak suka disana, hanya saja aku ingin mengejar wanita yang ada di hatiku 3 tahun yang lalu !!" ucap Rey yang sepertinya tak suka dengan Adrian.
"Siapa?" tanya Adrian yang begitu penasaran.
"Kenapa kau harus bertanya !! " ucapnya dalam hati dan Melihat kearah Adrian dengan senyuman.
"Suatu saat kau akan mengetahuinya !!" ucapnya dengan nada santai.
"Baiklah, kau memang seperti itu Rey dan ayo kita ke cafe Baek !!" ajaknya pada Rey sambil merangkul.
" Rian, apakah kau masih bersama Key? tanyanya sebelum menjawab pertanyaan Adrian yang tadi.
"Dia ada di Cafe Baek !!" ucapnya singkat.
Rey lalu beranjak dari taman dan berjalan menuju cafe Baek bersama Adrian.
Ting ... ting
Bunyi lonceng pintu masuk.
"Selamat dat-" ucapku terhenti saat seorang masuk dan terkejut juga.
"Laki-laki itu tau aku yang melempar botol?" ucapku dalam hati sambil melihat kearahnya yang sedang duduk.
"Kenapa key?" tanya Adrian kepadaku.
"Heh?" ucapku yang kaget.
"Laki-laki itu?" tanyaku pada Adrian.
"Kau tak mengenalnya? dia Rey !!" ucapnya.
"Apa?" jeritku karena kaget.
Rey yang duduk dekat jendela menoleh kearahku karena jeritanku yang begitu keras lalu aku menutup mulutku dengan tangan.
"Cepatlah, buatkan minuman untuk Rey !!" perintah Adrian padaku dan aku hanya mengangguk tanda setuju.
"Apa yang terjadi?" tanya Rey saat Adrian menghampirinya.
"Dia hanya kaget melihatmu !!" ucap Adrian sambil terkekeh kecil.
"Karena dia bertemu denganku tadi di taman !!" jawab Rey dengan singkat.
"Jadi tadi dia ke taman, hari ini sikapnya sangat aneh tak seperti biasanya !!" keluh Adrian pada Rey. Tak ada jawaban apapun dari Rey, karena Rey asik melihat Keyra yang sedang membuat ice cappucino.
"Rey kau kenapa melihat kearah Keyra?" tanya Adrian yang melihat sahabatnya selalu melihat kearah dapur.
"Heh? tidak kok aku melihat kearah semua cafemu !! kau hanya saja melihatku saat aku melihat kearah dapur" ucap Rey yang menyembunyikannya semua.
" Ini ice cappucino !!" kataku sambil menyimpan dua gelas ice cappucino.
"Tunggu Key ! " kata Adrian yang menahan aku untuk pergi.
"Ya kenapa pak?" ucapku sopan.
"Bukankah kau bertemu dengan Rey di taman?" tanyanya sambil menunjuk kearah Rey.
Akupun menoleh dan sedikit tersenyum kearah laki-laki yang memang tak sengaja aku lempar dengan botol minum. "Hem, ya pak!!" ucapku sedikit tak enak hati juga.
"Hah, begitu ya ? dia ini sahabatku saat SMA, kau juga seharusnya mengenalnya !!" kata Adrian yang mengingatkanku masa SMA.
"Hah iya, kau kakak kelas yang sangat terkenal sekali dikalangan wanita, laki-laki seperti vampir tapi tampan !!" ucapku sambil sedikit terkekeh.
Belum pun dijawab oleh Rey ataupun Adrian aku bergegas pergi karena ada pelanggan datang.
Adrian tertawa terbahak-bahak karena ucapan Keyra. "Rey, sudah aku bilang sikapmu tak perlu dingin terhadap orang lain terutama perempuan !!" jelas Adrian kepada Rey.
"Aku memang seperti ini !!" ucap Rey dengan singkat.
"Bagaimana saat kau mempunyai pacar, yang ada pacarmu akan cape melihat sikapmu seperti ini !!" kata Adrian.
"Aku akan cari wanita yang pantas dengan sikapku !!" ucap Rey.
"Siapa?" tanya Adrian.
"Kau hanya menanyakan hal yang tidak penting !!" ucap Rey yang kesal dengan sahabatnya yang satu ini.
