Bel pulang sekolah sudah berbunyi beberapa saat yang lalu.Ruang kelas sudah terlihat sepi karena siswa sudah berhamburan meninggalkan kelas sesaat setelah bel berbunyi.Pintu kelas XI IPS 1 terlihat tertutup dengan rapat tapi siapa sangka bahwa di dalam kelas tersebut masih ada 2 siswa sedang duduk di lantai dan bersender pada dinding.Mereka adalah Alex dan Nayla.Nayla tampak menagis dengan kepala tersender di bahu Alex.Sementara Alex menempelkan kepalanya di kepala Nayla sambil mendekap tubuh Nayla.Alex enggan untuk melepaskan Nayla.Berada di samping gadis yang telah disukainya seperti ini membuat Alex merasa nyaman.Alex megecup lembut puncak kepala Nayla,mengusap dengan lembut air mata yang membasahi pipi Nayla.Alex berdiri lalu membantu Nayla berdiri.
"Nay,,gue serius.Gue suka sama lo sejak pertama kali kita ketemu..."Nayla diam tidak menjawab apa-apa.
"Gue mau pulang..."ucap Nayla kemudian.Alex membiarkan Nayla melangkah pergi.Nayla membuka pintu kelas dan segera meninggalkan Alex yang masih berdiri mematung ditempatnya sambil memandang kepergian Nayla.Setelah kepergian Nayla,Alex terduduk dilantai dan mengacak-acak rambutnya.Dia lalu mengeluarkan sebatang rokok dari saku celananya,menyalakan serta menghisapnya.Pikirannya benar-benar kacau karena mendapat penolakan dari Nayla.
"Sekarang lo boleh nolak gue Nay,tapi gue gak akan nyerah buat berusaha dapetin hati lo..."lirih Alex.Setelah merasa pikirannya lebih tenang,dia segera mematikan rokoknya,membuangnya ke tempat sampah lalu bergegas pergi meninggalkan kelas Nayla menuju tempat parkir.
***
Malam ini mood Alex sedang tidak baik.Sikap Alex jadi lebih temperamen dari biasanya.Saat ini Alex dan teman-temannya sedang menghabiskan waktu di club malam.
"Hai ganteng,boleh kenalan...??"Dua orang gadis tertarik untuk berkenalan dengan Alex.
"Enggak..."jawab Alex singkat tanpa melirik mereka sambik terus meneguk birnya hingga habis tak bersisa.Dua gadis tadi tampak kecewa dan segera berlalu meninggalkan Alex.
"Tampan,,mau ditemani...??"kini seorang wanita malam tampak menghampiri Alex dan menawarkan jasanya.
"Enggak..."jawab Alex acuh seperti pada kedua gadis tadi.
"Kamu yakin sayang...??Malam ini aku free,,kamu bisa pakai full semalaman.Aku kasih bonus nanti..."wanita itu terus mencoba merayu Alex.Tangannya menyentuh paha Alex dan terus menuju pusaka Alex.Belum sempat menyentuh pusaka milik Alex,Alex segera berdiri dan mendorong wanita itu hingga jatuh ke lantai.
"Jangan sentuh gue dengan tangan kotor lo itu..."Alex memaki wanita itu.Tangannya terangkat hampir menampar wanita itu,untung Boby bisa menahannya .Tak lama satpam datang dan langsung mengamankan Alex yang masih terus memaki wanita malam itu.
"Cih..dasar pelacur j*l*ng sial*n..!!"Umpat Alex karena sekarang dirinya diseret oleh satpam keluar dari club malam itu.
Regan segera membayar pesanan mereka sementara teman-teman yang lain segera menyusul Alex keluar dari club malam itu.
"Mana Alex..??"tanya Regan karena setelah diluar hanya ada Dave,Miko dan Boby.
"Cabut duluan,,gue khawatir sama tu anak.Kayaknya tu bocah mabuk deh...gue takut nanti nabrak orang..kan berabe tu..."ujar Miko.Mereka berempat segera menyusul Alex dengan motor sportnya masing-masing.
Alex melajukan motornya dengan kencang hingga suara knalpotnya yang bising memekakkan gendang telinga siapa saja yang ada di jalan raya.Karena sedikit mabuk,Alex kurang berkonsentrasi saat mengemudikan motornya.Alex terkejut karena ada orang yang tiba-tiba menyeberang."Ciiiiiiiiiiit......!!"Untung Alex bisa mengerem motornya tepat waktu sehingga si penyeberang jalan tidak tertabrak oleh Alex.
"Woooy...lo punya mata gak sih..??Kalo mau nyebrang tu lihat-lihat...dasar buta..!!"umpat Alex,lalu kembali melajukan motornya masih dengan kecepatan tinggi.Si penyeberang jalan mengelus dadanya karena takut,,lalu segera menepi ke sisi jalan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan lagi.
