Mencintamu tidak menjadi hal yang melelahkan, meskipun tidak dicintai balik olehmu. Mencintaimu justru menjadi hal yang sangat menyenangkan, mencintaimu adalah salah satu hal hebat yang pernah aku lakukan. Bagaimana aku harus belajar sabar untuk penantianku.
Cerita ini berawal dari tahun 2020 lalu, saat aku resmi menjadi mahasiswi di sebuah universitas di tempatku. Ya, aku belum mengetahui apapun tentang kampusku, siapa teman-temanku dan dimana kelasku. Bisa dikatakan aku masih menjadi seorang gadis lugu ditempat baru itu, bagaimana tidak karena aku masih dalam proses beradaptasi.
Namanya mahasiswi baru whatsapp ku dipenuhi grup informasi seputar perkuliahan yang akan aku jalani ini. Dan hari itu aku mulai mencoba berkenalan dengan beberapa orang, dan beberapa darinya menjadi temanku. Tiba-tiba temanku yang kerap kami sapa Zee ini, mendapatkan sebuah notif whatsapp, dan ternyata yang mengirimi dia pesan adalah kakak tingkat kami di kampus itu. Dan aku adalah type orang yang penasaran, aku cari tahu nomornya dan ku kirim pesan duluan.
"Hai kak" sapaku melalui pesan whatsapp
"Haii juga" balasnya
"Save ya kak, Aku Ara maba tahun ini"
Dari basa-basi itu akhirnya menjadi panjang lebar, sampai kadang aku merasa obrolan itu basi hehe.
Dan ternyata, lelaki yang ku sapa kak Ninggar itu tidak melanjutkan perkenalan dengan Zee. Tetapi selalu menghubungi aku setiap hari. Sebagai seorang Maba, ya aku respon lah sebaik mungkin.
Siapa tau nanti ada yang bisa aku tanyain kedia seputar kampus, pikirku. Semakin hari kami semakin akrab, banyak sekali obrolan kami dalam room chat whatsapp itu. Bahkan sesekali dia mengirimiku pesan suara dia sedang bernyanyi. Ternyata suaranya damai banget.
Udah hampir 3 bulanan kami kenal. Dan aku sedikit banyak udah ngerti tentang dunia kuliah. Dan Aku dengan Kak Ninggar semakin akrab. Rasanya hampir setiap hari aku dinyanyikan sebuah lagu olehnya, bahkan kadang-kadang dia memujiku.
Ya namanya juga perempuan, gimanapun berusaha buat biasa aja tetap aja baper, begitulah aku saat itu, kayak tiba-tiba aja perasaan aku tumbuh untuk kak Ninggar. Tapi karena takut, aku memilih menyembunyikan perasaanku untuk kak Ninggar.
Semakin kesini perasaan aku udah benar-benar ga bisa di tahan lagi, akhirnya aku confess ke kak Ninggar, aku jelasin yang sebenarnya aku rasain, jujur waktu itu aku berharap dia juga merasakan hal yang sama, tetapi tidak. Dia malah marah dan menjauh dari ku, benerr itu sakit banget. Mau marah tapi sadar diri, akhirnya ya udah nerima kenyataan deh. Sempat lost kontak beberapa bulan, dan ga lama dia publish pacar barunya. Padahal sebelum dia menjauh dia bilang ke aku kalau dia ga mau pacaran dulu, karena dia masih trauma dengan masa lalunya. "Ah brengsek nih cowok" , gumamku dalam hati sembari menatap stori kak Ninggar di layar Handphoneku, mana lagi aku kenal dengan perempuan itu.
Tapi ya sudahlah ya, doakan aja semoga mereka bahagia. Kebohongan luar biasa wanita nih hehe.
Udah lumayan lama lost kontak ya kan, akhirnya aku pura-pura udah move on.
