Story by © F.Aleysha
If you don't like this fic, don't read please!
Summary : Impian Yunna adalah menjadi penulis komik remaja perempuan.
Berkat pengetahuan dari komik kesukaan nya, Yunna menjadi penasihat cinta bagi teman-temannya.
Padahal sebenarnya, pengalamannya Nol Besar!.
Jelas! Yunna belum pernah sekalipun berpacaran!
Tapi suatu hari, Yunna harus berurusan dengan Agam , Si playboy sok keren!
.
"Human, can't life without Love."
.
Rintikan hujan mengguyur kota Seoul dengan derasnya. Sudah beberapa hari ini, kondisi cuaca memang kurang baik.
Dampak dari cuaca buruk ini sangat dirasakan oleh warga Seoul , salah satunya banyak yang menggunakkan kendaraan umum karena mereka malas untuk membawa kendaraan pribadi mereka.
Are you ready for this??? here we go~
***
Aku disekolah memang terkenal sebagai wanita penakluk lelaki.
"Feyunna Marguerite wanita penakluk lelaki".
Mereka berpikir aku sudah sangat berpengalaman dengan yang Namanya
" Pacaran ". Aku punya banyak mantan kekasih? Jawabannya jelas Tidak!
Aku mengetahui bagaimana sifat-sifat para lelaki, Aku tau bagaimana seorang laki-laki sedang berbohong, aku tau bagaimana seorang lelaki yang setia itu seperti apa.
Semua teman wanitaku selalu meminta saran dan pendapatku untuk kekasih mereka. Mereka sangat percaya dengan apa yang aku katakan.
Padahal mereka semua tidak tau bahwa sebenarnya semua itu,
BOHONG!
Catat itu! Aku, FEYUNNA MARGUERITE! tidak pernah sekalipun berpacaran!
***
Mansion High School adalah Sebuah Sekolah Yang tidak jauh dari kata Sebuah Rumah besar.
Disini terbagi 2 Golongan yaitu Moon Dan Sun.
Pagi hari aku mengenakan seragam sekolah MHS Moon, dan siap berangkat ke sekolah.
kulihat dicermin rambutku Hitam panjang, wajahku cantik, tubuhku langsing. Aku siap menjadi Yunna si penakluk lelaki.
Aku biasa naik Bus untuk berangkat sekolah dengan temanku Aleysha. Dia temanku sejak kecil, dan dia tau semuanya tentang “Aku” yang sebenarnya.
Aku dan Leysha sudah duduk di dalam bus. Leysha cerewet tapi dia baik hati.
Selama ocehan Leysha berlangsung aku memandangi semua orang yang ada di dalam bus.
Akhir-akhir ini aku seperti mencari-cari seseorang.
Ah! Dapat!
Kulihat dia sedang tertidur di tempat duduk bus bagian belakang.
Dia manis, dia selalu tertidur dengan posisi seperti itu. Dengan earphone yang selalu melekat ditelinganya.. Ughhh... Dia tampan!
Aku tau namanya, Agam Pratama Rajendra.
Dia adalah murid MHS bagian Sun.
Leyaha yang memberitahukan padaku. Dia murid di sekolah seberang.
sungguh, dia tampan!
***
Tiba-tiba saja kelopak mata itu terbuka. Menampakkan sebuah iris Mata Coklat hitam yang indah dan menawan. Bisa kulihat, Matanya itu melihat kearahku. Aku yang ketahuan sedang memandang kearahnya segera menolehkan wajahku kearah Leysha, dan berpura-pura mengobrol dengannya.
Astaga! Hampir saja! Semoga dia tidak mencurigai aku tadi!
Akhirnya Bel berbunyi, Waktunya pulang sekolah!
Saat akan keluar dari kelas tiba-tiba Yerin memelukku dari belakang. Dia teman satu kelasku, selalu cerewet, bawel, dan lainnya.
Dan dia salah satu orang yang sering sekali meminta saran dariku.
“ Feyunnaaaa... Bagaimana ini~??” rengeknya manja.
“A-ada apa.. aku kaget!” jawabku
dengan memegang handphonenya Yerin yang masih merengek
“Bagaimana ini? kekasihku meminta maaf padaku. Dia mau aku pacaran lagi dengannya?”
“Tolak dia! kau sudah disakitinya! jangan beri kesempatan kedua pada laki-laki!” jawabku tegas sambil melangkah pergi.
Leysha yang ada disampingku hanya tersenyum dengan kelakuanku, sedangkan Yerin yang dibelakang terpesona dengan jawabanku.
Haish... Dia selalu percaya dengan semua perkataanku.