Sementara seorang gadis tengah yang menikmati makan malamnya di warung lesehan pinggir jalan itu melihat peristiwa yang baru saja terjadi.Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya karena melihat kelakuan Alex yang benar-benar keterlaluan.
"Itu cowok yang tadi siang bilang sayang ke gue dan bilang mau menjaga gue...??hhhh...Apa yang musti diharepin dari bad boy kayak dia...."batinnya.Tak salah lagi,gadis itu adalah Nayla.
***
Keesokan harinya Nayla merasa malas sekali untuk datang ke sekolah.Dia sangat malas bertemu dengan Alex.Sejak Nayla melihat Alex melakukan hal buruk kepada Siska,Nayla sangat tidak ingin bertemu dengannya.Tapi yang terjadi justru sebaliknya,,Nayla malah jadi lebih sering bertemu dengan Alex.Dan lebih parahnya lagi Alex mengatakan kalau dia menyukai Nayla.Kepala Nayla pusing dibuatnya.Mau menolak mentah-mentah,tapi Nayla takut kalau Alex akan melakukan sesuatu yang mengerikan kepadanya.Ditambah dengan melihat kelakuan Alex tadi malam,Nayla semakin yakin kalau Alex benar-benar orang yang harus dihindari.Nayla memutuskan untuk tidak masuk sekolah hari ini denga alasan kepalanya sedang pusing.Mau tak mau ayah Nayla mengizinkan Nayla untuk tidak masuk sekolah.
Sementara disekolah,Alex sedari pagi sudah berada di depan pintu gerbang sekolah untuk menunggu Nayla datang.Tapi sampai bel berbunyi,Alex tetap tidak melihat Nayla."Apa mungkin dia bawa kendaraan sendiri..??"pikir Alex.
Alex segera masuk kedalam sekolah.Bukannya menuju ke kelasnya tapi Alex malah menuju kelas Nayla.Alex masuk ke kelas Nayla memeriksa kalau-kalau Nayla sudah ada di kelas,tapi Alex tetap tidak menemukan Nayla.
"Nayla kemana..??"tanya Alex pada seorang siswa yang duduk di bangku paling depan.
"Gak tau,,belum datang.Mungkin dia gak masuk hari ini..."jawab siswa itu.Alex segera kembali ke kelasnya,tapi bukannya duduk dia malah mengambil tasnya dan segera pergi meninggalkan kelas itu sebelum guru datang.
"Mau kemana lo..??"tanya Dave yang duduk sebangku dengan Alex.Namun Alex sama sekali tidak menghiraukannya dan segera pergi.
"Mau kemana tu bocah..??"tanya Regan yang duduk di depan Dave.Dave hanya mengangkat kedua bahunya.
"Tauk tu...ditanya gak jawab.Tingkahnya akhir-akhir ini juga aneh.Sensi banget...jangan-jangan PMS..??"ucap Dave yang lanjut dengan mengaduh kesakitan karena kepalanya dipukul oleh Regan.
"Lo pikir Alex cewek...kalo tu bocah denger,bisa-bisa digantung lo..."
Sementara itu Alex menuju halaman belakang sekolah dan memanjat pagar agar bisa keluar dari area sekolah karena semua pintu sudah ditutup rapat 5 menit sebelum bel masuk berbunyi.
***
Nayla menikmati waktu dirumahnya dengan bermalas-malasan di kamarnya.Nayla membaringkan badannya di kasur dengan kedua tangannya sibuk mengetik sesuatu di layar hpnya.Ya, Nayla sedang asik menulis cerpen yang belum disempat diselesaikannya.Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya.
"Permisi non,,itu ada temennya diluar.Katanya mau nyariin non Nayla..."
"Siapa bi..??"
"Waduh,,bibi lupa nanya non...Non lihat sendiri aja biar ndak penasaran..."
Nayla segera keluar dari kamarnya menuju ke ruang tamu.
"Elo...ngapain kesini..??"Nayla terkejut melihat bahwa orang yang datang adalah Alex dan dia masih menggunakan seragam serta menggendong tasnya."Lo bolos..??"
"Kata temen sekelas lo,lo gak masuk sekolah.Gue pikir lo sakit,jadi gue nengok lo..."jawab Alex tanpa dosa sambil mengulurkan satu kantong kresek makanan dan buah-buahan."buat lo...tadi gue mampir beli ini.Dimakan ya,,biar cepet sembuh..."ucap Alex lagi sambil tersenyum manis.Siapapun cewek yang melihat senyuman Alex saat ini pasti akan meleleh hatinya terkecuali Nayla.
Dengan malas Nayla menerima pemberian Alex."Gue gak sakit..harusnya lo gak usah repot-repot kesini.Lagian darimana lo tahu rumah gue...??Mana bolos lagi..."
