Biola Sari adalah namaku. Aku seorang Siswa kelas 11 yang diam-diam mengagumi kakak kelasku sendiri. namanya Zulki Rahaya. Seorang Siswa yang tak terkenal tapi mampu menarik perhatianku.
Kami Berteman karena dipertemukan dengan ketidak sengajaan. bukan hanya Biola, Faya sahabat Biola juga mengenal Zulki. jadi Kami bertiga adalah Sahabat.
Namun tak ada yang mengetahui bahwa Biola menyukai Zulki. Biola saja tak bisa mengatakannya kepada Faya. Karena Biola tak ingin dimakcomblangkan oleh Faya.
Biola menatap layar ponselnya. Mereka sudah mengenal lebih dari 3 bulan. dan Zulki si pria yang dicintai dalam diam ini, sebentar lagi akan menghadapi ujiannya.
"Faya bilang tak bisa ikut, Apa hanya Aku dan Kak Zulki nanti?"Guman. Hari ini rencana Biola adalah mengajak makan malam bersama dengan Zulki dan Faya. namun Faya menolak karena ada urusan bersama Keluarga.
Biola jadi merasa berdebar-debar karena jika memang nanti Mereka jadi makan malam. maka hanya ada dirinya dan Zulki.
Menunggu balasan dari grup, Hanya Faya yang membalas Ia menolak. Biola menunggu balasan Kakak Kelasnya itu.
Degupan jantungnya benar-benar sangat kuat. karena melihat Kakak kelasnya itu sedang mengetik.
"Aduh gimana nih, Apa engak jadi aja ya"Benak.
Ting!!!
(Boleh, Kalau Faya engak bisa, Kita aja Biola)
Balasan itu berhasil membuat bunga entah dari mana datang menghampiri Biola. Ia langsung bangun dari berbaringnya dan melompat-lompat kegirangan.
"Yes..yes..yes, akhirnya bisa berduaan dengan Kak Zulki"Teriak Biola. Ia langsung bergegas untuk bersiap-siap.
-
Dimeja yang begitu tenang terdapat dua orang yang saling tersenyum karena bertemu.
"Hai Biola.."Sapa Zulki yang menarik Biola kembali pada kesadarannya.
"Heheh Hai Kak"balas Biola. Ia gemetar hebat karena merasakan begitu bahagianya bersama orang yang dicintainya. Apa lagi makan malam seperti ini. bisa dibilang ini Pertama kalinya Biola berdua dengan Zulki.Selama ini diantara mereka biasanya ada Faya. dan untungnya Faya tak ada hari ini.
Biola bersyukur dalam diamnya. Mereka menikmati makanan yang ada. Dan sedikit bercerita untuk hal yang sepele.
Biola berharap Ia bisa mengungkapkan isi hatinya. ini kesempatannya, jarang-jarang Ia bisa berdua dengan Orang yang dicintainya ini.
"Anu Kak Zulki...."Biola ingin berbicara kepada Kakak kelas yang ada didepannya. wajahnya terangkat, Ia ingin melanjutkan ucapannya. Namun...
"Aku mencintaimu"
Mata Biola langsung membulat lebar ketika mendapati apa yang diucapkan oleh orang didepannya. Ia merasa ada bintang jatuh dan menabrak dirinya sampai-sampai mendengar apa yang selama ini ditunggu olehnya.
"ah..Kak Zulki menembakku?"Benak Biola. Ia membuka mulutnya untuk berbicara.
"Bagaimana menurutmu?"Tanya Zulki yang berhasil membuat Biola menatap bingung.
"Maksudnya Kak?"Biola menenangkan degupan jantungnya. Ia menatap lekat kearah Kakak Kelasnya.
"Bagaimana menurutmu, Apa Aku bisa menembak gadis yang ku sukai?"Tanya Zulki lagi.
Biola langsung terdiam. hatinya yang berdegup-degup terganti dengan rasa sedih dan terluka.
"Hehehe...Kak, Seharusnya katakan kalau Kau ingin berlatih mengungkapkan rasa, Aku bisa salah paham loh"Ucap Biola yang mengeratkan gengamannya.
"Maaf Biola, Aku hanya ingin mencobanya Saja..Maaf ya, Aku membuatmu salah paham"
mendengar hal tersebut menyayat langsung kehatinya. Biola tersenyum kikuk menatap kearah Kakak Kelasnya itu.
"Baiklah Biola, Makasih makan malamnya, biar Aku yang traktir..Oh ya Nanti akan ada kabar dariku, Semoga Aku diterima olehnya ya"Ucap Zulki yang melangkah pergi meninggalkan Biola mematung ditempatnya.
-
Setiba dirumah~
Biola yang dilanda rasa hancur tak berminat untuk berbicara. Ia memetakkan air mata mengetahui bahwa Ia hanya dianggap sebagai Sahabat tak lebih.
"Ah Biola..Kau terlalu berharap"Keluh Biola yang langsung merebahkan tubuhnya.
