Namaku Badai.......walaupun namaku Badai tapi tenang aku ngga bahaya kok....kenapa namaku badai?karena orang tuaku memberi kU nama Badai...("Ya, Iya kami juga tau")...."waduh, siapa yang nyaut tuh" Badai... sudah sudah, daripada ga jelas gini lanjut ke story ya......
THE STORY
Hai semua namaku Badai.....
("Ga usah diulang kali",suara misterius)...
"Iya iya , santai dong jangan ngegas"Badai...
baiklah cerita ini dimulai saat......
DI HARI ITU....
Aku sedang duduk sendiri ditaman sekolah saat istirahat sambil membaca buku...
Tiba tiba ...
"Hahahaha..dasar cupu,"
"Pergi sana loe ngga usah main basket disini"
"Mending loe pulang terus minta suapin sana sama mama loe"
HAHAHAHAHAH
Siswa yang dibully hanya terdiam ketakutan.
OYYY!!!!...
"Hah sapa tuh? " semua keheranan
"KAk, sebagai kakak kelas harusnya kakak mengajarkan yang baik ke adik kelasnya bukanya malah dibully Kak",kata seorang gadis dengan rambut terurai.
"Buahahahaha , siapa lo , cuman murid baru juga"
Jangan mentang mentang lo cewe kita bakal luluh , ngga la Yau
HAHAHAHAHAHA...
Gadis itu hanya tersenyum tipis
"Baiklah..bagaimana kalau aku TANTANG KALIAN MAIN BASKET"Gadis itu sambil menunjuk ke arah kakak kelas
"Buahahahaha..ngak level...hahahaha"ejek kakak kelas
"Udalah ayo pergi.buang waktu aja ngladenin orang kek dia"
Para kakak kelas melangkah pergi.
"Apa kalian takut"tantang gadis itu.
Seketika langkah para kakak kelas terhenti
Huuuuuuu...takut kata para siswa yang menonton.
"Ha...iiih baiklah aku terima tantangan kamu.
Kalau kamu kalah, kamu harus traktir kita selama satu tahun, emm..bagaimana?"tantang kakak kelas
"Ok,tapi kalau aku menang kalian harus mengajari bola basket ke anak yang kalian bully tadi dan minta maaf di depan satu sekolah"jawab gadis itu
"Ok kami terima "
Yakin bos" Ya yakin lah "
PRITTT...
Pertandingan Dimulai..
Gadis itu mengucir tinggi rambutnya. (oya guys gadis ini pakai syal dan rok panjang ala SMA gitu..)
Pertarungan berlangsung sengit.Semua terpana melihat betapa hebatnya dia bermain basket.
"0-1"kata wasit
"Yes"kata gadis itu.
Aku pun terpana dengan kehebatan ia bermain.Tak terasa Sudah 10 menit berlangsung dan sebentar lagi bel sekolah. SKOR menunjukan angka 24-24 hasil seri.
"PRITTT...."
Peluit berbunyi gadis itu mendrible bola nya menuju ring lawan, saat hampir dekat bola itu direbut kakak kelas.Tentu dia tak berdiam diri saja.Dia lalu mengejar, Dan berhasil merebut bola dari tangan kakak kelas waktu tinggal 10 detik lagi. Dannnn....gadis itu melompat dan berhasil memasukan bola ke dalam ring kakak kelas.
"PRITTTT....."
"Pemenangnya Gadis baru "kata sang wasit
"Yes"gadis itu
"Mm...laksakan janji mu kakak"Gadis itu melepas kuncirannya dan pergi dengan sombong dan melewati ku.
Aku hanya terpesona melihat rambutnya yang terkena angin..
KRINGGGGGG...
"Ha.."aku kaget
"Wah, bel sudah berbunyi...sebaiknya aku cepat ke kelas"
DI KELAS.....
"Baiklah..anak anak kita kedatangan murid baru..silahkan masuk"kata bu guru
Drap...drap.. Gadis itu pun masuk
Aku kaget
"Emm..bukanya dia yang tadi di lapangan basket?"pikir ku
"Baiklah nak perkenalkan dirimu"kata bu guru
"Hai semua,namaku Daiba"kata gadis itu
"Baiklah..nak Daiba,silahkan duduk di belakang nak Badai"kata buguru
"Daiba? Nama macam apa itu, tapi aku seperti familiar dengan namanya, tapi siapa ya?"kata Badai dalam hati
******
KRINGGGG..