"Semua tentang lo pasti gue tahu Nay...Lagian hari ini emang gue berencana buat bolos kog..jadi gak ngrepotin...."
"Hhmmm.."Nayla merasa malas menanggapi Alex.Dia lebih memilih menyibukkan diri dengan hpnya.
"Nay...kog diem sih..??"Alex sedikit frustasi karena Nayla mengacuhkannya.
"Hhhmmmm..."jawab Nayla lagi membuat Alex benar-benar frustasi.Dia mengusap wajahnya dengan kasar.Emosinya hampir meledak,tapi Alex segera mengontrolnya karena itu pasti akan membuat Nayla ketakutan seperti kemarin.Alex tidak akan tahan jika melihat Nayla menangis.Lagipula Alex sudah berjanji akan melindungi Nayla.
"Hhhhh...oke.lo istirahat aja.Gue pulang dulu..."Alex berdiri.Namun sebelum berjalan menuju pintu keluar,Alex berhenti di depan Nayla."Nay...ucapan gue yang kemarin itu serius.Jadi gue tunggu jawaban lo..."Ucapnya kepada Nayla.Sedangkan Nayla masih mengacuhkan Alex.
"Gue tunggu sampai lo siap.Kapanpun itu...tapi gue gak akan berhenti berusaha buat dapetin hati lo...!!gue balik..."Kali ini Alex benar-benar pergi.
Nayla memegangi dadanya.Jantungnya terasa ingin loncat dari tempatnya karena dalam hati Nayla sebenarnya takut jjka Alex marah akan perlakuannya tadi sehingga Alex akan berbuat kasar padanya.Tapi inilah cara agar Alex bosan untuk mendekatinya.Akhirnya Nayla bisa bernapas lega karena Alex benar-benar pergi.
***
Jam pelajaran telah berakhir.Alex kembali ke sekolah untuk mengambil motornya yang masih berada di parkiran sekolah.Terlihat keempat temannya sudah berada disana.
"Dari mana aja lo lex...??bolos gak ngajak kita-kita..."tanya Regan.
"Tauk tu...nggak asik lo..."Miko menimpali.Sementara Alex hanya tersenyum tipis menanggapi teman-temannya.Mereka berlima kemudian melajukan motor mereka menuju rumah Alex.
Sesampainya di rumah Alex,seperti biasa mereka berkumpul di ruang keluarga sambil menikmati kue yang dibuat oleh bi Sari.
"Ngomong-ngomong lo tadi bolos kemana lex...??Ada masalah...??"tanya Boby karena menurutnya beberapa hari ini sikap Alex telihat berbeda.
"Gak kemana-mana..gue cuma ke rumah Nayla aja tadi..."jawab Alex sambil sesekali menghisap rokok yang ada di tangannya
"Nayla...??cewek yang ketemu lo di belakang sekolah itu...??Ngapain lo kerumah dia..??lo beneran suka ama dia lex...??"Boby mengernyitkan dahinya diikuti oleh pandangan dari Dave,Miko dan Regan.
"Lo nyamperin cewek itu lex..??"kali ini Regan yang bertanya.Alex hanya menganggukkan kepalanya.
"Trus kenapa muka lo tekuk gitu...??"tanya Regan lagi karena ekspresi Alex tampak bete.
"Biasa lah...gue dicuekin.Gue heran banget sama tu cewek...Dari pertama ketemu kayaknya selalu berusaha hindarin gue..."
"Haaaa haaaaa....."Regan dan teman-temannya malah tertawa mendengar curhatan Alex.
"Jadi lo beneran suka sama dia lex..??"Regan memastikan.
"Kayaknya sih gitu..Dari pertama lihat dia gue udah tertarik ma dia.Dia tu unik kalo menurut gue.. Gak kayak cewek lainnya..."
"Iya...gak kayak cewek lainnya yang tergila-gila sama lo..lah dianya malah cuekin lo...Mungkin lo kena karma lex karena selalu semena-mena sama cewek yang suka sama lo..."ledek Regan hingga yang lainnya pun ikut tertawa.
"Sialan lo...Alex melemparkan makanan ke muka Regan,tapi justru Regan malah semakin mengeraskan tertawanya.
"Gimana bang rasanya ditolak...??sakit gak...sakit gak...??"ledek Regan lagi.
"Ya sakit lah....masa enggak...??"kali ini Dave menimpali.
"Puas ??"umpat Alex.
"Puas banget....hahaha..."Ucap Dave,Miko,Boby dan Regan bersamaan membuat Alex makin bete.
"Lo yakin beneran suka sama tu cewek lex...??Atau lo deketin dia karena penasaran aja...??"Boby mulai bicara serius.
"Yakin gue...dari pertama ketemu dia gue gak berhenti mikirin dia.Tapi kira-kira kenapa dia gak respon sama gue ya...??"
"Lo kurang berjuang aja bro...Lanjutkan bos ...pantang menyerah sebelum dapetin hatinya...!!"Saran Miko.