"Kau ini, aku seperti ini karena peduli denganmu !!" ucap Adrian yang kesal dengan Rey karena sikapnya tak pernah berubah.
"Bagaimana denganmu?" tanya Rey kepada Adrian.
" Soal itu, aku?" ucap Adrian sedikit berpikir jawaban yang tepat.
"Kau tak bisa menjawabnya?" ledek Rey pada Adrian.
"Kau sangat pintar mengalihkan semuanya !!" ucap Adrian.
Skip
Adrian dan Rey sangat asik bercanda sehingga mereka tak mengenal waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, terlihat Keyra yang sudah mulai bersiap untuk pulang. " Pak pekerjaan aku sudah selesai, aku pamit pulang" ucapku berlalu pergi.
"Sudah malam juga, aku pamit pulang juga !!" ucap Rey pada Adrian.
"Kau?" jawaban Adrian tetapi Rey sudah berlalu keluar cafe.
Saat Rey pergi dari cafe Baek, Rey mengejar Keyra sungguh susah untuk Rey mencari Keyra tapi entah mungkin berjodoh dan akhirnya bertemu dengan Keyra yang sedang membeli ice cream dicafe yang menjadi favoritnya, selain itu Keyra akan membeli ice cream saat dia ada masalah.
"Hai, key ?" sapa Rey pada Keyra yang asik memakan ice cream sendiri.
"Hai, kok bisa kak Rey ada disini?" tanya Keyra sambil menengok kearah sumber suara.
"Hem, kebetulan lewat sini dan aku juga tadi ingin mampir kesini !!" kata Rey dengan sedikit alasan yang sangat masuk akal.
"Oh begitu ya, seharusnya memesan sekarang ice cream nanti keburu habis !!!" ucap Keyra pada Rey.
"Tapi kau tunggu disini, jangan kemana-mana !!" ucap Rey agar dia bisa berbincang-bincang dengan Keyra.
Rey berlalu menuju kasir untuk membeli ice cream sambil melihat kearah arah Keyra karena takut dia pergi. Tak lama selesai membeli ice cream Rey berlalu menuju meja Keyra yang masih asik dengan ice cream di tangannya.
" Kau seperti anak kecil saat makan ice cream !!" ucap Rey yang mengambil tisu lalu mengelap bibir Keyra.
Keyra terdiam sejenak dan mengambil tisu lalu mengelap bibirnya sendiri, " Ah, maaf " ucapnya sedikit merasa malu juga. Rey hanya tersenyum dengan tingkahnya Keyra yang terlihat malu.
"Sudah sangat malam, aku antar kamu pulang !!" ucapku pada Keyra.
"Tak usah, rumah Keyra tidak jauh dari sini dan akan merepotkan kak Rey jika mengantarkan Keyra pulang !!" ucapku yang sangat tak enak pada kak Rey.
"Tak apa-apa, aku sekalian mencari tempat untuk tinggal, tak enak kalau tinggal bersama Adrian" ucap kak Rey.
"Kak Rey, mau mencari rumah? kebetulan sebelah kamarku ada yang kosong !!" ucapku.
"Tapi kak Rey di tempat kosanku tempatnya gak terlalu besar, hanya kamar, dapur, kamar mandi dan ruang tamu" jelasku.
"Tak apa-apa, aku hidup sendiri dan bisakah kamu antar aku untuk pergi melihatnya?" ucap kak Rey.
Sampai didepan kosan
Aku mengantar kak Rey menemui ibu kost dan melihat tempatnya dan sungguh aneh dia ingin menempati kosan yang buat aku sangat tak cocok dengannya, kak Rey cocok tinggal ditempat mewah.
"Key, besok bisa bantu aku membereskan rumah?" tanya kak Rey padaku.
"Bisa tapi pulang aku kerja" ucapku.
"Baiklah" ucap kak Rey dan berlalu pergi sambil tersenyum manis dan melambaikan tangan padaku.
Esok hari
Seperti biasa aku melakukan rutinitas sehari-hariku bekerja di cafe Baek, saat ingin berangkat dan aku berniat untuk menggunakan bus karena masih ada waktu tapi anehnya ada mobil mewah yang terparkir tepat didepan kosan, entahlah siapa pemilik mobil ini dan aku tidak terlalu antusias untuk mengetahui tapi tiba-tiba pintu mobil itu terbuka.