Bel berbunyi tanda pulang sekolah.Aku pun bersiap untuk pulang.
"Kyaa...Badai pulang bareng yuk"kata salah satu siswi
"😅Enggak makasih aku biasa pulang sendiri"kataku menolak
"Huh"kesal siswi itu
"Pulang sama aku aja ya Badai"salah satu siswi lain sambil merangkul tangan ku.
"Ah enggak makasih"kata sambil melepas rangkulannya.
"Aaaa..ayo Badai"kata mereka merengek sambil menarik narik tanganku
"Enggak makasih"Plis ya "Enggak"kataku.
"CUKUP!!"teriak ku.Mereka terdiam
"Eee...aku Buru Buru dah "aku langsung lari dari mereka
*********
"Fiuh,selamat"kataku menghela nafas
"Oy,botak serahkan uangmu "kata seorang preman menghadang ku.
Kawasan ini memang sering terjadi pembegalan karena jalanya sepi.
("Terus, udah tau disitu banyak preman, lu ngapain lewat situ, bambank").
"Lah,iya yak,gue juga ngga tau"jawab kU
"Eh lu ngomong sama siapa?"kata preman itu
"Adalah bang, ini rahasia "kataku
"Wah berani lu ya,cepet serahin uang dan barang berharga yang lu punya"kata preman
"Oh,ya udah nih 😑"kataku Mau memberikan uangku
"HEY BERHENTI!!"teriak seorang gadis di belakangku.Aku menengok ke belakang
"Mmm...Daiba,ngapain dia disini"kataku dalam hati.
Gadis itu maju di hadapanku"kau ja-_"
"Sudalah,berikan saja apa yang dia mau, aku ngga mau ada keributan"kataku menyela omangannya.
Aku pun mengulurkan tanganku dengan maksud memberi preman itu uangku.
"Nih,paman"kataku mengulurkan tangan pada preman itu
"Tidak"kata Daiba menghentikanku.
"Emang, kamu ngga sayang apa,itukan uang mu"katanya.
"Engga, orang ini cuma uang"kata kU santai.
"Cuman uang katamu,dasar sombong"ejeknya.
"Ah, terserah kau mau bilang apa,gadis aneh"kata kU melirih.
"Glek..apa!!siapa yang kau bilang aneh hah..ihhhh.."katakanya seakan mau memukul ku.
"CUKUP!!kalian banyak cincong, hiaaa"kata preman itu mau meninju wajah badai
Badai menulindungi wajahnya dengan tangan.
"Tidak,kali ini aku tidak akan basa
basi,paman"kata Daiba menahan kepalan tangan preman itu.
ia lalu memuntir tangan preman itu.Dan menendang punggung preman itu.Aku hanya terkesima
GABRUKK...
"Mak,tolong.."preman itu lari terbirit-birit.
"Baru tau rasa dia"kata Daiba
"Waw,kuat uga lu ya"kataku
"Iyalah,seharusnya kau juga begitu,kau harus membela diri kalau kau benar,dan jangan tuduk pada keja-_"Omongan nya terpotong.
"Ya, ya ya, terserah kau saja"kataku
"Huh, dasar menyebalkan"kesal Daiba
Tiba tiba...
OY!!!...ANAK KECIL!!!
"Hmm..siapa itu"Kaget Daiba.
Dia menengok
"Haahhhhh..."kaget Daiba
Ternyata sekolompok preman menghadang kami.
"Wow banyak sekali mereka"kataku.
"Emm...Daiba sebaiknya kita pergi dari sini"kataku padanya.
"Ya kau benar,ayo pergi"kata Daiba.
Baru beberapa langkah..
"Berhenti ,penakut"kata salah seorang preman.
Langkah Daiba terhenti begitu juga langkah ku
"Daiba ayo"kataku
"Iiiihhhhh...APA KAU BILANG!!"geram Daiba.
Daiba berbalik
"Kenapa?kok balik,ada yang ketinggalan ya, adik manis"ejek salah satu dari mereka
HAHAHAHHAHA..
"Sudah, sudah,dia telah berani membuat kaean kita seperti ini.. Serang diaaa!!!"kata preman itu
"HIAAAA!!!"