"Gue gak yakin..."
"Kok jadi lembek sih lex...semangat.Jangan nyerah...batu aja kalo dipukul lama-lama pecah juga...kalo lo semangat bisa lah lex..."Miko kembali meyemangati Alex.
"Iya..kita semua pasti dukung lo kok..."ucap Boby diikuti anggukan yang lainnya.
"Thanks guys...kalian selalu jadi teman terbaik gue..."
***
Jam masih menunjukkan pukul 06.30 menit.Tapi Alex sudah berdiri di depan gerbang sekolah.Beberapa pasang mata melihat Alex dengan terheran-heran karena tak biasanya Alex berangkat sekolah sepagi ini.
Tujuan Alex adalah untuk menunggu kedatangan Nayla.Benar saja,tak lama kemudian tampak Nayla turun dari mobil sedan warna hitam.Dia kemudian berjalan untuk memasuki halaman sekolah.
"Hai Nay...baru berangkat...??"
"Hhmmmm..."hanya itu jawaban Nayla.Alex menghela nafas dengan kasar hingga terdengar oleh Nayla.Sebenarnya saat ini Nyala takut jika Alex sampai tersinggung dan marah karena perlakuannya yang selalu tidak menyenangkan.Tapi bagaimana lagi...Nayla memang tidak ingin dekat dengan Alex.Nayla masih mengingat jelas sikap temperamen Alex.Nayla juga beberapa kali mendengar kabar jika Alex sering mempermainkan gadis-gadis disekolah.Bisa saja Alex melakukan itu pada Nayka juga.Apalagi Nayla sudah melihat sendiri apa yang Alex lakukan kepada Siska.Nayka sampai bergidig mengingat itu semua.Alex memperhatikan tingkah Nayla.
"Kenapa Nay...??"tanya Alex karena melihat wajah Nayla yang seperti ketakutan.
"Gak papa...lo ngapain sih ngikutin gue...??"tanya Nayla karena Alex menjajari langkahnya.
"Gak papa..gue pengen bareng aja sama lo.Gue dari tadi nungguin lo..."
"Gue gak perlu ditunggu..."
"Tapi gue pengen nunggu lo...gimana dong...??"Mereka berdua terus berdebat sampai beberapa anak melihat mereka dengan heran.
"Udah lah lex...jangan ganggu gue..."
"Gue gak ganggu elo...gue udah bilang kan kalo gue suka sama lo.Sebelum lo jawab perasaan gue,,gue akan tetep nungguin lo..."
"Tapi gue gak suka sama lo lex...lo ngerti gak sih..??"Nayla mulai kesal.Alex pun juga mulai kehilangan kesabarannya.Nayla mempercepat langkahnya agar bisa meninggalkan Alex,tapi Alex dengan cepat segera mencekal tangan Nayla membuat Nayla semakin memberontak.
"Lepasin gue..."
"Gak.,,gue gak akan lepasin sebelum lo kasih jawaban ke gue..."kekeuh Alex.
"Gue udah bilang kan kalo gue gak suka sama lo...Lo gak ngerti ya..."Nayla marah.
"Gua gak terima penolakan dari lo Nay...Gak ada yang bisa nolak gue..."
"Tapi gue bisa...udahlah lex,jangan selalu paksa orang lain buat nurutin keinginan lo...!!"ucap Nayla sebelum akhirnya berakhir melepaskan cekalan tangan Alex dan segera berlari ke kelasnya.
Nayla berhenti berlari di depan kelasnya dengan nafas terengah-engah.
"Kenapa Nay...kayak habis dikejar setan...??"tanya Varo yang tiba-tiba disebelahnya membuay Nayla terkejut.
"Hah....ngagetin aja lo...yang ini tu lebih dari setan..."canda Nayla membuat Varo tersenyum.
"Ada-ada aja lo Nay...yaudah,nih minum dulu..!!"Varo memberikan sebotol air mineral kepada Nayla.Nayla segera menerimanya dan meminum air pemberian Varo hingga hanya tersisa setengahnya.
"Haah...lega gue.Thanks ya Var buat minumnya...bye..."Nayla menepuk bahu Varo lalu melambaikan tangannya sambil tersenyum kepada Varo.Varo membalas lambaian tangan Nayla sambil tersenyum,lalu segera melangkah pergi menuju kelasnya.
"Nayla...Nayla..."Varo masih tersenyum sendiri mengingat tingkah Nayla.Sejak pertama kali bertemu Nayla Varo sudah menaruh rasa pada Nayla.Apalagi ditambah seringnya mereka bersama dalam berbagai kegiatan OSIS membuat si Ketos semakin jatuh hati pada sekretarisnya itu.Varo pernah mengutarakan perasaannya kepada Nayla,tapi Nayla menolaknya dengan alasan bahwa Nayla tidak berniat untuk pacaran sampai dia lulus SMA.Varo pun hanya bisa menerima keputusan Nayla dengan lapang dada.Lagipula mereka masih bisa berteman.Mungkin suatu saat nanti Nayla akan memiliki rasa yang sama terhadapnya jika sering bersama,itu yang dipikirkan Varo.