"Kak Rey?" ucapku kaget.
"Pagi Key" ucap kak Rey sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Pagi kak Rey" ucapku sambil sedikit tersenyum.
"Oh ya, kau janji akan membantuku pindah rumah !!!" ucap kak Rey padaku.
"Tapi, aku harus bekerja dulu" ucapku pada kak Rey.
"Baiklah, kau bekerja dulu setelah selesai bekerja, aku jemput kau untuk membantuku !! " ucap kak Rey lagi.
"Tapi - " ucapku yang langsung dipotong oleh kak Rey.
"Tak usah merasa bersalah, tak apa-apa kamu bekerja dulu dan aku tau Adrian tak akan mengizinkan kamu untuk libur apalagi kalau dia tahu liburan kamu untuk membantu aku pindahan " jelasnya padaku.
"Ayo masuk, aku antar kamu ke cafe Baek" ajak kak Rey padaku.
"Tak usah kak Rey, Keyra pergi sendiri naik sepeda" ucapku menolak permintaan kak Rey.
"Baiklah, aku tak bisa memaksamu dan hati-hati dijalan " ucapan kak Rey lalu masuk kedalam mobilnya dan berlalu pergi.
"Seandainya memaksaku, mungkin aku akan luluh" ucapku dalam hati sambil tersenyum miris saat mobil kak Rey telah jauh. Aku mengayuh sepeda dengan santai sambil merasakan betapa sejuknya pagi hari dan angin sepoi-sepoi membuat rambutku beterbangan menghalangi pandanganku untuk melihat kearah depan.
Sampai di cafe Baek
Seperti biasa aku parkir sepeda didepan cafe lalu pergi menuju arah samping cafe dan terlihat tak dikunci, mungkin ada kak Adrian didalam lalu aku langsung masuk, dimana pintu tersebut adalah pintu menuju ruang dapur dan ruang ganti karyawan. Aku langsung menuju ruang ganti untuk menggantikan pakaian kerja setelah itu langsung menuju depan untuk membuka pintu Cafe karena takut kak Adrian tak membukanya dan bener sekali. Tak hanya itu aku langsung membersihkan meja-meja yang ada didepan setelah buka pintu, terasa hening mungkin kak Adrian ada di kantor atas tapi saat aku menghampiri meja kasir terdengar suara seorang wanita tertawa.
"Ada wanita di kantor kak Adrian?" tanyaku yang penasaran lalu menaikkan tangga pelan-pelan. Setiba di depan pintu kantor kak Adrian, aku beranikan untuk mengetuk seperti ini pertama aku berada dilantai dua.
Menarik nafas panjang.
"Apakah kak Adrian marah kalau aku datang kesini?" ucapku dalam hati dan sedikit ragu. Aku tak berani mengetuk pintu dan lebih baik untuk pergi belum aku menuruni tangga terdengar suara kak Adrian memanggil seorang wanita.
"Rania, lihat ini" ucap kak Adrian sedikit lembut.
"Ya, kak apa ini?" ucap seorang wanita yang langsung bertanya dan entah apa yang diperlihatkan kak Adrian pada wanita itu. Aku tau dia wanita yang dicintai kak Adrian, aku hanya bayangan bagi kak Adrian dan sedikitpun kak Adrian tak pernah menganggap aku seorang wanita. Aku hanya bisa pasrah dan buru-buru turun langsung mengganti baju dan pergi dari Cafe Baek, dan pergi di taman dimana taman adalah tempat yang nyaman bagiku meskipun banyak sekali orang berlalu lalang dengan pasangannya tapi aku bisa nyaman.
Mengirim pesan
to : kak Adrian
from : Keyra
Kak Adrian, maaf Keyra hari ini tak bisa pergi ke cafe karena sedikit tak enak badan.
10 menit kemudian
Ting .. Ting
Pesan masuk
From : Kak Adrian
Kau baik-baik saja? sudahkah ke dokter? aku tak bisa menemuimu sekarang, soal cafe aku akan minta Didi untuk menjaganya.
Ting ... Ting
From : kak Adrian
Aku sudah minta bantuan Rey untuk mengajakmu ke dokter.
Aku hanya membaca pesan kak Adrian saja tanpa membalas sedikit pun.
Kring ... Kring
Ponselku lagi-lagi berbunyi
"Key, kamu dimana?" tanya pria itu.