Hari itu prodi aku ngadain Webinar, semacam seminar tapi jalur jaringan gitu kan hehe. Aku antusias banget loh ngikut webinar waktu itu, terus di ujung acara dosenku bilang "Nanti yang nanya bakal di beri hadiah", nambah semangat dong ga sia-sia nyimak dari awal. Dan aku salah satu dan satu-satunya perempuan yang bertanya hari itu, seperti yang dijanjikan dosenku kami diberikan rewards. Keesokan harinya aku bergegas kekampus untuk mengambil rewards yang kudapat kemarin, tidakku sangka ternyata aku bertemu dengan kakak tingkat yang kemarin juga bertanya, kami rebutan buku waktu itu.
singkatnya, sesampai aku dirumah kakak yang aku temui tadi mengirimi ku sebuah pesan, karena tidak kenal dengannya maka ku tanya "Nama kakak siapa?", Dimas katanya.
Oh ternyata kak Dimas orangnya asyik juga ya. Dia sering kali berbasa-basi denganku. Ga usah diceritain ya bagaimana bisa akhirnya aku dan kak Dimas pacaran. Kak Dimas orangnya Romantis dan Sweet. Dia adalah laki-laki yang benar-benar membuat aku mencintai sepenuhnya waktu itu. Tapi hubungan kita ga bertahan lama, kak Dimas mulai berubah, bosan katanya. Hemm mungkin aku emang ga asyik hehe. Berakhirnya hubungan kami waktu itu benar-benar menyisakan luka yang mendalam untukku, bahkan membuat aku ssedikit trauma dan tidak ingin mencintai siapapun lagi.
Beberapa orang sempat mencoba masuk ke kehidupanku, dan aku tidak menolaknya, aku hanya menerimanya masuk bukan membiarkannya tinggal.
Cukup lama sih waktu itu aku ga pacaran, dan kalau ga salah Juli 2021 kemarin pertama aku pacaran lagi setelah putus dengan kak Dimas, dan benar ternyata tidak semudah itu, aku dan hatiku masih tertinggal pada kisah aku dan kak Dimas. Hubunganku dengan pacarku yang sekarang hanya bertahan selama 3 bulan. Benar-benar aku merasa ga cocok untuk siapapun saat itu.
Diawal tahun 2022, aku jumpai seseorang yang benar-benar baik, lemah lembut dan luar biasa sabarnya. Sayangnya dia adalah laki-laki yang belum selesai dengan masa lalunya, namanya Widi. Setiap hari Widi selalu terlihat galau, semua merujuk pada masa lalu dan kenangannya. Obrolan kami semakin luas, dan aku mulai merasa nyaman dengan Widi, karena apapun yang dilakukannya selalu mendatangkan rasa aman dan nyaman. Karena aku tau mencintai orang yang belum selesai dengan masa lalunya itu tidak mudah, dan aku ingin mencobanya. Aku berusaha menjadi yang selalu ada untuk Widi, dalam semua keadaan Widi. Dan ternyata memang sulit sekali untuk bisa masuk kedalam hati Widi, 5 bulan pun tidak cukup untuk merobohkan dinding masa lalu yang masih ada pada Widi, aku pernah confess sebelumnya. Tapi sepertinya memang tidak akan mungkin bisa, meskipun aku berhasil membuat Widi berhenti galau. Aku memutuskan untuk pelan-pelan melupakan rasaku pada Widi, Tak lama datanglah seorang lelaki baru, namanya Todi, dia baik sekali tak kalah baiknya dengan Widi, tapi aku tak miliki perasaan lebih pada Todi. Tepat di tanggal 20 Juli Todi menyatakan perasaannya padaku, karena Todi yang sudah begitu baik padaku, membuat aku untuk berat jika harus menolaknya. Akhirnya aku putuskan untuk menerima Todi dengan dalih tidak enak dan juga kasihan. Meskipun itu adalah pilihan yang sangat jahat.
Dua minggu kurang lebih kami menjalani hubungan itu, aku merasa sangat diratukan dan begitu di spesialkan olehnya tapi aku tidak bisa untuk terus melanjutkan ini, ini sangat menyiksa perasaanku.
Aku memutuskan untuk memberi tau Todi, sebelum ini terlalu jauh, memang akan membuatnya kecewa dan pasti menyakitkan untuknya tapi aku yakin ini lebih baik daripada harus lebih lama lagi dari ini.
