Maya masih berdiri mematung didepan kamar utama rumah tua peninggalan neneknya,Sesuai dengan kesepakatan keluarga besarnya,mamak.
Rumah harus diisi oleh keluarga mamak dan harus keturunan mamak yang mengurusnya, gak boleh yang lainnya
Hanya rumah kayu yang dibangun pada masa penjajahan belanda hingga arsitekturnya terkesan model rumah bangunan kolonial belanda.
sudah beberapa kali bangunan direnovasi tapi tetap nenek tidak mengijinkan jika dirombak seperti rumah modern sekarang ini.
Bangunan dihulu perkampungan membuat rumah itu sangat artistik dengan kesan menyeramkan.
Karena terletak diujung kampung, sangat jarang ada orang yang berani ketempat ini, jauh dari keramaian alias sepi.
Tapi nggak masalah, gadis manis ini justru bersyukur yang penting masih punya tempat
tinggal tanpa harus memikirkan lagi uang sewanya.
Bosan lantaran separuh umurnya yang sudah 18tahun dihabiskan dengan berpindah-pindah rumah, dari sewaan satu kesewaan lainnya,hingga dirinya merasa lelah harus kembali berberes jika masa sewanya telah habis.
Sebenarnya jika ingin dilihat rumah itu seperti bangunan dari dunia lain yang tak terjamah peradapan.
Rumah dua lantai walau tua namun sangat megah berdiri kokoh,serta halaman luas.
Hanya saja kumuh tak terawat,terlihat berbagai tumbuhan liar dan semak belukar nyaris menutup pintu masuk tempat itu.
bersusah payah Bapak harus menebas rumput yang tumbu subur disitu.
"Ahh..!!indahnya bangunan ini,memang hebat selera kakek buyutku,hingga bisa membangun rumah seantik ini !!"ucapnya berdecak kagum
Maya memilih sebuah kamar luas yang ada diruang atas dengan jendela kamar menjorok kehadapan lautan lepas,dibatasi sebuah tembok batu berlumut dengan sebuah ceruk yang tertutup pintu dan dipasangi sebuah gembok besar.
matanya menatap aneh pada pintu itu,entah apa fungsi dari pintu dan sebuah ruangan kecil ditembok itu.
Gadis itu akan terus melamun jika tak mendengar suara mamak berteriak dari ruangan bawah.
"May-Mayaa...!!"teriak Mamak suaranya melengking tinggi.
"Kenapa sih,maakk...??" sahut Maya mendekat
"Sini turun...!! ada Angga diluar,temui sana!!"sahut Mamak menunjuk sosok lelaki berkaca mata minus berdiri dengan mengulas senyum tipisnya.
Maya menganguk lantas belari mendekati cowok itu.
"Naahh...! kebetulan kamu datang, ayoo naik langsung keteras aja, yokk...!! aku mau melihatkan sesuatu yang unik ke kamu!" ucapnya sambil menarik tangan cowok itu.
sedikit berbasa basi dengan Mamak yang masih tampak sibuk berberes,Rangga menurut mengikuti Maya naik ke teras atas.
"Siniii..!! coba lihat ituu..,menurutmu aneh gakk...untuk apa tembok itu harus ada kamar kecilnya,terus kenapa pintunya dikunci segala...??"ujar Maya menunjuk kearah tembok tebing.
Rangga menatap kearah yang dikatakan gadis itu,ia bergidik tiba-tiba saja tengkuknya menjadi dingin
"Ihh..serem!"jawabnya sambil mengusap tengkuknya lalu mengalihkan pandangan matanya.
" Serem...,aneh kan? jadi penasaran kesana yokk !!"sahut Maya menatap cowok itu
"Nggak...ahh!! ngapain??"tolak cowok itu enggan, malas kalau harus ketempat itu takut kalau ada sesuatu yang berbahaya.
"Ishh...!! penakut !!"ejek cewek itu lantas segera melangkah turun.