"Aku mencari ke tempatmu tak ada siapa-siapa !" ucapnya lagi.
"Aku sedang di taman, kak Rey tak usah panik seperti itu" jelasku.
"Baiklah, tunggu aku jangan pergi kemana-mana" ucap kak Rey dan telepon langsung terputus.
"Aneh sekali, ada apa dengan kak Rey !!" ucapku setelah kak Rey memutuskan sambungan telepon.
30 menit kemudian
Aku mendengar suara seseorang memanggil nama aku dan aku langsung menoleh ke arah sumber suara itu.
"Key" ucapnya dan langsung memeluk aku.
"Aku sungguh sangat khawatir, kata Adrian kamu sakit? tapi kenapa kamu ada di taman? tanya kak Rey padaku.
"Aku hanya sedikit tidak enak badan dan tadi aku hanya ingin mampir dulu ke taman sebelum pulang ke rumah" jelasku pada kak Rey yang masih memelukku.
"Kamu yakin tak apa-apa?" ucap kak Rey dan langsung melepaskan pelukannya dan menempelkan tangannya di keningku. Aku menjawab dengan gelengan kepala, tapi kak Rey langsung menarik tanganku dan entahlah akan dibawa kemana aku.
"Kak Rey mau kemana?" tanyaku saat dia terus menarik dan menghampiri mobil yang sudah terparkir didekat taman.
"Ayo masuk !!!" ucapnya setelah pintu mobil terbuka. Aku sedikit ragu tapi kak Rey memaksa untuk masuk dan entahlah aku akan dibawa kemana.
Sesampainya ditempat
"Rumah sakit" ucapku dengan ekspresi kaget.
"Aku gak sakit kak, aku baik-baik saja" ucapku lagi pada kak Rey.
"Menurutmu baik-baik saja, tapi kamu sedang demam" jelas kak Rey padaku. Aku langsung memegang kening dan benar sekali aku demam tapi kenapa tak sedikitpun merasakan apapun.
"Apakah karena kak Adrian?" tanyaku dalam hati.
"Ayo turun" ucap kak Rey yang sudah membukakan pintu mobil, dengan terpaksa aku mengikuti keinginan kak Rey.
"Kak Rey" ucapku pelan sambil berjalan dibelakang kak Rey, saat itu aku malah menabrak punggung kak Rey yang tiba-tiba berhenti.
" Aw " ucapku saat menabrak punggung kak Rey.
" Ada apa kau memanggilku?" tanya kak Rey padaku.
"Maafkan aku, apakah ada yang sakit?" tanyanya padaku dengan ekspresi wajah khawatir. Aku hanya menggeleng kepala dan tersenyum.
"Lebih baik, kau berada di sampingku !!!" perintahnya padaku dan langsung menarik tanganku.
"Seandainya yang ada di sampingku kak Adrian, aku sangat senang sekali" ucapku dalam hati sambil berekspresi wajah sedih.
"Tapi tak mungkin terjadi, kak Adrian telah bertemu dengan wanita yang kak Adrian cintai " ucapku dalam hati.
Sampai di rumah sakit, kak Rey menyuruhku duduk dan kak Rey yang mendaftarkan aku untuk diperiksa. Beberapa jam menunggu antrian untuk di periksa tapi terasa aneh sekali melihat kak Rey yang sabar menemani aku menunggu di panggil, setelah ada panggilan nomor antrian aku langsung berdiri dan menuju ruang dokter tapi kak Rey terus mengkuti aku masuk ruangan dokter.
"Kak Rey, aku tidak apa-apa kok sendiri ke dalamnya !!" ucapku sebelum masuk ke ruangan.
" Aku akan ikut masuk dan aku ingin tau kalau kamu baik-baik saja !!" ucap kak Rey dan langsung masuk ke ruangan.
Sesampainya di ruangan dokter kami berdua menghadap ke arah dokter dan dokter menanyakan mana saja yang sakit, tapi bukan aku yang menjawab melainkan kak Rey yang menjawab pertanyaan dari dokter. setelah itu dokter hanya menyarankan agar aku beristirahat di rumah, jika demamnya belum sembuh, aku harus pergi ke rumah sakit lagi. Setelah aku dan kak Rey keluar ruangan dokter, kak Rey menyuruhku untuk duduk di kursi dan kak Rey yang akan mengambil obat.