Pasukan preman itu berlari menuju Daiba
"Daiba,lari"kataku
"Tidak,aku bisa menghadapi mereka"katamereka kata Daiba
Daiba lalu menguncir rambutnya dan membalut tangan kirinya dengan syal yang ia gunakan.Daiba dikepung di segala sisi
"Hiaa"salah satu preman bersenjata kapak menyerang
Daiba menghindar,lalu ia memukul preman itu. Aku yang melihat itu terkesima
"Hebatnnya"kataku dalam hati.
Satu persatu preman itu berhasil ia kalahkan. Tangan dan wajahnya dipenuhi luka dan darah.
"Hah..hah..hah"Bunyi nafas Daiba
"Tinggal satu lagi...hiaaa!!!"Daiba berlari ke arah ketua preman itu.
Preman itu mengeluarkan pisau dan tersenyum tipis.
Tiba tiba..
JLEBBBB...
"AAAAAAA..."teriak nya.
Daiba tertusuk di bagian pinggang sebelah kiri.Daiba jatuh sambil memegang pinggangnya.
"Hehe"Preman itu tersenyum tipis sambil menghampiri Daiba.
"Hiaaaa...mati kau "katanya sambil mengangkat pisaunya.
Daiba memalingkan wajah sambil ketakutan.
BRUKKKK...
"Hah,Kau..?"Kata Daiba.
Badai pun menjatuhkan balok yg ia kenakan untuk memukul preman itu. Ia berlari menghampiri Daiba
"Kau tak papa"kataku sambil membantunya berdiri
"Essss.."kata daiba sambil memegangi
perutnya.
"Ahg.."rintih nya yang tak kuat berdiri
"Ya ampun lukamu dalam "Kataku
"Tidak, ini tidak apa ap-_"sangkal Daiba
"Ssstt.."kataku dengan jariku Berada di bibirnya degn maksud memotong omongannya.
"Sudah diam"kataku.
Aku lalu melepas balutan syal di tangan nya berkata "Tahan ya"kataku sambil mengikat lukanya dengan kencang
"Esssss.."rintihnya.
"Sebentar aku akan menelfon ambulan".Badai berdiri
"Nut..nitn..nut..halo ambulan"kata Badai
Daiba menatap badai keatas.
Ni...nut.. Ni..nu
Ah itu ambulans nya kataku. Akhirnya kami mengatar Daiba ke rumah sakit
*************
Di KELAS.....
Daiba sedang menatap langit dan membayangkan kejadian semalam
"Tidak, ini tidak apa ap-_"
"Ssstt..sudah diam"
Tanpa ia sadari ia tersenyum.
"Oy...Daiba "kata ku sambil melambaikan tanganku ke wajaw Daiba
"Hah"seketika bayangannya buyar
"Kau ini kenapa,seyum senyum sendiri,hayo mikirin apa "kataku meledek
"Ah, tidak "Wajah Daiba memerah.
"Hahaha...sudah..bagaimana keadaan mu,sudah baikan?"
"Ya, lumayan lah "jawab Daiba
"Oh,ya syukurlah"kata Badai kembali ke tempat duduknya
********
KRINGGGGGGGGG.....
Bel sekolah berbunyi pertanda jam istirahat.Aku sedang duduk di depan kelas sambil membaca buku. Tiba tiba Daiba lewat
"Eh, sebentar"kataku menhadang Daiba
"Emm...kau ini,ayolah menyingkir"kata Daiba
"Nanti..sabar dong..selow selow"kataku
"Issshh...baikalah ada apa"katanya ketus
"Galak amat, nih aku cuman mau ngasih ini"kataku sambil meyodorkan sebuah kotak hadiah
"Apa ini?"kata Daiba
"Anggap saja ini hadiah terimakasihku atas yang kemarin"kataku
"Terimakasih?...kemarin?"katanya
"Iya, aku berterimakasih karena kau sudah memolongku"kataku
"Oh,ya sudah lagi pula aku hanya kebetulan
lewat saja kok,ya makasih ya "kata Daiba
sambil melangkah masuk kekelas.
"Drap...drap..drap"
"Heyyyyyyyyyyyy"salah seorang siswa berlari benghampiri ku
Langkah Daiba terhenti.lalu dia menengok ke sumber suara
"Eh, ada apa ini dit"kataku kepada Radit
"Oh,adik kelas rupanya"kata Daiba dalam hati
Daiba melanjutkan langkahnya
"Ada apa dit"kataku
"Kak...begini... Kak...seluruh anggota osis dipanggil ke kantor sekarang "kata Radit
"Oh, begitu...pasti penting.. Ya sudah sekarang kita kesana"kataku pada Radit
"Ya,ayo kak Badai "kata Radit
Langkah Daiba terhenti..Setelah ia mendengar nama Badai
"Apa..apa...apa tadi dia memanggilnya BADAI.."