Ia berdandan cantik, mengenakan gaun manis dan menampilkan penampilan yang berbeda dari biasanya. harapannya Ia bisa mendapat balasan dari cintanya. Namun bukannya mendapat balasan dan kebahagiaan, yang didapat oleh Biola adalah rasa sakit dan Fakta.
Biola terisak dibalik bantal. Ia menangis sekerasnya karena rasa sesak didada benar-benar mengumpal. Harapannya musnah dalam sekejap. 3 bulan mengenal Kakak Kelasnya, yang didapatinya hanya sebuah rasa sakit.
Ting!!!
Biola engan menarik ponselnya. Namun Ia yang penasaran siapa dibalik Ponsel berderingnya. Ia membuka pesan yamg dikirim oleh Sahabatnya. Faya.
(Biola, Ini beneran kan? astaga, Biola. Aku ditembak sama Kak Zulki)
Pandangan datar dan rasa kesedihan diganti dengan kehampaan. Biola menatap layar ponselnya. Ia tersenyum dengan wajah yang masih mengalirkan air mata.
-
3 bulan yang lalu...
Biola berjalan menuju kantin, Ia melangkah seorang diri karena saat ini Faya sudah duluan dikantin.
"BIOLA!!!!"Teriak Faya yang melambaikan tangannya.
Biola bergegas mendekat, Ia langsung menyambut Sahabat baiknya.
"Aku sudah memesan makananmu, Ayo kita duduk"Ucap Faya yang menarik Biola. Mereka berdua mendapatkan meja yang ada seorang Pria menikmati makan siangnya.
"Maaf, Apa kursi disini kosong?"Faya bertanya sambil menunjuk kearah Kursi tersebut.
"Iya"Jawab orang yang duduk didepan mereka. Faya dan Biola duduk dan menunggu Makanan mereka.
Setelah selesai Makan siang itu, Biola menarik tangan Faya untuk berbisik kepadanya.
"Faya..Begini, Kau tak mengenal Kakak Kelas tadi?"Tanya Biola lewat bisikkannya. Faya yang mendengarnya mengangguk.
"Kenal, Dia Kakak Ekskulku"Balas Faya. Biola yang mendengarnya langsung berbinar.
"Kau kenal..Ah bagus Faya, Kalau begitu bisa Kau.."Biola menatap kearah Faya yang terdiam tak mendengarkan ucapannya. Biola langsung menatap kearah dimana Faya menatap....
-
"Selama ini, Aku hanya menduga saja..Namun bodohnya Aku, Faya Kau juga menyukainya saat itu, hahahaahhaahh"Biola melangkah meninggalkan tempat yang begitu sunyi. Ia berjalan sambil merapikan penampilannya.
"Dengan begini, Tak akan ada yang tersakiti kan"Benak Biola. Ia menatap kearah Langit yang mendung dan tak berapa lama hujan pun turun mengenai dirinya.
"Wajar hujan datang, Karena sedih kan?"Guman Biola. Ia melangkah menuju kearah Rumahnya.
-
Tiga hari kemudian~
"Biola!!!"Teriak seseorang yang membuat Biola menatap kearahnya.
"Kau cepat sekali, Oh ya Aku kembalikan bukumu ya"
"Terimakasih"
"Hm..Biola"
"Kenapa?"
"Kau terlihat berbeda, Apa kau merubah penampilanmu?"
"Eh benarkah?, Ku pikir ini masih biasa saja"
"Kau terlihat cantik, Oh ya Kau tahu dimana Zulki dan Faya? mereka jarang terlihat 3 hari ini"
"Aku juga mencari mereka, dimana mereka..Padahal sebentar lagi Kakak Kelas akan ujian kan"
"Kau benar..ku harap mereka baik-baik saja"
"Hm"Biola tersenyum sambil melangkah menuju kekelasnya. Ini sudah 3 hari dan tak ada yang mengetahui. mungkin sore nanti barulah diketahui keberadaan orang yanv dicari.
-
'Melapor dari TKP, Dua mayat ditemukan dalam keadaan terpotong-potong.dan dibuang didalam tong sampah...Disini ada saksi yang menemukannya, Pak bagaimana bisa terjadi?'
'Saat bertugas, Saya biasanya mengambil sampah dibagian ini, dan tak ada terjadi seperti ini, namun saat saya membuka penutupnya. Saya mendapati tubuh mereka sudah dipotong-potong, dan ada yang hilang dari tubuh mereka, Jantung mereka'
Berita disore hari menarik perhatian orang-orang. dan juga keluarga sang Mayat yang langsung berteriak histeris karena Kematian anak mereka yang tidak benar.
Biola menatap teduh kearah pemakaman dua orang Sahabatnya. Satu Sahabat dan Satu orang yang di cintai.
Setelah acara pemakaman itu, Biola berbaring dikamarnya. memutar kunci ditangannya. Kunci yang menyimpan benda yang begitu disayangi olehnya.
"Mereka bahagia selamanya dan tak akan terpisah kan?"Benak Biola penuh dengan kebahagiaan.
ENDS~