“Kyaa.... Yunnaku .... KEREEEENNN!!!!” Teriak Yerin dari belakang memujiku.. sungguh, sebenarnya aku mendapat saran-saran tentang percintaan itu dari novel , majalah dan semacamnya.
pengalamanku dalam hal berpacaran NOL BESAR!!
Keesokan harinya..
Aku dan Leysha adalah 2 wanita cantik yang terkenal di sekolah. tapi image kami jelas berbeda.
Aleysha terkenal karena otaknya yang cerdas.
“ Aleysha Floretta Qween si otak brillian”
sedangkan aku?
“ Feyunna Marguerite si wanita penakluk pria”
kalian bisa lihat perbedaan image kami kan?
Setiap kami datang ke sekolah semua orang memandang kami.
Banyak sapaan selamat pagi saat aku dan Leysha memasuki gerbang sekolah.
Tiba-tiba saja seseorang menabrakku.
BRUUKK!!
Nyaris saja aku terjatuh!
“ Heiiii!! kau buta atau apa!!” bentakku kesal.
" Maafkan aku, aku sedikit terburu-buru..” jawabnya.
Aku menjadi sedikit membisu melihatnya.
“ A-Agam!?” batinku sedikit terkejut.
seragamnya sama dengan seragamku.
Hanya yang berbeda adalah simbol Moon dan Sun mungkinkah?
“Anak baru?” tanyaku dengan wajah congkak,
Aku sedang beracting menjadi “ Yunna si penakluk”
“ Hm, maaf aku sedang terburu-buru mencari kelasku..” jawabnya dingin dan hendak memalingkan tubuhnya.
“HEi! Kau tidak tahu siapa orang yang baru saja kau tabrak!?” nadaku sedikit membentak.
Seseorang di belakang Agam menjawab.
” Kau baru saja menabrak Yunna si penakluk lelaki! Bodoh!”
Agam menampilkan smirk didepanku, senyumannya seperti menghina nama belakangku.
Kemudian dia berkata.
“Hooo, jadi kau orangnya? Feyunna penakluk pria? Namamu sudah sampai disekolahku yang dulu. Ternyata seperti ini orangnya. hhh!”
Agam berkata seperti itu sambil menampilkan senyumnya yang…
Aarrggghhh!! aku sebal sekali dengan wajahnya kali ini! padahal saat tidur di dalam bus dia begitu imut dan mempesona!
“Memangnya kenapa? cih wajahmu menyebalkan sekali!” bentakku.
“Wajahku menyebalkan? Lalu kenapa setiap pagi kau selalu memandangi wajah ini di dalam bus?”
Oh God!
Perkataan Agam sukses membuatku terkejut. Aku dan Leysha saling bertatapan sejenak.
Errh.. Aku rasa aku harus berbohong!.
“Apa? Apa yang kau katakan? seenaknya saja kau berbicara!”
“Aasshh, jangan berbohong. Aku tau kau setiap pagi, kau selalu mencari-cariku kan di dalam bus. haha!” Agam berkata dengan nada yang lumayan keras, aku takut imageku hancur karena banyak siswa disini.
“Jangan bicara sembarangan!” aku mencoba membela diri.
Sepertinya semakin banyak siswa yang berkumpul di sekitarku untuk menyaksikan perdebatanku ini.
Leysha menyenggol tanganku dan mengingatkan aku. Tiba-tiba Agam berkata.
“Aku ingin tau bagaimana caramu menaklukan para lelaki, aku tantang kau untuk menaklukanku. Aku sungguh penasaran denganmu.”
Ucapnya. Agam terus tersenyum tammmpaaaan di depanku!
Astaga!!!
“Pria sepertimu bukan levelku! kau tidak penting sama sekali!”
aku mencoba berbalik badan dan hendak meninggalkannya.
Namun...
“kenapa? Feyunna si penakluk lelaki takut dengan tantanganku? biarkan semua orang jadi saksi disini!”
Sialan!
Agam terus mendesakku. Semua orang kini mulai melihat kami serius.
'Aaaa bagaimana ini?'
Aku tetap menjaga gayaku yang cool dan tenang.
“Siapa yang kau sebut takut! Ok! aku terima tantanganmu!”
Agam tersenyum kemudian berkata dengan nada yang keras.
“KALIAN DENGAR? MULAI HARI INI FEYUNNA MARGUERITE BERPACARAN DENGAN AGAM PRATAMA RAJENDRA!”
Kulihat banyak para lelaki yang menyukaiku menampakkan wajah kecewa mereka, begitu juga dengan para gadis-gadis disekelilingku. Mereka juga errh... Seperti yang kecewa? Eh??
Rasanya aneh sekali, Apa yang kulupakan??