Pikir Daiba
"Apakah..itu Badai ku"pikirnya lagi (ia
mejamkan matanya)
FLASH BACK
"Ahahahaah...kakak jaga"
"Ih.. Awas kau ya"
"Badaii...Badaiii"
"Waduh ibu manggil,aku pergi dulu ya"
"Emmm...iya jangan lama ya"
"Engga kok"
"Badaiiii...Badaiii"
"Ya bu Badai datang"
FLASH BACK END
Daiba meneteskan air mata. Ia membuka matanya...
"Ya, dia... Dia Badai ku"kata Daiba dalam hati.
Daiba berbalik dengan harapan ia bertemu dengan sahabat masa kecilnya Badai.Tapi ternyata tidak ada siapa siapa disitu.
KRINGGG..
"Bel jam masuk sudah berbunyi,sebaiknya aku masuk kelas"kata Daiba dalam Hati sambil mengusap air mata nya.
KRINGG.....
Bel berbunyi tanda jam istirahat ke dua..
"Duh...kak Badai dimana sih... Tadi kok ngga masuk ya"kata Daiba gelisah
Tiba-tiba bu guru lewat didepan Daiba
"Ee...bu maaf "kata Daiba menghadang bu guru
"Iya Daiba, ada apa ya "kata buguru
"Emmm....anu bu...ibu liat Badai tidak ya bu,
saya ada urusan dengan nya"kata Daiba
"Oooo...nak Badai..mungkin dia ikut urusan pengurus osis dikantor"kata bu guru
"Oooo...terimakasih ya bu "kata Daiba sopan
"ya..ibu permisi dulu ya"kata bu guru
"Iya bu silakan"kata Daiba sopan
"Mmm....dia sedang ada urusan...bagaimana ini ya?, aha mungkin dia sedang istirahat..
Mmmm..ya aku akan melihatnya ke kantor"kata Daiba
Daiba pun pergi menuju kantor.....
*********
"Hah.. Dikantor aku tidak melihatnya"kata Daiba sambil melangkah.
Lalu ia melewati perpustakaan sekolah
"Mmm...entah kenapa.. Tapi aku ingin membaca sesuatu"kata Daiba
Daiba lalu pergi menuju perpustakaan sekolah
Di PERPUSTAKAAN...
Daiba menuju sebuah rak.
"Emmm...mana ya buku yang yang bagus"katanya sambil memilih milih buku.
Tiba-tiba ia teringat sesuatu
FLASH BACK
"Hey,Daiba ayo kita membaca buku"
"Dimana kak"
"Tak jauh dari sini ada perpustakaan keliling,ayo kita kesana"
"Iya, ayo..aku jadi tidak sabar"
"Ya,sampai disana dulu pemnangnya... Dahh"
"Ihh...kakak curang"
Anak itu pun mengejar anak laki laki tadi
Mata Daiba berkaca kaca.
FLASH BACK END
Ia tersenyum tipis karena teringat masa kecilnya bersama Badai.
Disisi lain....
"Ya itulah yang terjadi"
"Ahaahaha...kau memang lucu"kata seorang siswa lalu ia mendoriong siswa tadi
Siswa itu pun tersjatuh dan menimpa rak buku yang mengakibatkan rak buku itu rubuh satu persatu.Termasuk rak buku yang Daiba pilih.Daiba sedang melamun sambil tersenyum membayangkan masa kecilnya yang begitu Indah.Sehingga ia tidak tau kalau rak buku yang ia tempati akan rubuh menimpanya...
"Awas...menyingkir"kata salah seorang siswa
"Ha?!"ia kaget dan melihat ke arah rak buku yang akan rubuh
"Aaaa!!...."teriaknya dengan tangan menyilang melindungi tubuh nya.
Tiba-tiba ada tangan seseorang yang menariknya. Daiba pun Tertarik dan jatuh, tapi untungnya bisa ditangkap oleh seorang pria.
Daiba dan pria itu bertatapan....
"Kak Badai" kata Daiba
"Kau tak papa"kata Badai
Badai pun menurunkan Daiba..