Di sisi lain,ada seseorang yang melihat kedekatan mereka dengan tatapan seakan mau membunuh.Orang itu adalah Alex.Alex mengepalkan tangannya melihat kedekatan Nayla dengan si ketua OSIS itu."Ooohhh...mau jadi saingan gue...jangan harap bisa menang...!!"Alex bergumam sendiri sambil terus menatap Varo dengan tatapan tajam seperti singa yang hendak menerkam mangsanya.Siapapun yang melihat Alex saat ini pasti akan bergidig ngeri.
***
Jam pelajaran sekolah sudan berakhir.Nayla tiba-tiba merasa ingin ke toilet.Akhirnya sebelum pulang Nayla memutuskan untuk ke toilet.Kebetulan letak toilet ada di belakang sekolah tempat dimana Nayla dan Alex pertama kali bertemu.
Nayla keluar dari toilet dengan lega.Nayla merasa heran karena samar-samar dia mendengar seperti suara sesuatu yang dipukul dari arah belakang toilet.Karena penasaran,Nayla mencoba melihat apa yang terjadi di belakang toilet.Betapa terkejutnya Nayla melihat Varo dihajar habis-habisan oleh Alex hingga terlihat beberapa memar di wajahnya serta sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"Bukk...bukk..."Alex masih belum puas memukul Varo yang sudah tak berdaya hingga terkapar.Alex meletakkan kakinya di dada Varo hingga Varo tak bisa bergerak lagi.
"Gue peringatin lo...jangan lo deketin Nayla lagi.Kalo sampai gue lihat lo deketin dia lagi,gue gak segan-segan buat bunuh lo...ngerti..??"Varo hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil merintih kesakitan karena seluruh tenaganya sudah habis."Bagus..."ucap Alex lagi sambil berbalik akan meninggalkan Varo.Kali ini giliran wajah Alex yang pucat karena saat berbalik badan dilihatnya Nayla sedang berdiri menatapnya dengan tatapan benci.Tanpa mengatakan apapun Nayla langsung bergegas meninggalkan Alex.
"Nay...gue bisa jelasin..."Alex segera mengejar Nayla.
"Gue gak butuh penjelasan dari lo..." Dengan cepat Alex menarik tangan Nayla hingga Nayka kehilangan keseimbangannya.Dengan cepat Alex menangkap tubuh Nayla yang sudah menghadapnya.Alex memegang kedua pipi Nayla dan mendongakkan wajahnya,dengan cepat bibir Alex menyambar bibir Nayla.
Alex menikmati lembutnya bibit Nayla...Nayla memberontak mencoba melepaskan dirinya dari Alex,namun sayangnya tenaga Alex jauh lebih kuat.Nayla tidak bisa melawan Alex.Butiran air mata Nayla berjatuha dipipinya hingga mengenai wajah Alex.Tiba-tiba Alex tersadar apa yang dilakukannya kepada Nayla.Alex segera melepaskan Nayla.Alex menyesali perbuatannya yang lagi-lagi membuat Nayla menangis.
"Nay...maaf..."
"PLAKK..."satu tamparan jatuh tepat di pipi kiri Alex.Alex hanya diam tak melawan saat Nayla menampar pipinya.Alex sadar apa yang dilakukannya ini sudah melebihi batas.
"Apa salah gue sama lo sampai lo terus-terusan ngusik hidup gue hah...??"Nayla terduduk di tanah,menutup kedua wajah dengan tangannya dengan tangis tersedu-sedu.Seluruh badannya lemas karena perbuatan Alex padanya,bahkan bibirnya terasa perih.
"Maafin gue Nay...gue gak akan ngulangin itu lagi.Gue frustasi karena lo terus mengabaikan gue...Gue beneran suka sama lo..."Alex ikut duduk didepan Nayla,mengulurkan tanggannya ingin mengusap kepala Nayla.
"Jangan sentuh gue...!!"Nayla menampik tangan Alex kasar,,kali ini memandang tajam ke arah Alex.
"Elo bilang suka sama gue..??Suka sebagai apa..??sebagai mainan lo..??atau pemuas nafsu lo...??"entah keberanian darimana,Nayla mengeluarkan apa yang dipendamnya selama ini.
"Nay...gue gak maksud gitu.Gue khilaf Nay,,..maafin gue..."Alex merutuki kebodohannya karena bisa lepas kendali terhadap Nayla.Padahal saat menakut-nakuti Siska dan gadis lainnya,dia sama sekali tidak merasakan apapun.Tapi berhadapan dengan Nayla membuat Alex kehilangan akal sehatnya.