Ah!! Mungkin karena Agam memang sangat terkenal di sekolahnya yang dulu. Dia atlet basket dari sekolahnya. Namanya sudah harum di kalangan gadis-gadis, dan...,
Tunggu!! Aku melupakan sesuatu lagi!!!
Di-dia.. Bahwa dia...
Bahwa dia "Laki-Laki" Play Boy di sekolahnya yang dulu!!!
Damn! Kenapa aku bisa lupa Hal itu?? Dan... Sialnya aku sudah menerima tantangan Gila nya!
Aku melangkah pergi melewati Agam, namun saat berada disampingnya, Agam mencengkram lenganku, menghentikan langkahku dan berbisik ditelingaku..
“ Sampai nanti., Sayang.”
Aku terkejut dan menoleh padanya , dia tersenyum lagi, lalu dia berbisik pelan di depan telingaku. Dan selanjutnya dia yang pergi meninggalkan aku!
“ Sabarr...” Leysha menepuk bahuku dengan tawanya.
“ Aleysha! Damn it! kenapa dia tampan sekali?! Buruknya dia seorang Play Boy cap... Cap buruk! ” aku menutup kedua telingaku dengan telapak tanganku pusing.
Sedangkan Leysha hanya terus tertawa melihat wajahku saat ini lalu bertanya.
“Kau ini. Sebenarnya kau sekarang sedang emosi atau bahagia?!”
“Keduanya!!” jawabku lantang sekaligus kesal.
Aku menghentakkan kaki ku kesal menuju ke kelas 'Moon' bersama Leysha.
Kejadian tadi masih terbayang jelas didalam memori otakku.
Tentang bagaimana si Playboy itu mengungkapkan rahasia besarku.
Saat Agam berteriak dengan suara yang keras bahwa Ia berpacaran denganku.
Dan Tak lupa, saat dimana Dia berbisik ditelingaku. Deru napas hangat miliknya yang menerpa daun telingaku.
Dan suara halusnya saat berbisik.
Argh! Damn! Mengingatnya saja membuat wajah ku memanas.
***
Dirumah
“Ahahahahahaha!!” suara tawa Leysha yang menggema di seluruh ruang tamuku membuat telingaku berdengung mengerikan.
“Tertawalah, aku tidak peduli denganmu.” lirikku sebal pada Leysha.
“ Fppt hahaha.. Tidak, Bagaimana bisa hari ini kau begitu sial? Tapi aku tau sebenarnya kau senang kan, Nona Feyunna?”
aku hanya terdiam mendengar pertanyaan Leysha kepadaku.
Benar! Aku senang! Agam begitu tampan yang menjadi “kekasih palsuku” tapi bagaimana ini? Aku tidak pernah tau sekalipun yang namanya 'pacaran' kecamkan itu!
Aku berbolak balik dari tempat ku berdiri.
Bagaimana caranya berpacaran? oh Tuhan ambil nyawaku!
“Hei, Bagaimana ini!?” tanyaku yang sudah timbul kerutan di dahiku di depan wajah Leysha yang sedang membaca buku pelajaran tanpa melihat wajah melasku.
“Apanya?” jawabnya ringan tanpa melirikku sedikitpun.
“Bagaimana … Caranya… Pacaran..?
“Hahh~~ mana aku tau??? Kau itukan Feyunna Marguerite penakluk lelaki. Dan selama ini aku hanya dayang dibelakangmu. kenapa kau bisa bertanya hal itu padaku? Hahaha”
Cerocos Leysha membuatku kesal.
“Arrrrrrrrrhhhhhhhhhh... Kau tau aku yg sebenarnya kan?? Kau juga tau aku tidak seperti itu? Jadi hentikan bersikap seperti itu kepadaku!”
Balasku keras sembari mengacak rambutku kesal.
“Hahaha.. Baiklah! Hal yang utama adalah kau itu Feyunna penakluk pria, jadi bersikaplah tenang dan santai. Pasang posisi kerenmu yang setiap hari kau tampakkan di sekolah.”
“Hahhh… baiklah.. “
***
keesokan paginya.
Aku dan Leysha bersiap-siap keluar dari gerbang rumahku untuk segera berangkat ke sekolah.
CKIIITTT!!
Mobil sport berwarna Blue dark berhenti didepan rumahku.
Tampak Seseorang keluar dari dalam mobil itu.
Astaga......
Itu...
.
.
.
AGAM PRATAMA RAJENDRA!
Agam berjalan perlahan mendekatiku dan Leysha.
Ia berjalan sembari membenarkan dasi seragam sekolahnya.
Dia tampak begitu segar pagi ini.
Angin membawa wangi parfumnya melewati hidungku.
Aku mendekatkan wajahku dan berbisik sesuatu di telinga Leysha.