"Kau ini lain kali hati hati ya "katanya pada Daiba
Daiba terdiam dengan mata berkaca kaca. Ia lalu memeluk Badai
"Emmm...kak..kemana saja kau..hiks hiks"kata Daiba memeluk Badai
"Eh..ehh...Daiba kau kenapa"kata Badai heran
Daiba pun melepas pelukannya dan menghapus air matanya.
"Hiks hiks...emm aku.. Aku hanya..ingin... Ingin.."kata Daiba terbata-bata
"Ingin...apa.."kata Badai
"Emm...aku ingin..ingin..tau nama kakak...mmm...maksudku namamu ya...namamu"kata Daiba dengan pipi memerah
"Ya ampun.. Cuman karena hal itu... Kau sampai mencariku...hahaha"katanya
tertawa tipis
"Emmmm"kata Daiba malu
"Ya ya baiklah... Sejak kita bertemu memang kita belum bekenalan kan..oke..kenalkan Namaku BADAI.."kata Badai
kata Badai bergema di telinga Daiba
"Ha...."Daiba terkesima dan kembali berkaca kaca..
"Hei..jangan melamun lagi "kata Badai menjentikan jarinya
"Emmm...ya..iya"kata Daiba kaget
"Ya...namaku-_"katanya terpotong
"Ya aku sudah tau.. Namamu Daiba kan"ejekkanejek Badai
"Ya..ya.."katanya
"Emmm...jadi kau mencariku hanya karena itu saja"kata Badai
"Hah..mmm...sebenarnya, apa kakak tidak mengenaliku.."tanya Daiba penuh harapan
"Hah...kakak sejak kapan aku jadi kakak mu"
kata Badai
"Ah...bukan.. Maksudku kau ya...kau"kata Daiba
"Aneh tak seperti biasanya"pikir Badai
"Baiklah aku...ingat ingat dulu"Bqdai terdiam
"Aha... Aku tau"kata Badai
Daiba tersenyum lebar penuh harapan bahwa Badai mengenalinya
"Kau adalah murid baru yang menolong siswa pada hari itu kan "kata Badai
Daiba merengut
"Isshhh...bukanlah... Masa kau lupa sih....aku kan Daiba saha-_"omongan nya terpotong
"Oy..badai....ayo lanjut.."kata Aska ketua Osis
"Oh..iya bentar"jawab Badai
Ia berbalik dan menghadap Daiba
"Aku pergi dulu ya .. bye"kata Badai berlari meninggalkan Daiba
"Eh...kak tungggu"kata Daiba memanggil.
Tapi badai tak mendengar panggilan Daiba.Badai pun melanjutkan urusan osis nya.
"Huh.."kata Daiba kesal
KRINGGG.....
Bel berbunyi pertanda jam pulang...
Daiba sedang melangkah pergi..tiba tiba ia melihat..
"Eh..itu kan kak badai "kata Daiba
"Kak...tunggu" teriak Daiba memanggil Badai tapi Badai tak mendengar
Daiba pun berlari diantara kerumunan siswa
******
"Kak...tunggu"kata Daiba yang dari tadi memanggil Badai.
"Huh, dari tadi ngga dengar apa"kata nya dalam hati.
Tanpa sadar Daiba mengikuti Badai sampai kerumahnya...
Badai masuk ke rumahnya
"Bunda..Badai pulang"kata Badai.
"Oooo....ini rumah Kak Badai sekarang"kata Daiba mengintip dari tembok pagar rumah Badai.
"Ya nak... "Kata seorang wanita cantik membukakan pintu...
"Hah...itu kan Bu Rani...sudah jelas dia kak Badai ku"kata Daiba
Badai lalu masuk kerumah.Ibunya Badai mau menutup pintu.
Tiba-tiba
"Tungguuu!!....tunggguuu!!"teriak Daiba.
"Eh?.. Siapa itu kaya kenal"kata ibu Rani
"Huh...hu..huu..."kata Daiba ngos ngosan
"Nak.. Ada apa ya.. Sampai lari lari
begitu"kata Ibu Badai
"Huhu huh huh...sebentar bu"Daiba ngos ngosan
"Huhhh..."Daiba menghela napas
"Hmmm...ibu masih kenal saya..."kata Daiba
"Kamu...siapa ya?... Ibu ngga kenal tuh "kata ibu keheranan
"Masa.. Ngga inget sih bu... Saya Daiba bu"jelas Daiba
Ibu Badai kaget bukan main.....
"Saya teman masa kecilnya Badai bu... Anaknya Bu Sastri "kata Daiba
Ibu Badai hanya terdiam melamun...