"Ohh...jadi itu yang lo mau dari gue...??Gue salah apa sama lo sampai lo mau ngerusak gue...??Udah berapa banyak cewek yang lo paksa buat ngelayanin n*fsu bej*t lo itu hah...??"Alex tak mengerti maksud Nayla.
"Nay...gue gak ada maksud apa-apa...Gue beneran khilaf Nay....pliss...maafin gue...gue gak seperti yang lo pikirin.Gue beneran sayang sama lo Nay..."
"Sayang lo bilang...??kalo lo beneran sayang sama gue,lo gak akan pernah ngelakuin perbuatan lo tadi...Dan sebelum lo bilang sayang ke gue,lebih baik lo pastiin kalo lo memang sayang sama gue atau cuman terobsesi sama gue.oh iya....dari pada sibuk ngejar gue,lebih baik lo pikirin Siska.Lo coba periksa apa dia hamil anak lo atau enggak.... "Nayla menghapus air matanya dengan kasar lalu segera berdiri meninggalkan Alex yang mematung meresapi kata-kata Nayla barusan.
"Siska...??hamil anak gue...??Apa mungkin Nayla lihat apa yang gue lakuin ke Siska dan jadi salah paham....??Ahhh...sial..."Alex memukul tanah di sebelahnya.Kali ini Alex akan sulit mendapatkan Nayla.
***
"Muka kenapa tuh..??Kusut banget..."tanya Regan yang melihat wajah Alex sangat berantakan .
"Ditolak gue...!!"jawab Alex lemas sambil menghisap batang rokok di tangannya.
"Haaa...ha...ha....."teman-teman Alex malah mentertawakannya.
"Heh...seneng banget sih kalian lihat gue menderita...??"dengus Alex kesal.
"Lo beneran patah hati Lex..??biasanya juga lo yang tukang matahin hati anak orang..."ejek Regan.
"Kok bisa sih lo ditolak..??"Boby heran karena ternyata ada cewek yang nolak Alex.Alex menceritakan semua kejadian di sekolah siang tadi.Teman-temannya pun menyimak cerita Alex.
"Itu sih salah lo bro..ngapain lo pake mukulin si ketos segala...??jadi pacar aja belum udah posesif aja lo...."ucap Dave.
"Berat banget tuh lex...Mana lo pake maksa nyium dia lagi..Makin ilfeel tu cewek sama lo...Sebrengs*k-brengs*knya gue,gue gak pernah maksa mereka ya.Mereka yang rela nyerahin mahkotanya ke gue..."Regan ikut menimpali.
"Kalian tu temen gue bukan sih ..??Bukannya ngasih solusi malah bikin pikiran gue makin ruwet...Mana Nayla pake salah sangka gara-gara lihat gue ngerjain Siska waktu itu... "Alex mengumpat.
"Lagian salah lo juga sih lex,,kalo ngerjain cewek gak kira-kira.Sekarang jadi lo sendiri kan yang kena batunya...Nyesek gak tuh...?? Saran gue,lo biarin Nayla tenang dulu deh lex...kalo lo kejar-kejar dia yang ada dia malah makin takut sama lo.Besok kapan-kapan gue bantu jelasin ke Nayla soal Siska..."Boby memberi saran.Diantara mereka berlima,Boby lah yang berpikiran matang.Tidak seperti Alex yang suka emosian dan grusah-grusuh dalam memnghadapi masalah.
"Betul tu kata Boby...Udah...santai aja dulu."Miko sependapat sama Boby.
***
Beberapa hari berlalu,Alex memutuskan untuk tidak mengganggu Nayla dulu.Tapi Alex masih terus mengawasi Nayla dari kejauhan untuk memantau apakah ada pria lain yang mendekati Nayla.Disitulah Alex tahu bahwa ternyata Si Ketos sudah pernah mengungkapkan perasaannya ke Nayla,namun cintanya ditolak oleh Nayla.
"Lihatin apa sih bos..??serius amat.."Miko menepuk bahu Alex yang sedang fokus melihat ke suatu tempat.Miko mengikuti arah pandangan Alex.
"Belum move on lo...??"tanya Miko saat tahu ternyata Nayla lah yanh sedang diperhatikan Alex.
"Susah move on gue...Tu cewek emang bener-bener beda...Si ketos aja ditolak...apalagi gue yang bad boy ini..."keluh Alex.
"Ya udah lah bro...slow dulu aja.Nanti Gue sama Boby samperin dia deh...Gue jelasin soal Siska."Miko menenangkan Alex.
"Hmmmm...thanks.."
"Sama-sama ..."Miko menepuk pundak Alex.
Jam istirahat,Selepas dari Kantin Nayla kembali ke mejanya sekedar memainkan hpnya.Tiba-tiba ada suara memanggilnya.