"Kak Rey, aneh mau sekali mengantri mengambil nomor tadi dan sekarang mau mengantri juga mengambil obat" ucapku dalam hati.
"Seandainya" ucapku dalam hati dan aku langsung sadar dari lamunanku, apa yang aku lakukan semuanya itu tak ada artinya.
" Key, ayo kita pergi" ajak kak Rey sambil mengulurkan tangannya. Aku langsung memegang uluran tangannya dan langsung berdiri mengikuti langkah kak Rey.
Di dalam mobil
"Key, kau dengarkan apa kata dokter!!" ucap kak Rey padaku dan di jawab dengan anggukan.
"Istirahatlah di rumah dan jangan dulu pergi kerja, aku akan bawakan bubur tiap pagi" ucapnya lagi.
"Kak Rey, tak usah repot-repot nanti biar aku beli sendiri saja" ucapku.
"Kau ini sedang sakit !!, mana ada bisa pergi ke jalan untuk beli makanan dan jika kenapa - kenapa di jalan bagaimana?" jelas kak Rey padaku.
"Tapi" ucapku yang belum selesai kak Rey langsung memotongnya.
"Kau harus setuju denganku dan tak ada penolakan" ucapnya lagi.
"Baiklah" ucapku yang bener pasrah.
Tak lama kemudian ponselku berdering ada panggilan masuk, aku melihat tertera nama kak Adrian dan aku hanya menatap ponselnya tanpa mengangkat teleponnya.
"Kenapa kak Adrian harus telepon aku sih!!" ucapku dalam hati.
" Kenapa kak Adrian memberikan aku harapan dan aku harus bagaimana?, jujur aku gak bisa lagi menahan perasaan ini" ucapku dalam hati.
"Key, ada apa? kenapa teleponnya gak di angkat?" tanya kak Rey padaku dan aku hanya menunjukkan handphoneku pada kak Rey.
"Adrian? mungkin dia mau menanyakan kabarmu!!" ucap kak Rey.
"Kenapa?" ucap kak Rey lagi.
"Entahlah, aku harus bagaimana ceritanya" ucapku lagi.
" Sebenarnya apakah ini baik-baik saja jika aku bicara pada kak Rey?" tanyaku pada diri sendiri.
"Jika kamu tidak mau cerita tak apa-apa kok, kalau mau cerita aku siap mendengarkannya" ucap kak Rey. Memberikan handphone pada kak Rey saat panggilan masuk berkali - kali.
" Kak Rey, bisa bantu keyra untuk mengangkat telepon dari kak Adrian, keyra untuk saat ini tak ingin berbicara dengan kak Adrian!!" jelasku pada kak Rey. Tanpa basa-basi kak Rey memberhentikan mobil dan mengambil handphoneku dan tak hanya itu kak Rey menyalakan speaker di handphoneku.
"Key, kau baik-baik saja? aku khawatir sekali!! apakah Rey ada denganmu? tanya kak Adrian saat panggilan telepon telah terhubung tapi saat kak Rey ingin menjawab terdengar suara wanita, kak Rey langsung menatapku dan mungkin dia melihat wajahku yang terlihat sedih.
"Adrian, sorry keyra sedang tidur dan dia baik-baik saja " ucap kak Rey dan aku langsung berpaling untuk menyembunyikan rasa sakit hati aku pada kak Adrian.
"Rey, kau dengan Keyra? aku titip dia dan jika ada apa-apa kau hubungi aku ya?" ucapnya pada kak Rey lalu terputus sambungan teleponnya, kak Rey lalu memberikan handphoneku.
"Terima kasih kak Rey" ucapku pelan tapi sedikit terdengar oleh kak Rey.
"Sama-sama, kita lanjutkan jalan lagi" ucapnya tak bertanya apapun padaku.
Sesampainya di kost aku beristirahat dan tidak berniat untuk datang ke cafe lagi. Entahlah rasa sakit hati ini tak bisa aku pendam lagi berkali-kali kak Adrian menelepon aku tak pernah aku angkat dan berkali-kali datang ke rumahku tak pernah aku buka, aku hanya ingin bisa menerima kenyataan bahwa kak Adrian tak suka denganku. Sedikit untuk menjauhinya itulah cara terbaik untuk saat ini.