"Bu...ibu ngga papa"kata Daiba
"Hah..ee...maaf ya nak... Ibu ngga kenal.."kata
Ibu Daiba ketakutan..
Lalu ibu Badai mulai menutup pintu
"Eh..bu tunggu bu..say-_"
BRUKKK....
Bunyi pintu tertutup.....
Ibu Badai ketakutan Dibalik
pintu....
"Ah..tidakk...tidakkk...tidakkk..."teriak ibu Badai gelisah
FLASH BACK
"Ya bu badai datang.."
"Ya, bu ada apa"
"Ayo siap siap kita akan pindah ke rumah baru"
"Ke rumah baru asikk..tapi Daiba disini gimana bu"
"Gapapa...dia pasti ngerti kok... Ayo cepat siap siap... Nanti kita pamitan sama Daiba ya"
"Ya bu"
Tak lama kemudian..
"Kak... Mau pergi kemana"
"Aku mau pindah ke rumah baru"
"Aku boleh ikut ngga"
"Emmm...ka-_"
"Nak Daiba jangan ikut ya nanti siapa yang jaga ibumu"
"Ya bener itu Daiba"kata ibu Daiba kecil
"Tapi..."anak itu menunduk
"Jangan khwatir Daiba...kita pasti akan ketemu dan bermain bersama lagi ya"
Anak perempuan itu tersenyum
"Ayo kita berangkat"kata ayah Badai kecil
Badai kecil berserta kedua orang tuanya pun masuk mobil.Badai kecil melambaikan tangan pada Daiba kecil, begitupun sebaliknya
"Sudah pulang yuk"kata ibu Daiba kecil
****
DI JALAN...
"Dudududu.."
"Badai..."
"Ya...bu"
"Kau mau keripik"
"Aku mau bu.."
"Ini.. "Kata ibu Badai kecil mengulurkan
tangannya....
Tiba tiba..
BRAKKKKKK.....
"Badaiiiiii...."teriak ibu Badai kecil
"Terjadi kecelakaan... Di simpang Raya... Bagian belakang mobil terpisah dari bagian depan mobil... Diduga kecelakaan ini terjadi akibat supir truk yang lalai... Melaporkan dari simpang raya"kata Pembawa Berita
"Anaku...."kata ibu Badai kecil
"I..ii..ii...ibu..."rintih badai kecil dengan kepala yang berdarah
Badai kecil menutup mata....
"Ahg....aduhhh"rintih badai kecil tersadar sambil memegang kepalanya
"Nak...kau sudah sadar"kata ibu badai kecil
Badai kecil kebingungan "emm...siapa kalian.."
"Ha?....kau kenapa nak...kami orang tua mu "kat ibu kecil terkejut
"Ha?...orang tuaa..aku aku tidak ingat...
Ahg...ahg..ahg"teriak Badai kecil kesakitan
"Hah...kau kenapa nak"kata ibu Badai kecil
Lalu dokter datang
"Ibu harap tunggu diluar.."kata dokter
"Sus,obat biusnya"kata dokter
"Ini dok"suster
Orang tua Badai kecil gelisah di luar kamar rawat Badai kecil...Dokter pun keluar
"Ehh...dok bagaimana keadaan anak saya"kata ayah badai kecil
"Mmm..pak bu..mari ikut ke ruangan saya.. Ada yang mau saya bicarakan"kata dokter
Orang tua badai kecil saling pandang
Di ruang dokter.....
"Ada... Ini dok... Bagaimana keadaan anak saya...mengapa dia tidak mengenali kami... Orang tuanya"kata ibu Badai kecil panik
"Tenang bu....anak ibu mengalami benturan yang cukup keras di bagian kepala,sehingga anak ibu mengalami hilang ingatan"jelas dokter
"Apahh...hilang ingatan?... Apa anak saya bisa sembuh dok"
"Saya tidak tahu pasti kapan anak ibu akan pulih... Tapi untuk saat ini saya sarankan untuk tidak mengingatkan pasien tentang masa lalunya dulu... Karena itu bisa berbahaya bagi nyawa pasien"sambung dokter
"Hiks hiks....anakaku"tangis ibu Badai kecil
"Sabar bu...baiklah dok kami permisi"kata ayah Badai kecil
Kedua orang tua Badai kecil menatap sedih
Badai kecil yang terbaring di ranjangnya...
FLASH BACK END
BACA JUGA "PETUALANGAN 5 SAHABAT"