“Ya Tuhaaan.. Dia tampan sekali dan anehnya kesebalan ku merasa telah Hilang!”
Leysha hanya terkekeh kecil mendengarkanku.
“Good morning girl..” sapa Agam pada kami.
“And good morning my lovely girl.”
Tiba-tiba saja Agam menggandeng lenganku dan berkata pada Leysha.
“Bolehkah pagi ini aku menculik temanmu agar bisa berangkat ke sekolah denganku?”
Tanyanya pada Sahabat ku sambil tersenyum super... Manis!
“Ya. Bawa saja dia...” jawab Leysha dengan senyum ringannya.
Aku membelalak terkejut dengan semua ini.
Aku menghentikan langkah Agam dan sedikit menarik tanganku dari genggamannya.
Tapi... Sialnya Tanganku tidak berhasil terlepas.. “Hei! Lepaskan! Bagaimana kau bisa tau ini rumahku!?”
Tanyaku sedikit kesal dan penasaran.
Agam tidak menjawab pertanyaanku. Dia hanya tersenyum tampan dan menarik tanganku. tubuhku di dorongnya pelan untuk masuk ke dalam mobil.
*
Mobil Agam melaju dengan kecepatan sedang.
‘Awkward moment’ di dalam mobil berlangsung sekitar 5menit.
Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan saat ini.
Tiba-tiba Agam meraih tanganku dan menggenggamnya.
Aku sangat terkejut dan segera menatap ke arahnya.
“Kenapa? Bukankah seperti ini yang dilakukan orang orang yang sedang berpacaran?” Tanyanya padaku dengan senyuman kecil di bibirnya.
“Apa kau pikir dengan cara seperti ini? Aku akan jatuh cinta padamu begitu? Tidak akan!” jawabku ketus.
“Aku tidak berencana membuatmu jatuh cinta padaku.” jawabnya.
“lalu?” tanyaku bingung.
“Aku hanya berencana membuatmu tergila-gila padaku…hhh”
“Tch! Tidak aka pernah! Dan jangan harap!”
.
.
.
Aku melepaskan tanganku dari genggamannya, tapi Agam berhasil menggenggamnya lagi dan kali ini aku tidak bisa melepaskannya.
Sesampainya disekolah kami berdua keluar dari mobil mewah ini. Semua orang menatap kami.
"Hhh!" Aku menghela napas malas melihat sekelilingku.
Agam tiba tiba saja merengkuh pinggangku.
“A-apa yang kau lakukan!” bisikku
sedikit terkejut dengan tingkahnya yang tiba-tiba.
“Bersikaplah mesra padaku, kita berpacaran. Semua orang melihat kita. Kau tidak akan merasa rugi denganku. Kau tau kan? Karena aku itu tampan.” Ucapnya yang diselingi seringaiannya yang menurutku tampan dan menyebalkan!
“cih!”
“Sebenarnya apa yang kau cari dengan semua ini? Apa yang kau inginkan dariku Agam?”
Aku menghela napasku frustasi.
“Aa... Bagaimana ya?" dia memejamkan matanya sembari tersenyum.
"Aku hanya ingin tau bagaimana cara si penakluk lelaki berpacaran, bagaimana caramu memperlakukan kekasihmu, bagaimana caramu mengendalikan ego laki laki, daan…” Lanjutnya lagi sembari menatap ku aneh.
“Dan?” tanyaku heran, karena dia berhenti melanjutkan kata-katanya itu.
"---"
Dia mendekatkan wajahnya padaku, aku sedikit menghindar darinya sedikit. Lalu dia mendekatkan wajahnya di telingaku dan berbisik.
“Dan... Bagaimana caramu berciuman.”
Sial!
Agam melihat kearah wajahku, yang jaraknya begitu dekat. Kedua matanya begitu bening jika kulihat dari jarak sedekat ini. Dan senyumannya begitu menawan!
“Hn. Sampai nanti.. Cup!” Agam melangkah pergi meninggalkan aku sendiri.
Tunggu... Apa itu tadi???
“He-Hei!!! Dia mengecup pipiku! pipiku dicium!” batinku berteriak histeris.
Kulihat sekitarku. Semua murid melihatku. Mereka semua menampakkan wajah iri kepadaku.
Hei! Kenapa aku senang? jadi seperti ini rasanya dicium dipipi?
DiCium ya…
Ciuman?
Di bibir ya?
-Deg!-
Seketika Wajahku memanas membayangkannya.
Hah! Benar-benar Tamat riwayatku!!
Bagaimana cara berciuman dari bibir ke bibir!!?
Aku berlari menuju kelasku dan berteriak memanggil nama sahabatku.
"ALEYSHAAAAA!!!!!!”
"..."
Part l End