"Nay...ada yang nyari lo..."panggil Doni yang duduk di dekat pintu.Nayla melihat ke arah pintu.Ternyata ada Boby dan Miko menunggunya di luar kelas.Nayla tentu mengenali siapa mereka.
"Temennya si brengs*k...ngapain sih nyamperin gue...??"batin Nayla.
"Ada apa...??"tanya Nayla dengan malas saat sudah berhadapan dengan Miko dan Boby.
"Hei...kenalin gue Boby dan i-...."
"Udah tahu....gue tanya ada apa kalian nyari gue...??"belum selesai Boby bicara Nayla langsung memotong perkataannya.
"Eeh...eng..kita mau jelasin ke elo kalo lo salah paham soal Siska...Waktu itu Alex gak ngapa-ngapain Siska.Dia cuman bercanda aja...Alex emang gitu orangnya.Kalo lo gak percaya,lo tanya deh ke Siska...."Boby langsung bicara ke inti karena tampaknya Nayla orang yang tak suka berbasa-basi.
"Ngapain jelasin ke gue..??bukan urusan gue...buang-buang waktu gue aja."Nayla melangkahkan kakinya masuk kedalam kelas meninggalkan Boby dan Miko.
"Seenggaknya lo pertimbangin Alex lah Nay...!!Sebenarnya Alex tu gak jahat kok..cuman kadang sikapnya emang keterlaluan..tapi itu semua ada alasanny kok.."ucap Miko.Nayla yang sudah sampai dipintu segera berhenti dan menoleh.
"Gue akan pertimbangin kalo si Bad boy itu bisa jadi good boy...Bisa...??enggak kan...?? "Ucap Nayla lagi lalu kembali berjalan menuju mejanya.
***
"Nay...gue mau ngomong sama lo..."Saat ini sudah pulang sekolah.Alex sengaja nenunggu Nayla di depan kelasnya.
"Ya udah ngomong aja..."jawab Nayla dingin.
"Soal Siska,,lo salah paham ke gue.Waktu itu gue gak sampe ngelakuin hal-hal yang macem-macem ke Siska....Gue cuman...."
"Cuman apa..??Buka semua kancing bajunya..??tetep aja itu namanya pel*c*han...Dan itu udah membuktikan kalo lo cowok gak baik..."Alex hanya diam saja mendengar uneg-uneg Nayla.
"Gimana bisa gue bersama orang yang bisa-bisanya ngerendahin seorang perempuan..??Dan lo inget apa yang udah lo lakuin ke gue...Lo bener-bener udah ngerendahin gue..."
"Sori Nay,,waktu itu gue bener-bener khilaf..."
"Iya..lo khilaf.Terus sama Siska lo juga cuman khilaf...??trus,waktu lo malah maki-maki orang yang mau lo tabrak,,lo juga lagi khilaf..??khilaf tu cuman sekali Lex,kalo lo ngelakuin berkali-kali bukan khilaf namanya.Tapi emang itu tabiat lo..."
Alex merenungi kesalahannya.Ya,,memang selama dia begitu keterlaluan pada orang-orang disekitarnya.Itu karena selama ini Alex merasa kesepian.Orang tua yang di butuhkannya sudah memiliki kehidupan mereka sendiri hingga Alex terlupakan.
"Lo bener Nay,,Gue emang Bad boy.Gue gak pantes buat lo....Kalo emang lo gak bisa nerima gue,gue akan pergi dari lo Nay.Tapi sekali lagi gue katakan...Gue bener-bener sayang sama lo Nay.Gue janji gue bakal berubah kalo lo mau nerima gue di sisi lo...Lo mau kan Nay jadi pcar gue...??"Alex menggenggam kedua tangan Nayla.Dia benar-benar berharap Nayla bisa menerima cintanya dan membuat Alex menjadi lebih baik.
Nayla menggelengkan kepalanya."Sory Lex..gue gak bisa terima lo...Kalo lo emang ingin berubah,lo harus punya kemauan untuk berubah...Lo coba introspeksi dulu...Lo pikir sendiri apakah lo emang layak buat gue ato enggak...!!Gue gak butuh janji lo Lex...Kalo lo emang mau berubah,,berubahlah buat diri lo sendiri supaya kehidupan lo akan lebih baik di masa depan nanti.Gue duluan ya...bye..."Setelah berkata seperti itu,Nayla segera pergi meninggalkan Alex yang masih diam mematung di tempatnya.
"Oke Nay kalo itu mau lo...Lo sekarang bisa hidup tenang tanpa gangguan dari gue..."lirih Alex.
***
Waktu terus berlalu tak terasa kenaikan kelas sudah tiba.Alex menepati janjinya pada Nayla untuk tidak mengganggu Nayla lagi.Tentu saja Alex sangat frustasi karena selama ini masih gagal move on dari Nayla.Hari ini adalah hari pengambilan rapor.Biasanya Bi Sari lah yang akan mengambilkan rapor milik Alex,tapi hari ini berbeda.Ayah Alex lah yang mengambikan rapor milik Alex.Teman-teman Alex merasa takjub melihat hal itu.