"Ehh...! mau kemana??"tanya Rangga sambil mengikuti langkah ceweknya itu
"penasaran sama ruangan itu...?sapa tau kakek moyangku ada menyembunyikan harta karun disana,lumayankan bisa kaya tujuh turunan...!!"sahut Maya mempercepat langkahnya.
sengaja memilih jalan pintas dengan memanjat pohon besar yang tumbuh tepat di bawah kamarnya,
jika lewat depan itu tidak mungkin karena halaman belakang dikelilingi pagar besi dan gak ada akses menuju tempat itu,seolah tempat itu memang jarang terjamah.
"Ishh...!ngapain nenek moyangmu pakai nyembunyi kan harta karun di situ, emang didalam gak ada ruangan apa ?? kamu gak aneh pintu itu ditutup mati dan gak ada jalan kesana tandanya gak boleh masuk kesana kan!!" tegas Angga lagi
"jangan -jangan kakekmu ngurung demit disitu!!"pekik Angga bergidik serem
"Aiss!! dasar penakut,...cepat temani aku, kalau dampai ada harta disitu,kan untung bisa jadi modal buat kita kawin!!"sentak Maya terkekeh jahil
langsung menarik tangan cowok itu tanpa sempat protes.
Walau sedikit ogah-ogahan Rangga pasrah mengikuti langkah cepat gadis cantik itu.
Dengan jalan yang sedikit terjal dan rumput ilalang setinggi dada tempat itu sungguh sulit dijangkau.
Hingga akhirnya dengan keringat darah karena luka oleh besetan ilalang yang tajam mengiris kulit,mereka sampai juga.
"Ayoo...buka!!" perintah Maya ke Rangga,cowok itu mendengus
"Buka pakai apa? pakai gigi !!"jawabnya ketus
Maya mendesis,matanya bergerilya mencari sesuatu ditanah.
"Nahh...!! pakai batu ituu...!!"serunya langsung mengambil sebongkah batu sebesar kepalan tangan.
Dan....
"Bukkk...brukkk...!!"ia terus menghantamkan batu itu ke gembok
sampai"kraakk...!!"gembok itu patah.
"Aahhh..terbuka!!" pekik Maya girang
sementara Rangga terlihat tegang.
"Mayy...!gak usah masuk !!"larangnya menarik tangan kekasihnya
"Ishh...!!"dengus Maya menepis tangan lelaki itu,langsung mendorong pintu itu.
"Whussss...!!"angin berserta debu langsung bertebangan menghantam wajah mereka
"uhukk..uhuukk...!!"mereka terbatuk sambil mengibas debu yang berterbangan
Setelah debu menipis Gadis bengal itu langsung menilik ruangan itu.
tampak tali tali panjang berjuntaian dari atas tiang penyangga.
dan beberapa potongan kain terlihat dari sisa-sisa tali itu.
juga ada rantai-rantai terpasang pada dinding beton itu,yang lebih menyeramkan lagi terdapat sisa tengkorak kepala tersusun di lemari batu yang menempel di dinding,seperti sebuah tempat tropi.
Maya tercengang sementara Rangga beberapa kali mengusap keringat yang membajiri wajah dan tubuhnya
Mereka saling tatap
"Mayy...!! kau paham tempat ini apa...? ini tempat penyiksaan...,kaa-kekkmu dulu pastinya tukang jagal !!"seru Rangga panik
Maya menganguk tak berpikir lagi,cepat ditariknya tangan Rangga langsung berlari kencang kembali kerumah.
Tak sadar lupa menutup pintu itu kembali.....
Sementara itu terlihat beberapa sosok berambut pirang bergantian keluar dari sudut ruang itu,mata merah menatap sinis kearah mereka.
"Grrrr.. grrr.grrr !! keturunan wijoyokusuma...,membebaskan kita waktunya pembalasannn!!"geramnya menatap ke sosok lain.
Para arwah para noni belanda yang dihabisi oleh kakek buyut Maya yang dulunya seorang juragan kaya menculik setiap wanita belanda dan menghukumnya dengan sadis.
Tampak wajah benci penuh dendam tertanam di benak mereka dengan geraman panjang lantas melesat cepat,terbang meninggalkan asap hitam pekat berbau busuk keluar berebutan......??
****TAMAT****