Mengapa bisa begini?
Aku yang memang sedari awal tidak miliki rasa apapun pada Todi, namun menerimanya dengan dalih kasihan. Selain itu, Todi datang di waktu yang sangat tidak tepat, waktu dimana aku belum melupakan Widi, meski bersamanya aku bisa menghilangkan Widi dari pikiran dan hatiku. Bukan itu saja, tanpa aba-aba tiba-tiba Ninggar kembali menyapaku, yang memang beberapa waktu lalu sempat confess perasaannya ke aku, tapi aku tak begitu menghiraukannya. Bagaimana bisa pikirku, sedangkan kami saja sangat jarang berinteraksi ataupun berkomunikasi, itupun sudah dua tahun silam, bagaimana bisa dia membalas perasaanku sekarang, sedangkan dia saja punya pacar.
Hubunganku dengan Todi berakhir, sedangkan Ninggar semakin mendesak jikalau dia menyanyangiku. Malam itu Ninggar mengajakku keluar, dan sudah ku duga sebelumnya bahwa Ninggar akan mengatakan sesuatu. Benar, malam itu Ninggar mengajakku DeepTalk, dia mengatakan yang sebenarnya dia rasakan, bahwa perasaannya mulai tumbuh padaku di tahun ini, setelah dua tahun yang lalu perasaanku tumbuh, dan kemudian layu bahkan mati.
Tapi setelah kejadian malam itu, aku yakin bahwa rasaku pada Ninggar adalah cinta yang sebenarnya, mengapa begitu?, karena setelah dua tahun berlalu pun perasaanku padanya masih utuh seperti awal waktu itu, meskipun rasaku sudah berbalas dan kami saling tahu, tetap saja aku dan Ninggar tidak bisa bersama. Ninggar yang saat ini sudah memiliki pacar, kadang aku bingung dengan yang sebenarnya terjadi pada Ninggar. Benarkah dia menyayangiku? padahalkan dia sudah bersama seseorang yang sepertinya dia bahagia dengan wanita itu. Sekarang aku sedang mencari waktu, aku ingin mengajaknya bertemu dan berbincang serius sekali lagi, bagaimanapun ini harus diselesaikan. Aku tidak ingin menjadi wanita yang sangat jahat, yang bahagia dengan merebut kebahagiaan wanita lain meskipun aku sangat menyayangi Ninggar, dan benar-benar tidak ingin kehilangan Ninggar sekali lagi.
Ninggar lelaki, dia harus tegas dengan perasaannya. Ninggar tidak bisa seperti ini terus, karena keputusannya ini menyakiti dua orang perempuan. Perempuan mana yang mau terbagi dan berbagi, jujur aku sendiripun tidak mau.
Kadang aku berpikir untuk egois, membiarkan perasaan perempuan itu tersakiti asalkan aku menjadi pemenangnya, disaat yang bersamaan aku juga berpikir, mana bisa seperti itu. Aku adalah seorang perempuan, dan aku tau persis apa yang akan dirasakan perempuan itu.
Mungkin setelah kami bertemu dan mengobrol nanti aku akan mendapatkan jawaban semua ini, apapun yang akan menjadi pilihan dan keputusan Ninggar nantinya, lahir batin, fisik dan mental sekalipun aku sudah sangat siap,jikalau pun Ninggar tidak memilihku.
Aku percaya semua yang akan terjadi pasti menyimpan rahasianya masing-masing. Kalau nanti aku tidak dengan Ninggar, mungkin itu salah satu episode Allah untuk melengkapi Season dalam kisahku.
Tidak bersamanya sekarang bukan berarti tidak boleh mendoakan hal yang sama, mungkin aku ditakdirkan untuk mencintainya lewat jalur langit. Meninggikan dan melangitkan doa-doa untuk bisa bersamanya di kehidupan berikutnya. Bersama ataupun tidak nantinya, tugasku hanyalah mendoakan yang terbaik, karena satu-satunya hal yang bisa merubah takdir adalah "DOA".
Langitkan pinta sampai Tuhan Berkata Iya.
TAMAT