"Tumben banget bokap lo yang ngambilin rapor lex...??"tanya Dave.
"Iya,,dady gue mampir karena kebetulan ada perjalanan bisnis di sini."jelas Alex."Guys...gue sekalian pamit ni ma kalian...gue mau ikut dady gue ke Jerman.Gue mau pindah sekolah disana..."jawab Alex membuat teman-temannya shock.
"Lo serius lex...??kalo lo pergi bakalan sepi dong..."Regan tak percaya.
"Serius gue...kalo gue terus disini,gue gak bisa move on dari Nayla...Lagian kalian kan bereempat,gue cuman sendiri.Malah gue yang kesepian keknya...hehe..??"canda Alex.
"Ah elo Lex...kalo kesepian gak usah pergi lah..."Mata Boby berkaca-kaca saat berbicaa pada Alex.Boby merasa kehilangan Alex karena mereka sudah berteman sejak SD.
Alex memeluk temannya satu persatu karena setelah ini Alex dan ayahnya akan langsung menuju bandara untuk berangkat ke Jerman.
"Gue titip ini buat Nayla ya..."Alex memberikan sebuah surat kepada Boby."Sama gue minta tolong kalian jagain Nayla buat gue ya.Jangan sampa ada yang gangguin Nayla..."ucap Alex lagi dengan mata berkaca-kaca.Sebenarnya berat bagi Alex untuk meninggalkan Nayla dan teman-temannya.Tapi bagamanapun Nayla sudah menolaknya dan Alex harus menerima kenyataan bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan.Alex sudah berusaha menghilangkan Nayla dari ingatannya,tapi sangat sulit karena setiap hari bertemu dengan Nayla dan sikap Nayla masih tetap acuh padanya.Rasanya sungguh menyakitkan.
Beberapa hari ini ayahnya telah datang ke Indonesia,karena sedang momen kenaikan kelas ayahnya menawarkan Alex untuk ke Jerman bersamanya.Ayahnya khawatir jika Alex tinggal sendirian disini dan Alex langsung menyetujuinya.
"Alex...kita berangkat sekarang..!!"terdengar suara ayah Alex memanggil dengan logat khas bulenya.
"Iya dad..."teriak Alex pada ayahnya."Gue pergi dulu ya...!!"pamit Alex pada keempat temannya.Teman-teman Alex menatap kepergian Alex dengan haru..Mereka tak bisa mengantar Alex ke bandara karena mereka ke sekolah bersama dengan orang tua mereka masing-masing.
***
"Hey Nay...saat lo baca surat ini,mungkin gue udah gak disini lagi.Gue pamit Nay,gue pindah sekolah ke Jerman ikut dady gue.Gue harap disana nanti gue bisa move on dari lo.Gue akan berusaha hidup lebih baik lagi Nay...Gue harap sekarang lo bisa lega karena gue udah gak gangguin elo lagi. Lo jaga diri lo baik-baik ya Nay..Semoga lo gak akan ketemu sama bad boy kayak gue lagi karena gak boleh ada bad boy yang ganggu lo selain gue...hehehe.."
Salam kangen selalu "Alex si bad boy"
Nayla membaca surat dari Alex yang diberikan oleh Boby.Nayla tidak tahu harus sedih atau senang dengan kepergian Alex.Dalam hati Nayla sebenarnya dia sedikit menyukai Alex saat mengetahui kenyataan bahwa sebenarnya Alex tidaklah jahat.Dia hanya sedikit keterlaluan.Mungkin itu adalah bentuk kekecewaan Alex kepada kedua orang tuanya.
Walau dia menyukai Alex,tapi Nayla tidak bisa menerima Alex karena dia sudah berjanji pada Ayahnya untuk tidak berpacaran sampai lulus SMA.Nayla tentu tidak ingin mengecewakan ayahnya.
Nayla menyimpan surat dari Alex di laci meja kamarnya."Selamat tinggal lex...semoga hidup lo lebih baik disana nanti..."gumam Nayla.
Sementara itu Alex saat ini sudah berada didalam pesawat.Alex terus menatap foto Nayla yang telah diambilnya secara diam-diam dari layar hpnya.
"Nay..gue harap lo akan bahagia.Gue akan berusaha untuk hidup lebih baik lagi.Terlepas dari gue bisa lupain lo ato enggak,biar waktu yang menjawabnya..."
*SELESAI*
"Terimakasih bagi yang sudah mampir.Jangan lupa tinggalkan like dan komen agar author lebih semangat lagi dalam berkarya...jangan lupa ikuti terus karena akan ada part 3 nya...terimakasih..."